Pada hari Kamis 11 Juni 2026, salah satu tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada telah melaksanakan kegiatan pertama berupa rapat koordinasi dengan Kalurahan Purwomartani yang diwakili oleh Bravo Bi’tsa Nilal Inaya S.I.P, M.A, selaku Kepala Urusan Pangripta, Kalurahan Purwomartani, Sleman, Yogyakarta. Rapat koordinasi tersebut berupa pemaparan program-program pengabdian masyarakat dengan tema “Peningkatan Peran Masyarakat Kalurahan Purwomartani, Sleman dalam Optimalisasi Pekarangan dengan Tanaman Legum sebagai Upaya Mendukung Kota dan Pemukiman Berkelanjutan”. Pemaparan program-program tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Endah Retnaningrum, S.Si., M.Eng., selaku Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat sekaligus Guru Besar Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Biologi, UGM, dibantu oleh anggota tim, yaitu Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St. (Guru Besar Laboratorium Fisiologi Tumbuhan), Siti Nurleily Marliana, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Dosen Laboratorium Ekologi dan Konservasi), Akbar Reza, S.Si., M.Sc.(Dosen Laboratorium Ekologi dan Konservasi), Aulia Annisa Azzahra (Mahasiswa S1), Elsa Sabrina (Mahasiswa S1), Indah Sukma Ningsih, S.Si. (Mahasiswa S2), Rizky Danang Susetyo, S.Si., M.Si. (Mahasiswa S3), dan Suryani Musa, S.Pd., M.Sc. (Mahasiswa S3).
Pemaparan program tersebut dilatar belakangi oleh berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar kawasan pemukiman Kalurahan Purwomartani, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat ini berencana memulai optimalisasi pekarangan dengan tanaman legum sebagai upaya mendukung kota dan pemukiman yang ramah lingkungan. Tanaman legum dipilih karena peran ekologisnya yang sangat vital dalam simbiosis dengan bakteri pemfiksasi N2 dari udara. Selain itu, tanaman legum mampu memperbaiki struktur tanah dan menahan erosi. Program ini sebagai langkah konkret dalam mendukung terciptanya kota dan pemukiman yang berkelanjutan yang disesuaikan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomer 11 (SDG 11).
Program ini direncanakan tidak hanya sebagai bentuk mitigasi dalam mengatasi dampak negatif dari oleh berkurangnya RTH di sekitar kawasan pemukiman Kalurahan Purwomartani, melainkan juga sebagai untuk memberikan manfaat ekonomi, kesehatan, dan pendidikan bagi masyarakat sekitarnya. Selain sebagai sarana dalam mendukung SDG 11 Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, program ini juga mendukung SDG 15 (Ekosistem Daratan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Oleh karena itu, sinergi antara akademisi Fakultas Biologi UGM dan Masyarakat Kalurahan Purwomartani diharapkan dapat projek pilot bagi pemanfaatan lahan pekarangan sempit menjadi RTH yang produktif dan bernilai ekonomi yang tinggi.








































































