• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • SDG 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera Pembanguan Berkelanjutan
  • SDG 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera Pembanguan Berkelanjutan
  • hal. 8
Arsip:

SDG 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera Pembanguan Berkelanjutan

Diseminasi Hasil Diversifikasi Pangan Berbahan Krisan Organik: Sinergi Tim MBKM UGM dan KWT Kedungpoh, Gunungkidul

Pengabdian kepada Masyarakat Selasa, 11 November 2025

Kedungpoh (1/11) – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Pengabdian Kepada Masyarakat (MBKM PKM) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali mengusung kegiatan pengabdian masyarakat yang digawangi oleh Dr. Dwi Umi Siswanti, S. Si., M. Sc. di Kalurahan Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul. Tim ini melibatkan 4 orang mahasiswa, yaitu Zahra Afriani, Regina Nilamsari, Delia Sawanda Syarifatullah, dan Ahmad Aris Budi Rohman. Tema yang diusung adalah  “Produksi  Chrysant Candy- Chrysant Syrup sebagai Diversifikasi  Pangan Inovatif Berbasis Krisan Organik di Lumbung Mataraman”  yang merupakan program lanjutan dari semester sebelumnya.

Kegiatan pengabdian kali ini digelar dalam skema diseminasi hasil diversifikasi pangan berbahan krisan organik serta pelatihan packaging dan marketing produk yang dilaksanakan di Aula Lumbung Mataram. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Lumbung Mataraman Kedungpoh, Didik Purnomo, staf Pemerintah Desa Kedungpoh dan 20 orang Kelompok Wanita Tani (KWT) Kedungpoh yang terlibat aktif dalam program pengembangan budidaya dan olahan krisan. Tim menyampaikan hasil pengembangan produk olahan berbasis bunga krisan berupa sirup krisan dan permen krisan yang telah dikemas menarik dan telah dipasarkan secara online maupun direct. “Kami berharap formula sirup dan permen krisan ini dapat dikembangkan luas di KWT Gunungkidul serta menjadi oleh-oleh khas Gunungkidul suatu saat nanti”, ungkap Dwi Umi dalam presentasinya di hadapat KWT Kedungpoh. “Semoga kerjasama Lumbung Mataraman dan UGM terus terjalin untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan petani, khususnya KWT Kedungpoh”, kata Didik dalam penyampaian harapannya.

Melalui sinergi ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang budidaya ramah lingkungan, tetapi juga telah mampu mengembangkan produk olahan krisan berupa sirup dan permen krisan. Produk-produk ini telah mendapatkan pesanan dari berbagai daerah, menandai keberhasilan program pengabdian ini dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelompok wanita tani. Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan ini karena mampu mempraktikkan hasil pendampingan secara langsung dan memperoleh manfaat ekonomi nyata.

Diseminasi hasil ini menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan program pengabdian, memperkuat kolaborasi masyarakat dan akademisi, serta menegaskan komitmen terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini mendukung SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 8 (Pekerjaaan Layak dan Pertumbuhan  Ekonomi), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). (TIMDUS)

PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM: Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati, Dusun Kebondalem, Desa Madurejo, Prambanan, Sleman, Tuntas Praktik Pembuatan Biobriket, Jawab Solusi Energi dan Limbah Mandiri

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Senin, 10 November 2025

Sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat, Tim PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM telah melaksanakan sesi praktik intensif pembuatan biobriket pada Minggu, 9 November 2025, bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Dusun Kebondalem, Desa Madurejo, Prambanan, Sleman. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari sosialisasi sebelumnya, menunjukkan komitmen UGM dalam mendampingi komunitas secara berkelanjutan. Sesi praktik dirancang secara komprehensif, diawali dengan upaya membangun kebersamaan dan kesehatan melalui Senam Pagi Bersama. Kegiatan kemudian berfokus pada pelatihan teknis pembuatan biobriket inti. Tim MBKM menilai sesi praktik ini krusial untuk memastikan transfer pengetahuan berjalan efektif, mengubah pemahaman teoritis menjadi keterampilan aplikatif yang menunjang kemandirian energi dan potensi ekonomi anggota KWT.


Kegiatan praktik inti dipandu oleh enam mahasiswa Biologi UGM, serta didampingi oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku dosen pembimbing lapangan, dan aktivis UMKM Sleman, Dian Sartika, S.Si., M.Sc. Bimbingan dari para ahli dan mahasiswa memastikan kualitas transfer pengetahuan yang tinggi dalam setiap tahapan. Dengan dipandu oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Azra Belva Naprilian, Pradhika Cikal Malika, Nova Nana Nadiya, Husna Ainun Rahmawati, Avriena Lintang Aulia Riefa’i, dan Syahrazad Sherin Dzuan Hijra, anggota KWT dilatih secara mendalam menguasai tahapan krusial produksi biobriket dari limbah organik. Praktik dimulai dengan teknik karbonisasi limbah menggunakan metode less smoke burn barrel, dilanjutkan dengan pencampuran arang halus dengan perekat tapioka, pencetakan menjadi bentuk seragam, dan proses penjemuran. Pelatihan ini menekankan pada identifikasi limbah yang sesuai dan menghasilkan adonan briket yang padat serta memiliki daya bakar optimal.

KWT Melati menyambut baik inisiatif praktik ini dan melihat produksi biobriket sebagai solusi ganda yang sangat menjanjikan. Biobriket tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi tumpukan sampah organik di desa secara signifikan. Produk ini juga berpotensi besar menjadi alternatif sumber penghasilan berkelanjutan bagi anggota komunitas. Dampak positif ini meluas ke sektor lingkungan, di mana pemanfaatan limbah mampu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan volume sampah di TPA. Kegiatan praktik ditutup dengan sesi evaluasi produk biobriket yang telah dihasilkan. Program ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan solusi energi terbarukan berbasis komunitas.

Kuliah tentang “Teknik Mempelajari Sel” dari salah satu alumni Biologi

Rilis Berita Senin, 10 November 2025

Dalam perkuliahan Biologi sel dan molekuler level sarjana yang dilaksanakan pada semester gasal 2025/2026 dengan tim pengampu yaitu : Prof. Dr. Endang Semiarti M.S., MSc., Prof. Dr. Rarastuti Pratiwi MSc., Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St dan Dr. Maryani M.Sc. telah dilakukan kegiatan pengkayaan materi kuliah dengan mengundang salah satu alumni Fakultas Biologi yaitu Budi Santoso Sito Putro S.Si., MSc., yang memberikan sharing ilmu tentang “Teknik Mempelajari Sel”. Budi Santoso Sito Putro telah menyelesaikan studi master degree di Department of Plant Physiology and Plant Molecular Biology, Faculty of Science, Eötvös Loránd University, Budapest. Saat menempuh program S1 di Fakultas Biologi UGM tahun 2010 sampai 2014, Budi Santoso Sito Putro juga mencatat banyak prestasi diantaranya sebagai juara Juara 1 OSN Pertamina Bidang Biology (Best Theory) Tahun 2012 Tingkat Nasional dan salah satu penerima beasiswa Tanoto Foundation.


Kuliah tentang “Teknik Mempelajari Sel” dilakukan secara daring pada hari selasa tanggal 28 Oktober 2025 pukul 19.00 sampai 20.30 WIB. Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ini ada sejumlah 90 orang yang kebanyakan dari peserta kuliah biologi sel molekuler kelas A dan selebihnya dari kelas B dan C. Dalam kuliah ini Budi Santoso Sito Putro berkesempatan untuk membahas tentang penggunaan tanaman model yaitu Arabidopsis mutan dalam studi fisiologi molekuler serta pengenalan teknik qPCR, isolasi protein, dan Western Blot dari jaringan maupun sel. Dalam paparannya Budi Santoso Sito Putro juga menjelaskan tentang autofagi pada tumbuhan yang merupakan jalur utama transpor intraseluler pada eukariota serta terlibat dalam degradasi vakuola, konstituen sitoplasma, protein yang salah lipat, dan organel yang rusak termasuk kloroplas (klorofagi). Dalam kaitannnya dengan proses autophagi, dijelaskan juga tentang protein ATG yang merupakan sekumpulan gen dan protein kunci yang mengatur proses autofagi, yaitu mekanisme “daur ulang” sel untuk menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidupnya. Dalam konteks ini, protein ATG membantu membentuk dan mengarahkan autofagosom untuk menangkap komponen sel yang rusak lalu mengirimkannya ke lisosom agar diurai menjadi bahan baru. Dalam bidang pertanian, peran ATG menjadi menarik karena autofagi dapat mempengaruhi ketahanan tanaman terhadap stres, seperti kekeringan, serangan patogen, atau kondisi tanah yang kurang nutrisi. Dengan memanipulasi ekspresi gen ATG, peneliti dapat mengupayakan tanaman yang lebih tahan terhadap lingkungan ekstrem, tumbuh lebih efisien, dan meminimalkan kerusakan seluler saat menghadapi tekanan biotik maupun abiotik.

Dari paparan kuliah ini mahasiswa serta dosen pengampu memperoleh tambahan informasi terkini tentang peran protein ATG serta teknik penggunaan alat yang mendukung penelitian molekuler. Kuliah biologi sel dan molekuler dapat mendukung beberapa tujuan SDGs, tetapi yang paling jelas adalah SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), karena pemahaman tentang fungsi sel, gen, dan molekul dasar membantu pengembangan pengobatan, pencegahan penyakit, serta teknologi kesehatan. Selain itu, ilmu ini juga mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penerapan bioteknologi untuk meningkatkan ketahanan tanaman dan produktivitas pangan, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena riset biologi molekuler mendorong inovasi dalam bidang farmasi, bioteknologi, dan teknologi medis. Jadi, kuliah ini pada dasarnya memberi fondasi ilmiah untuk meningkatkan kualitas hidup, ketahanan pangan, dan inovasi berkelanjutan.

Eksplorasi Potensi Bahan Lokal: Lerak, Rosella dan Telang untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah” bersama Anggota PKK RT 01 dan RT 02 Dusun Blotan, Wedomartani, Sleman, Yogyakarta melalui PKM-MBKM Fakultas Biologi UGM

Pengabdian kepada Masyarakat Senin, 10 November 2025

Mahasisa Biologi yang tergabung dalam tim Pengabdian kepada Masyarakat – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada 2025, di bawah  bimbingan Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St. sukses melanjutkan pelaksanaan rangkaian kegiatan edukatif di Dusun Blotan, Wedomartani, Sleman Yogyakarta. Pada tanggal 11 Oktober 2025 telah dilaksanakan kegiatan dengan topik “Eksplorasi Potensi Bahan Lokal: Lerak, Rosella dan Telang untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah” bersama Anggota PKK RT 01 dan RT 02 Dusun Blotan, Wedomartani, Sleman, Tim ini terdiri dari empat mahasiswa aktif Fakultas Biologi, UGM Angkatan 2022 yaitu Karima Salsabila (22/497198/BI/11012), Ristya Nadaa Shabrina (22/498042/BI/11033),Ainu Lifah Windia Sari (22/494555/BI/20973), dan Salma Dwiyanti (22/502511/BI/11064). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan biji tanaman lerak sebagai bahan pencuci kain batik atau peralatan dapur serta pemanfaatan bunga telang dan rosella sebagai pewarna alami makanan atau minuman. Pemanfaatan bahan alam ini diharapkan dapat untuk mempromosikan peluang usaha mikro, kecil atau menengah yang ramah lingkungan. Selain itu pemanfaatan biji lerak untuk bahan pencuci kain batik juga  penting untuk mendukung industri batik tulis serta pelestarikan teknik pewarnaan tradisional Indonesia.


Dalam pemaparannya, Prof. Kumala Dewi MSc.St. menjelaskan bahwa bunga rosella dan telang mengandung pigmen antosianin yang menghasilkan warna alami menarik seperti merah, ungu, hingga biru. Pewarna alami ini tidak hanya memberikan nilai tambah keindahan pada makanan, tetapi juga mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Kedua tanaman tersebut dapat diolah menjadi bahan pewarna untuk minuman, kue, dan berbagai olahan pangan lainnya, sehingga dapat menjadi alternatif yang lebih sehat dan aman dibanding menggunakan pewarna sintetis. Dalam kegiatan ini, Prof Kumala Dewi MSc.St. memperkenalkan salah satu olahan bunga rosella yaitu sirup rosella yang dinikmati bersama warga Dusun Blotan yang mengikuti acara pelatihan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada buah lerak, tanaman lokal yang mengandung saponin, yaitu zat alami penghasil busa. Lerak telah lama digunakan sebagai pembersih tradisional dan kini dikembangkan menjadi sabun cair alami yang ramah lingkungan. Dalam kegiatan ini, peserta dijelaskan mengenai proses pembuatan sabun lerak, mulai dari ekstraksi buah, penyaringan, hingga formulasi sabun cair herbal. Hasilnya menunjukkan bahwa sabun berbahan dasar lerak mampu menghasilkan busa yang cukup banyak tanpa perlu tambahan bahan kimia berbahaya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Banyak di antara peserta yang tertarik untuk mencoba mengembangkan produk berbasis bahan alami di lingkungan masing-masing. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tumbuh kesadaran baru bahwa inovasi ramah lingkungan dapat dimulai dari pemanfaatan sumber daya alam yang ada di sekitar. Dengan semangat “Dari Alam, Untuk Alam”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pendidikan, penelitian, dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Kegiatan pengabdian yang mengusung tema pewarna alam ini juga mendukung pelaksanaan SDGs terutama pilar 12 yaitu tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta pilar ke 15 yaitu tentang Ekosistem Daratan, dimana pada pilar ini ditekankan pentingnya upaya melindungi, memulihkan, dan meningkatkan penggunaan ekosistem bumi secara berkelanjutan yang dapat dimulai dengan tindakan mengelola hutan secara tepat, menjaga biodiversitas, dan keanekaragaman hayati.

Tags: SDG 12 : Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
SDG 15 : Ekosistem Daratan

Angkat Inovasi untuk Mengurangi Plant Blindness melalui Permainan Kartu Identifikasi Tumbuhan, Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Juara 2 dalam Lomba Media Pembelajaran Nasional

Prestasi Senin, 10 November 2025

Yogyakarta, November 2025 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dengan nama tim Kacamata Botanika telah meraih prestasi juara 2 dalam lomba media pembelajaran nasional yang diadakan oleh Universitas Siliwangi. Lomba tersebut diikuti oleh 11 tim lainnya dan diadakan dari 13 Agustus 2025 hingga 22 Agustus 2025. Tim Kacamata Botanika diketuai oleh Johs Carlo Edison Abon dan beranggotakan Roxaline Sih Tanwinilang dan Adika Pramudya Nugraha.


Plant blindness adalah permasalahan dalam bidang pendidikan yang tim Kacamata Botanika angkat. Pada dasarnya, plant blindness adalah kondisi ketidaksadaran dan ketidakacuhan terhadap keberadaan, keunikan, dan kegunaan tumbuhan bagi manusia dan lingkungan. Dengan itu Tim Kacamata Botanika telah menciptakan solusi dalam bentuk permainan kartu digital yang mengajarkan mengenai identifikasi tumbuhan pada tingkat famili. Kacamata Botanika dikode melalui software Godot dan juga memiliki versi fisik. Selain mengenalkan cara identifikasi tumbuhan, kacamata botanika juga mengajarkan pentingnya peran tumbuhan bagi manusia.

Pada saat ini, game kacamata botanika ini masih dalam tahap proses pengembangan. Untuk sekarang, permainan ini dapat dimainkan 1vs1 dengan computer (bot) yang dapat dimainkan pada pc. Pengembangan game ini diharapkan dapat menjangkau ke berbagai platform, terutama android dan dapat dimainkan secara multiplayer (online) dengan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya sebatas Biologi saja, dimana yang kita ketahui bersama bahwa Biologi merupakan bidang ilmu yang sifatnya multidisipliner dimana dengan adanya kolaborasi berbagai pihak dapat memberikan hasil yang lebih baik dan maksimal pula. [Penulis: Johs Carlo Edison Abon]

Fakultas Biologi UGM Laksanakan Program Hibah Desa Mitra di Blimbingsari, Desa Caturtunggal: Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Probiotik untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Senin, 10 November 2025

Sleman, 8 November 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Hibah Desa Mitra di Balai Desa Sasana Warga Blimbingsari, Caturtunggal, Depok, Sleman. Kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu PKK Blimbingsari ini mengusung tema “Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Infeksi melalui Edukasi Probiotik” sebagai upaya peningkatan literasi kesehatan berbasis ilmiah di masyarakat.


Program Hibah Desa Mitra Fakultas Biologi UGM ini diketuai oleh Dr. Rr. Upiek Ngesti Wibawaningastuti dengan anggota tim Sari Darmasiwi, Ph.D., Nurindah Septriani, Ph.D., dan Woro Anindito, Ph.D. Kegiatan ini melibatkan dosen dan peneliti dari berbagai laboratorium di lingkungan Fakultas Biologi untuk mengintegrasikan ilmu biologi dengan pemberdayaan masyarakat.

Penyuluhan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Nurindah Septriani, Ph.D. dari Laboratorium Struktur dan Perkembangan Hewan, serta Arief Muammar, S.Si., M.Sc. dan Sari Darmasiwi, Ph.D. dari Laboratorium Mikrobiologi.

Dalam pemaparannya, Nurindah Septriani, Ph.D. menjelaskan tentang kesehatan reproduksi pria dan wanita, mencakup pengenalan organ reproduksi, perubahan pada masa pubertas, serta cara menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim. Narasumber juga menekankan pentingnya edukasi seksualitas yang sehat serta peran keluarga dalam mencegah penyakit menular seksual.

Sementara itu, Arief Muammar, S.Si., M.Sc. memberikan penyuluhan mengenai infeksi saluran kemih (ISK) yang umum terjadi pada laki-laki dan perempuan, mulai dari penyebab, gejala, hingga langkah pencegahannya. Narasumber mengingatkan bahwa kebiasaan sederhana seperti minum air cukup dan menjaga kebersihan diri dapat membantu mencegah infeksi secara efektif.

Sesi terakhir disampaikan oleh Sari Darmasiwi, Ph.D., yang memaparkan tentang infeksi keputihan dan peran probiotik dalam menjaga kesehatan reproduksi wanita. Narasumber juga memperkenalkan minuman probiotik hasil fermentasi kolang-kaling dan nanas (Acar Kolang-Kaling Probiotik) sebagai contoh inovasi pangan fungsional berbasis bahan lokal yang mudah dibuat di rumah.

Selain pembagian leaflet edukatif, kegiatan ini juga disertai dengan pemberian tester minuman probiotik Acar Kolang-Kaling kepada peserta, yang disambut dengan antusias oleh ibu-ibu PKK Blimbingsari. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung hasil fermentasi probiotik sambil berdiskusi mengenai manfaatnya bagi kesehatan pencernaan dan reproduksi.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM menunjukkan komitmennya dalam menerapkan ilmu biologi untuk pemberdayaan masyarakat desa. Program Hibah Desa Mitra tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, tetapi juga pada penerapan hasil riset kampus dalam kehidupan sehari-hari. Inisiatif ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), poin 5 (Kesetaraan Gender), dan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) (SD)

Lapangan Panas, Smash Meluncur! KMP Cup 2025 Buktikan Skill Badminton Mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM

Kegiatan Mahasiswa Senin, 10 November 2025

KMP CUP 2025 – “Smash It, Champ!”

Yogyakarta, 9 November 2025 – Oleh: Oliv Nurul Kanaya

Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Biologi UGM kembali sukses menggelar agenda tahunannya, KMP CUP 2025, dengan tema “Smash It, Champ!” yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 November 2025 di GOR Jambon Badminton Center, Kab. Sleman, Yogyakarta. Sepanjang tahun 2025, Kabinet Satwika Cakra telah menyediakan wadah bagi seluruh mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi UGM untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dalam badminton melalui latihan rutin dan pertandingan santai setiap minggu. Sebagai puncak dari kegiatan tersebut, KMP Cup 2025 hadir sebagai ajang kompetisi dan pembuktian kemampuan para mahasiswa pascasarjana. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa dalam olahraga badminton sekaligus menjadi ruang sehat di tengah kesibukan akademik yang padat. Melalui agenda ini, Divisi Pemikat (Pengembangan Minat dan Bakat) berharap dapat terus meningkatkan keakraban, silaturahmi, keharmonisan, dan kesehatan jasmani antar mahasiswa pascasarjana.


Pada pelaksanaannya, KMP CUP 2025 diikuti oleh 24 peserta, terdiri dari 6 pasang peserta Ganda Putra dan 6 pasang peserta Ganda Putri, yang merupakan mahasiswa program magister dan doktoral. Seluruh jalannya pertandingan dipimpin oleh wasit Ardine Rahma Sarita dan Arief Maulana Sabilillah, yang juga menjabat sebagai ketua pelaksana KMP Cup 2025. Acara diawali dengan technical meeting pada 7 November, yang dipandu oleh Hidayah selaku Koordinator Acara, untuk memastikan seluruh persiapan dan jalannya turnamen berjalan lancar. Keesokan harinya, pada 8 November, kegiatan resmi dimulai dengan registrasi peserta dan dilanjutkan dengan briefing untuk seluruh peserta sebelum pertandingan dimulai. Pertandingan menggunakan sistem double elimination. Setiap set dimenangkan oleh tim yang berhasil mencapai skor 21 terlebih dahulu, menggunakan sistem rally point. Sistem ini memastikan jalannya pertandingan berlangsung kompetitif, seru, dan adil bagi seluruh peserta.

Pertandingan badminton di KMP Cup 2025 berlangsung sangat intens dan memukau, menampilkan semangat juang tinggi dari seluruh peserta. Setelah melewati babak penyisihan yang ketat, pasangan Ganda Putra, Emil Salim dan Akbar Setiawan berhasil keluar sebagai Juara 1, menaklukkan pasangan Sidiq Permana Putra dan Wahyudin Abd. Karim dalam pertarungan yang menegangkan, dengan skor 21-8, 17-21, dan 21-15. Di sisi lain, pasangan Ganda Putri, Kartina dan Hartini R.L. Solle juga tampil gemilang dan meraih Juara 1 setelah mengalahkan pasangan Aqmarina Fitri Ramadhani dan Desi Anggarini dalam pertandingan yang sama sengitnya, dengan skor 21-16, 18-21, dan 21-17. Keseruan dan ketatnya pertandingan ini menunjukkan bahwa KMP Cup 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menyalurkan semangat, sportivitas, dan keakraban antar mahasiswa pascasarjana Biologi UGM.

Pertandingan berlangsung tidak hanya menegangkan, tetapi juga meriah, dipenuhi sorakan dan dukungan semangat dari para supporter di pinggir lapangan, yang menambah atmosfer kompetisi dan memacu semangat para peserta untuk menampilkan performa terbaik. Acara ditutup dengan penyerahan hadiah, berupa medali dan uang tunai, kepada para pemenang dan runner-up dari kategori Ganda Putra maupun Ganda Putri. Penutupan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama, menandai berakhirnya KMP CUP 2025. Dengan berakhirnya KMP CUP 2025, diharapkan mahasiswa pascasarjana Biologi UGM semakin termotivasi untuk menjaga kesehatan fisik, memperkuat relasi sosial, dan mengembangkan kepercayaan diri melalui kegiatan olahraga yang positif.

Profil Tim International Genetically Engineered Machine (iGEM) UGM 2025: Pemenang AjangBiologi Sintetik di Paris, Prancis

PrestasiRilis Berita Jumat, 7 November 2025

Yogyakarta, Indonesia — Tim International Genetically Engineered Machine (iGEM) UGM2025 merupakan delegasi dari Universitas Gadjah Mada dalam ajang kompetisi biologi sintetikinternasional yang dilangsungkan setiap tahunnya di Paris, Prancis. Tim iGEM UGM pertamakali dibentuk pada tahun 2021 dan terus berlangsung hingga saat ini. Di tahun ini, Tim iGEMUGM 2025 dibantu oleh Anandita Amalia (Biologi), Salma Rohmaniah (Biologi), Erwinda DwiChofifah (Biologi), Tsaqifa Zuhayra Emery Bagus (Biologi), Nauval Rajwaa Raysendria(Biologi), Geraldine Yara Amritarashmi (Biologi), Tan Rendy (Biologi), Shainna Nur Sharfina(Biologi), dan Pamastadewi Pryankha Hijrianto (Biologi) dengan berkolaborasi bersama 11 oranglainnya dari Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan,Fakultas Biologi, Fakultas Sains dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Fakultas Pertanian.


Meski Tim iGEM UGM 2025 telah berhasil meraih gold medal pada iGEMGrand Jamboree2025, perjalanan panjang telah dilalui sejak tahun 2024 melalui kompetisi biologi sintetik ditingkat nasional. Di tahun 2024, Tim iGEM UGM telah mengikuti perlombaanBioinformaticsand Synthetic Biology Competition (BIOS) 2024 yang diselenggarakan oleh synbio.id. Dalamperlombaan tersebut, Tim iGEM UGM mengirimkan dua tim yaitu Tim Phytovac dan TimGamanthrax, yang masing-masing juga memenangkan berbagai kategori. Tim Phytovac berhasilmemenangkan kategori Best Presentation, Best Website, dan Grand Prize Winner.

Tidak kalahhebatnya, Tim Gamanthrax juga memenangkan kategori Best Poster. Dalam perlombaan yangsama, kedua tim membawa pulang gold medal sebagai hasil kerja keras dan ketekunan mereka. Tidak hanya berhenti di tingkat nasional, Tim iGEM UGM juga mengikuti kompetisi GlobalOpen Genetic Engineering Competition (GOGEC) 2025 yang merupakan kompetisi biologisintetik di tingkat internasional. Melalui GOGEC 2025, Tim iGEM UGM berhasil menyabetberbagai penghargaan seperti runner-up dalam kategori Best Written CommunicationdanBestProject Value serta memenangkan kategori Best Computational Project.

Seluruh proses penelitian molecular farming untuk memproduksi vaksin Dengue kemudiandidokumentasikan serta dinarasikan dalam bentuk video diseminasi ilmu pengetahuan sehinggaTim iGEM UGM 2025 berhasil menerima insentif pengembangan konten pembelajaran daring ditahun 2025. Tim iGEM UGM 2025 mengusulkan video dengan judul “Tembakau, WarisanNusantara: Dari Ritual Budaya ke Inovasi Vaksin Dengu” yang diketuai oleh apt. SetyowatiTriastuti Utami, Ph.D. dari Fakultas Farmasi UGM.

Dengan berbagai prestasi yang berhasil ditorehkan, Tim iGEM UGM 2025 menjadi bentuksemangat dan kreativitas baru dalam perkembangan ilmu biologi sintetik yang harapannya dapatditerapkan di Indonesia secara inklusif dan ekstensif sehingga dapat memberikan dampak danmanfaat besar bagi kesejahteraan ilmu pengetahuan bangsa kita tercinta.

UGM Sabet Gold Medal di Grand Jamboree iGEM 2025

PrestasiRilis Berita Jumat, 7 November 2025

Yogyakarta, Indonesia — Tim UGM-Indonesia berhasil memenangkan Gold Medal pada topikbiomanufaktur dalam ajang iGEM Grand Jamboree yang digelar di Paris Convention Centre(Porte de Versailles), Prancis.
Projek UGM-Indonesia pada tahun ini adalah pengembangan biomanufaktur vaksin dengueDENV-2 Domain III yang terjangkau dengan menggunakan tanaman Nicotiana tabacum(tembakau). Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan rekayasa ekspresi dengansalt-inducibleTYDV Rep/RepA untuk membuat produksi protein di tanaman lebih efisien. Tujuannya untukmembuat vaksin dengue lebih mudah dijangkau untuk daerah-daerah dengan sumber daya yangterbatas.


Fokus dari projek ini adalah untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan dampak yangbesar: membuat perlindungan demam berdarah lebih mudah dijangkau dan diproduksi. Dengankata lain, kelompok ini ingin mengeksplorasi bagaimana cara merekayasa tanaman untukmenjadi industry obat kecil. Jika berhasil, pendekatan ini akan benar-benar membuat vaksindengue murah dan terjangkau.

Prestasi ini cukup berarti bagi masa depan Indonesia. Demam berdarah (dengue) menyerangbanyak keluarga setiap tahun, dan Solusi yang praktis, aman, dan mudah dapat menguatkanKesehatan Masyarakat. Mahasiswa-mahasiswa UGM ini menunjukkan bahwa innovator mudadapat berkontribusi untuk membuat perubahan nyata, hingga ke kancah global.

Projek bernama SALTY ini, atau Salt Activated with TYDV, dibantu oleh Anandita Amalia(Biologi), Salma Rohmaniah (Biologi), Erwinda Dwi Chofifah (Biologi), Tsaqifa Zuhayra EmeryBagus (Biologi), Nauval Rajwaa Raysendria (Biologi), Geraldine Yara Amritarashmi (Biologi),Tan Rendy (Biologi), Shainna Nur Sharfina (Biologi), dan Pamastadewi Pryankha Hijrianto(Biologi) dengan berkolaborasi bersama 11 orang lainnya dari Fakultas Farmasi, FakultasKedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Fakultas Biologi, Fakultas Sains dan IlmuPengetahuan Alam, dan Fakultas Pertanian.

Tentunya keberhasilan dari proyek ini tidak terlepas dari para pendamping, yang dikoordinasikanoleh Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si. (Biologi), serta dibantu oleh Widhi Dyah Sawitri, S.Si.,M.Agr., Ph.D. (Pertanian), M. Saifur Rohman, M.Eng., Ph.D. (Pertanian), apt. Setyowati TriastutiUtami, Ph.D. (Farmasi), Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D. (Kedokteran), Prof. dr.Tri Baskoro Tunggul Satoto, M.Sc., Ph.D. (Kedokteran), Dr.rer.nat. Abdul R. Siregar, S.Si.,M.Biotech (Biologi), Indra Lesmana, S.Si., M.Sc. (Biologi), Afif Pranaya Jati, S.P., M.Sc.(Bioteknologi), Aries Bagus Sasongko, S.Si., M.Biotech. (Biologi), Imam Bagus N., S.Si., M.Sc.(Agroteknologi), Olivia Pangaribuan, S.Agr (Mahasiswi Magister Pertanian), Nayaka Bagus W.A. H., S. Ked. (Alumni Kedokteran), apt. I Made Rhamandana Putra, S. Farm (Alumni Farmasi),dan Adhityo W., M.Sc., Ph.D. (GSI).

Pendanaan dari penelitian ini juga didukung oleh Universitas Gadjah Mada, Panin Bank, YSDS,Rentokil, CropLife Indonesia, Forsains Edutech Indonesia, SnapGene, GSI Academy, IGF, PT.Indolab Utama, Merck, dan ScienceWerke.

Soroti Isu Pencemaran Merkuri di Lahan Tambang Emas Rakyat melalui Inovasi Rekayasa Genetik Tanaman, Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Gelar Winner di Kompetisi Esai Ilmiah Internasional

Prestasi Rabu, 5 November 2025

Yogyakarta, November 2025 — Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tim yang diketuai oleh Azra Belva Naprilian dan beranggotakan Kamilia Hana Salwa serta Aulia Robiatul Adawiyah yang merupakan mahasiswa angkatan 2022 berhasil meraih gelar Winner dalam ajang Biotechnology International Essay Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang.


Kompetisi internasional ini diikuti oleh berbagai universitas dari Indonesia dan Asia yang berlangsung melalui beberapa tahapan seleksi ketat sejak 14 September hingga 22 Oktober 2025. Pada tahap seleksi full paper, tim Fakultas Biologi UGM berhasil menempati peringkat kedua, hanya terpaut tipis dari tim asal Malaysia. Keberhasilan ini berlanjut hingga babak presentation round, tim UGM berhasil mengungguli tim dari Malaysia.

Pada kompetisi ini, Belva beserta rekannya mengusung karya ilmiah bertema bioteknologi lingkungan dengan judul “Genetic Modification of Sunflower with Pseudomonas putida Metallothionein Genes for Mercury Phytoremediation in Artisanal and Small-Scale Gold Mining Soils”. Inovasi tersebut dimulai dari keresahan terhadap tingginya tingkat pencemaran merkuri (Hg) di wilayah pertambangan emas skala kecil di Indonesia yang menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat dan keamanan pangan, karena merkuri dapat masuk ke rantai makanan melalui tanaman pangan di sekitar lokasi tambang.

Menjawab tantangan tersebut, tim Fakultas Biologi UGM mengembangkan gagasan inovatif berbasis bioteknologi melalui pendekatan fitoremediasi berbasis rekayasa genetik. Inovasi ini memanfaatkan tanaman bunga matahari (Helianthus annuus) yang direkayasa dengan gen Metallothionein (MT). Fitoremediasi berbasis tanaman transgenik menjadi metode ramah lingkungan yang dapat diterapkan langsung di lapangan tanpa menimbulkan dampak sekunder seperti limbah berbahaya.

Capaian ini sekaligus mencerminkan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). [Penulis: Azra Belva Naprilian]
1…678910…95

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Pengajian Ramadhan 1447 H Fakultas Biologi UGM
  • Sosialisasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Biologi 2026
  • Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Bronze Medal pada 2nd International Student Summit 2026
  • Angkat Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau, Tiga Mahasiswa Biologi UGM Raih Medali Perak di Lomba Esai Cipta Nusantara Fest
  • Mahasiswa UGM Raih Dua Medali Perak dan Satu Medali Perunggu pada International Student Summit 2026 di Malaysia
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju