SDG 4 : Pendidikan Berkualitas
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) memulai tahap budidaya labu susu dalam program bertema “Pengembangan Budidaya Labu Susu sebagai Sumber Pangan Nabati Anti Stunting untuk Mewujudkan Kehidupan Tanpa Kelaparan” di Dusun Kebondalem, Madurejo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahap pembenihan dan penanaman ini dilaksanakan sebelum kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, sebagai persiapan lahan budidaya.
Tahap pertama berupa penyemaian benih yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan ini dilakukan oleh dua mahasiswa Fakultas Biologi UGM, yaitu Pradhika Cikal Malika dan Nafi’ah Khoirunnisa. Benih labu susu varietas Citra Laga disemai menggunakan polybag sebagai media tanam awal. Metode penyemaian dalam polybag dipilih untuk memastikan tingkat perkecambahan yang optimal sebelum bibit dipindahkan ke lahan tanam.
Setelah benih berkecambah, tahap penanaman bibit ke lahan dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026. Empat mahasiswa Fakultas Biologi UGM terlibat dalam kegiatan ini, yakni Siti Yulianingsih, Kotimah, Pradhika Cikal Malika, dan Muhammad Meshal Ramadhayesa. Proses penanaman dilakukan di lahan greenhouse yang telah dipersiapkan sebagai lokasi utama program budidaya labu susu. Tim mahasiswa bersama warga setempat memastikan penempatan bibit pada bedengan tanah dilakukan secara presisi dengan jarak tanam yang ideal guna mendukung pertumbuhan organ vegetatif tanaman secara maksimal.
Keberhasilan dua tahapan ini menjadi landasan penting bagi keberlanjutan siklus hidup tanaman Labu Susu Citra Laga di Dusun Kebondalem. Seluruh proses pengabdian ini diharapkan mampu memicu kemandirian Kelompok Tani Tunas Jaya dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mlati dalam memproduksi pangan fungsional secara mandiri. Hilirisasi produk berupa pemanfaatan buah labu susu segar dan tepung bernutrisi tinggi ke depan diarahkan untuk mengentaskan problem stunting wilayah, sekaligus memperkuat rantai pasok produk lokal. [Kotimah]
Mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDG 4)
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17)
Pada Jum’at, 15 Mei 2026 telah berlangsung pertemuan anggota PKK RT 22 Kelurahan Prenggan Kotagede Yogyakarta dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Biologi UGM. Pada pertemuan tersebut telah dilakukan sosialisasi sekaligus edukasi tentang Penyakit Tular Vektor, khususnya yang dibawa oleh Binatang pengerat, tikus. Sebagai narasumber kegiatan adalah Dr.Dra. Rr. Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP&E, M.Biomed. Selain sekitar 30 orang anggota PKK, kegiatan tersebut dihadiri juga oleh ibu ketua PKK RT22, Ibu Ir. Yunizar, Bapak Ketua RT 22 Bapak Wahyu, dan dari pemuda.
Diketahui bahwa penyakit tular vektor saat ini masih menjadi masalah Kesehatan Masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Yogyakarta, khususnya di Kelurahan Prenggan. Beberapa penyakit yang ditularkan oleh vektor diantaranya adalah, DBD, Chikungunya, Zika, Filariasis yang ditularkan nyamuk, juga penyakit pes, leptospirosis, infeksi hanta virus yang bersumber tikus, serta penyakit yang bersumber dari lalat, seperti salmonellosis dan kecacingan. Banyaknya penyakit yang cenderung berada disekitar kehidupan ini telah menimbulkan diskusi yang hangat setelah pemaparan materi. Kegiatan ini akan berlanjut dengan pelatihan dan workshop tatacara penangkapan dan penanganan tikus secara baik dan benar. Kegiatan ini mendukung komitmen global dan nasional dalam upaya untuk mensejahterakan Masyarakat melalui SDGs: (3) Kehidupan sehat dan sejahtera; (4) Pendidikan yang berkualitas; (11) Kota dan Permukiman yang berkelanjutan, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.





























































