Kongres KOBI ke-2 secara sukses terselenggara pada 24 Agustus 2018. Bertempat di Universitas Surabaya (UBAYA), Kongres KOBI ke-2 dihadiri oleh 113 peserta kongres yang berasal dari berbagai lembaga-lembaga pendidikan tinggi dibidang biologi baik pemerintah maupun swasta di Indonesia.
Kongres ini berhasil menetapkan Ketua Umum KOBI untuk Periode 2018-2020 yaitu Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, melanjutkan periode kepemimpinan sebelumnya yang juga dijabat oleh Dr. Budi S Daryono. Pada kesempatan ini, Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), yang juga Dekan Fakultas Biologi Dr. Budi S Daryono menegaskan kembali visi utama pendirian KOBI yaitu berperan aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi biologi dalam penguasaan keanekaragaman hayati, untuk pemanfaatan sumber daya alam hayati (bioresources) secara optimal dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat manusia dan kelestarian lingkungan. Selain itu, Dr. Budi juga menyampaikan pentingnya profesi biolog di Indonesia. “Profesi biolog memegang peran penting di Indonesia yang merupakan negara megabiodiversitas. Terutama, sebagai salah satu garda terdepan penyelematan, pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.” Pungkas Dr. Budi
Adapun Garis-Garis Besar Program Kerja 2018-2020 yang disepakati dalam kongres adalah sebagai berikut:
- Pembinaan Program Studi Sarjana dan Pasca Sarjana Pendidikan Biologi/Biologi/Mikrobiologi/Bioteknologi di Indonesia agar memiliki standar akreditasi nasional dan internasional
- Peran KOBI dalam proses akreditasi Program Studi (LAMSAMA) termasuk dalam penyusunan Naskah Akademik Kurikulum Program Sarjana dan Pasca Sarjana Pendidikan Biologi/Biologi/Mikrobiologi/Bioteknologi sesuai dengan era industri 4.0
- Pembentukan Ikatan Profesi Biologi yang didukung dengan dokumen kurikulum yang sesuai dengan KKNI level 7
- Pengembangan Massive Open Online Courses (MOOC)
- Kerjasama akademik dan riset antar anggota KOBI
- Pembinaan jurnal ilmiah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan jurnal internasional
- Peningkatan peran KOBI di level nasional dan internasional


Seluruh keluarga disambut dengan beraneka warna balon yang menyemarakkan minggu pagi yang cerah. Sembari mengisi registrasi yang sekaligus merupakan undian door prize, terpancar keceriaan dari adik-adik yang siap berpartisipasi di dalam berbagai perlombaan tradisional. Acara dibuka dengan sambutan singkat Dekan Fakultas Biologi, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dan segera dilanjutkan dengan senam pagi bersama. Berkat senam pagi rutin setiap Jum’at pagi, semua gerakan senam instruktur diikuti dengan penuh kekompakan oleh peserta senam. Bubur ayam hangat, aneka jajanan tradisional beserta sumbangan lagu dari tiap unit kerja merupakan resep jitu melepas lelah pasca senam pagi.





Semarak acara siang itu kemudian dilanjutkan dengan seremonial pembukaan dengan ditampilkannya tarian selamat datang dan selanjutnya sambutan oleh Dr. Sugeng sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dalam sambutannya Beliau menghimbau agar kawasan ini nantinya akan memperluas kiprah dalam meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat dengan cara membuat homestay, sanggar tari sebagai pusat budaya dan tak kalah penting adalah greenhouse dalam mewujudkan pengembangan tanaman hias. Selain pengembangan greenhouse ini nantinya juga diharapkan sebagai sarana pembelajaran dalam hal budidaya anggrek skala rumah tangga bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kerja sama dengan pihak akademisi dinilai memiliki peranan yang sangat krusial. Setelah itu acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara pihak Kampung Flory dan pihak bisnis start up. Secara simbolis bantuan program sosial ini dilakukan dengan penandatangan prasasti Greenhouse didampingi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sleman dan dilanjutkan foto bersama. Tidak hanya berhenti sampai disana antusiasme acara kala itu juga dilanjutkan dengan dilaksanakannya sarasehan dan diskusi mengenai pengembangan Cluster dan Digital Tourism Agrowisata di kawasan Kampung Flory. Di dalam era revolusi industri 4.0 segala bentuk publikasi dan sistem haruslah bersifat digital dan ini merupakan salah satu tantangan yang cukup sulit jika masyarakat tidak dituntun untuk beralih ke arah sana. Oleh sebab itu kegiatan sosial yang melibatkan banyak elemen masyarakat dirasa menjadi kunci sukses dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.





Dalam agenda ini juga, masing-masing Kepala Program Studi S2, Ibu Dr. Diah Rachmawati, M.Si. dan S3, Bapak Dr. RC. Hidayat Soesilohadi, MS. memberikan arahan akademik kepada seluruh mahasiswa baru dengan harapan seluruh mahasiswa dapat memahami dan menyusun strategi untuk menjalani perkuliahan sehingga bisa lulus tepat waktu dengan nilai yang memuaskan. Acara dilanjutkan dengan pengenalan dosen dan laboratorium oleh Kepala Laboratorium yang terdapat di Fakultas Biologi UGM. Ditambah dengan pemaparaan masing-masing research interest sehingga nantinya dapat menjadi masukan dan gambaran kepada seluruh mahasiswa mengenai peluang penelitian yang dapat dilakukan.


