Penyampaian materi I, HPU UGM: Kesehatan Mental dan Toleransi Nol Kekerasan, Perundungan, dan Pelecehan oleh Prof. Dra. Yayi Suryo Purbandari, M.Si., Ph.D. Prof. Yayi adalah Ketua HPU UGM periode 2019—2025. Dalam materinya, Prof. Yayi menyampaikan poin-poin:
- HPU dan menjadi sehat
- Pengertian sehat jiwa
- Ancaman Kesehatan mental generasi Y dan Z
- Tekanan atau stress
- Kampus sejahtera sebagai aktivitas Pokja Kesehatan mental HPU
- Pengertian dan prinsip relasi sehat
- Kesehatan mental dan peran konselor sebaya
- Yang mempengaruhi kesehatan mental
- Tanda seseorang mempunyai masalah mental
- Strategi coping
- Tugas konselor sebaya
- Pertolongan pertama yang bisa dilakukan
Setelah peserta diberi waktu untuk istirahat, malamnya dilanjutkan pemberian materi III yang juga disampaikan oleh mas Yudhis. Dalam sesi ini mas Yudhis menyampaikan Strategi Coping: mindfulness, meditasi, dan relaksasi.
Di hari kedua, kegiatan diisi dengan trekking di daerah Kaliurang. Trekking diikuti oleh semua peserta dengan tujuan untuk membentuk bonding di antara mereka agar pada saat bertugas sudah terjalin ikatan dan kerjasama yang baik.
Acara pelatihan ini merupakan upaya Fakultas Biologi UGM dalam rangka mendukung Suistainable Development Goals (SDGs): Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat.
Perpustakaan Fakultas Biologi yang terdiri dari seluruh elemen yakni staf pustakawan serta 12 mahasiswa volunteer menyelenggarakan kegiatan pembekalan sdm dan mahasiswa relawan perpustakaan yang dilaksanakan di “Griya Syabin” Purwobinangun Pakem pada hari Jumat sore hingga Sabtu siang, 19-20 Desember 2025. Pembekalan mengusung tema pembangunan sinergi berkelanjutan visi misi fakultas dan perpustakaan bersama mahasiswa Library Volunteer 2025 dengan tujuan untuk meningkatkan sinergi dan profesionalisme yang berkelanjutan antara staf pustakawan dan mahasiswa volunteer, serta agar peran library volunteer dalam mendukung layanan perpustakaan dapat semakin meningkat dan berkualitas. Kegiatan dilaksanakan di Kec. Pakem tepatnya pada Pendopo Griya Syabin Penginapan & Homestay Syariah Jamblangan ini tidak hanya melibatkan elemen perpustakaan dan relawan mahasiswa saja, namun mengundang juga narasumber yang profesional di bidang pengembangan SDM dan Relawan yaitu Bpk. Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc. beserta Ibu Astri Fitriani, S.E. yang juga turut mendukung dalam kegiatan ini.
Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 19 Desember 2025 dimulai pada pukul 16.00 WIB kedatangan peserta ke lokasi. Sesi berikutnya dilanjutkan pada pukul 18.30 WIB yakni pelaksanaan kegiatan sesi pematerian dan diskusi bersama narasumber bersamaan dengan kegiatan makan bersama sebagai bentuk apreasiasi kepada seluruh elemen perpustakaan. Sesi pematerian menghadirkan narasumber Wakil Dekan Bidang Aset, Keuangan & SDM yakni Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc. Acara dimulai dengan sambutan oleh kepala Perpustakaan Drs. Ign Sudaryadi,M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menegaskan akan visi misi Fakultas Biologi UGM menjadi institusi yang bergerak global sehingga perhatian akan kualitas dari unsur dibawahnya yakni Perpustakaan menjadi sesuatu yang penting pula. “Melalui pembekalan ini, meningkatkan etos kerja dan keterampilan akan berdampak bagi SDM perpustakaan dan mahasiswa volunteer dalam membangun sinergi tata kelola layanan perpustakaan dan dukungan terhadap Visi dan Misi Fakultas Biologi UGM yang berkelanjutan”, ucap beliau.
Sesi pematerian oleh narasumber Wakil Dekan Bidang Aset, Keuangan & SDM mengusung tema tentang profesionalisme etos kerja dan sinergi berkelanjutan dalam membangun kolaborasi. Pada awal sesi, Bapak Dr Slamet Widiyanto, M.Sc. memberikan pemaparan dan sharing-nya terkait pengalaman beliau dalam membangun profesionalisme melalui jiwa kerelawanan berpijak pengalaman yang panjang selama menjadi direktur dalam menangani berbagai mitigasi bencana bersama DERU-UGM . DERU UGM adalah Disaster Response Unit Universitas Gadjah Mada, unit resmi UGM yang bertugas merespons bencana di Indonesia, mengelola relawan mahasiswa, dan menyalurkan bantuan saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, atau letusan gunung berapi, bekerja sama dengan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM dan relawan lainnya. Sesi materi ini sangat berkesan bagi seluruh volunteer dimana memberikan gambaran bagaimana jiwa kerelawanan bergerak membantu banyak orang, menjadi passion pada jati diri volunteer, mendorong semangat kerelawanan kepada teman-teman lain, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat Indonesia. Acara hari Jumat tersebut ditutup dengan semangat kerelawanan, yang menjadi jiwa penting sehingga perlu dikembangkan tidak hanya bagi mahasiswa volunteer namun bagi seluruh mahasiswa dari berbagai Fakultas di Universitas Gadjah Mada.
Kegiatan berikutnya dilanjutkan esok hari Sabtu pukul 08.00 WIB. Acara dimulai dengan diskusi mengenai penyusunan program kerja tahun 2026 oleh seluruh volunteer setelah sesi olahraga dan sarapan.Untuk menutup kegiatan pembekalan perpustakaan tahun 2025, diadakan waktu santai diisi dengan sharing session bersama Penggiat Literasi Budidaya Tanaman Unggul Bpk. Yusuf Sukri Sulaiman dari Kebun Penelitian Sawitsari. Sharing mengusung ilmu mengenai Budidaya Bibit Unggul Tanaman Buah dan dilakukan praktik langsung metode grafting/sambung pucuk pada tanaman buah alpukat. Grafting (sambung pucuk) adalah teknik perbanyakan vegetatif tanaman dengan menggabungkan dua bagian tanaman yang berbeda batang bawah (rootstock) dan batang atas (scion) sehingga keduanya menyatu dan tumbuh menjadi satu tanaman utuh yang menggabungkan sifat unggul dari kedua bagian tersebut, seperti akar kuat dari batang bawah dan buah berkualitas tinggi dari batang atas Acara juga dimeriahkan dengan sesi kuis serta pembagian doorprize sebagai hadiahnya, yang menjadi salah satu momen paling ditunggu peserta. Tak lupa acara dilanjutkan dengan pembagian bingkisan, foto bersama, untuk kemudian berkemas dan sesi kepulangan peserta. Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkannya sinergi kinerja dan profesionalisme etos kerja seluruh elemen baik bagi SDM Perpustakaan dan mahasiswa library volunteer dapat meningkat sehingga berdampak selaras dengan Visi dan Misi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Salam Literasi~
Dokumentasi: Suasana pameran poster, pameran seni, kegiatan sponsor, dan foto dengan suasana happy

Bagi Alex, mahasiswa Environmental Science dari University of Melbourne, keputusan untuk mengikuti program pertukaran di UGM adalah sebuah langkah berani. Tertarik oleh foto-foto kampus yang indah dan lokasi yang dekat dengan Australia, Alex menukar aula kuliah raksasa di Melbourne dengan ruang kelas yang lebih akrab dan santai di Fakultas Biologi UGM.
Cara Belajar yang Lebih Personal
Alex merasakan perubahan besar dalam suasana akademik setibanya di UGM. Berbeda dengan kelas-kelas besar di universitas asalnya, UGM menawarkan kelompok belajar yang lebih kecil dan interaksi yang jauh lebih intens dengan dosen. “Lingkungan akademiknya sangat bagus,” ungkap Alex, seraya menambahkan bahwa mata kuliah seperti Environmental Science, Toksikologi, dan Anatomi Tumbuhan sangat membantu memperdalam ilmunya.
Gaya mengajar yang ia gambarkan sebagai lebih mandiri ternyata memberikan keuntungan tersendiri. Hal ini memungkinkannya menyeimbangkan waktu studi dengan keinginan untuk menjelajahi kota dan membangun koneksi yang lebih dalam dengan sesama mahasiswa.
Melampaui Bali: Menemukan Jantung Kota Jogja
Jika banyak warga Australia hanya mengenal Bali, Alex menemukan sisi lain Indonesia di Yogyakarta. Kesan pertamanya adalah suasana kota yang santai dan keramahan staf serta mahasiswa yang mengejutkan. Satu pengalaman budaya yang membekas baginya bukanlah monumen megah, melainkan jajanan lokal: Cireng isi ayam teriyaki di pasar Sunmor. “Tekstur renyah dan kenyalnya sangat enak, sampai-sampai saya selalu mencari cireng di setiap menu setelah itu!”
Namun, aspek paling unik dari Jogja bagi Alex adalah orang-orangnya. Datang dari kota di mana orang-orang cenderung kurang ramah di ruang publik, ia terharu oleh senyum spontan, anggukan sapaan, dan percakapan yang dimulai begitu saja.
Mengatasi Kecemasan dan Menemukan Perspektif baru
Salah satu kenangan paling “nyata” bagi Alex terjadi di luar kelas saat perjalanan ke Merapi. Ketika motor seorang teman mogok di Kaliurang, hari itu berubah menjadi petualangan sureal yang melibatkan kunjungan ke kedai kopi dadakan hingga momen pengemudi Grab menyeret motor tersebut sepanjang jalan kembali ke UGM.
Mengingat perjalanannya, Alex mengaku awalnya ia merasa cemas pindah ke negara yang belum ia kenal. Sarannya untuk mahasiswa di masa depan adalah untuk melawan rasa takut tersebut:
“Citra apa pun yang Anda miliki tentang Indonesia hampir pasti salah—ada begitu banyak keragaman dan kompleksitas di sini. Datanglah dengan kesiapan untuk menghadapi tantangan terhadap prasangka Anda. Saya tidak bisa membayangkan hidup saya jika dulu saya membatalkan niat ini.”
Alex merangkum pengalamannya dalam tiga kata kuat: Learning, Understanding, dan Real. Baginya, pertukaran ini adalah pengingat bahwa terlepas dari latar belakang yang berbeda, pada tingkat fundamental, kita semua memiliki banyak kemiripan.
















































































