
Jumat (11/5), Fakultas Biologi menyelenggarakan kuliah tamu yang disampaikan oleh Dr. Ryutaro Akiyama dengan judul “A role of extracellular environment in collective migration of organ progenitors”. Dr. Akiyama adalah peneliti dari Nara Institute of Science & Technology (NAIST), Jepang dan merupakan kolega dari Dr. Bambang Retno Aji (Dosen Fakultas Biologi) dalam riset perkembangan hewan dengan menggunakan model uji berupa Zebra Fish. Bertempat di Auditorium Fakultas Biologi, kuliah tamu tersebut dihadiri oleh Dosen dan Mahasiswa Fakultas Biologi UGM sebagai bentuk pengembangan wawasan dan ilmu pengetahuan dalam bidang struktur dan perkembangan hewan.
Dr. Akiyama mengawali kuliah tamu dengan menjelaskan dasar teori dari bidang riset yang beliau tekuni. Organ yang kita miliki, seperti jantung, hati, dan paru-paru, tersusun dari kumpulan sel yang saling berinteraksi satu dengan lainnya. Setelah fertilisasi, zigot yang berupa satu sel akan membelah, bermigrasi, dan berdifferensiasi untuk membentuk berbagai macam organ. Peristiwa ini disebut sebagai morfogenesis organ. Untuk mengetahui bagaimana proses tersebut dapat terjadi, Dr. Akiyama berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan meneliti bagaimana sel-sel tersebut saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya selama proses perkembangan. Lebih dalam, Dr. Akiyama menjelaskan hasil penelitiannya dalam mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan dalam proses morfogenesis organ, terutama dalam migrasi kolektif sel pada lateral line primordium di Zebra Fish.
Untuk melakukan penelitian dalam bidang perkembangan hewan, diperlukan organisme model yang baik supaya didapatkan data yang representatif. Meskipun tikus telah digunakan sebagai hewan coba yang sering digunakan di dunia medis, penggunaan tikus dalam studi perkembangan memerlukan waktu yang lama, biaya yang lebih mahal, dan relatif lebih sulit untuk diamati. Oleh karena itu, Dr. Akiyama dan Dr. Bambang menggunakan Zebra Fish sebagai model dalam perkembangan hewan. Dibandingkan dengan tikus, Zebra Fish memiliki waktu generasi yang lebih singkat, alat dan informasi genetik yang lebih lengkap serta mudah diamati. Ke depan, Fakultas Biologi akan mengembangankan Zebra Fish Research Center untuk melakukan penelitian dalam bidang perkembangan dan morfogenesis organ.
Acara diakhiri dengan pesan beliau kepada mahasiswa untuk tidak menjadi malas dan berfokus terhadap apa yang dicita-citakan. Beliau menyampaikan ada dua hal yang harus dimiliki oleh seseorang yaitu tekun dan jujur. Dimanapun kita berada, selagi kita menjadi sosok yang tekun dan jujur, akan membawa kita menjadi orang yang dapat dipercaya, ungkapnya.
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gama Band mengadakan kegiatan “MM GM: Musik Musikan Gadjah Mada” yang bertempat di gedung Pusat Kebudaayan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), pada Rabu lalu (9/5). Tidak hanya menyajikan penampilan musik dari Gama Band sendiri, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari berbagai band, antara lain adalah The Dean 1621, yakni band yang beranggotakan para Dekan dan Rektor UGM, salah satunya adalah Dekan dari Fakultas Biologi UGM, yaitu Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc.
Setelah ditempa pengalaman selama 15 tahun bekerja menjadi seorang pustakawan di Fakultas Biologi UGM, akhirnya pada hari Jumat, 11 Mei 2018 dalam acara “Beyond the bubbles: pustakawan dan perpustakaan yang lebih” dan pengumuman pustakawan berprestasi UGM tahun 2018. Rusna Nur Aini terpilih menjadi salah satu peserta pemilihan pustakawan berprestasi Universitas Gadjah Mada yang masuk sebagai finalis dari sekian peserta yang mengikuti ajang pemilihan tersebut. Rusna berhasil menyabet juara terbaik ke 1 dari 13 finalis yang mengikutinya.








