• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • hal. 199
Arsip:

Rilis Berita

Staf Fakultas Biologi Berpartisipasi Dalam Seminar Dan Workshop “Inovasi Untuk Waspada Cuaca Dan Peduli Iklim”

Rilis BeritaTajuk Kamis, 5 April 2018

Perubahan iklim telah menjadi isu global dan berdampak dalam berbagai segi kehidupan seperti pertanian, kesehatan, perikanan, dan resiko timbulnya bencana (banjir, badai, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan). Perubahan iklim ini disebabkan oleh peningkatan panas secara global di berbagai belahan dunia yang berdampak pada perubahan cuaca. Dalam rangka untuk berperan aktif dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan iklim dan cuaca, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan seminar dan workshop dengan pembicara utama Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Kewaspadaan terhadap perubahan iklim dan cuaca menjadi isu yang sangat penting tidak hanya untuk keberlangsungan hidup anak cucu di masa mendatang, tapi juga untuk kehidupan generasi saat ini” tutur Dr. Paripurna, S.H., M. Hum., LL. M. dalam sambutan kegiatan tersebut.

BMKG sebagai penyedia layanan informasi cuaca untuk publik kerap kali masih mengalami kendala dalam prediksi perubahan cuaca karena dampak perubahan iklim. Inovasi, adaptasi dan mitigasi mutlak diperlukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan cuaca. Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. menyatakan bahwa  sampai saat ini fasilitas BMKG masih mengandalkan produk teknologi dari negara asing. Beliau juga menyatakan bahwa hal ini menuntut peran serta peneliti dan perekayasa alat pendeteksi cuaca dan iklim agar dapat menghasilkan karya yang dapat mendukung BMKG. Saat ini BMKG telah memberikan layanan untuk transportasi penerbangan di 26 bandara. BMKG juga telah memiliki 120 stasiun meteorologi, 31 stasiun geofisika, 27 stasiun iklim, dan 40 radar cuaca bekerjasama dengan satelit milik Jepang “Himawari-8 IR”.

Untuk kita ketahui, mayoritas pusat kegiatan ekonomi dan jalur transportasi di seluruh pulau di Indonesia (terutama Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua) terletak pada zona jalur gempa dan rawan kebakaran hutan. Untuk mengatasi dampak perubahan iklim dan cuaca diperlukan 5 pilar prediksi iklim yaitu 1. intermediasi user interface (bergantung kinerja jaringan antar mesin), 2. Sistem informasi pelayanan iklim, 3. Pengamatan dan monitoring parameter cuaca, 4. Penelitian, pemodelan, dan prediksi cuaca, dan 5. Peningkatan kemampuan. Sebagai salahsatu bentuk peran aktif dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan iklim dan cuaca, “Sekolah Pascasarjana UGM akan membentuk matakuliah baru Perubahan iklim dari berbagai perspektif”, imbuh Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D. Dekan Sekolah Pascasarjana UGM.

Dalam kegiatan seminar dan workshop ini, Fakultas Biologi UGM mengirimkan 3 staf yaitu Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D., Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., dan Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si. “Fakultas Biologi UGM berpeluang besar untuk dapat berperan aktif dalam memprediksi perubahan iklim dan cuaca dengan menggunakan hewan dan tumbuhan sebagai bioindikator”, tutur Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si dalam kegiatan yang diselenggarakan pada Senin, 2 April 2018 di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM tersebut.

Pada kesempatan terpisah, Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., juga menyampaikan bahwa perubahan iklim global telah secara signifikan mempengaruhi perubahan perilaku dan dinamika beberapa flora dan fauna. Hal ini, apabila tidak diantisipasi dengan baik, dalam jangka panjang akan mempengaruhi kerusakan lingkungan dan mengancam keberlangsungan  dan berkurangnya keanekaragaman hayati di Indonesia dan dunia. Beliau yang juga selaku Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) menyampaikan bahwa dengan jumlah anggota lebih dari 5000 Biolog yang tergabung dalam Program Studi Biologi di berbagai universitas di seluruh Indonesia,  KOBI  terus berperan aktif dalam  mempelajari, menjaga, memanfaatkan serta aktif membantu pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia melalui pendidikan tinggi dan kerjasama riset .

Dekan Fakultas Biologi isi Kuliah Umum di Universitas Lampung

Rilis BeritaTajuk Rabu, 4 April 2018

Guna menerapkan salah satu visi UGM yakni mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan, Fakultas Biologi sebagai salah satu program biologi terbaik dan pelopor ilmu biologi terdepan di Indonesia juga berupaya untuk mendukung perkembangan program studi biologi di institusi pendidikan lainnya di kancah nasional.  Terlebih lagi Fakultas Biologi UGM yang kini menjadi Ketua dari Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI).

Salah satu dari upaya yang dilakukan oleh Fakultas Biologi untuk mengimplementasikan visi UGM ini adalah dengan senantiasa membantu Prodi Biologi dan Prodi Pendidikan Biologi dalam meningkatkan kualitas akademiknya antara lain melalui pemberian kuliah umum dan pendampingan/konsultasi akreditasi. Disamping itu, adanya urgensi akan pemuliaan tanaman dari sudut pandang genetika molekular dan aplikasinya juga menjadi salah satu tujuan diadakannya  kuliah umum

Pada kegiatan kuliah umum yang diselenggerakan oleh Universitas Lampung (UNILA), Dekan Fakultas Biologi UGM yang sekaligus menjabat sebagai Ketua KOBI, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., hadir untuk berbagi ilmu didepan peserta seminar di Auditorium FMIPA UNILA. Agenda yang dilaksanakan pada Selasa lalu ini (3/04) ini dihadiri dan dibuka oleh Dekan Fakultas MIPA UNILA (Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D.), para Wadek dan Ketua Jurusan Biologi FMIPA UNILA (Dr. Nuning Nurcahyani, M.Si.) dan para Kaprodi serta mahasiswa S1, S2 dan S3. Selain itu, peserta dari kuliah umum ini adalah lebih dari 120 Mahasiswa dari Berbagai Jurusan dan Fakultas di UNILA. Para peserta antusias mengikuti kuliah umum dan tertarik untuk meningkatkan kerjasama riset juga bidang PKM

“Saya juga ingin meningkatkan kerjasama  dan silaturahmi dengan Prodi Biologi selaku anggota KOBI.”, ujar Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Ketua KOBI.

Interaksi Antara Tumbuhan dan Polinator Alami Evolusi

Rilis BeritaTajuk Senin, 26 Maret 2018

Perubahan lingkungan tidak hanya dirasakan oleh manusia, namun juga oleh organisme lain yang hidup di bumi, seperti hewan dan tumbuhan. Di alam, interaksi antara hewan dan tumbuhan mengalami perubahan yang perlahan, yang disebut dengan evolusi, untuk menanggapi perubahan lingkungan. Salah satu interaksi antara hewan dan tumbuhan yang sangat berperan penting adalah interaksi berupa polinasi atau penyerbukan bunga oleh hewan. Proses penyerbukan sangatlah penting karena tanpa adanya penyerbukan, tumbuhan tidak dapat bereproduksi dan menghasilkan buah. Secara ekologis, buah yang mengandung biji dapat menjadi salah satu bentuk regenerasi dari tumbuhan. Selain itu, buah juga dimanfaatkan manusia sebagai sumber pangan. Salah satu peneliti yang melakukan banyak kajian terkait interaksi tumbuhan dan polinator atau agen penyerbukan adalah Prof. Jun Yokoyama dari Jepang.

Profesor dari Department Biology, Faculty of Science, Yamagata University ini datang ke Fakultas Biologi UGM untuk memberikan pemaparan dengan topik “Diversity and Evolution of Plant-Pollinator Interactions”. Kuliah tamu ini dibuka secara langsung oleh Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Rina Sri Kasiamdari ,S.Si., Ph.D. Selain itu, kuliah tamu yang diadakan di Auditorium Fakultas Biologi UGM pada Jum’at lalu (23/3) ini juga dihadiri oleh sejumlah dosen, dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM.

Dalam pemaparannya, Prof. Yokoyama menyampaikan bahwa tumbuhan-tumbuhan primitif melakukan menyerbukan dengan perantara angin. Namun dikarenakan banyak polen yang terbuang karena hanya 1 atau bahkan bisa hanya 0.01% dari total pollen yang sampai ke stigma dan mengalami penyerbukan. Secara evolusioner, tumbuhan kemudian memanfaatkan hewan sebagai pollinator atau agen penyerbukan. Untuk menarik perhatian pollinator, ada mekanisme plant-pollinator mutualisme, dimana baik bunga maupun serangga mendapatkan keuntungan dari adanya polinasi. Dalam hal ini, bunga terbantu dalam mediasi reproduksi seksual sedangkan hewan mendapatkan makanan dan nektar.

Beberapa polinator yang berperan dalam menyerbukan bunga antara lain adalah lebah, ngengat, kumbang kotoran, lalat, burung, kelelawar, lemur, hingga kecoak. Masing-masing dari mereka memiliki karakteristik polinasi yang berbeda-beda. Sebagai contoh adalah lalat yang menyerbuki bunga yang memiliki bau yang menyerupai bau bangkai maupun bau feses. Beberapa bunga juga mengalami spesialisasi polinator. Sebagai contoh adalah anggrek Ophrys yang memiliki kelopak bunga yang menyerupai lebah betina sehingga menarik perhatian lebah jantan untuk menyerbukinya. Namun, pada beberapa kasus, terdapat bunga yang mengalami spesialisasi berlebih sehingga ketika polinator spesifiknya punah atau terbatas jumlahnya, akhirnya bunga tersebut mengalami evolusi untuk dapat melakukan polinasi sendiri dan dapat menjaga keberlangsungan hidupnya.

Dalam Rangka Mendukung Program Pembelajaran 4.0, Staf Pengajar Fakultas Biologi Berpartisipasi Dalam Pelatihan Pembuatan Video Dokumenter

Rilis BeritaTajuk Senin, 26 Maret 2018

Saat ini sistem pendidikan kita dituntut untuk memberikan pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi digital yang semakin digandrungi berbagai kalangan masyarakat, terutama usia sekolah dan perguruan tinggi. Era ini juga disebut sebagai era pendidikan versi 4.0, dimana pembelajaran tidak lagi hanya bertumpu pada penyampaian materi di depan kelas dan guru atau dosen menjadi satu-satunya sumber pembelajaran. Perkembangan penggunaan perangkat gawai (gadget) yang telah menjadi gaya hidup dan semakin tersebar luas menyebabkan perubahan perilaku dan minat akan bagaimana mengakses sumber ilmu pengetahuan. Hal ini menuntut para pendidik untuk memberikan dan menyampaikan materi pembelajaran yang menarik minat peserta didik dengan berbasis teknologi digital/ video yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia, juga mulai berbenah diri untuk menyongsong era pendidikan 4.0 tersebut. Pada tahun 2017, Fakultas Biologi telah mendapatkan Hibah Kanal Ilmu Pengetahuan (KPF) dari Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA UGM). Sumber pembelajaran berbasis internet ini memuat materi-materi pembelajaran dalam bidang biologi yang terkemas dalam bentuk artikel semi popular dan video. Pada tahun yang sama, Fakultas Biologi juga mendapatkan 5 (lima) Hibah Menara Ilmu sebagai salah satu penggerak utama KPF. Menara Ilmu yang telah dibuat antara lain Menara Ilmu untuk inovasi genetika (inovasi-genetika.biologi.ugm.ac.id), pengendalian hayati hama serangga (pengendalianhayatihama.biologi.ugm.ac.id), serangga vector (seranggavektor.biologi.ugm.ac.id), serangga kebun (gardeninsects.biologi.ugm.ac.id), dan beras berpigmen (berasku.alldino.id/).

Untuk mengembangkan materi pembelajaran berbasis video dokumenter, Fakultas Biologi mengirimkan dua staf dosen untuk mengikuti Pelatihan Pembuatan Video Dokumenter Pendukung Kanal Pengetahuan Menara Ilmu yaitu Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. dan Susilohadi, S.Si., M.Si., Ph.D. Pelatihan diselenggarakan selama 3 hari dari 19 – 21 Maret 2018 di Hotel Harper Yogyakarta. Dalam pelatihan ini dihadirkan trainer handal dari WatchDoc Jakarta yang telah memberikan pelatihan untuk yang ketiga kalinya bagi UGM. Materi pelatihan yang diberikan meliputi proses persiapan produksi, proses produksi, dan proses pasca produksi video dokumenter. Dalam pelatihan ini peserta diberikan materi dan dituntut untuk bisa membuat shot list, skrip video, pengambilan video dari berbagai sudut dan frame yang berbeda, membuat narasi video dan mengedit video yang dihasilkan menjadi video yang layak dan informatif.

Diharapkan dengan pelatihan ini, Fakultas Biologi dapat meningkatkan produksi video dokumenter yang akan dimuat pada Kanal Pengetahuan Fakultas dan juga diharapkan agar pengetahuan tentang pembuatan video dokumenter ini dapat disebarluaskan ke staf yang lain

Profesi Biolog Dibutuhkan untuk Pelestarian Biodiversitas

Rilis BeritaTajuk Kamis, 22 Maret 2018

Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), yang juga Dekan Fakultas Biologi Budi S Daryono menilai, profesi biolog memegang peran penting. Terutama, sebagai salah satu garda terdepan penyelematan, pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

“Profesi biolog tidak kalah penting dengan profesi lainnya, terlebih saat ini banyak terjadi kerusakan keanekaragaman hayati,” ujar beliau di sela-sela Rakornas KOBI di Hotel Harper Yogyakarta, Rabu (21/3).

Sayangnya, beliau melihat selama ini profesi biolog belum begitu banyak dilirik masyarakat. Padahal, lanjut beliau, profesi biolog itu sendiri memiliki prospek yang cukup menjanjikan di Indonesia.

Beliau merasa, jumlah profesi biolog di bidang tertentu seperti taksonomis, embriologis, entomologis dan lain-lain belum banyak di Indonesia. Karenanya, melalui Rakornas KOBI diharapkan bisa memperdalam bahasan perumusan profesi bagi sarjana biologi.

“Sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia level tujuh, kita fokuskan membahas naskah akademik dan kurikulum profesi biolog,” ujar Beliau.

 Dikutip dari republika.co.id

 

Dosen Fakultas Biologi UGM mengikuti Pelatihan Analisis Jabatan dan Perhitungan Beban Kerja yang di Direktorat Sumber Daya Manusia UGM

Rilis Berita Senin, 19 Maret 2018

Kamis, 15 Maret 2018 Staff Fakultas Biologi UGM yang terdiri Tenaga Kependidikan dan Dosen mengikuti Pelatihan Analisis Jabatan (ANJAB) dan Analisis Perhitungan Beban Kerja (ABK) yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM) UGM di Gadjah Mada University Club. Kegiatan diawali dengan pengenalan Analisis Jabatan meliputi Peta Jabatan dan Uraian Jabatan. Direktur SDM, Dr. Ratminto, M.Pol.Admin menegaskan “Dengan total karyawan UGM yang mencapai 10.246 orang meliputi Dosen dan Tenaga Kependidikan, maka kita harus memahami kondisi existing dan kondisi ideal yang harus ingin UGM capai melalui proses ANJAB dan ABK ini”. Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan secara mendetail terkait Teknik Analisis yang dikembangkan oleh Direktorat SDM yang rencananya akan diterapkan di seluruh UGM setelah melalui proses diskusi dengan pihak Fakultas. Adapun Analisis Jabatan dan Perhitungan Beban Kerja akan dilaksanakan mulai Maret hingga Juni 2018 meliputi pembentukan tim, pengembangan instrumen, pengumpulan dan analisis data, hingga pembuatan laporan.

Kegiatan diakhiri diskusi terkait rencana instrument ANJAB dan ABK yang akan digunakan serta best practices sharing dari beberapa Fakultas yang telah mengembangkan instrument untuk menganalisis ANJAB dan ABK tersebut seperti Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang  Sumber Daya Manusia dan Aset, Prof. Dr. Ir. Bambang Agus Kironoto menyambut baik ANJAB dan ABK 2018 ini. Beliau menyampaikan bahwa visi utama ANJAB dan ABK 2018 adalah pemetaan Sumber Daya Manusia di lingkungan UGM yang merupakan aset utama dari institusi ini, sehingga UGM bisa menjadi institusi yang lebih baik ke depannya.

Empat Dosen Tetap Non PNS Fakultas Biologi UGM Terima SK Pengangkatan

Rilis BeritaTajuk Jumat, 16 Maret 2018

Kamis, 15 Februari 2018 sebanyak 4 dosen Fakultas Biologi UGM menerima surat keputusan (SK) pengangkatan dosen tetap non PNS. SK tersebut diserahkan langsung oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, Ph.D., di Fakultas Biologi. Meskipun penyerahan SK baru dilaksanakan pada Kamis (15/2/18), para dosen baru telah melaksanakan tugas sejak  1 Februari 2018.
Dalam penyerahan SK dosen baru tersebut, juga dihadiri oleh para Wakil Dekan Fakultas Biologi UGM, Kepala dan Sekretaris Departemen Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM serta Kepala Kantor Fakultas Biologi UGM.
Budi Setiadi Daryono menyampaikan ucapan selamat kepada 4 dosen baru atas pengangkatan mereka sebagai dosen tetap non PNS UGM. Dia berharap para dosen baru untuk selalu menjalankan tridharma perguruan tinggi dan memperkuat Fakultas Biologi UGM serta berkontribusi untuk rakyat Indonesia.
“Kami berharap para dosen baru untuk segera memenuhi target-target kinerja yang telah ditetapkan salah satunya segera melanjutkan studinya kembali ke jenjang yang lebih tinggi dan bisa menjadikan Fakultas Biologi lebih besar dan kuat di masa depan,” katanya.
Ditambahkan Budi Setiadi Daryono, para dosen sebagai pendidik juga diharapkan mampu memberikan tauladan dan menjadi panutan bagi para mahasiswa. Selain itu, juga jangan lupa untuk selalu menghormati kepada sesama dosen, tenaga pendidik dan karyawan lainnya.

Ke-4 dosen tersebut terdiri dari Akbar Reza, S.Si., M.Sc. yang mengabdi pada Laboratorium Ekologi dan Konservasi, Nur Indah Septriani S.Si., M.Sc. mengabdi di Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan, Annas Rabbani S.Si., M.Sc. mengabdi di Laboratorium Sistematika dan Sidiq Permana Putra, S.Si., M.Sc. mengabdi di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan.

Forum Pengelola Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Terbentuk di Fakultas Biologi UGM

Rilis BeritaTajuk Rabu, 14 Maret 2018

Forum Pengelola Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi merupakan sebuah wadah komunikasi dan kerjasama yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas penerbitan jurnal dalam bidang Biologi dan Pendidikan Biologi. Salah satu upaya peningkatan tersebut adalah dengan memberikan pembekalan dan penguatan kinerja editor serta pembekalan mengenai tata kelola jurnal. Untuk mencapai tujuan tersebut, diadakan Workshop Editor yang dilaksanakan oleh Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB) Fakultas Biologi UGM dengan dibantu oleh Jurnal Bioedukatika prodi Pendidikan Biologi FKIP UAD. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Maret 2018, di Auditorium Fakultas Biologi UGM, serta dihadiri oleh 47 peserta yang mewakili 34 institusi/jurnal.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Aggr.Sc. Dalam sambutannya, Pak Budi memuji inisiatif para pengelola jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi se-Indonesia untuk membuat sebuah forum Bersama. Beliau yakin bahwa jurnal-jurnal tersebut akan bertambah maju apabila bekerja sama dibandingkan berjalan sendiri-sendiri. Selain itu, Pak Budi juga menjelaskan bahwa salah satu upaya Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) adalah meningkatkan akreditasi prodi Biologi di Indonesia dengan salah satunya meningkatkan publikasi ilmiah dari prodi-prodi tersebut.

 

Sesi pertama diisi oleh Dr. Berry Juliandi, Editor-in-Chief Jurnal Hayati, yang membicarakan mengenai penguatan kinerja editor. Pak Berry menekankan pentingnya peran Editor-in-Chief dalam keberlangsungan jurnal. Editor-in-Chief, menurutnya, bukan hanya berperan dalam mengawasi aliran naskah, namun juga berperan keluar untuk meminta dukungan dari institusi guna menjamin keberlangsungan jalannya jurnal. Beliau juga menyatakan bahwa untuk mencapai indeksasi internasional, scope dari jurnal haruslah unik dan spesifik, sehingga lebih menarik bagi lembaga-lembaga indeksasi.

Sesi kedua membahas mengenai tata kelola dari jurnal. Sesi ini diisi oleh Yazid Hady (Editor Jurnal Edusains, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) serta Andri Pranolo, M.Cs. (Editor Jurnal IJAIN, UAD Yogyakarta). Kedua pembicara tersebut menyampaikan bahwa perlunya memiliki tujuan jurnal yang jelas serta membangun suasana team work, bukan single fighter.

Pada sesi terakhir, peserta workshop melakukan musyawarah untuk membentuk susunan organisasi dari Forum Pengelola Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi. Sebagai hasilnya, dipilih Dr. Miftahul Ilmi, M.Si. (Editor JTBB Fakultas Biologi UGM) sebagai ketua, Much. Fuad Saifuddin, M.Pd. (Editor Jurnal Bioedukatika FKIP UAD) sebagai sekretaris, serta Isna Rasdianah Aziz, M.Sc. (Editor Jurnal Biogenesis, UIN Alauddin Makassar) sebagai bendahara. Disetujui juga kerja sama dalam bentuk tukar-menukar naskah, seminar nasional, serta pelatihan dan pendampingan editor.

Kajian FORSILAM di Fakultas Biologi: “Menjaga dan Mencintai Anggrek Alam sebagai Ciptaan Allah SWT”

Rilis BeritaTajuk Senin, 12 Maret 2018

Jum’at, 9 Maret 2018. Forum Silaturahmi Muslimah Universitas Gadjah Mada (Forsilam UGM) mengadakan kajian yang bertajuk “Menjaga dan Mencintai Anggrek Alam sebagai Ciptaan Allah SWT”, bertempat di Ruang Auditorium KPTU Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada pada pukul 11.00-13.00 WIB yang dihadiri oleh yang dihadiri oleh segenap dosen, keluarga mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan mahasiswi dari kelompok studi, Biology Orchid Study Club (BiOSC) dengan judul yang diangkat mengenai “Mengenal Anggrek dan Pembuatan Hibrida Anggrek”.Kajian ini diawali dengan pembukaan dan tilawah Al-Qur’an. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Dekan bidang Akademik, Ibu Rina Sri Kasiamdari, S.Si.,Ph.D. Acara inti pada kajian kali ini disampaikan oleh Ibu Dr. Endang Semiarti,M.S.,M.Sc selaku pembicara.

Bu Endang menyampaikan bahwa manusia harus senantiasa berusaha berbuat yang terbaik untuk mendapatkan ganjaran yang berlipat ganda dari Allah SWT, sesuai yang tertera dalam surah Al-Baqarah 2:261, ‘perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap tiap bulir seratus biji, Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunianya) lagi Maha Mengetahui.’ Surah Al-Baqarah tersebut menjelaskan bahwa barang siapa yang berbuat kebajikan dengan berjuang karena Allah maka pahala orang tersebut akan serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap tiap bulir seratus biji. Barang siapa yang menjaga ciptaan Allah dan memanfaatkan hartanya untuk keberlangsungan makhluk hidup lainnya maka ia telah berbuat kebaikan.

Tumbuhan merupakan makhluk Allah yang patut kita rawat, lindungi dan kita lestarikan. Keberadaan tumbuhan mendukung kehidupan makhluk lainnya dan sebagai tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berimanlagi berakal, seperti firman Allah dalam surah Al-An’am ayat 99 “Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman”.Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup ciptaan Allah yang memiliki banyak sekali manfaat, senantiasa kita sebagai manusia patut memperhatikan ayat-ayat Allah di alam semesta, membenarkan ciptaan Allah lainnya agar timbul kecintaan dan rasa syukur, sebagaimana dalam surah Ar-Ra’d ayat 3-4. Selain itu, tumbuh-tumbuhan dapat memunculkan beberapa zat untuk dimanfaatkan oleh makhluk hidup lainnya , misalnya mulai dari beberapa vitamin-vitamin, minyak, dan masih banyak yang lainnya.

Salah satu tumbuhan yang patut diperhatikan dan dijaga adalah anggrek, dalam setangkai anggrek terdapat hal-hal yang dapat kita pelajari sebagai bentuk kecintaan manusia terhadap mahkluk Allah lainnya.Anggrek sudah dikenal dalam sejarah Cina 3000 tahun yang lalu. Sedangkan, bangsa Indian (Amerika) telah mengenal tanaman ini sejak ribuan tahun silam. Anggrek telah banyak dimanfaatkan dalam kehidupan manusia sebagai tanaman hias, aroma makanan seperti vanila, kosmetik, obat, bunga potong, dan kerajinan. Tanaman anggrek memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan dapat bersaing di pasaran sebagai bunga yang menarik perhatian orang-orang yang memandangnya.Pada dasarnya banyak tanaman anggrek yang habitat alaminya berada di hutan hujan tropis. Anggrek menyukai wilayah dengan kelembaban,wilayah yang hangat dan ada naungan/kanopi.

Dewasa ini, anggrek biasanya dikenal sebagai tanaman hias yang ditanam untuk dinikmati keindahan bunganya. Bunga anggrek dalam rangkaian bunga atau sebagai tanaman dalam pot sering digunakan sebagai hiasan interior indoor maupun outdoor.Namun, dalam masa perawatan, permasalahan yang umum dialami setelah membeli tanaman anggrek berbunga terletak pada saatmasa mekar bunga habis. Ternyata, setelah masa mekar bunga habis, anggrek tidak mau berbunga lagi. Untuk itu, diperlukan ilmu dalam rangka pembudidayaan anggrek. Adapun, langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pembudidayaan anggrek berbunga ialah, pertama perlu pemahaman dan pengenalan jenis anggrek yang hendak kita tanam atau budidaya, dasarnya dapat diperhatikan dalam tipe pertumbuhan batang dan habitat anggrek itu sendiri. Kedua perlu dilakukan perbanyakan tanaman kawin dan tak kawin. Penanaman anggrek dari botol ke com-pot, dari com-pot ke single pot pun perlu diperhatikan. Perawatan tanaman anggrek berbunga terdiri atas penempatan tanaman, penyiraman, pemupukan, pengendalian hama-penyakit

Pada bunga anggrek, seringkali penyilangan bunga dilakukan dan dibantu oleh manusia. Namun penyilangan tidak bisa dilakukan secara sembarangan, terdapat hal hal yang perlu diperhatikan dalam menyilangkan bunga anggrek adalah sebagai berikut, pertama pemilihan tanaman induk yang sehat harus dilakukan. Induk betina yang sehat memiliki ciri-ciri tanaman kuat dan bentuk bunga bagus, sedangkan induk jantan yang sehat memiliki warna bunga menarik dan dominan. Tipe pertumbuhan batang antara induk jantan dan betina haruslah sama (sympodial dengan sympodial atau monopodial dengan monopodial). Adapun, bunga betinadi haruskan telah mekar 4 hari dan untuk bunga jantan berumur mekar 4 hari sampai bunga tersebut sudah layu. Jumlah bunga yang boleh disilang hanya 1/3 dari jumlah keseluruhan bunga, misalnya 3 bunga dari 9-10 kuntum bunga dalam 1 tandan. Jika terlalu banyak bunga yang disilangkan, biji akan kosong/embrio tidak akan berkembang.

Selain bunga, tanaman anggrek memiliki buah. Buah anggrek berasal dari bakal buah yang terletak pada pangkal bunga. Setelah terjadi penyerbukan, buah anggrek akan berkembang. Buah anggrek memiliki ciri khas yaitu berusuk enam (6), terdiri dari 3 daun buah, jika pecah tidak diujung melainkan dibagian tengah buah dan disebut buah repium.

Sebagai kesimpulan, Bu Endang juga menyampaikan beberapa tips budidaya anggrek secara keseluruhan, hal yang harus dilakukan pertama kali adalah mengenali dengan baik anggrek yang hendak dibudidaya dan mencintai anggrek tersebut sebagai bentuk cinta kita kepada ciptaan Allah SWT, tanaman anggrek tersebut ditempatkan sesuai dengan habitat aslinya, lakukan selfing jika anggrek berbunga dan buat bastar atau persilangan, lakukan perbanyakan vegetatif (tak kawin) saat diperlukan, kemudian petunjuk perawatan seperti penyiraman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit harus diikuti dengan baik dan bila perlu membuat jadwal teratur. Kebersihan lingkungan harus dijaga sebagai bentuk pencegahan hama dan penyakit.

Setelah acara inti tersebut disampaikan, kajian ini diakhiri dengan penutup. Melalui kajian ini diharapkan peserta dapat lebih memperhatikan alam sekitar dan semakin banyak lagi anggrek-anggrek alam yang dapat dilestarikan serta dibudidayakan sebagai bentuk rasa syukur dan rasa cinta terhadap ciptaan Allah SWT.

 

Fakultas Biologi UGM Kirim Dosen Mengikuti Workshop Metagenomik Dalam Rangka Pengembangan SDM

Rilis BeritaTajuk Senin, 12 Maret 2018

“Pusat Penelitian Oseanografi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O-LIPI) bersama dengan Regional Training and Research Center on Marine Biodiversity and Ecosystem Health (RTRC MarBEST Center) pada tanggal 25 September – 5 Oktober 2017 menyelenggarakan  Molecular Taxonomy Training di Jakarta. Peserta kegiatan tersebut berasal dari perwakilan Malaysia, Singapura, Thailand, Filiphina, Vietnam, Pakistan, Bangladesh, China dan Indonesia”, ujar  Indra Lesmana dosen Fakultas Biologi UGM yang hadir pada acara tersebut.

Materi training tersebut mengenai aplikasi Enviromental DNA (eDNA) Metabarcoding untuk eksplorasi Biodiversitas. Environmental DNA (eDNA) merupakan teknik terbaru dan mampu melakukan analisis DNA dalam sekala besar (metabarcoding DNA). Prinsip kerja dari teknik ini adalah memanfaatkan jejak DNA yang ditinggalkan hewan akuatik di dalam air. Jejak DNA ini diambil dan disaring menggunakan kertas saring khusus dan diisolasi seperti biasa. Perbedaan teknik ini yakni pada proses pengolahan sampel menggunakan Next-Generation Sequencing(NGS) dan tahapan analisis data. Teknik ini memungkinkan kita untuk mempelajari berbagai jenis hewan pada habitat tersebut dalam satu kali proses sampel sehingga waktu relatif lebih singkat dan perolehan data yang jauh lebih banyak dan beragam.

Selain workshop di P2O-LIPI, Matin Nuhamunada juga mengikuti workshop metagenomik yang diselenggarakan oleh Kelompok Keilmuan Genetika dan Bioteknologi Molekuler, Sekolah Ilmu Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung pada tanggal 12-13 Februari yang lalu. Materi training lebih banyak berisi analisis data metagenom, baik berupa hasil shotgun sequencing maupun amplicon sequencing. Dengan menggunakan perangkat lunak dan beberapa fasilitas database yang dapat diakses melalui internet, peneliti dapat melakukan pembandingan komposisi metagenom dari berbagai lokasi di dunia dengan menggunakan teknik komputasi. Selain menganalisis keanekaragaman hayati dan kemelimpahannya, kita dapat melakukan analisis lebih lanjut mengenai profil jalur metabolisme yang ada di tiap metagenom, sehingga memberikan informasi lebih banyak mengenai fungsi dari masing-masing mikrobioma yang diteliti.

Harapan kedepannya dengan semakin berkembang dan maju teknologi dalam bidang sistematika molekular akan semakin mempermudah langkah kita untuk mengungkap misteri kekayaan hayati yang ada, terutama di Indonesia. Keanekaragaman jenis sebagai salah satu kekayaan bangsa yang memiliki potensi luas dalam pengembangan, salah satunya sebagai sumber genetik dan jenis di alam serta sebagai kajian dalam bidang konservasi dan penataan penggunaan lahan.

 

1…197198199200201…222

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Soroti Tantangan Malaria Indonesia Timur, Mahasiswa Magister Biologi UGM Raih Juara Nasional
  • Pendaftaran Program Internalisasi Nilai-nilai Pioner (PIN PIONER) UGM 2026
  • Jadwal KKN-PPM UGM Periode 1 dan 2 Tahun 2026
  • Dosen Tunghai University Taiwan Bagikan Riset Genetika Kupu-Kupu di Guest Lecture Fakultas Biologi UGM
  • Musyawarah Anggota KSAT 2025
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju