• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • SDG 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera Pembanguan Berkelanjutan
  • SDG 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera Pembanguan Berkelanjutan
  • hal. 6
Arsip:

SDG 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera Pembanguan Berkelanjutan

Tingkatkan Keamanan Pangan Melalui Inovasi BioGuard Coat Packaging Berbasis Limbah Kulit Pisang dengan Antosianin Telang sebagai Bioindikator Kesegaran Pangan, Tim Mahasiswa Fakultas Biologi dan Sekolah Vokasi Raih Juara 1 pada Lomba Karya Tulis Agriculture Expert Class 2025

PrestasiRilis Berita Jumat, 28 November 2025

Tim dari Fakultas Biologi dan Sekolah Vokasi yang beranggotakan Nelly Astiana Napitupulu (Biologi 2022), Puspita Nur Rahmawati (2022), dan Dewi Syifa Ainu (Pengembangan Produk Agroindustri 2023) berhasil meraih Juara 1 pada Lomba Karya Tulis Agriculture Expert Class 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Agribisnis, Universitas Siliwangi pada 7 November 2025 dengan tema “Penggunaan Limbah Pertanian dari Industri Pangan Menuju Sirkular Ekonomi” dengan judul karya tulis “ BioGuard Coat Packaging: Inovasi Kemasan Aktif Berbasis Limbah Kulit Pisang dengan Antosianin Telang sebagai Bioindikator Kesegaran Pangan guna Mendukung Sirkular Ekonomi”


Green packaging merupakan konsep kemasan ramah lingkungan yang dirancang untuk mengurangi dampak ekologis dari proses produksi, penggunaan, hingga pembuangan. Dalam konteks Indonesia, urgensi green packaging semakin meningkat seiring maraknya kasus keracunan massal akibat konsumsi makanan yang menurun kualitasnya. Pemerintah merespons tantangan ini melalui Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan sistem keamanan pangan lebih ketat, terutama di fase distribusi dan penyimpanan. Kemasan hijau yang mampu memantau kesegaran pangan secara langsung menjadi intervensi strategis untuk memastikan keamanan makanan bagi jutaan penerima manfaat program tersebut.

Prinsip utama green packaging adalah penggunaan bahan yang biodegradable, aman, dan berasal dari sumber terbarukan. Salah satu peluang besar terletak pada limbah pertanian, khususnya kulit pisang. Indonesia sebagai produsen pisang utama dunia menghasilkan 7,48 juta ton pisang per tahun, yang berpotensi memunculkan 2,6–3 juta ton limbah kulit pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah ini kaya pektin, selulosa, dan senyawa bioaktif sehingga sangat potensial sebagai bahan dasar biokomposit kemasan ramah lingkungan. Pemanfaatan limbah tersebut tidak hanya mengurangi beban sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi sirkular yang bernilai tinggi.

Inovasi BioGuard Coat Packaging hadir sebagai implementasi konkret dari konsep green packaging. Teknologi ini memanfaatkan biopolimer kulit pisang dan ekstrak bunga telang untuk menciptakan kemasan cerdas yang mampu memberikan perlindungan fisik, biologis, sekaligus informasi visual mengenai kesegaran makanan. Sistem ini mengintegrasikan tiga mekanisme penting: (1) sifat antimikroba alami pektin kulit pisang yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri patogen, (2) fungsi barrier matriks selulosa–pektin yang memperlambat laju kerusakan makanan, dan (3) indikator pH berbasis antosianin bunga telang yang berubah warna ketika makanan mulai mengalami degradasi. Kombinasi ini menjadikan BioGuard sebagai sistem perlindungan pangan berlapis yang inovatif dan efektif.

Implementasi BioGuard Coat Packaging dalam rantai pasok MBG memberikan manfaat signifikan. Indikator warna pada kemasan memungkinkan deteksi dini penurunan kualitas makanan secara real-time tanpa alat khusus atau keahlian teknis, sehingga guru, petugas logistik, hingga masyarakat umum dapat mengidentifikasi makanan yang tidak layak konsumsi hanya dengan melihat perubahan warna. Kemampuan coating untuk diaplikasikan pada berbagai jenis kemasan yang sudah ada membuat inovasi ini mudah diadopsi secara luas tanpa memerlukan investasi peralatan baru. Efisiensi ini sangat relevan untuk sistem distribusi besar seperti MBG yang menyalurkan makanan setiap hari.

Secara keseluruhan, BioGuard Coat Packaging menunjukkan bagaimana green packaging dapat menjadi solusi strategis bagi keamanan pangan, pengurangan limbah, dan penguatan ekonomi sirkular. Selain proses produksinya ramah lingkungan dan mudah terurai, inovasi ini turut mendukung pencapaian SDGs 2 (Zero Hunger), 3 (Good Health and Well-being), 12 (Responsible Consumption and Production), dan 13 (Climate Action). Dengan mengonversi limbah pertanian menjadi kemasan cerdas bernilai tinggi, teknologi ini tidak hanya mencegah risiko keracunan makanan, tetapi juga memberdayakan seluruh stakeholder dalam sistem pengawasan pangan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kebutuhan nasional. [Penulis: Nelly Astiana dan Tim]

Karsa Desa: Program Pengabdian Baru KMP Biologi UGM di Pedukuhan Geger

Kegiatan MahasiswaPengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Jumat, 28 November 2025

Divisi Sosial Masyarakat Kabinet Satwika Cakra KMP Biologi UGM melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk Karsa Desa pada 22–23 November 2025 di Pedukuhan Geger, Pundong, Bantul. Program ini merupakan inisiatif baru yang dirancang untuk menghubungkan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan edukatif yang relevan, khususnya terkait lingkungan.


Geger dipilih sebagai lokasi karena merupakan desa tadahan air yang memiliki peran penting bagi desa-desa sekitarnya. Survei lapangan yang dilakukan dua kali, pada Agustus dan awal November, menunjukkan bahwa edukasi lingkungan untuk kelompok dewasa telah beberapa kali diberikan sebelumnya. Oleh karena itu, Karsa Desa difokuskan bagi anak-anak sebagai kelompok yang belum banyak mendapat pendampingan terkait pelestarian lingkungan.

Sebanyak 15 volunteer berangkat dari Fakultas Biologi UGM pada Sabtu siang. Setibanya di balai desa, para volunteer melakukan pembersihan dan menata kembali bangunan yang lama tidak digunakan. Pada kesempatan ini, volunteer juga membuat Pojok Baca yang diisi dengan buku pelajaran SD-SMP, novel dan cerita anak, serta bacaan umum lainnya.

Kegiatan utama dilaksanakan pada Minggu, 23 November 2025. Acara dipandu oleh Intan Gayatri selaku MC dan dibuka oleh Koordinator Divisi Sosial Masyarakat, Felisitas Meli Podhi. Acara kemudian diresmikan oleh Muhammad Nandar, Dukuh Geger, yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kontribusi KMP Biologi UGM serta harapannya agar kerja sama dapat terus berlanjut.

Anak-anak mengikuti sesi fun learning mengenai siklus air dan cara menjaga lingkungan, dilanjutkan demonstrasi mini eksperimen tentang daya serap tanah dan simulasi siklus hujan oleh Imran Sadewo dan Nur Azizah Ibrahim. Materi tambahan mengenai pengenalan ular serta langkah yang harus dilakukan ketika menemukannya disampaikan oleh Imran Sadewo dan Papuani Rumansara, mengingat kondisi wilayah Geger yang masih memiliki banyak vegetasi.

Kegiatan ditutup dengan permainan edukatif dan Lomba Cerdas Cermat yang diikuti 20 peserta dalam lima kelompok. Di akhir acara, KMP Biologi UGM menyerahkan  donasi buku bacaan untuk melengkapi Pojok Baca balai desa.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para volunteer kembali ke tempat menginap dan bersiap kembali ke Fakultas Biologi UGM. Program Karsa Desa diharapkan dapat menjadi awal kegiatan pengabdian berkelanjutan yang memperkuat hubungan antara mahasiswa pascasarjana Biologi UGM dan masyarakat Pedukuhan Geger.

PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM 2025: Sosialisasi Teknik Stek Batang dengan Induksi Auksin Bawang Merah Budidaya Stek Batang Tanaman Biduri (Calotropis gigantea) Sebagai Pestisida Alami Guna Mengatasi Hama pada Budidaya Ayam Mahar di KWT Srikandi, Mrican, Catur Tunggal, Yogyakarta

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Kamis, 27 November 2025

Dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal, tim MBKM Fakultas Biologi UGM melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM-MBKM) dengan tema “Optimalisasi Potensi Daun Biduri sebagai Biopestisida untuk Mengatasi Hama pada Ayam Mahar”. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 26 November 2025 di demplot milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Dusun Mrican, Caturtunggal, Yogyakarta.


Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Eng. Atikah Fitria Muharromah, S.Si. dosen Fakultas Biologi UGM dan Dian Sartika, S.Si., M.Sc., yang membagikan materi tentang teknik stek batang untuk budidaya tanaman biduri (Calotropis gigantea) yang nantinya digunakan untuk pembuatan biopestisida sebagai upaya untuk mengatasi hama pada budidaya Ayam Mahar. Para anggota KWT Srikandi sangat antusias mengikuti pelatihan ini yang bertujuan meningkatkan kemandirian petani dalam mengelola hama secara alami.

Kegiatan ini diawali oleh pematerian dari Dr. Eng. Atikah Fitria Muharromah, M.Eng. dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM terkait biopestisida dari daun biduri. Beliau memperkenalkan biopestisida dari daun biduri hasil temuan dari Institut Pertanian Bogor dan mengembangkan inovasi baru dalam penggunaannya yaitu dengan menggunakan metode semprot untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Setelah itu dilanjutkan dengan sosialisasi teknik budidaya stek batang dan auksin alami dari bawang merah (Allium ascalonicum) untuk memicu pertumbuhan akar.

Pada kesempatan kali ini, mahasiswa mengenalkan teknik budidaya tanaman Biduri untuk mengatasi hama gurem pada budidaya ayam Mahar. Gurem merupakan hama ektoparasit yang dapat menurunkan produktivitas dan dapat merugikan peternak. Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dapat meningkatkan resiko resistensi dan dapat meninggalkan residu pada daging dan telur. Daun Biduri merupakan tanaman liar yang sering diabaikan, padahal ia mengandung alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid.

Biopestisida dari Daun Biduri diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi serangan gurem pada budidaya ayam. Bawang merah dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami untuk memacu atau mengalihkan fungsi fitohormon di dalam tanaman dan membantu pembelahan sel. Tunas-tunas muda pada bawang merah menghasilkan hormon auksin alami berupa IAA. Auksin adalah zat pengatur tumbuh yang berperan dalam proses pemanjangan sel, menghambat pertumbuhan tunas lateral, dan mencegah absisi dan buah.

Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain energi bersih dan terjangkau (SDG 7), mendorong pemanfaatan kembali limbah organik sebagai bahan baku produk energi (SDG 12), memberdayakan perempuan melalui pelatihan teknis dan penguatan kapasitas (SDG 5), serta membuka peluang usaha baru berbasis produk lokal berkelanjutan (SGD 8).

Wujudkan Regenerasi Ilmiah, KSE UGM Tuntaskan Metamorfosis Anggota Melalui Diklat Penetasan 2025

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 26 November 2025

Di tengah semangat regenerasi dan eksplorasi ilmiah, Kelompok Studi Entomologi (KSE) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan kegiatan Diklat Penetasan (Diktas). Sebagai puncak dari rangkaian Entoacademy 2025, kegiatan ini dilaksanakan pada 15–16 November 2025 di Kaliurang, Kabupaten Sleman, DIY. Kegiatan Diktas disusun untuk memperkuat semangat kerja sama sekaligus mempersiapkan anggota baru (Telur KSE XXVII) dalam bidang entomologi.


Hari pertama kegiatan Diktas dilaksanakan dengan mempertemukan Telur (KSE XXVII) dalam forum presentasi mini riset sebagai syarat kenaikan jenjang. Berbeda dengan sebelumnya, kegiatan tahun ini menghadirkan suasana diskusi kolaboratif yang lebih inklusif melalui keterlibatan anggota Larva dan Pupa dalam forum. Selain itu, sesi edukatif lain seperti Entotalk dan Seminar Kewirausahaan juga digelar untuk memberikan wawasan serta kreativitas berbasis entomologi.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelantikan anggota baru dan peresmian kenaikan jenjang. Regina Nilamsari (KSE XXIV), selaku Ketua KSE, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota, “Tahun ini, Diktas cukup berbeda karena tidak hanya menjadi kegiatan penetasan bagi Telur, tetapi juga kenaikan seluruh jenjang anggota Larva, Pupa, dan Imago. Melalui kegiatan ini, semoga semangat dan rasa persaudaraan bisa terbentuk untuk terus membawa inovasi riset entomologi menjadi jauh lebih keren lagi”.

Dengan berakhirnya kegiatan Diktas 2025, KSE Fakultas Biologi UGM telah resmi menyambut generasi baru yang siap berkontribusi aktif dalam studi di bidang entomologi. KSE berkomitmen untuk terus menjadi pusat eksplorasi ilmiah dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul. KSE, bergerak tanpa batas! [Penulis: KSE]

PkM Desa Mitra 2025: Fakultas Biologi UGM Tanamkan Pengetahuan Kesehatan Berbasis Alam pada Siswa Siswa SDN Pusmalang Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman #4

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Selasa, 25 November 2025

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui program pemberdayaan sekolah mitra di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Pada kesempatan ini, tim dosen memperkenalkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada siswa kelas V SDN Pusmalang dengan tujuan meningkatkan pemahaman dasar mengenai manfaat tanaman lokal bagi kesehatan.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Mitra Wukirsari yang dikoordinatori oleh Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. Adapun tim dosen Fakultas Biologi UGM yang hadir dalam kegiatan kali ini yaitu Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si.; Prof. Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D.; Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si.; Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si.; Dr. Maryani, M.Sc.; Dr. Siti Nurbaiti, S.Si.; serta perwakilan mahasiswa Program Doktor, yaitu Sidiq Permana Putra, S.Si., M.Sc.

Kegiatan berlangsung pada Senin, 24 November 2025, dan diikuti lebih dari 26 siswa. Tim dosen yang bertugas menjadi pemateri meliputi Dr. Maryani, M.Sc.; Dr. Siti Nurbaiti, S.Si.; dan Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. Para pemateri memberikan pengenalan berbagai jenis TOGA seperti jahe, kunyit, temulawak, kencur, sereh, beluntas, daun sirih dan tanaman herbal lainnya yang mudah dijumpai di lingkungan rumah.

penjelasan yang interaktif, siswa mendapatkan wawasan mengenai ciri-ciri tanaman obat, manfaatnya, serta cara pemanfaatannya secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Selain pemaparan materi, siswa juga diajak mengamati contoh tanaman secara langsung serta menjawab pertanyaan yang disampaikan pemateri untuk memperkuat pemahaman mereka.

Dr. Maryani, M.Sc. menyampaikan bahwa pengenalan TOGA sejak dini sangat penting untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kesehatan serta kekayaan hayati Indonesia. “Anak-anak perlu mengenal kembali tanaman bermanfaat yang tumbuh di sekitar mereka. Literasi sains dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sebagai penutup sesi, para pemateri melakukan responsi sederhana untuk mengevaluasi pemahaman siswa mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Dalam kegiatan ini, siswa diminta menyebutkan nama-nama tanaman yang telah disusun di depan meja. Jumlah soal yang diberikan sebanyak 26 soal. Hasil responsi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dapat menjawab dengan benar, dengan nilai rata-rata kelas mencapai 60 dari 100, yang menggambarkan tingkat pemahaman yang cukup baik dan masih dapat terus ditingkatkan. Evaluasi ini sekaligus menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif yang digunakan mampu mendukung penguatan literasi sains siswa secara efektif.

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para siswa karena materi disampaikan secara menarik dan praktis. Guru SDN Pusmalang juga menyambut baik kegiatan tersebut karena membantu memperkaya pengalaman belajar sains yang aplikatif bagi siswa.

Program pengabdian ini selaras dengan komitmen UGM dalam mendukung SDGs 3 (Good Health and Well-being) melalui edukasi kesehatan berbasis kearifan lokal serta SDGs 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pembelajaran sains di sekolah dasar. Selain itu, kegiatan ini memperkuat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab keilmuan Fakultas Biologi UGM.

Biologi UGM berharap kegiatan edukasi mengenai tanaman obat ini dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk mencintai biodiversitas serta memahami pentingnya pemanfaatan tanaman lokal secara berkelanjutan.

UGM Raih Juara Umum ONMIPA PT Tingkat Nasional 2025 Fakultas Biologi UGM Sumbang Medali Melalui Mahasiswa Berprestasi

Prestasi Senin, 24 November 2025

Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi gemilang pada ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan (ONMIPA) Perguruan Tinggi Tingkat Nasional 2025 yang diselenggarakan pada 16–20 November 2025 di Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung. Pada kompetisi bergengsi yang diikuti oleh 251 mahasiswa dari 96 perguruan tinggi ini, UGM berhasil meraih gelar Juara Umum, sebuah pencapaian bersejarah setelah selama beberapa tahun terakhir menempati posisi runner up.

Dalam kompetisi yang melibatkan bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi tersebut, Fakultas Biologi UGM turut memberikan kontribusi penting melalui pencapaian para mahasiswanya. Salah satu capaian membanggakan datang dari Tsaqifa Zuhayra Emery Bagus, mahasiswa Fakultas Biologi, yang berhasil meraih Medali Perunggu pada bidang Biologi tingkat nasional.

Secara keseluruhan, kontingen UGM pada bidang Biologi mencatat prestasi luar biasa dengan perolehan: 1 Medali Emas; 1 Medali Perak dan 2 Medali Perunggu

Capaian ini tidak hanya menunjukkan kualitas akademik mahasiswa UGM yang terus berkembang, tetapi juga menjadi bukti komitmen universitas dan fakultas dalam membina generasi muda yang unggul di bidang ilmu pengetahuan.

Fakultas Biologi UGM mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah bekerja keras, serta berterima kasih atas dukungan dari seluruh sivitas akademika. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.

 

Membangun Keahlian Mikroteknik Tumbuhan: Fakultas Biologi UGM Dampingi Dosen UIN Sunan Gunung Djati dalam Pelatihan Intensif Dua Hari

Rilis Berita Jumat, 21 November 2025

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan/magang mikroteknik tumbuhan yang berlangsung pada 18–19 November 2025 di Laboratorium Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi dalam bidang anatomi tumbuhan, khususnya teknik preparasi polen dan metode embedding untuk keperluan pengamatan mikroskopis.


Pelatihan ini menghadirkan Dr. Utaminingsih, S.Si., M.Sc. sebagai pemateri utama, serta didampingi oleh teknisi laboratorium, Ibu Prapti, yang turut memberikan dukungan teknis selama praktik berlangsung. Peserta pelatihan merupakan staf dosen dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yaitu Mar’atus Sholikha, M.Sc., yang mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari program pengembangan kompetensi akademik.

Kegiatan pelatihan dibuka dengan sesi pemaparan materi mengenai prinsip dasar mikroteknik tumbuhan, termasuk tahapan fiksasi, dehidrasi, infiltrasi, embedding, serta teknik preparasi polen untuk analisis mikroskopis. Setelah sesi pemahaman konsep, acara dilanjutkan dengan praktik laboratorium, di mana peserta secara langsung mempelajari: teknik preparasi polen untuk pengamatan struktur eksin dan aperture, tahapan embedding jaringan tumbuhan dengan paraffin, pemotongan jaringan menggunakan mikrotom putar hingga teknik pewarnaan dasar.

Pelatihan berjalan dengan lancar dan interaktif. Peserta berkesempatan berdiskusi langsung dengan pemateri mengenai tantangan dan kebutuhan praktikum mikroteknik di institusinya. Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat memperluas jejaring akademik serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan penelitian di bidang biologi tumbuhan.

Fakultas Biologi UGM menyampaikan apresiasi kepada peserta dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung atas partisipasi dan kolaborasinya. Semoga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam pengembangan kegiatan praktikum maupun riset di institusi asal.

Pelaksanaan Pelatihan yang dilakukan oleh Fakultas Biologi untuk staf dosen di luar Universitas Gadjah Mada ini menunjang pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menjalin kemitraan dan kerja sama yang baik dengan pihak luar (SDGs 17) dan dengan harapan bahwa hasil dari kegiatan ini dapat berguna bagi kesejahteraan masyarakat umum di Indonesia (SDGs 3). Tidak hanya itu, pelaksanaan pelatihan ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam peningkatan pendidikan yang berkualitas (SDGs 4).

Praktik Pembuatan Sabun Herbal serta Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Produk Olahan Tanaman Pekarangan

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Kamis, 20 November 2025

Tim PkM-MBKM 2025 yang dipimpin oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si. dengan anggota Jovanka, Khansa Fauziah Rachman, Samantha Sonya Putri, dan Dhea Amelia telah melaksanakan praktik pembuatan sabun herbal serta pengemasan dan pemasaran produk bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanda pada Minggu, 16 November 2025 di Padukuhan Kepuh Wetan, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Dalam kegiatan ini, anggota KWT mendapatkan panduan langsung mengenai pemanfaatan komoditas pekarangan menjadi produk yang dapat dipasarkan. Kegiatan difokuskan pada dua materi utama, yaitu praktik pembuatan sabun herbal serta pengemasan dan pemasaran produk olahan telang, rosella, jahe, dan serai. Pengemasan dan strategi pemasaran merupakan aspek penting dalam meningkatkan nilai tambah suatu produk, terutama bagi kelompok usaha berbasis rumah tangga seperti Kelompok Wanita Tani (KWT). Kemasan yang baik tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi media informasi, identitas merek, dan daya tarik visual yang memengaruhi minat beli konsumen. Sementara itu, strategi pemasaran yang tepat baik melalui penjualan langsung maupun pemanfaatan platform digital dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta membantu pelaku usaha kecil mengembangkan keberlanjutan ekonomi.


Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai proses pembuatan sabun herbal, mulai dari pengenalan bahan alam yang aman digunakan, perbandingan komposisi, teknik pencampuran, hingga tahap pencetakan sabun. Anggota KWT Amanda juga diinformasikan mengenai fungsi setiap bahan, potensi variasi bentuk dan aroma, serta standar keamanan produk agar dapat diproduksi secara konsisten. Setelah pemaparan materi, anggota KWT Amanda melakukan praktik langsung pembuatan sabun dengan bimbingan tim. Selanjutnya, kegiatan berfokus pada pengemasan dan strategi pemasaran untuk produk olahan berbahan dasar telang, rosella, jahe, dan serai. Tim menyampaikan prinsip dasar desain kemasan, pentingnya identitas produk (branding), serta cara membuat label yang menarik dan informatif. Selain itu, anggota KWT juga memperoleh materi mengenai pemasaran produk lokal melalui berbagai saluran, baik penjualan langsung maupun melalui platform digital, agar produk yang dihasilkan memiliki nilai saing di pasaran.

Anggota KWT berperan aktif dalam praktik membuat sabun herbal dan juga diskusi mengenai cara memasarkan produk herbal secara mandiri. Partisipasi aktif para anggota menjadi indikator bahwa keterampilan yang diberikan relevan dan dapat diterapkan dalam pengembangan usaha rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan sumber daya pekarangan, memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan (SDG 2), mendorong penggunaan bahan alami yang menyehatkan (SDG 3), membuka peluang usaha skala kecil berbasis potensi lokal (SDG 9), serta memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat (SDG 17).

Sinergi MBKM Fakultas Biologi UGM dan masyarakat Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul untuk menguatkan ketahanan pangan keluarga

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Kamis, 20 November 2025

Tim MBKM Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM mengadakan pelatihan budidaya microgreen dan hidroponik kepada masyarakat di Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul pada tanggal 13 November 2025. Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam tema “Family-based Food Estate: Lumbung Pangan Keluarga melalui Budidaya Tanaman Pangan di Rumah di Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul”. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu anggota PKK Kalurahan, yang merupakan perwakilan setiap padukuhan yang ada Kalurahan Karangmojo. Kegiatan ini merupakan bagian dari matakuliah MBKM Pengabdian kepada Masyarakat mbangun desa, untuk mendorong sinergi dan kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi di lapangan guna meningkatkan pertanian berkelanjutan.


Tim MBKM Pengabdian kepada Masyarakat ini, dipimpin oleh Dosen Fakultas Biologi UGM (Ludmilla Fitri Untari, S.Si. M.Si.) dengan anggota tim yaitu Dosen Fakultas MIPA (Umi Mahnuna Hanung, S.Si., M.Si.) dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM (Nirina Adelita Putri, Vara Dellya, K.H. Mahadhevy Ryrathna Vidhantyka, dan Agnes Dwi Eka).

Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu Kalurahan Karangmojo dan setidaknya terdapat 35 peserta. Peserta pelatihan terdiri dari berbagai latar belakang dan berpengalaman dalam bidang pertanian, mulai dari petani tradisional, petani organik hingga petani teknologi terdepan. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bapak Agus Budiyono, selaku Lurah Karangmojo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan presentasi mengenai microgreen dan hidroponik oleh dosen dan mahasiswa. Setelah sesi pemaparann presentasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.  Masyarakat Kalurahan Karangmojo sangat antusias dalam menyimak dan bersemangat dalam sesi tanya jawab pada pelaksanaan pelatihan ini. Setelah sesi tanya jawab berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan microgreen oleh mahasiswa serta pembagian paket microgreen kepada ibu-ibu Kalurahan Karangmojo. Selain pemaparan mengenai teknik budidaya microgreen  dan hidroponik serta praktek budidaya microgreen, di dalam pelatihan juga memberikan arahan mengenai potensi pasar untuk pemasarannya. Pelatihan diakhiri dengan menonton video pendek terkait microgreen dan hidroponik.

Sebagai kesimpulan, pertanian microgreen maupun hidroponik dapat menjawab tantangan urban farming untuk dapat menyediakan pangan keluarga secara sustainable. Selain itu, tanaman konsumsi microgreen mengandung lebih banyak nutrisi (10-40 kali lebih banyak daripada tanaman dewasa) sehingga lebih sehat. Salah satu keunggulan lainnya adalah cepat panen, perawatannya mudah, dan harga jual yang cukup tinggi dan stabil. Pertanian microgreen juga dapat menjawab permasalahan mengenai mahalnya harga pakan ternak dan ketersediaan yang berkurang di masa musim kemarau. Biji jagung atau sorghum (canthel) dapat ditanam dengan teknik microgreen ini sebagai pakan ternak. Dalam waktu yang singkat (7 – 14 hari) tanaman microgreen dapat dikonsumsi ternak dalam bentuk pakan yang segar dan mengandung nutrisi yang lebih banyak.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan ibu-ibu Kalurahan Karangmojo bisa menerapkan swasembada pangan di rumah dengan berfokus pada budidaya tanaman pangan yang mudah, terjangkau, dan bergizi. Upaya ketahanan pangan melalui lumbung pangan masyarakat dapat menjadi pintu gerbang untuk meningkatkan kemampuan ekonomi warga dan meningkatkan kapasitas SDM berbasis pengetahuan akademik yang dimiliki oleh akademisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini selaras dengan beberapa tujuan SDGs (Sustainable Development Goals), yakni SDG 1: No Poverty serta mendukung pertanian berkelanjutan yang meningkatkan ketahanan pangan dan nutrisi; SDG 2: Zero Hunger; SDG 3: Good health and Well-being; SDG 4: Quality Education; SDG 8: Decent Work and Economic Growth serta mendorong inovasi dan modernisasi praktik pertanian; SGD 9: Industry, Innovation, and Infrastructure; SGD 12: Responsible consumption and production; dan SGD 15: Life on land.

Fakultas Biologi UGM Mengenalkan Seni Botani (Botanical Art) kepada Warga Desa Sumberagung dan Mahasiswa dalam Program Inovasi Seni Nusantara Tahun 2025 #2

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Kamis, 20 November 2025

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun 2025 melalui penyelenggaraan pelatihan kedua yang bertema “Seni Botani dengan Media Cat Air dan Merchandising”. Pelatihan yang diselenggarakan pada Sabtu, 15 November 2025 ini merupakan kerja sama antara Fakultas Biologi UGM, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, serta Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA), dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pematerian disampaikan oleh Prima Milawati dari IDSBA. Pada kegiatan ini, peserta diarahkan untuk memperdalam keterampilan teknis dalam menghasilkan ilustrasi botani yang presisi dan artistik melalui penggunaan cat air. Warga Desa Sumberagung serta mahasiswa Fakultas Biologi UGM turut serta dalam kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan seni botani sebagai media yang menggabungkan aspek ilmiah dan estetika.


Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai berbagai alat dan bahan yang digunakan dalam proses lukis botani, meliputi jenis kuas, pilihan kertas, komposisi warna, dan fungsi masking fluid sebagai pelindung area tertentu selama pewarnaan. Peserta kemudian mempelajari beberapa teknik dasar cat air yang umum digunakan dalam ilustrasi botani. Teknik wet-on-wet diperkenalkan untuk membantu peserta memahami cara menghasilkan gradasi warna yang halus dan natural, sedangkan teknik dry brush digunakan untuk mempertegas detail halus seperti tekstur kulit buah, urat daun, atau permukaan objek lainnya. Sebagai objek latihan, spesies jambu lokal Indonesia (Syzygium samarangense) dipilih karena karakter bentuk dan warnanya yang kuat, sehingga cocok digunakan untuk mempelajari anatomi visual sekaligus akurasi penggambaran.

Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi digitalisasi karya menggunakan aplikasi Krita. Pada sesi tersebut, peserta diperlihatkan tahapan-tahapan dalam mengubah ilustrasi menjadi karya digital yang siap diolah menjadi berbagai produk turunan. Pendekatan ini membuka wawasan bahwa karya seni botani tidak hanya sebatas hasil lukisan di atas kertas, tetapi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk turunan yang bernilai ekonomis. Beragam bentuk merchandise dapat dihasilkan dari karya digital tersebut, seperti  postcard, tote bag, stiker, gantungan kunci, hingga berbagai suvenir lain yang dapat dipasarkan sebagai produk kreatif. Dengan demikian, digitalisasi karya tidak hanya memperluas fungsi ilustrasi botani, tetapi juga memberikan peluang bagi peserta untuk memanfaatkan seni sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif.

Sebagai rangkaian dari Program Inovasi Seni Nusantara 2025, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah yang memperkuat keberlanjutan praktik seni botani di Desa Sumberagung maupun di lingkungan akademik. Melalui pelatihan teknik cat air hingga pemanfaatan karya dalam bentuk digital dan merchandise, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga gambaran mengenai bagaimana seni dapat membuka peluang ekonomi sekaligus menjadi sarana pelestarian keanekaragaman hayati lokal. Fakultas Biologi UGM, ISI Yogyakarta, bersama Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA) berharap antusiasme dan kemampuan yang tumbuh dari kegiatan ini dapat terus berkembang sehingga seni botani dapat menjadi bagian dari wadah kolaborasi yang memberi manfaat nyata bagi berbagai pihak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi terhadap SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 4 (quality education); nomor 11 (sustainable cities and communities); nomor 15 (life on land); dan nomor 17 (partnerships for the goals).
1…45678…95

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Pengajian Ramadhan 1447 H Fakultas Biologi UGM
  • Sosialisasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Biologi 2026
  • Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Bronze Medal pada 2nd International Student Summit 2026
  • Angkat Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau, Tiga Mahasiswa Biologi UGM Raih Medali Perak di Lomba Esai Cipta Nusantara Fest
  • Mahasiswa UGM Raih Dua Medali Perak dan Satu Medali Perunggu pada International Student Summit 2026 di Malaysia
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju