Formasigen kembali menghadirkan Seminar Rutin ‘GenTalk’ pada Rabu, 17 Oktober 2018 . Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi UGM telah menghasilkan berpuluh-puluh peneliti unggul setiap tahunnya. Hal ini tidak hanya didukung dengan metode yang semakin maju, namun hasil penelitiannya pun telah banyak digunakan sebagai acuan maupun referensi di berbagai penelitian di Indonesia. Berangkat dari hal tersebut, Laboratorium Genetika dan Pemuliaan melakukan terobosan dengan menghadirkan seminar rutin yang dikenal dengan GenTalk.
Seminar ini berupa seminar rutin hasil penelitian dari berbagai peneliti maupun dosen di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan Seminar rutin ini dilaksanakan sejak 2012 dengan tujuan menambah wawasan bagi para peneliti di dalam maupun luar Universitas Gadjah Mada yang tertarik dalam bidang Genetika dan Pemuliaan.
GenTalk kali ini mengundang tiga alumnus Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sebagai narasumber yaitu Ahmad Al Arif, S.Si. (2014), Muh. Nashrurokhman, S.Si. (2014), dan Chyntia Putri, S.Si. (2014) dengan mengangkat tema “Pengembangan Bentuk Deteksi Mutasi pada Thalassemia dan Hamoglobinopati”. Acara dimulai pukul 16.00 WIB di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi, UGM. Acara dibuka oleh Himawan Masyhuri selaku MC. “Harapannya acara-acara seperti ini dapat dilaksanakan semakin rutin bahkan dua minggu sekali, ungkapnya”.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian dari ketiga alumnus Fakultas Biologi, UGM tersebut. Ahmad Al Arif, S.Si. memaparkan mengenai Patofisiologi, Jenis, serta Dasar Molekuler Thalassemia dan Hemoglobinopati. Pola hereditas Thalassemia dan Hemoglobinopati. Distribusi dan frekuensi pembawa Thalassemia di Indonesia. Pemaparan mengenai pentingnya upaya pencegahan serta deteksi melalui pemeriksaan Complete Blood Count, apusan darah perifer, serta analisis hemoglobin. Deteksi mutasi Thalassemia dan Hemoglobinopati dengan diagnosis klinis maupun data klinis.
Kemudian pemaparan dilanjutkan oleh Muh. Nashrurokhman, S.Si. dan Chyntia Putri, S.Si. yang menjelaskan mengenai metode deteksi Thalassemia maupun Hemoglobinopati secara molekuler antara lain dapat dengan menggunakan sekuensing, RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism), T-ARMS-PCR (Tetra Primer Amplification Refractory Mutation System), Tm-Shift Real Time PCR, dan HRMA (High Resolution Melting Temperature).
Acara berlangsung sangat menarik, dibuktikan dengan antusiasme peserta seminar yang mengajukan beberapa pertanyaan dan diskusi singkat. Chalvia Zuyyina, Ketua Formasigen periode tahun 2018, mengungkapkan dengan diadakannya acara seperti ini, diharapkan mampu meningkatkan ide-ide maupun kreatifitas dari mahasiswa serta peneliti sekaligus sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar peneliti.








Penghargaan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (KRENOVA) adalah bentuk apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah kepada para mitra dan inovator yang secara nyata mendukung dalam memajukan produk inovasi untuk masyarakat luas. Sebagaimana tujuan awal bahwa fasilitasi Penyelenggaraan Lomba Krenova tidak hanya berhenti pada pemberian penghargaan saja, tetapi para pemenang lomba diberikan fasilitasi dan pembinaan, serta pendampingan menuju Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), melalui kolaborasi antar lembaga penelitian, Inkubator, Technopark dan Kabupaten / Kota di Jawa Tengah. Selain itu, para peserta Lomba Krenova juga mendapatkan beberapa fasilitasi lanjutan, antara lain: Pelatihan HKI, Hilirisasi Teknologi, Business Technology Center (BTC), Diseminasi dan Penyertaan Pameran, Layanan Inkubasi serta fasilitasi dalam program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dari Kemenristekdikti. Dalam upaya meningkatkan kreativitas di bidang inovasi masyarakat perlu didorong untuk dapat menciptakan, merekayasa alat/produk yang dapat bermanfaat bagi masyarakat melalui lomba Krenova. Oleh karena itu, masyarakat perlu dipacu agar secara nyata dapat lebih kreatif dan inovatif, sehingga berkontribusi secara nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.





Abdul memaparkan bahwa untuk melakukan riset tentang virus ini memerlukan pengetahuan dasar Biologi Molekular yang baik sehingga meskipun pernah mendapatkan matakuliah Biologi Sel dan Molekular serta Genetika Molekular, tetap harus belajar lebih banyak, terutama tentang perkembangan Biologi Molekular terkini. Selain itu pemahaman tentang savety procedure juga mutlak diperlukan karena objek yang diteliti adalah partikel yang sangat infectious yang dapat membahayakan diri sendiri. Oleh karena itu sebelum memulai kegiatan riset di laboratorium, setiap peneliti akan diperkenalkan dengan kondisi laboratorium beserta alat-alat yang tersedia, demikian juga dengan safety procedure terutama yang akan menggunakan laboratorium dengan safety level 3 (BSL 3). Abdul merasa bahwa Biologi Sel dan Molekular beserta Genetika Molekular yang pernah diajarkan di Fakultas Biologi UGM sangat bermanfaat untuk mendukung studinya demikian juga dengan pengalaman meneliti tentang virus dengue yang pernah dilakukan saat menempuh studi master di Pusat Studi Bioteknologi delapan tahun silam.
Obat-obatan, antibiotik dan resitensi merupakan hal yang sangat umum di dunia farmasetikal. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mikroorganisme dalam beradaptasi setelah terpapar antibiotik atau obat-obatan dalam dosis yang non-letal. Pada kuliah umum berjudul “Waging Chemical Warfare on Microorganism: Drugs and Drug-resistance”, Prof Kiaran Kirk, peneliti sekaligus Dean of College of Science, Australian National University Australia memaparkan secara umum bagaimana suatu obat-obatan dan antibiotik bekerja pada manusia dan bagaimana resistensi dapat terjadi secara terus menerus akibat adanya proses mutasi.
Pada sesi seminar kedua, materi disampaikan oleh Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc dari Fakultas Biologi dengan tema How to write a good research paper. Beliau membahas mengenai gambaran singkat mengenai karya tulis ilmiah, berbagai kriteria jurnal terindeks, jurnal terakreditasi, hal-hal yang harus dihindari dalam penulisan karya tulis ilmiah (plagiarism), dan jurnal predator. Pemaparan utama mengenai kiat-kiat agar karya tulis ilmiah hasil penelitian dapat memenuhi kriteria yang diinginkan oleh penerbit sehingga output jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan program pascasarjana Fakultas Biologi UGM dapat dipenuhi oleh mahasiswa.



Dalam rangka mengimplementasikan misi utama yaitu menghimpun lembaga-lembaga Pendidikan Tinggi di bidang Biologi, maka pada Kongres KOBI ke-2 ditandatangani nota kesepahaman antara 9 Perhimpunan dan Asosiasi Peneliti dan Program Studi Bidang Biologi. Adapun Nota kesepahaman ini dibuat untuk penguatan riset dasar berbasis megabiodiversitas, pengembangan SDM dan program studi life sciences, kerjasama pengelolaan jurnal, pembenahan kurikulum Pendidikan tinggi, standardisasi kualitas lulusan, kerjasama pembentukan Asosiasi Profesi Biologi dan yang terkait di Indonesia. Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh: