SDG 2 : Tanpa Kelaparan
Kedungpoh, Sabtu (1/11) bertempat di Balai Padukuhan Kedungpoh Kidul, mahasiswa MBKM Penelitian yang dibimbing oleh Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc menyampaikan hasil penelitian aplikasi biofertilizer dan insektisida organofosfat pada tanaman krisan. Pemaparan hasil ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam bundle program MBKM Penelitian dengan tema Eskalasi biofertilizer sebagai agen bioremediasi residu insektisida organofosfat pada tanaman krisan (Chrysanthemum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons tanaman krisan terhadap perlakuan insektisida organofosfat yang umum digunakan oleh masyarakat dalam praktik pertanian pasca aplikasi biofertilizer.
Kegiatan diskusi dan pemaparan hasil penelitian ini juga dihadiri oleh beberapa dosen dari Fakultas Biologi UGM yaitu Drs. Hari Purwanto, M.P., Ph.D. dan Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si., serta Direktur Lumbung Mataraman Kedungpoh, Didik Purnomo, S.Pd. dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kedungpoh. Mahasiswa yang tergabung dalam program MBKM di Lumbung Mataraman Kedungpoh adalah Ahmad Aris Budi Rohman, Delia Sawanda Syarifatullah, Regina Nilamsari, dan Zahra Afriani.
Kegiatan ini diawali sambutan dari Direktur Lumbung Mataraman yang menyampaikan apresiasi serta harapannya untuk keberlanjutan kerjasama dengan UGM. Didik Purnomo menyebut kegiatan penelitian yang dilakukan ini menjadi upaya pemanfaatan Lumbung Mataraman Kedungpoh menjadi lahan pengelolaan pertanian organik terpadu. “Kami masyarakat yang bekerja di Lumbung Matraman Kedungpoh sangat terbuka dan berterima kepada mahasiswa UGM yang telah melakukan penelitian di sini untuk mendukung Lumbung Mataraman Kedungpoh menjadi lahan percontohan organik”, tuturnya.
Selanjutnya Ketua Tim MBKM Penelitian UGMdi Lumbung Mataraan, Dr. Dwi Umi Siswanti S.Si., M.Sc, menyampaikan ungkapan terima kasih kepada KWT Kedungpoh yang telah banyak membantu dan membimbing mahasiswa saat penelitian di lapangan. “Penelitian ini semoga menjadi salah satu pilar dalam pemanfaatan biofertilizer sebagai agen penyedia nutrien, agen remediasi sekaligus anti hama dan penyakit tanaman”, Dwi Umi menyampaikan harapannya.
Kegiatan diskusi hasil penelitian ini merupakan upaya penyebarluasan informasi guna merwujudan SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (TIMDUS).

A








































































