Arsip:
Kerja Sama
Copenhagen, 13 Desember 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengambil langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik dan riset di kancah internasional. Kali ini, melalui kunjungan ke University of Copenhagen (KU), salah satu universitas terbaik di Denmark dan Eropa. KU menempati peringkat ke-100 QS World University Ranking dan menempati urutan ke-40 untuk bidang ilmu hayati dan medis.
Sebagai upaya menginisiasi kerja, tim Fakultas Biologi UGM yang terdiri atas Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. (Dekan), Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni), dan Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech., melakukan kunjungan ke Center for Evolutionary Hologenomics, the Globe Institute, University of Copenhagen pada Jumat (13/12).
Pada kesempatan tersebut, tim bertemu dengan Prof. Thomas Sicheritz-Ponten yang merupakan direktur dari Center for Evolutionary Hologenomics (CEH). Pusat studi ini mempelajari hubungan antara genom inang (host) dan mikroba yang hidup bersamanya. Mikroba tidak lagi dianggap sebagai komponen pasif, tetapi berperan aktif dalam memengaruhi sifat dari organisme inang. Pendekatan yang menyeluruh ini disebut sebagai pendekatan hologenomik, dimana studi genom dari organisme inang dan mikroba digabungkan untuk memahami interaksi keduanya, peranan hubungan ini dalam ekologi dan evolusi, pengaruhnya terhadapat perkembangan kehidupan di bumi, dan juga bagaimanan memanfaatkan hubungan ini untuk kepentingan manusia. CEH menggunakan teknologi canggih dan metode komputasi untuk menjawab pertanyaan ini melalui penelitian teori dan eksperimen.
Selain itu, tim juga berdiskusi dengan Assoc. Prof. Bent Petersen, yang merupakan bagian dari grup riset Computation Biodiscovery. Bent memperkenalkan salah satu proyek riset mereka, yaiut “Omics of the Rainforests”. Pada riset tersebut, Bent dan tim mengintegrasikan data “omics” dengan algoritma machine learning untuk mengeksplorasi potensi medis dan aplikasi bioteknologi dari keanekaragaman hayati yang ada di hutan hujan Amazon dan Malaysia. Pada kesempatan inilah tim berdiskusi dan menjajaki kesempatan untuk memulai inisiatif riset kolaborasi di Indonesia, melalui jejaring Fakultas Biologi UGM dan juga Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI). Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi, mengundang Thomas dan Bent untuk hadir dalam kegiatan International Conference for Biological Sciences (ICBS) yang akan diselenggarakan pada Oktober tahun depan. Undangan tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi Thomas dan Bent untuk memberikan workshop terkait proyek computational natural drug discovery.
Tim Fakultas Biologi juga berkesempatan berdiskusi dengan Maria Bollerup dari Nixie Expedition terkait kolaborasi riset dan ekspedisi bersama dengan University of Copenhagen. Maria dan Nixie Expedition sebelumnya telah terlibat dalam banyak proyek kolaborasi riset di Indonesia, salah satunya Ekspedisi Buteng bersama dengan ROLEX. Hal ini diharapkan menjadi kesempatan bagi Fakultas Biologi untuk memperluas kolaborasi risetnya dengan mitra dunia.
Kunjungan ini menjadi tonggak penting dalam upaya Fakultas Biologi UGM untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset melalui kolaborasi dengan mitra internasional, terutama University of Copenhagen. Kerja sama ini juga mencerminkan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pendidikan berkualitas yang inklusif (SDGs 4) serta peningkatan pengakuan atas kemitraan global (SDGs 17).
Copenhagen, 13 Desember 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengambil langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik dan riset di kancah internasional. Kali ini, melalui kunjungan ke Technical University of Denmark (DTU), salah satu universitas teknik terbaik di Denmark dan Eropa. DTU menempati peringkat ke-109 QS World University Ranking dan menduduki posisi ke-5 di bidang Bioteknologi berdasarkan Academic Ranking of World Universities (Shanghai Ranking).
DTU Biosustain, pusat riset unggulan di bawah Novo Nordisk Foundation, menjadi salah satu fokus kunjungan ini. Departemen ini berperan besar dalam menciptakan solusi berkelanjutan melalui pengembangan microbial cell factories. Semenjak didirikan di tahun 2011, departemen ini telah melahirkan lebih dari 30 perusahaan rintisan (startup) di bidang bioteknologi. Kunjungan ini terjalin melalui koneksi salah satu staf pengajar Fakultas Biologi UGM, Matin Nuhamunada, yang baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di DTU Biosustain.
Sebagai upaya menginisiasi kerja sama lebih lanjut, tim Fakultas Biologi UGM yang terdiri atas Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. (Dekan), Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni), dan Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech., melakukan kunjungan ke DTU Biosustain pada Jumat (13/12).
Kunjungan tersebut diawali dengan diskusi bersama dua group leaders dari DTU Biosustain, yaitu Dr. Pablo Cruz Morales dan Dr. Sheila Ingemann Jensen. Dr. Pablo memimpin penelitian di bidang Yeast Natural Products, dengan fokus pada eksplorasi dan modifikasi kimiawi yang dihasilkan oleh fungi untuk mengembangkan molekul baru seperti obat-obatan, bahan bakar berkelanjutan, dan polimer, sebagai upaya menciptakan era baru industri biokimia yang ramah lingkungan. Sementara itu, Dr. Sheila memimpin grup Sustainable Microbial Applications, yang berfokus pada pengembangan alat molekuler untuk rekayasa bakteri guna menciptakan microbial cell factories yang efisien untuk produksi bahan kimia dari sumber daya terbarukan seperti limbah lignoselulosa dan derivatif CO2. Diskusi ini membahas potensi kolaborasi riset, terutama untuk mengakselerasi bioprospeksi sumber daya hayati yang ada di Indonesia secara berkelanjutan. Diskusi ini juga membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM untuk melakukan kunjungan riset di DTU Biosustain.
Selain itu, tim Fakultas Biologi juga bertemu dengan Dr. Kai Blin, co-principal investigator dari kelompok riset Natural Products Genome Mining yang dipimpin oleh Prof. Tilmann Weber. Dalam kesempatan ini, tim mendapatkan wawasan tentang pentingnya infrastruktur teknologi informasi (TI) untuk mendukung pengembangan riset bioinformatika. Sebagai contoh, layanan analisis antiSMASH, sebuah perangkat lunak pencari antibiotik yang dikembangkan oleh grup ini, didukung oleh fasilitas komputasi berupa 8 server di DTU dengan kapasitas sebanyak 784 CPU dan 3 TB RAM. AntiSMASH sendiri telah digunakan lebih dari 1 juta kali oleh berbagai peneliti dari penjuru dunia dan memiliki lebih dari 6.500 sitasi ilmiah.
Kunjungan ini menjadi tonggak penting dalam upaya Fakultas Biologi UGM untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset melalui kolaborasi dengan mitra internasional, terutama Technical University of Denmark. Kerja sama ini juga mencerminkan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pendidikan berkualitas yang inklusif (SDGs 4) serta peningkatan pengakuan atas kemitraan global (SDGs 17).
Pada Tanggal 30-31 Juli 2024, Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kultur Jaringan Anggrek sebagai realisasi kerjasama antara Tim Penelitian MBKM Anggrek G. Lawu F. Biologi UGM dengan PT Pertamina AFT Adi Sumarmo dan Yayasan Inisiasi Berkelanjutan (Ailesh). Tim penyelenggara terdiri dari Mahasiswa MBKM Anggrek G. Lawu yang dibimbing oleh Prof. Dr. Endang Semiarti dan empat mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi UGM yaitu Pauline Destinugrainy, Febri Yudha, Ellke Gildantia, Yumna Rahmadias.
Kegiatan pelatihan kultur jaringan ini dilakukan selama 2 hari. Pada hari pertama, pelatihan ini dibuka oleh Prof. Dr. Endang Semiarti sebagai Dosen Pembimbing mahasiswa Tim MBKM Anggrek Lawu. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pengenalan Laboratorium Bioteknologi, pematerian terkait pengenalan anggrek dan dasar kultur jaringan, serta diakhiri dengan praktek langsung dalam pembuatan media NP, penyiapan alat-alat dan sumber eksplan, serta sterilisasi media dengan autoklaf.
Pada hari kedua, pelatihan dibuka dengan diskusi praktikum sebelumnya, dilanjutkan pematerian terkait penaburan biji anggrek, persilangan anggrek, subkultur anggrek dan compoting serta dilanjutkan praktik langsung dari materi yang telah disampaikan. Pelatihan ini ditutup dengan kunjungan ke Greenhouse Anggrek F. Biologi UGM yang berlokasi di Karanggayam.
Peserta pelatihan kultur jaringan anggrek ini berjumlah 3 orang yaitu Viar Rahmat A., Imam Aziz S., dan Suratno. Para peserta sangat antusias, hal tersebut dibuktikan dengan mereka tekun mengerjakan dan sering bertanya. Dalam proses pelatihan, hasil kultur dari beberapa peserta masih perlu ditingkatkan, namun yang penting peserta telah memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung dalam melakukan kultur jaringan.
Kegiatan pelatihan kultur jaringan anggrek ini sesuai dengan SDGs nomor 12, 13, dan 15. SDGs nomor 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDGs nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan menggunakan teknik kultur jaringan, produksi anggrek dapat dilakukan dalam lingkungan terkendali seperti laboratorium atau rumah kaca yang mengurangi kebutuhan transportasi dan penggunaan mesin-mesin berat yang menghasilkan emisi karbon tinggi, SDGs nomor 15 (Kehidupan di Darat), Teknik kultur jaringan memungkinkan pembiakan dan pelestarian spesies anggrek yang langka atau terancam punah. Ini sangat penting untuk menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem darat.
Dengan demikian, pelatihan kultur jaringan anggrek tidak hanya membantu dalam meningkatkan produksi tanaman secara efisien dan berkelanjutan, tetapi juga memainkan peran penting dalam menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim serta melestarikan keanekaragaman hayati.
Diharapkan dari adanya pelatihan ini, peserta dapat menguasai teknik kultur jaringan anggrek secara profesional, sehingga meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi anggrek, melestarikan spesies anggrek yang langka dan terancam punah melalui teknik kultur jaringan, membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pengusaha lokal, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Leipzig, 10 Desember 2024 – Tim Fakultas Biologi UGM yang terdiri atas Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, dan Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech. melaksanakan kunjungan ke Leipzig University, Jerman pada Selasa (10/12) lalu. Kunjungan tersebut merupakan upaya memperkuat rekognisi maupun kolaborasi Fakultas Biologi UGM dengan berbagai universitas terbaik dunia.
Leipzig University merupakan salah satu universitas tertua di dunia dan tertua kedua di Jerman. Didirikan pada tahun 1409, universitas ini telah sukes melahirkan puluhan ribu alumni yang tersebar di seluruh dunia. Fakultas Biologi UGM telah menjalin kerja sama khususnya riset dengan Institute for Animal Hygiene and Public Veterinary, Leipzig University. Kolaborasi dengan Prof. Uwe Truyen dan Dr. Ahmed Abd El Wahed dalam aktivitas penelitian hingga visiting profesor reguler di Fakultas Biologi telah dilaksanakan sejak tahun 2023. Kolaborasi tersebut menekankan pendekatan One Health yang melibatkan integrasi kesehatan manusia, hewan dan lingkungan untuk menjawab tantangan global seperti penyakit zoonosis dan resistensi antimikroba.
Kunjungan tersebut disambut oleh Prof. Uwe Truyen dan Dr. Ahmed Abd El Wahed dan rekan dari Leipzig University. Hasil diskusi berfokus pada peluang double degree, international exposure hingga post-doctoral. Leipzig membuka peluang double degree dengan berbagai fakultas untuk jenjang doktoral, serta joint research and publication. Kolaborasi lainnya yaitu international exposure melalui International Workshop on One Health Leipzig University pada Agustus 2025 dan di Badr University, Mesir pada November 2025 yang terbuka untuk mahasiswa S1 hingga S3.
Kunjungan tersebut merupakan langkah Fakultas Biologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berkolaborasi dengan mitra di tingkat Internasional terutama dengan Leipzig University, Jerman. Kerja sama tersebut sekaligus sebagai komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan sesuai dengan sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs) yaitu kualitas pendidikan yang inklusif (SDGs 4) dan peningkatan rekognisi kemitraan global (SDGs 17).
Yogyakarta 11 Desember 2024_ Laboratorium Bioteknologi menerima kedatangan tamu Dr. Richard Kraince dan Antioch College, USA yang saat ini sedang menjalankan penelitian di jogjakarta terkait ecological education. Dr. Richard sedang fokus meneliti terkait KKN yang ada di UGM dan tertarik mempelajari aktivitas di Fakultas Biologi UGM termasuk di Laboratorium-laboratoriumnya, sehingga berkunjung ke beberapa lab untuk berdiskusi dengan para peneliti baik dosen maupun mahasiswa, antara lain dengan Dr. Indah, Dr. Tyas Ikhsan dan Dr. Jamal. Kunjungan ke Lab Bioteknologi diterima langsung oleh Kepala Laboratorium Bioteknologi yaitu Prof. Dr. Endang Semiarti. Prof endang menjelaskan kegiatan tridharma PT yang dilakukan oleh Lab Bioteknologi, memperkenalkan staf Lab nya, fasilitas alat dan bahan percobaan di Lab dan mendiskusikan kemungkinan ada Kerjasama yang bisa dilakukan Bersama tamunya. Dr. Richard menyambut baik tawaran tersebut.
Setelah diskusi di Lab, Dr. Richard diajak mengunjungi Gedung Moeso Suryowinoto Indonesia Biodiversity Center (MSIBC) yang merupakan Gedung Monumental Fakultas Biologi UGM untuk mengenang jasa Alm. Professor Ir. Moeso Suryowinoto yang juga Bapak Ahli Anggrek Indonesia. Bentuk Gedung MSIBC dibuat seperti bentuk biji anggrek yang ukurannya sangat kecil seperti debu, jika diamati di mikroskop sangat unik berupa embrio yang diselubungi selaput sel mati yang disebut testa yang secara mikroskopik biji anggrek bentuknya seperti bentuk MSIBC.
Dr. Richard mendapatkan informasi tentang kegiatan Lab Bioteknologi meliputi Kultur jaringan untuk memproduksi bibit anggrek spesies maupun hibrida dan ini didukung Kerjasama Fakultas Biologi UGM dengan Pencinta Anggrek Indonesia Provinsi DIY (PAI DIY), sehingga produk Laboratorium berupa bibit-bibit anggrek dalam botol dapat langsung bisa dihilirkan ke masyarakat pencinta dan petani serta nurseri anggrek di DIY. Selain anggrek di Lab juga dilakukan kultur tanaman Kopi, Jeruk purut, dan lainnya. Prof. Endang juga menjelaskan penelitian Mikroalga untuk pembuatan Biofuel juga dilakukan oleh Tim Dr. Eko Agus Suyono staff Lab Bioteknologi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerjasama dan Alumni (P2MKSA) F. Biologi UGM.
Setelah kunjungan ke MSIBC, Dr. Richard diajak ke Greenhouse Fakultas Biologi UGM yang terletak di Karang Gayam . Di greenhouse ditunjukkan oleh Prof Endang tanaman- tanaman anggrek yang sedang diteliti oleh staf dan mahasiswa, juga oleh kelompok studi mahasiswa Biology Orchid Study Club (BiOSC) yaitu mahasiswa yang interes untuk menanam, meneliti dan mempelajari anggrek Indonesia. Juga ditunjukkan adanya tempat Kultur Mikroalga untuk penelitian dan produksi mikroalga. Selain itu ada penelitian symbiosis tanaman pisang dengan tanaman anggrek.
Menurut Dr. Richard, dari kunjungan tersebut banyak hal yang dapat didiskusikan dan menginspirasi untuk edukasi masyarakat terutama untuk KKN. Semoga muncul ide-ide menarik yang dapat dikerjakan sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini sesuai misi dari Antioch College USA yang selalu ingin membentuk masa depan melalui pembelajaran berdasarkan pengalaman dan inisiatif keadilan sosial. Hal ini akan sangat mendukung Sustainable Development Goals no 4 (Kualitas Pendidikan), 15 (Kehidupan di bumi) dan 17 (Kemitraan untuk mencapai Tujuan). (ES)
Vienna, 9 Desember 2024 – Fakultas Biologi UGM terus memperluas jaringannya di kancah internasional dalam rangka peningkatan rekognisi dan kolaborasi dengan berbagai institusi dunia, salah satunya dengan Boku University, The University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna. Boku University merupakan salah satu universitas terbaik di Austria dan Eropa, khususnya di bidang agrikultur dan kehutanan dengan perolehan peringkat ke-26 QS World University Ranking By Subject pada tahun 2024.
Universitas Gadjah Mada khususnya Fakultas Biologi telah menjalin kerja sama double degree doktor dan joint supervision dengan Boku University sejak tahun 2023 untuk salah satu staff pengajarnya, Arief Muammar. Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, Tim Fakultas Biologi yang terdiri atas Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, dan Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech. melaksanakan kunjungan ke Boku University pada Senin (9/12) lalu.
Kunjungan tersebut disambut oleh rekan dari Institute of Food Technology, Boku University diantaranya Prof. Dietmar Haltrich, Prof. Dr. Clemens Karl Peterbauer, dan Dr. Philipp Fuhrmann sekaligus Arief Muammar, M.Sc serta dari International Relation, Boku University, Lisa Kargl, Dipl.-Ing. Mag. Diskusi tersebut membahas terkait kolaborasi dual degree untuk program magister dan doktoral, kerja sama joint research, joint supervision, dan joint publication. Di samping itu, turut diinisasi juga kolaborasi post doktoral selama 4 hingga 9 bulan untuk staf muda yang diharapkan dapat mendukung kolaborasi riset dengan berbagai mitra di dunia. Kerja sama untuk partisipasi dalam International Summer Course dan International Conference (ICBS) tahun 2025 Fakultas Biologi yang diselenggarakan tiap tahun turut didiskusikan, khususnya partisipasi mahasiswa dari
Boku maupun staf pengajar yang dapat berkontribusi sebagai narasumber.
Kunjungan tersebut merupakan langkah Fakultas Biologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berkolaborasi dengan mitra di tingkat Internasional terutama dengan Boku University, Austria. Kerja sama tersebut sekaligus sebagai komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan sesuai dengan sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs) yaitu kualitas pendidikan yang inklusif (SDGs 4) dan peningkatan rekognisi kemitraan global (SDGs 17).
Leeds, 4-5 Desember 2024 – Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam University of Leeds International Partner Conference 2025. Konferensi tersebut merupakan agenda tahunan University of Leeds dalam rangka meningkatkan kolaborasi dengan berbagai mitranya diseluruh dunia, salah satunya Universitas Gadjah Mada. University of Leeds merupakan salah satu universitas terbaik di Inggris dengan peringkat ke-82 dunia menurut QS WUR 2025. UL dan UGM tercatat telah bekerja sama secara formal sejak 2016 melalui penandatanganan MoU di tingkat universitas. Sejak saat itu, berbagai kerja sama telah dilakukan, baik di tingkat prodi, fakultas, maupun universitas, mulai dari pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga program Double Degree (DD).
Delegasi UGM; Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. dan Fina Itriyati, M.A., Ph.D., masing-masing selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Biologi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menghadiri konferensi yang berlangsung di HELIX Learning Innovation Hub, University of Leeds pada Rabu (4/12) dan Kamis (5/12) lalu. Keduanya terlibat dalam diskusi kerja sama yang tengah berlangsung, maupun potensi kolaborasi dengan kedua fakultas dan UGM secara umum.
Fakultas Biologi telah menjalin kerja sama dengan University of Leeds, United Kingdom sejak 2022 lalu. Kerja sama tersebut menghasilkan luaran kolaborasi program double degree (gelar ganda) sarjana. Hingga tahun 2024, Fakultas Biologi UGM telah memberangkatkan 7 mahasiswanya untuk program DD di Faculty of Biological Sciences, University of Leeds.
Dr. Eko turut menyambangi ketujuh mahasiswa tersebut bersama dengan Pro-Dean International Faculty of Biological Sciences, Prof. Ian Wood. Hasil dari pertemuan dengan Pro Dean Biological Sciences, disepakati akan segera diproses DD Program untuk Magister dan Doktor setelah DD program untuk S1 dinilai berjalan lancar dan sukses. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa di Indonesia menuntut ilmu di berbagai universitas terbaik dunia.
Kunjungan tersebut merupakan langkah Fakultas Biologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berkolaborasi dengan mitra di tingkat Internasional terutama dengan University of Leeds yang telah terjalin sejak tahun 2022. Kerja sama tersebut sekaligus sebagai komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan sesuai dengan sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs) yaitu kualitas pendidikan yang inklusif (SDGs 4) dan peningkatan rekognisi kemitraan global (SDGs 17).
Pada Selasa, 26 November 2024, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan diskusi bertema “Alternative Mosquito Control Measures for Reducing Malaria Infections” di Ruang Sidang Atas Fakultas Biologi UGM. Acara yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa S1, S2, dan S3, menghadirkan Micanaldo E. Francisco, mahasiswa PhD di Ehime University, Jepang, dan dosen di Lurio University, Mozambik, sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Atikah Fitria Muharromah, S.Si., M.Eng., dosen Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM sebagai moderator, dan dengan Dr. Raden Roro Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, DAP&E, B.Sc., M.Biomed. dari Laboratorium Sistematika Hewan Fakultas Biologi UGM sebagai dosen penanggung jawab.
Micanaldo E. Francisco memaparkan pendekatan inovatif pengendalian nyamuk berbasis lingkungan bersih (clean environment) dan teknologi canggih. Salah satu eksperimen utamanya adalah rancangan rumah di Distrik Nampula, Mozambik, dengan memodifikasi elemen rumah seperti pintu, ventilasi, jendela, dan lis atap untuk mencegah keluar-masuknya nyamuk Anopheles, vektor utama malaria.
Selain itu, Micanaldo menjelaskan metode pemetaan habitat dan breeding sites nyamuk berbasis drone dan dilanjutkan dengan deteksi menggunakan kecerdasan buatan (AI). Prosesnya melibatkan:
- Pengambilan citra gambar menggunakan drone.
- Identifikasi potensi badan air tempat nyamuk berkembang biak.
- Validasi peta habitat nyamuk.
- Penanganan badan air menggunakan larvasida.
Pendekatan ini menawarkan solusi yang efisien, mengurangi waktu dan biaya dalam perencanaan dan pelaksanaan manajemen pengendalian nyamuk vektor. Pendekatan ini berdampak positif karena populasi nyamuk dapat ditekan secara signifikan, sehingga risiko infeksi malaria turut berkurang.
Diskusi berjalan interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap metode baru berbasis teknologi ini. Selanjutnya acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dan penutupan oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Biologi UGM.
Pendekatan yang dipaparkan dalam diskusi hari ini merupakan kontribusi nyata terhadap pencapaian target SDGs yaitu, SDG 3 terkait strategi pengendalian nyamuk untuk mendukung upaya mengurangi beban penyakit malaria, yang merupakan salah satu target utama dalam SDG 3.4 (mengurangi penyakit menular) dan SDG 3.8 (akses terhadap layanan kesehatan esensial). Mendukung SDG 6 dalam program pemetaan habitat nyamuk melalui identifikasi badan air berpotensi mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih baik, selaras dengan SDG 6.6 (melindungi dan memulihkan ekosistem terkait air). SDG 9 terkait Penggunaan teknologi seperti drone dan kecerdasan buatan mencerminkan inovasi teknologi dalam mendukung kesehatan masyarakat, yang sesuai dengan SDG 9.5 (meningkatkan riset ilmiah dan inovasi teknologi) dan SDG 17 terkait kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dengan lembaga internasional seperti Ehime University, Jepang, dan Lurio University, Mozambik, dalam kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.
Yogyakarta, 11 November 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan Dr. Richard Kraince dari Antioch College, Ohio, Amerika Serikat. Kunjungan tersebut disambut oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Nur Indah Septriani, Ph.D. dan Tyas Iksan Hikmawan, M.S., Ph.D. selaku Pengelola Kantor Urusan Internasional Fakultas Biologi serta dosen dari Laboratorium Ekologi dan Konservasi Fakultas Biologi UGM, Mukhlis Jamal Musa Holle, M.Eng.Env., D.Phil.
Dr. Eko menyambut baik kunjungan Dr. Richard ke Fakultas Biologi UGM. Beliau turut mengenalkan Dr. Richard pada Fakultas Biologi, profil hingga potensi riset dan kolaborasi lainnya.
Dr. Richard mengapresiasi sambutan pada Senin (11/11) pagi tersebut. Anggota dari ASEAN University Network on Ecological and Environmental Change (AUN EEC) tersebut menyampaikan ketertarikannya pada dinamika sosial dan tantangan perubahan lingkungan dan ekologi di Indonesia. Risetnya berfokus pada pengembangan kesadaran lingkungan melalui pendidikan, hingga ketertarikannya pada program pengabdian kepada masyarakat khususnya Program Kuliah Kerja Lapangan – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) yang menjadi program unggulan di Universitas Gadjah Mada.
Dr. Richard turut tertarik dengan Program International Summer Course yang diselenggarakan setiap tahun oleh Fakultas Biologi. Beliau tertarik untuk berkolaborasi maupun membawa mahasiswanya untuk berpartisipasi.
Kunjungan Dr. Richard di Indonesia khsusnya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, akan berlangsung setidaknya enam minggu sebelum bertolak ke negara tetangga, Malaysia. Riset yang didukung oleh Fullbright Program, USA tersebut akan banyak berfokus pada transformasi pendidikan ekologi dan sosial di Indonesia.
Kolaborasi Fakultas Biologi UGM dengan Antioch College USA melalui Dr. Richard tersebut diharapkan menjadi bagian dari komitmen Fakultas Biologi dalam perannya dalam pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu kehidupan sehat (SDG 3), kualitas pendidikan yang inklusif untuk semua kalangan (SDG 4), serta kemitraan dalam mencapai tujuan yang berkelanjutan (SDG 17).
Yogyakarta, 5 November 2024 – Fakultas Biologi UGM menginisiasi kerja sama double degree dengan University of Philippines Los Banos (UPLB) dan Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA). Inisiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan secara daring bersama dengan Dr. Maria Genaleen Q. Diaz dari Institute of Biological Sciences Director, University of the Philippine at Los Banos (UPLB), dan Dr. Ma. Carmin selaku IBS Graduate Program Committee. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Dr. Bambang Retnoaji selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni serta Nur Indah Septriani, Ph.D. selaku Kepala Kantor Urusan Internasional Fakultas Biologi UGM.
Dalam pertemuan tersebut, didiskusikan inisiasi kerja sama double degree 2+2 dengan Fakultas Biologi UGM dengan UPLB. Dr. Ma maupun Dr. Maria mengapresiasi inisiasi tersebut. Keduanya menyampaikan bahwa UPLB telah memiliki program double degree berjalan dengan 13 universitas di Britania Raya maupun Australia khususnya untuk double degree program doktor, namun tidak menutup kemungkinan kerja sama double degree untuk magister. Program tersebut mencakup bidang genetik, botani, mikrobiologi, dan bioteknologi molekuler.
Dr. Eko dan Dr. Bambang menambahkan, inisiasi kolaborasi double degree tersebut dapat didukung oleh beasiswa SEARCA (Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture). Kerja sama tersebut diharapkan dapat menggaet lebih banyak mahasiswa untuk menempuh pendidikannya di kedua universitas tersebut.
Kolaborasi Fakultas Biologi UGM dengan UPLB tersebut diharapkan menjadi bagian dari komitmen Fakultas Biologi dalam perannya dalam pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu kehidupan sehat (SDG 3), kualitas pendidikan yang inklusif untuk semua kalangan (SDG 4), serta kemitraan dalam mencapai tujuan yang berkelanjutan (SDG 17).























































