SDG 4 : Pendidikan Berkualitas
Yogyakarta, 18 Juni 2026 – Program Studi Doktor Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Seminar Penelitian Disertasi Mahasiswa yang diikuti oleh 47 mahasiswa peserta mata kuliah Penelitian I (16 peserta), Penelitian II (16 peserta), dan Penelitian III (15 peserta). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan diseminasi kemajuan penelitian mahasiswa doktoral dalam mendukung penyelesaian studi serta peningkatan kualitas luaran riset.
Bertempat di Gedung Biodiversitas Fakultas Biologi UGM, seminar dilaksanakan melalui dua skema, yakni presentasi oral yang berlangsung secara paralel di Ruang 1 dan Ruang 2 serta pameran poster di Selasar Utara Gedung Biodiversitas. Acara diawali dengan laporan Ketua Program Studi Doktor Biologi, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., dan sambutan sekaligus pembukaan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.
Dalam laporannya, Prof. Rina menyampaikan bahwa seminar penelitian merupakan bagian dari mekanisme evaluasi akademik untuk memantau perkembangan penelitian mahasiswa serta memastikan capaian pembelajaran pada jenjang doktoral. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh masukan dari promotor, ko-promotor, dosen, dan peserta seminar guna menyempurnakan penelitian yang sedang dijalankan. Seminar ini juga dihadiri oleh sejumlah promotor internasional yang terlibat dalam pembimbingan mahasiswa doktoral, yaitu Prof. P. J. A. Kessler dari Leiden University, Belanda, Prof. Chiharu Nakashima, Ph.D. dari Mie University, Jepang serta Prof. Said Ali Eid Elsalamouny dari Cairo University, Mesir. Kehadiran para akademisi internasional tersebut mencerminkan penguatan jejaring akademik global yang terus dikembangkan oleh Program Studi Doktor Biologi UGM.
Seminar menampilkan beragam topik penelitian yang mencakup bidang penelitian biologi, mulai dari biodiversitas, biologi fungsional, bioteknologi, mikrobiologi, ekologi, hingga biologi molekuler. Keragaman tema tersebut menunjukkan kontribusi Program Studi Doktor Biologi UGM dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Melalui sesi presentasi dan poster, peserta tidak hanya memaparkan capaian penelitian, tetapi juga terlibat dalam diskusi ilmiah yang memperkaya perspektif, memperkuat pendekatan penelitian, serta membuka peluang kolaborasi akademik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Program Studi Doktor Biologi UGM dalam menjaga mutu pendidikan doktoral dan menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi pada pengembangan sains di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan berkualitas) melalui penguatan mutu pendidikan tinggi dan kapasitas penelitian, SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi berbasis riset, serta SDG 17 (Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi akademik dan jejaring keilmuan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Yogyakarta – Salah satu dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Siti Nurbaiti, S.Si., berkesempatan mengikuti kegiatan 2026 Training-Workshop on Transformational Agricultural Innovation Systems (TrAInS) for the New Future yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA). Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta terpilih dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara meliputi Filipina, Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Vietnam, dengan latar belakang yang beragam, mulai dari akademisi, pembuat kebijakan, hingga praktisi industri. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta dalam mengembangkan sistem inovasi pertanian yang transformatif dan inklusif, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan global.
Program TrAInS ini terdiri dari rangkaian sesi daring (online sessions) yang dilaksanakan pada tanggal 6, 8, 13, dan 15 April 2026 serta pertemuan luring (in-person sessions) yang dilaksanakan di Universiti Putra Malaysia (UPM), Selangor – Malaysia, pada tanggal 27 – 29 April 2026. Sebagai bagian dari kegiatan, peserta diminta untuk melakukan pre-assessment terkait kondisi sistem inovasi pertanian di negara masing-masing, yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam pengembangan skenario dan rencana aksi selama program berlangsung. Selama sesi daring, peserta mendapatkan berbagai materi dari pakar internasional yang membahas peran kebijakan dalam mendorong inovasi pertanian, pentingnya integrasi antara riset, penyuluhan, dan kebijakan, serta strategi percepatan adopsi teknologi melalui pendekatan technology transfer dan digital extension. Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya kolaborasi lintas disiplin serta pergeseran pola pikir dari akademisi menuju pendekatan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada dampak. Topik lain yang turut menjadi perhatian adalah integrasi pengetahuan lokal (indigenous knowledge) dalam sistem inovasi pertanian. Melalui studi kasus dari berbagai negara, peserta memperoleh wawasan mengenai bagaimana pengetahuan lokal dapat berkontribusi secara signifikan dalam mendukung keberlanjutan sistem pertanian apabila diintegrasikan secara tepat dalam kebijakan dan praktik di lapangan.
Pada in-person sessions di UPM, peserta diajak untuk mengkaji studi kasus nyata dan melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas inovasi di Putra Science Park UPM, meliputi Plant Factory, Farm Fresh, dan Bio-Angle Vacs. Plant Factory UPM merupakan fasilitas pertanian vertikal modern berbasis artificial intelligence yang memungkinkan budidaya tanaman dilakukan dalam lingkungan seperti cahaya, suhu, kelembapan, nutrisi, dan konsentrasi CO₂ secara presisi dan terkendali sehingga produktivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya dapat ditingkatkan. Farm Fresh, salah satu perusahaan agribisnis terkemuka di Malaysia, berkolaborasi dengan UPM dalam mengembangkan sistem peternakan sapi perah terintegrasi. Bio-Angle Vacs merupakan perusahaan bioteknologi yang bergerak dalam pengembangan vaksin dan produk kesehatan hewan. Rangkaian kunjungan ini memberikan gambaran mengenai proses hilirisasi hasil riset, mulai dari penelitian dan pengembangan (R&D), pengujian produk, hingga komersialisasi inovasi.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga diminta untuk menyusun action plan sebagai bentuk implementasi konsep AIS di konteks masing-masing. Salah satu gagasan yang akan coba dikembangkan oleh Dr. Nurbaiti adalah penguatan sistem produksi beras berpigmen (pigmented rice) sebagai pangan fungsional. Gagasan ini menekankan pentingnya keterlibatan petani melalui pendekatan bertahap, penguatan kemitraan dengan industri, serta peningkatan kesadaran konsumen. Selain itu, pendekatan pembelajaran antarpetani (farmer-to-farmer learning) juga diusulkan sebagai strategi untuk mempercepat adopsi inovasi dan pemasaran di tingkat lapangan.
Partisipasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas dosen Fakultas Biologi UGM dalam menghubungkan riset dasar dengan implementasi di lapangan, membuka peluang kolaborasi, serta mendorong kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan sistem inovasi pertanian di Indonesia. Dengan keterlibatan aktif dalam program ini, diharapkan Fakultas Biologi UGM dapat terus berperan dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Melaui ini juga diharapkan mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) termasuk SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Pada hari Kamis 11 Juni 2026, salah satu tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada telah melaksanakan kegiatan pertama berupa rapat koordinasi dengan Kalurahan Purwomartani yang diwakili oleh Bravo Bi’tsa Nilal Inaya S.I.P, M.A, selaku Kepala Urusan Pangripta, Kalurahan Purwomartani, Sleman, Yogyakarta. Rapat koordinasi tersebut berupa pemaparan program-program pengabdian masyarakat dengan tema “Peningkatan Peran Masyarakat Kalurahan Purwomartani, Sleman dalam Optimalisasi Pekarangan dengan Tanaman Legum sebagai Upaya Mendukung Kota dan Pemukiman Berkelanjutan”. Pemaparan program-program tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Endah Retnaningrum, S.Si., M.Eng., selaku Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat sekaligus Guru Besar Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Biologi, UGM, dibantu oleh anggota tim, yaitu Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St. (Guru Besar Laboratorium Fisiologi Tumbuhan), Siti Nurleily Marliana, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Dosen Laboratorium Ekologi dan Konservasi), Akbar Reza, S.Si., M.Sc.(Dosen Laboratorium Ekologi dan Konservasi), Aulia Annisa Azzahra (Mahasiswa S1), Elsa Sabrina (Mahasiswa S1), Indah Sukma Ningsih, S.Si. (Mahasiswa S2), Rizky Danang Susetyo, S.Si., M.Si. (Mahasiswa S3), dan Suryani Musa, S.Pd., M.Sc. (Mahasiswa S3).
Pemaparan program tersebut dilatar belakangi oleh berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar kawasan pemukiman Kalurahan Purwomartani, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat ini berencana memulai optimalisasi pekarangan dengan tanaman legum sebagai upaya mendukung kota dan pemukiman yang ramah lingkungan. Tanaman legum dipilih karena peran ekologisnya yang sangat vital dalam simbiosis dengan bakteri pemfiksasi N2 dari udara. Selain itu, tanaman legum mampu memperbaiki struktur tanah dan menahan erosi. Program ini sebagai langkah konkret dalam mendukung terciptanya kota dan pemukiman yang berkelanjutan yang disesuaikan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomer 11 (SDG 11).
Program ini direncanakan tidak hanya sebagai bentuk mitigasi dalam mengatasi dampak negatif dari oleh berkurangnya RTH di sekitar kawasan pemukiman Kalurahan Purwomartani, melainkan juga sebagai untuk memberikan manfaat ekonomi, kesehatan, dan pendidikan bagi masyarakat sekitarnya. Selain sebagai sarana dalam mendukung SDG 11 Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, program ini juga mendukung SDG 15 (Ekosistem Daratan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Oleh karena itu, sinergi antara akademisi Fakultas Biologi UGM dan Masyarakat Kalurahan Purwomartani diharapkan dapat projek pilot bagi pemanfaatan lahan pekarangan sempit menjadi RTH yang produktif dan bernilai ekonomi yang tinggi.
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Provinsi Jawa Timur bersama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan kegiatan penguatan kompetensi guru berbasis laboratorium melalui praktikum bertajuk “Kajian Kromosom dalam Siklus Sel melalui Pendekatan Sitogenetika” pada Senin, 15 Juni 2026 di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi, UGM. Kegiatan yang diikuti oleh 34 guru biologi tingkat Madrasah Aliyah (MA) ini menghadirkan pengalaman pembelajaran berbasis riset dan hands-on laboratory yang memungkinkan peserta memahami konsep sitogenetika, siklus sel, serta analisis kromosom tumbuhan secara lebih mendalam melalui praktik dan pengamatan langsung di laboratorium.
Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Kepala Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pembelajaran biologi berbasis riset dan eksperimen laboratorium sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan sains yang lebih kontekstual, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan ilmiah.
Sesi pertama kegiatan difokuskan pada praktikum preparasi kromosom menggunakan akar bawang merah sebagai objek pengamatan mitosis. Praktikum dipandu oleh instruktur Denianto Agung Wicaksono, S.Si. bersama asisten laboratorium. Pada sesi ini, peserta melakukan praktik secara langsung mulai dari tahapan pemotongan akar, perlakuan fiksasi, proses maserasi, pewarnaan kromosom menggunakan aceto-orcein, hingga teknik squash dan pengamatan preparat menggunakan mikroskop. Melalui pendekatan hands-on laboratory, peserta memperoleh pengalaman dalam mengamati fase-fase pembelahan sel serta memahami prinsip dasar preparasi sitogenetika tumbuhan.
Selama sesi pengamatan mikroskopis, peserta berhasil mengidentifikasi berbagai fase mitosis, mulai dari profase, prometafase, metafase, anafase, hingga telofase pada sel meristem akar bawang merah. Selain memperkuat pemahaman mengenai dinamika siklus sel, kegiatan ini juga memperkenalkan metode sitogenetika yang umum digunakan dalam penelitian genetika dan pemuliaan tanaman.
Sesi kedua dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik penyusunan kariotipe serta idiogram kromosom yang dipandu oleh instruktur Tiara Putria Judith, S.Si. bersama asisten laboratorium. Peserta diperkenalkan pada teknik analisis kromosom menggunakan perangkat lunak ImageRaster, meliputi kalibrasi, pengukuran panjang lengan kromosom, identifikasi posisi sentromer, analisis morfologi kromosom, hingga penyusunan idiogram sebagai representasi visual karakter kromosom suatu organisme. Kegiatan ini memberikan wawasan praktis mengenai pendekatan analisis kromosom secara kuantitatif dan sistematis yang banyak diterapkan dalam kajian sitogenetika modern.
Kegiatan praktikum “Kajian Kromosom dalam Siklus Sel melalui Pendekatan Sitogenetika” turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan berbasis praktikum dan riset, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan kompetensi penelitian dan inovasi laboratorium, SDG 15 (Life on Land) melalui peningkatan pemahaman mengenai keanekaragaman dan karakter genetik tumbuhan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi akademik antara perguruan tinggi dan MGMP Biologi Provinsi Jawa Timur.
Yogyakarta, 11 Juni 2026– Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Karina Raihana Salsabila, mahasiswa Fakultas Biologi UGM, berhasil meraih Medali Emas Bidang Biologi pada Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 8–12 Juni 2026.
ONMIPA-PT merupakan ajang kompetisi sains nasional bagi mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia yang mencakup empat bidang keilmuan, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Pada tahun 2026, kompetisi ini diikuti oleh ratusan finalis terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang telah melalui tahapan seleksi internal dan seleksi wilayah.
Pada bidang Biologi, Universitas Gadjah Mada meloloskan empat mahasiswa ke tingkat nasional, yaitu Ganang Fattahuddien Attar dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan; Karina Raihana Salsabila dari Fakultas Biologi; Made Laksmi Priyahita dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan; serta Qais Zaidan Altaf dari Fakultas Biologi. Dari kontingen tersebut, UGM berhasil meraih dua medali pada bidang Biologi, yaitu Medali Emas oleh Karina Raihana Salsabila dan Medali Perak oleh Ganang Fattahuddien Attar.
Capaian Karina menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Biologi UGM karena menunjukkan kualitas akademik mahasiswa dalam penguasaan konsep biologi, kemampuan analitis, serta daya saing pada kompetisi sains tingkat nasional. Keberhasilan ini juga mencerminkan ekosistem akademik Fakultas Biologi UGM yang terus mendorong mahasiswa untuk berprestasi, mengembangkan kapasitas keilmuan, dan berkontribusi dalam penguatan budaya ilmiah di Indonesia.
Selain Karina, partisipasi Qais Zaidan Altaf sebagai finalis nasional bidang Biologi juga menjadi bagian penting dari kontribusi Fakultas Biologi UGM dalam kontingen ONMIPA-PT 2026. Kehadiran dua mahasiswa Fakultas Biologi UGM pada tingkat nasional menunjukkan konsistensi fakultas dalam membina talenta muda di bidang sains hayati.
Fakultas Biologi UGM menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Karina Raihana Salsabila atas perolehan Medali Emas, kepada Qais Zaidan Altaf atas keberhasilannya menjadi finalis nasional, serta kepada seluruh kontingen ONMIPA UGM yang telah berjuang dan mengharumkan nama universitas. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Fakultas Biologi UGM untuk terus mengembangkan potensi, memperkuat kompetensi akademik, dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan. [Penulis: FS]
Mendukung Pengembangan Pendidikan, Fakultas Biologi UGM Selenggarakan Pelatihan Penyusunan Kurikulum
Yogyakarta, 11 Juni 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Kurikulum dan Pengembangan Tenaga Pendidik pada 9-10 Juni 2026 di Grand Rohan Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan fakultas, pengelola program studi serta seluruh dosen sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik dalam merancang kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan terkini.
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemahaman dosen terhadap proses penyusunan kurikulum sebagai fondasi penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, fakultas juga perlu memfasilitasi pengembangan kompetensi dosen agar mampu menyusun kurikulum yang relevan dengan perkembangan ilmu dan tuntutan zaman.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai kebijakan kurikulum pendidikan tinggi yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc. Dalam paparannya, Prof. Bambang menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa aspek, diantaranya status akreditasi prodi, regulasi yang berlaku, rekomendasi lembaga akreditasi, hasil benchmarking, sistem penjaminan mutu serta transformasi ilmu biologi yang semakin berkembang secara multidisiplin dan transdisiplin. Prof. Bambang juga menekankan bahwa kurikulum pendidikan tinggi saat ini sangat diarahkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih fleksible dan mampu menjawab tantangan global melalui pendekatan transdisiplin yang mengintegrasikan berbagai ilmu.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Magister Biologi, Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si., yang memaparkan implementasi kurikulum yang sedang berjalan sekaligus memperkenalkan rumusan awal Kurikulum 2026 untuk Program Studi Magister Biologi. Sesi selanjutnya diisi oleh Ketua Program Studi Doktor Biologi, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., yang juga menyampaikan implementasi kurikulum yang berjalan saat ini dan rumusan kurikulum 2026 untuk Program Studi Doktor Biologi.
Berbagai masukan dan saran konstruktif dari para dosen dalam sesi diskusi berlangsung secara aktif. Masukan tersebut akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan rancangan kurikulum 2026 di Fakultas Biologi UGM.
Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan pemaparan kembali oleh Prof. Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. terkait berbagai regulasi dan kebijakan akademik yang berkaitan denagn publikasi. Selanjutnya, Ketua Program Studi Sarjana Biologi, Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D., mempresentasikan rancangan Kurikulum 2026 untuk Program Studi Sarjana Biologi yang telah disusun berdasarkan hasil evaluasi kurikulum yang saat ini sedang berjalan.
Diskusi yang melibatkan dosen kembali menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan hari kedua. Melalui forum tersebut, para dosen memberikan berbagai pandangan terkait struktur kurikulum, peta kurikulum, mata kuliah baru, serta penguatan kompetensi yang diperlukan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM berupaya memastikan bahwa Kurikulum 2026 disusun secara partisipatif, komprehensif, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan mahasiswa. Penguatan kualitas kurikulum diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan kolaboratif.
#SDG 4: Pendidikan Berkualitas
#SDG 14: Ekosistem Lautan
#SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)







































































