Dalam rangka mengimplementasikan kegiatan pengembangan diri pegawai, Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan gathering dosen dan tenaga kependidikan pada 7-9 September 2018. Lokasi yang dipilih sebagai tempat gathering adalah daerah Bandung, tepatnya di Lembang. Acara yang dikemas dengan tema ‘Together, we make a great team’ bertujuan untuk selalu memupuk rasa kebersamaan dalam keluarga besar Fakultas Biologi UGM.
Acara ini diikuti oleh 157 dosen dan tenaga kependidikan beserta keluarga. Kebersamaan mulai terlihat ketika semua peserta berkumpul di stasiun Tugu Yogyakarta menunggu kedatangan kereta Lodaya yang akan mengantar ke Bandung. Dosen dan tenaga kependidikan beserta keluarga berbaur menjadi satu sambil menikmati makan malam yang disediakan pihak travel agent.
Hari pertama gathering mengambil lokasi di Maribaya Lodge, Floating Market, dan Pemandian Air Panas Ciater. Lokasi-lokasi ini dipilih untuk refreshing dengan menikmati kesejukan hawa Lembang dan relaksasi dengan sensasi air panas di Ciater.
Pada malam harinya diselenggarakan malam keakraban yang bertempat di penginapan, Hotel Alam Permai. Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Dalam sambutannya beliau menyampaikan “Acara seperti ini sangat penting diselenggarakan untuk semakin memupuk rasa kebersamaan, rasa persaudaraan, menjalin silaturahmi yang lebih erat lagi dalam keluarga besar Fakultas Biologi UGM. Mari kita jadikan acara ini untuk refreshing sehingga pada saat kita kembali ke lingkungan pekerjaan nanti dapat membawa semangat yang baru, lebih solid, dan berkinerja lebih baik”.

Acara dilanjutkan dengan hiburan organ tunggal dan pembagian doorprize. Pada kesempatan pertama, jajaran Pengelola Fakultas yang terdiri dari Dekan dan para Wakil Dekan menyumbangkan sebuah lagu. Kemudian diikuti beberapa peserta lain ikut berpartisipasi menghadirkan hiburan dengan bernyanyi bersama. Semua terlihat bergembira dan akrab, berbaur menjadi satu memeriahkan malam keakraban. Acara ini ditutup dengan menyalakan api unggun di halaman hotel. Semua peserta berkeliling mengerumuni api unggun sambil bergandengan tangan, memanjatkan doa bersama dilanjutkan menyanyikan lagu Kemesraan. Di malam tersebut benar-benar tercipta suasana yang mendukung untuk melakukan perenungan mengenai hubungan kita dengan Sang Pencipta dan hubungan kita dengan sesama.

Di hari kedua, peserta diajak mengunjungi obyek wisata Farm House dilanjutkan wisata belanja. Keseluruhan rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan perjalanan menuju kembali ke Yogyakarta dengan kereta Malabar yang dilalui dengan penuh canda tawa.
Dalam rangka mengimplementasikan misi utama yaitu menghimpun lembaga-lembaga Pendidikan Tinggi di bidang Biologi, maka pada Kongres KOBI ke-2 ditandatangani nota kesepahaman antara 9 Perhimpunan dan Asosiasi Peneliti dan Program Studi Bidang Biologi. Adapun Nota kesepahaman ini dibuat untuk penguatan riset dasar berbasis megabiodiversitas, pengembangan SDM dan program studi life sciences, kerjasama pengelolaan jurnal, pembenahan kurikulum Pendidikan tinggi, standardisasi kualitas lulusan, kerjasama pembentukan Asosiasi Profesi Biologi dan yang terkait di Indonesia. Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh:
Kongres ini berhasil menetapkan Ketua Umum KOBI untuk Periode 2018-2020 yaitu Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, melanjutkan periode kepemimpinan sebelumnya yang juga dijabat oleh Dr. Budi S Daryono. Pada kesempatan ini, Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), yang juga Dekan Fakultas Biologi Dr. Budi S Daryono menegaskan kembali visi utama pendirian KOBI yaitu berperan aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi biologi dalam penguasaan keanekaragaman hayati, untuk pemanfaatan sumber daya alam hayati (bioresources) secara optimal dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat manusia dan kelestarian lingkungan. Selain itu, Dr. Budi juga menyampaikan pentingnya profesi biolog di Indonesia. “Profesi biolog memegang peran penting di Indonesia yang merupakan negara megabiodiversitas. Terutama, sebagai salah satu garda terdepan penyelematan, pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.” Pungkas Dr. Budi


Seluruh keluarga disambut dengan beraneka warna balon yang menyemarakkan minggu pagi yang cerah. Sembari mengisi registrasi yang sekaligus merupakan undian door prize, terpancar keceriaan dari adik-adik yang siap berpartisipasi di dalam berbagai perlombaan tradisional. Acara dibuka dengan sambutan singkat Dekan Fakultas Biologi, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dan segera dilanjutkan dengan senam pagi bersama. Berkat senam pagi rutin setiap Jum’at pagi, semua gerakan senam instruktur diikuti dengan penuh kekompakan oleh peserta senam. Bubur ayam hangat, aneka jajanan tradisional beserta sumbangan lagu dari tiap unit kerja merupakan resep jitu melepas lelah pasca senam pagi.





Semarak acara siang itu kemudian dilanjutkan dengan seremonial pembukaan dengan ditampilkannya tarian selamat datang dan selanjutnya sambutan oleh Dr. Sugeng sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dalam sambutannya Beliau menghimbau agar kawasan ini nantinya akan memperluas kiprah dalam meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat dengan cara membuat homestay, sanggar tari sebagai pusat budaya dan tak kalah penting adalah greenhouse dalam mewujudkan pengembangan tanaman hias. Selain pengembangan greenhouse ini nantinya juga diharapkan sebagai sarana pembelajaran dalam hal budidaya anggrek skala rumah tangga bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kerja sama dengan pihak akademisi dinilai memiliki peranan yang sangat krusial. Setelah itu acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara pihak Kampung Flory dan pihak bisnis start up. Secara simbolis bantuan program sosial ini dilakukan dengan penandatangan prasasti Greenhouse didampingi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sleman dan dilanjutkan foto bersama. Tidak hanya berhenti sampai disana antusiasme acara kala itu juga dilanjutkan dengan dilaksanakannya sarasehan dan diskusi mengenai pengembangan Cluster dan Digital Tourism Agrowisata di kawasan Kampung Flory. Di dalam era revolusi industri 4.0 segala bentuk publikasi dan sistem haruslah bersifat digital dan ini merupakan salah satu tantangan yang cukup sulit jika masyarakat tidak dituntun untuk beralih ke arah sana. Oleh sebab itu kegiatan sosial yang melibatkan banyak elemen masyarakat dirasa menjadi kunci sukses dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.



