BEM’s Recruitment for Leadership and Teamwork (BRILIANT) 2025

Pada tanggal 10 September hingga 30 November 2025 telah dilaksanakan rangkaian kegiatan BRILIANT BEM Biologi 2025 dengan tema Leading with Purpose, Shining with Integrity. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan BEM Biologi kepada calon anggota BEM 2025/2026 (candrarupa) serta mempererat hubungan antara candrarupa dan pengurus BEM Biologi. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara luring di Fakultas Biologi dan Omah Babadan.


Rangkaian kegiatan diawali dengan first gathering yang dilaksanakan pada 10 September 2025 pukul 16.30–20.30 WIB. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Nur Rahma Irsanah selaku koordinator lapangan serta Muhammad Haidar Ali selaku Ketua BEM Biologi UGM 2025 Kabinet Jivana Pradibta. Selanjutnya dilakukan pengenalan tema, tagline, serta pengenalan BEM Biologi oleh Ketua BEM Biologi. Kegiatan dilanjutkan dengan roleplay setiap departemen, ice breaking, serta penyampaian timeline dan tata tertib kegiatan, kemudian ditutup dengan dokumentasi dan penutupan oleh MC.

Kegiatan BRILIANT class 1 dilaksanakan pada 27 September 2025 pukul 12.30–17.30 WIB. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan games sebagai pengantar kegiatan. Selanjutnya dilaksanakan pematerian sesi I oleh Emanuel Prince mengenai Know the Basic Skills of BEM Biology Staff dan pematerian sesi II oleh Aulia Annisa Zahra mengenai keadministrasian BEM Biologi. Kegiatan dilanjutkan dengan quick quest, penyampaian penugasan, pemberian badges, dokumentasi, serta penutupan oleh MC.

Kegiatan BRILIANT class 2 dilaksanakan pada 18 Oktober 2025 pukul 12.30–16.15 WIB. Pematerian sesi I disampaikan oleh Muhammad Nurul Fathoni Adha mengenai Know the Basic Skills of BEM Biology Staff dan pematerian sesi II oleh Arrum Minafa Quthrotun Nada mengenai administrasi keuangan. Setelah pematerian, kegiatan dilanjutkan dengan quick quest dan pembacaan penugasan. Acara ditutup dengan pemberian badges, dokumentasi, dan penutupan oleh MC.

Kegiatan BRILIANT plan and action dilaksanakan pada 1 November 2025 pukul 10.00–16.00 WIB. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan briefing singkat setiap kelompok. Selanjutnya, candrarupa melaksanakan action plan yang telah disusun. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi problem solving dan simulasi audiensi dekanat, kemudian ditutup dengan penugasan, dokumentasi, dan penutupan oleh MC.

Kegiatan BRILIANT intensive discussion dilaksanakan pada 25–26 November 2025 pukul 16.00–21.00 WIB. Kegiatan ini diawali dengan proses registrasi candrarupa. Selanjutnya dilaksanakan wawancara candrarupa yang dilakukan secara individu sebagai bagian dari evaluasi dan pendalaman pemahaman candrarupa terhadap BEM Biologi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.

Acara puncak BRILIANT wrap up dilaksanakan pada 29–30 November 2025 di Omah Babadan. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Nur Rahma Irsanah selaku koordinator lapangan serta Muhammad Haidar Ali selaku Ketua BEM Biologi UGM 2025 Kabinet Jivana Pradibta. Selanjutnya dilaksanakan kegiatan candrarupa exploration point dan pematerian oleh Firchamy Vuqi Aulia mengenai sejarah BEM Biologi, kemudian dilanjutkan dengan pentas seni dan waktu istirahat. Pada hari kedua dilaksanakan acara puncak berupa pelantikan candrarupa yang ditutup dengan pembagian hadiah, penyerahan sertifikat, dan dokumentasi.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan BRILIANT BEM Biologi 2025 terlaksana dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Seluruh kegiatan berjalan tertib serta mendapat antusiasme yang baik dari peserta. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan candrarupa memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai BEM Biologi serta siap berkontribusi secara aktif dalam kepengurusan selanjutnya. [Penulis: BEM]

Prestasi Kontingen Fakultas Biologi dalam Porsenigama 2025

Pekan Olahraga dan Seni Universitas Gadjah Mada atau Porsenigama merupakan sebuah ajang perlombaan di bidang olahraga dan seni yang diselenggarakan secara tahunan oleh Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tempat bagi para mahasiswa untuk menyalurkan bakat dan minatnya di bidang olahraga dan seni. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi ajang bagi atlet serta seniman berbakat dari berbagai fakultas dan sekolah untuk meraih prestasi serta mengharumkan nama baik pribadi maupun fakultas. Porsenigama 2025 diselenggarakan secara offline pada tanggal 19 Oktober–23 November 2025. Porsenigama tahun ini mengangkat tema “Jejak Masa, Bekal untuk Melaju” yang melambangkan Porsenigama 2025 akan menjadi kegiatan yang mewujudkan semangat kebersamaan dan sportivitas atlet maupun seniman.


Pada tahun ini, Fakultas Biologi turut berpartisipasi pada 29 cabang lomba yang terdiri dari 15 cabang olahraga dan 14 tangkai seni. Fakultas Biologi berhasil memperoleh juara pada cabang olahraga Atletik, Berkuda, dan Taekwondo, serta pada tangkai seni Vokal Grup dan Cipta Puisi. Cabang olahraga Atletik yang diwakili oleh Artila Damayanti Pratiwi (2025) berhasil memperoleh medali perak pada kategori Tolak Peluru dan Lompat Jauh. Cabang olahraga Berkuda kategori Preliminary Introductory German Test yang diwakili oleh Diandra Azhariyavi Insiraty (2023) berhasil memperoleh medali perak. Pada cabang olahraga Taekwondo kategori Putri Kyourugi U-67 yang diwakili oleh Aulia Faza Dyasti (2023) berhasil memperoleh medali perak serta kategori Putra Kyourugi U-87 yang diwakili oleh Arsya Fagam Pramudya Deas (2025) berhasil memperoleh medali perunggu. Selanjutnya, pada tangkai seni Vokal Grup yang diwakili oleh Widyadhari Tara Jagaddhita (2024), Jevan Nathaniel Malau (2024), Muhammad Humam Rafi’i (2024), Jaimie Wahab (2024), Rachel Aleya Andriana (2024) dan Lutfina Nuri Fahmida (2024) berhasil memperoleh medali emas. Sementara itu,  pada tangkai seni Cipta Puisi yang diwakili oleh Azka Nabilah Azzahra (2025) berhasil memperoleh medali perak.

Semua prestasi gemilang yang diraih patut diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para mahasiswa Fakultas Biologi untuk terus menorehkan prestasi di bidang olahraga dan seni. Prestasi-prestasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi akhir dari usaha yang telah dilakukan, namun juga dapat membangkitkan semangat dan sportivitas untuk berlaga di Porsenigama pada tahun mendatang. [Penulis: BEM]

Pembekalan Membangun Sinergi Berkelanjutan Visi Misi Fakultas dan Perpustakaan bersama Relawan Mahasiswa (Library Volunteer) Sebagai Pijakan Evaluasi Program Kerja Akhir Tahun 2025

Perpustakaan Fakultas Biologi yang terdiri dari seluruh elemen yakni staf pustakawan serta 12 mahasiswa volunteer menyelenggarakan kegiatan pembekalan sdm dan mahasiswa relawan perpustakaan yang dilaksanakan di “Griya Syabin” Purwobinangun Pakem pada hari Jumat sore hingga Sabtu siang, 19-20 Desember 2025. Pembekalan mengusung tema pembangunan sinergi berkelanjutan visi misi fakultas dan perpustakaan bersama mahasiswa Library Volunteer 2025 dengan tujuan untuk meningkatkan sinergi dan profesionalisme yang berkelanjutan  antara staf pustakawan dan mahasiswa volunteer, serta agar peran library volunteer dalam mendukung layanan perpustakaan dapat semakin meningkat dan berkualitas. Kegiatan dilaksanakan di Kec. Pakem tepatnya pada Pendopo Griya Syabin Penginapan & Homestay Syariah Jamblangan ini tidak hanya melibatkan elemen perpustakaan dan relawan mahasiswa saja, namun mengundang juga narasumber yang profesional di bidang pengembangan SDM dan Relawan yaitu Bpk. Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc. beserta Ibu Astri Fitriani, S.E. yang juga turut mendukung dalam kegiatan ini.

Kegiatan pertama yang dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 19 Desember 2025 dimulai pada pukul 16.00 WIB kedatangan peserta ke lokasi. Sesi berikutnya dilanjutkan pada pukul 18.30 WIB yakni pelaksanaan kegiatan sesi pematerian dan diskusi bersama narasumber bersamaan dengan kegiatan makan bersama sebagai bentuk apreasiasi kepada seluruh elemen perpustakaan. Sesi pematerian menghadirkan narasumber Wakil Dekan Bidang Aset, Keuangan & SDM yakni Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc. Acara dimulai dengan sambutan oleh kepala Perpustakaan Drs. Ign Sudaryadi,M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menegaskan akan visi misi Fakultas Biologi UGM menjadi institusi yang bergerak global sehingga perhatian akan kualitas dari unsur dibawahnya yakni Perpustakaan menjadi sesuatu yang penting pula. “Melalui pembekalan ini, meningkatkan etos kerja dan keterampilan akan berdampak bagi SDM perpustakaan dan mahasiswa volunteer dalam membangun sinergi tata kelola layanan perpustakaan dan dukungan terhadap Visi dan Misi Fakultas Biologi UGM yang berkelanjutan”, ucap beliau.

Sesi pematerian oleh narasumber Wakil Dekan Bidang Aset, Keuangan & SDM mengusung tema tentang profesionalisme etos kerja dan sinergi berkelanjutan dalam membangun kolaborasi. Pada awal sesi, Bapak Dr Slamet Widiyanto, M.Sc. memberikan pemaparan dan sharing-nya terkait pengalaman beliau dalam membangun profesionalisme melalui jiwa kerelawanan berpijak pengalaman yang panjang selama menjadi direktur dalam menangani berbagai mitigasi bencana bersama DERU-UGM . DERU UGM adalah Disaster Response Unit Universitas Gadjah Mada, unit resmi UGM yang bertugas merespons bencana di Indonesia, mengelola relawan mahasiswa, dan menyalurkan bantuan saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, atau letusan gunung berapi, bekerja sama dengan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM dan relawan lainnya. Sesi materi ini sangat berkesan bagi seluruh volunteer dimana memberikan gambaran bagaimana jiwa kerelawanan bergerak membantu banyak orang, menjadi passion pada jati diri volunteer, mendorong semangat kerelawanan kepada teman-teman lain, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat Indonesia. Acara hari Jumat tersebut ditutup dengan semangat kerelawanan, yang menjadi jiwa penting sehingga perlu dikembangkan tidak hanya bagi mahasiswa volunteer namun bagi seluruh mahasiswa dari berbagai Fakultas di Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan berikutnya dilanjutkan esok hari Sabtu pukul 08.00 WIB. Acara dimulai dengan diskusi mengenai penyusunan program kerja tahun 2026 oleh seluruh volunteer setelah sesi olahraga dan sarapan.Untuk menutup kegiatan pembekalan perpustakaan tahun 2025, diadakan waktu santai diisi dengan sharing session bersama Penggiat Literasi  Budidaya Tanaman Unggul Bpk. Yusuf Sukri Sulaiman dari Kebun Penelitian Sawitsari. Sharing  mengusung ilmu mengenai Budidaya Bibit Unggul Tanaman Buah dan dilakukan praktik langsung metode grafting/sambung pucuk pada tanaman buah alpukat. Grafting (sambung pucuk) adalah teknik perbanyakan vegetatif tanaman dengan menggabungkan dua bagian tanaman yang berbeda batang bawah (rootstock) dan batang atas (scion) sehingga keduanya menyatu dan tumbuh menjadi satu tanaman utuh yang menggabungkan sifat unggul dari kedua bagian tersebut, seperti akar kuat dari batang bawah dan buah berkualitas tinggi dari batang atas Acara juga dimeriahkan dengan sesi kuis serta pembagian doorprize sebagai hadiahnya, yang menjadi salah satu momen paling ditunggu peserta. Tak lupa acara dilanjutkan dengan pembagian bingkisan, foto bersama, untuk kemudian berkemas dan sesi kepulangan peserta. Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkannya sinergi kinerja dan profesionalisme etos kerja seluruh elemen baik bagi SDM Perpustakaan dan mahasiswa library volunteer dapat meningkat sehingga berdampak selaras dengan Visi dan Misi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Salam Literasi~

 

“Root to Radiance”: Unifikasi Riset, Pengabdian, dan Pesona Ragam Puspa pada Research Day Fakultas Biologi

Yogyakarta, 27–29 November 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menghadirkan nuansa baru dalam agenda tahunan Research Day 2025 yang bertema “Root to Radiance: Bridging the Beauty of Science and the Theory of Art”, sebuah program yang dirancang untuk mengintegrasikan Biologi yang ilmiah dengan kehalusan seni dalam satu panggung apresiasi biodiversitas. Diselenggarakan selama tiga hari dan terbuka gratis untuk umum, acara ini mengajak publik menyadari bahwa ilmu pengetahuan, pengabdian pada masyarakat, dan seni tidak berjalan sendirian; ketiganya dapat berpadu menjadi pengalaman yang memperkaya nalar sekaligus mengimplementasikan kedekatan ilmu dan kehidupan bermasyarakat.


Research Day 2025 menampilkan pameran poster penelitian dan pengabdian sebagai bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam riset biologis serta pendampingan masyarakat. Setiap poster tidak hanya mempresentasikan metode dan hasil penelitian, tetapi juga menunjukkan bagaimana akademisi muda bergerak bersama masyarakat, memperkuat literasi lingkungan, dan menghadirkan solusi terhadap isu-isu ekologis melalui program pengabdian yang berkelanjutan. Di tengah kompleksitas tantangan lingkungan hidup saat ini, dokumentasi karya akademisi menjadi seruan bahwa pengetahuan harus hadir di ruang publik dan bekerja untuk kehidupan.

Sejalan dengan itu, dimensi berikutnya menghadirkan apresiasi flora melalui pameran seni botani, fotografi, dan karya lukis yang mengacu pada kaidah ilmiah. Keindahan morfologi tumbuhan ditangkap dalam detail presisi—urat daun yang halus, pewarnaan yang akurat, hingga struktur yang diabadikan melalui fotografi ilmiah. Seluruh karya ini menyampaikan pesan bahwa keanekaragaman hayati tidak hanya dapat dipahami melalui angka dan data, melainkan juga dirayakan melalui bahasa visual yang memancarkan keanggunan aneka puspa bangsa.

Kolaborasi bersama IDSBA (Indonesian Society of Botanical Artists), UFO UGM, USER UGM, serta kontributor umum menjadikan pameran ini ruang temu berbagai perspektif: ilmuwan yang bekerja dengan observasi, seniman yang berkarya dengan rasa, dan publik yang belajar menyerap keduanya secara seimbang.

Keterlibatan pengunjung tidak berhenti pada apresiasi visual. Melalui berbagai workshop, acara ini menghadirkan pengalaman interaktif: IDSBA memberikan pelatihan (workshop) ilustrasi botani yang menumbuhkan kepekaan pada anatomi tumbuhan; Aicare menghadirkan mini workshop berbasis teknologi dan keberlanjutan; KiosIjo menyajikan welcome drink brewing tea yang memperkenalkan kekayaan flora herbal Indonesia melalui pendekatan sensorik; sementara Herbaria menampilkan Live Show Press Flowers yang menunjukkan bagaimana herbarium dibentuk menjadi dokumentasi estetis yang bertahan melampaui waktu. Seluruh program ini dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu, menstimulasi kreativitas, dan membuka ruang dialog antara pengetahuan dan pengalaman.

Tema “Root to Radiance” sendiri menjadi simbol perjalanan dari akar pengetahuan yang kokoh menuju pancaran apresiasi yang meluas. Ia menyiratkan bahwa kecemerlangan tidak lahir begitu saja, melainkan tumbuh dari fondasi riset, kerja sosial, dan kesadaran ekologis. Kegiatan ini mendorong publik untuk melihat flora bukan hanya sebagai objek alam, tetapi sebagai bagian integral dari identitas ekologis yang harus dihargai dan dilestarikan. Dengan membiarkan sains berbicara melalui seni, dan seni berlabuh pada landasan ilmiah, acara ini mengajak setiap pengunjung memaknai ulang hubungan manusia dengan alam.

Melalui kolaborasi lintas disiplin dan akses publik yang sepenuhnya gratis, Fakultas Biologi UGM berharap Research Day 2025 tidak hanya menjadi pameran, tetapi sebuah gerakan kecil yang menumbuhkan kepedulian, membuka ruang dialog, dan membangun jembatan antara dunia akademik dengan masyarakat luas. Di tengah urgensi pelestarian biodiversitas Indonesia, kegiatan ini menjadi panggilan untuk melihat lebih dekat, merayakan, dan menjaga pesona ragam puspa yang selama ini menopang kehidupan.

 

Dokumentasi: Suasana pameran poster, pameran seni, kegiatan sponsor, dan foto dengan suasana happy

Fakultas Biologi UGM dan Jasmine Corner Kembali Selenggarakan “SAPA PAGI”

YOGYAKARTA, 22 Desember 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana (UP)melalui kantin  Jasmine Corner telah selesai menyelenggarakan program “SAPA PAGI” (Sarapan Pagi Gratis). Program kali ini telah dimulai sejak tanggal 8 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga 19 Desember 2025 selama masa Ujian Akhir Semester (UAS) tahun ajaran 2025/2026. Kanti Jasmine Corner sendiri merupakan kantin fakultas Biologi yang pengelolaannya diserahkan pada DWP UP Fak Biologi UGM.


Ibu Nurpuji Mumpuni, S.Si., M.Kes., selaku Ketua Dharma Wanit Pengelola Kantin Jasmine Corner, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah memastikan kesehatan dan konsentrasi mahasiswa tetap terjaga selama masa ujian. “Kami ingin memberikan dukungan atau dampak nyata agar mahasiswa bisa fokus dan tenang dalam melaksanakan ujian tanpa perlu khawatir melewatkan sarapan,” ujarnya.

Program ini menuai respons positif dan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. “Sapa Pagi hari ini sehat, mantap, dan luar biasa! Terima kasih Fakultas Biologi dan Jasmine Corner, semoga program ini terus berlanjut,” ujar salah satu mahasiswa di sela-sela menikmati hidangan Sapa Pagi.

Melalui sinergi ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat menciptakan lingkungan akademik yang suportif dan membantu mahasiswa meraih hasil ujian yang maksimal. Selain itu, program ini merupakan langkah nyata fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG Nomor 2 (Tanpa Kelaparan) untuk memastikan ketahanan pangan di lingkungan kampus, serta SDG Nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas).

Dengan komitmen yang terus terjaga, Fakultas Biologi UGM dan Jasmine Corner berharap program SAPA PAGI akan terus menjadi inspirasi dan dukungan moral bagi mahasiswa di masa-masa ujian mendatang.

Seminar Hasil Penelitian Mahasiswa Doktor Biologi Fakultas Biologi UGM

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Mahasiswa Program Doktor Biologi pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Mata Kuliah Penelitian yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Doktor Biologi.


Kegiatan seminar diawali dengan laporan Ketua Program Studi Doktor Biologi, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., yang memaparkan pelaksanaan Mata Kuliah Penelitian serta perannya dalam memantau capaian penelitian mahasiswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang menegaskan komitmen fakultas dalam menjaga mutu akademik serta mendorong penelitian yang berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Seminar ini diikuti oleh mahasiswa doktor yang sedang menempuh Mata Kuliah Penelitian, dengan tujuan untuk memaparkan perkembangan dan capaian hasil penelitian yang telah dilakukan selama satu semester. Dalam forum akademik ini, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian sementara, menguraikan berbagai kendala yang dihadapi selama proses penelitian, serta menyampaikan rencana dan strategi penelitian ke depan. Selain presentasi lisan, mahasiswa juga menampilkan poster penelitian mereka sebagai sarana publikasi ilmiah, sehingga mereka dapat melatih kemampuan menyajikan hasil penelitian secara profesional dan komunikatif.

Topik-topik penelitian yang dipresentasikan mencerminkan kontribusi keilmuan Fakultas Biologi UGM terhadap sejumlah SDGs, antara lain SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui kajian di bidang kesehatan dan biologi medis, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan dan riset doktoral, SDG 13 (Climate Action) terkait respons biologis terhadap perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 15 (Life on Land) melalui penelitian biodiversitas, ekologi, serta konservasi sumber daya hayati.

Setiap mahasiswa mempresentasikan penelitiannya di hadapan Tim Promotor, yang bertindak sebagai penilai sekaligus pemberi masukan akademik. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup kesesuaian antara rencana dan hasil penelitian, kedalaman analisis ilmiah, kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan penelitian, serta kejelasan rencana tindak lanjut penelitian yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan seminar ini, Fakultas Biologi UGM mendorong terciptanya budaya akademik yang kritis dan konstruktif, sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan penelitian mahasiswa doktor berjalan sesuai dengan standar mutu akademik dan peta jalan keilmuan yang telah ditetapkan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di tingkat nasional dan global.

Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM Selenggarakan Pelatihan Teknis Budidaya Lebah Madu

Yogyakarta, 17 Desember 2025 — Laboratorium Entomologi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Lebah Madu pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Teaching Lab Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini diikuti oleh 12 peserta, terdiri atas 10 peserta dari Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) dan 2 peserta dari Wisata Buah Manisrenggo.


Pelatihan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis peserta dalam pengelolaan lebah madu sebagai penyerbuk alami yang bernilai ekologis dan ekonomis. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang hari dengan penekanan pada praktik lapangan dan penguatan konsep dasar.

Sesi pagi hingga siang diisi dengan praktik pemindahan koloni lebah madu yang dipandu oleh Bapak Drs. Hari Purwanto, M.P, Ph.D. Pada sesi ini, peserta mempelajari teknik pemindahan koloni yang aman dan efektif, mulai dari persiapan peralatan, penanganan koloni, hingga aspek keselamatan kerja.

Memasuki sesi siang, pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Drs. Ign. Sudaryadi, S.Si., M.Kes. dan Bapak Sukirno, S.Si., M.Sc.,Ph.D. yang membahas biologi lebah madu, mencakup taksonomi, perilaku, siklus hidup, serta peran lebah dalam ekosistem. Selanjutnya, Ibu Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si. menyampaikan materi pengenalan bunga sebagai sumber pakan lebah, menekankan pentingnya ketersediaan dan keberagaman flora untuk mendukung produktivitas koloni.

Melalui pelatihan ini, Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM berharap peserta memperoleh kompetensi yang aplikatif untuk mendukung upaya konservasi, pengelolaan penyerbuk, serta pengembangan budidaya lebah madu yang berkelanjutan di wilayah masing-masing.

Learning, Understanding, Real: Pengalaman Alex Wood dalam Program Pertukaran Pelajar di Biologi UGM


Bagi Alex, mahasiswa Environmental Science dari University of Melbourne, keputusan untuk mengikuti program pertukaran di UGM adalah sebuah langkah berani. Tertarik oleh foto-foto kampus yang indah dan lokasi yang dekat dengan Australia, Alex menukar aula kuliah raksasa di Melbourne dengan ruang kelas yang lebih akrab dan santai di Fakultas Biologi UGM.

Cara Belajar yang Lebih Personal

Alex merasakan perubahan besar dalam suasana akademik setibanya di UGM. Berbeda dengan kelas-kelas besar di universitas asalnya, UGM menawarkan kelompok belajar yang lebih kecil dan interaksi yang jauh lebih intens dengan dosen. “Lingkungan akademiknya sangat bagus,” ungkap Alex, seraya menambahkan bahwa mata kuliah seperti Environmental Science, Toksikologi, dan Anatomi Tumbuhan sangat membantu memperdalam ilmunya.

Gaya mengajar yang ia gambarkan sebagai lebih mandiri ternyata memberikan keuntungan tersendiri. Hal ini memungkinkannya menyeimbangkan waktu studi dengan keinginan untuk menjelajahi kota dan membangun koneksi yang lebih dalam dengan sesama mahasiswa.

Melampaui Bali: Menemukan Jantung Kota Jogja

Jika banyak warga Australia hanya mengenal Bali, Alex menemukan sisi lain Indonesia di Yogyakarta. Kesan pertamanya adalah suasana kota yang santai dan keramahan staf serta mahasiswa yang mengejutkan. Satu pengalaman budaya yang membekas baginya bukanlah monumen megah, melainkan jajanan lokal: Cireng isi ayam teriyaki di pasar Sunmor. “Tekstur renyah dan kenyalnya sangat enak, sampai-sampai saya selalu mencari cireng di setiap menu setelah itu!”

Namun, aspek paling unik dari Jogja bagi Alex adalah orang-orangnya. Datang dari kota di mana orang-orang cenderung kurang ramah di ruang publik, ia terharu oleh senyum spontan, anggukan sapaan, dan percakapan yang dimulai begitu saja.

Mengatasi Kecemasan dan Menemukan Perspektif baru

Salah satu kenangan paling “nyata” bagi Alex terjadi di luar kelas saat perjalanan ke Merapi. Ketika motor seorang teman mogok di Kaliurang, hari itu berubah menjadi petualangan sureal yang melibatkan kunjungan ke kedai kopi dadakan hingga momen pengemudi Grab menyeret motor tersebut sepanjang jalan kembali ke UGM.

Mengingat perjalanannya, Alex mengaku awalnya ia merasa cemas pindah ke negara yang belum ia kenal. Sarannya untuk mahasiswa di masa depan adalah untuk melawan rasa takut tersebut:

“Citra apa pun yang Anda miliki tentang Indonesia hampir pasti salah—ada begitu banyak keragaman dan kompleksitas di sini. Datanglah dengan kesiapan untuk menghadapi tantangan terhadap prasangka Anda. Saya tidak bisa membayangkan hidup saya jika dulu saya membatalkan niat ini.”

Alex merangkum pengalamannya dalam tiga kata kuat: Learning, Understanding, dan Real. Baginya, pertukaran ini adalah pengingat bahwa terlepas dari latar belakang yang berbeda, pada tingkat fundamental, kita semua memiliki banyak kemiripan.