SDG 4 : Pendidikan Berkualitas
Pada hari Sabtu, 4 November 2023, Departemen Manajemen Opini Publik BEM Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Lembaga PERS Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) SINTESA UGM sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Pemanfaatan Biomassa untuk Energi Baru Terbarukan” dengan judul seminar “Potensi dan Tantangan Biomassa Sebagai Energi Baru Terbarukan” secara luring di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi. Acara tersebut membahas isu-isu terkait energi baru terbarukan dengan fokus pada sudut pandang sains dan sosial.
Seminar yang dipandu oleh Muhammad Farrel Zharif Zidane dan Fatiha Esti Murwani sebagai MC tersebut dihadiri oleh sekitar 150 peserta dari berbagai fakultas dalam lingkup UGM dan peserta dari luar UGM. Seminar diawali dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Himne Universitas Gadjah Mada, dan Mars Fakultas Biologi bersama-sama. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Rima Arvisya Natania Putri selaku ketua panitia dan Fathur Syahrian Ramadhani selaku ketua BEM Biologi. Selanjutnya, dilakukan kegiatan inti berupa penyampaian materi yang dimoderatori oleh Muhammad Fauzi. Penyampaian materi dilakukan oleh dua pembicara, yakni pembicara pertama, Bapak Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. yang membahas seputar energi terbarukan dan pemanfaatannya dalam sudut pandang sains. Beliau merupakan seorang ahli dalam bidang Biologi Tumbuhan dan algae serta pemanfaatannya dalam mengembangkan energi terbarukan. Kemudian pembicara kedua, yakni Ibu Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, S.IP., M.PP. yang membahas sudut pandang sosial terkait penggunaan energi terbarukan di masyarakat. Ibu Poppy memiliki pengalaman luas dalam penelitian dan analisis terkait isu-isu sosial.
Seminar ini menjadi wadah bagi para peserta untuk mendiskusikan isu-isu terkini seputar energi dan menginspirasi tindakan positif dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BEM Biologi UGM dan SINTESA FISIPOL UGM dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya energi terbarukan dalam konteks sains dan sosial. [Penulis: BEM]
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) telah melaksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Kultur Jaringan pada hari Minggu, 12 November 2023. Kegiatan dilaksanakan di PKBM Ibnu Hajar (Pasinaon Laboratory), Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, dengan jumlah peserta sebanyak 30 partisipan dari SMK Negeri 1 Salam. Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Kultur Jaringan sukses dilaksanakan bersama dengan Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. selaku dosen pembimbing dan 19 mahasiswa Program Studi Sarjana Biologi Fakultas Biologi UGM.
PKBM Ibnu Hajar merupakan instansi pembelajaran nonformal yang diinisiasi oleh masyarakat. PKBM ini memfasilitasi peserta didiknya untuk belajar dan melatih kemampuan di luar sekolah formal. Salah satu fasilitas yang dimiliki oleh PKBM Ibnu Hajar adalah Pasinaon Laboratory, yaitu laboratorium skala rumah tangga yang dapat digunakan untuk melakukan perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan. Adanya fasilitas tersebut akan membuka potensi baru yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh kalangan baik dari segi edukasi maupun ekonomi. Oleh karena itu, Tim PkM-MBKM Anggrek melakukan pelatihan kultur jaringan bagi generasi muda Indonesia, khususnya siswa-siswi SMK N 1 Salam untuk memaksimalkan potensi tersebut dalam rangka mencetak generasi yang handal dalam mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045. Topik kegiatan ini mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) untuk 4 tujuan yaitu tujuan ke 3, 4, 11 dan 17: Kesehatan dan kesejahteraan yang baik; Pendidikan berkualitas; Kota dan masyarakat berkelanjutan; serta Kemitraan untuk mencapai tujuan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Safira Ameliani Ifada selaku MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Dra. Ida Fitri Lusiana selaku Pendiri PKBM Ibnu Hajar dan Prof. Dr. Endang Semiarti M.S., M.Sc. Materi “Pengenalan Budidaya Anggrek dengan Kultur Jaringan untuk Pemula” disampaikan oleh Prof. Endang Semiarti dan dimoderatori oleh Indriyani Khofifah. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan berbagai jenis anggrek dan nilai pentingnya sebagai biodiversitas nasional, proses budidaya dan perawatan, serta prospek ekonominya. Setelah pematerian, peserta pelatihan melakukan penaburan biji anggrek dendrobium dan subkultur eksplan anggrek Cymbidium ensifolium. Pelatihan dipandu oleh 6 mahasiswa, yaitu Anisa Dewi Rahayu, Siddharta Arya Anggoro Cen, Novi Astuti Indra Paranita, Gerald Dafa Rizaldy, Khansa Huwaida, dan Gina Septiani Agustin. Penaburan biji dan subkultur dilakukan selama 80 menit. Pelatihan ditutup dengan diskusi interaktif antara peserta dengan mahasiswa PKM-MBKM dan Prof. Endang. Pertemuan diakhiri dengan penyerahan Sertifikat dan Buku Ajar “Bioteknologi Tanaman” dari Fakultas Biologi UGM kepada SMK N I Salam dan Perpustakaan PKBM Ibnu Hajar.
Sosialisasi dan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi tonggak awal bagi Desa Sirahan dan SMK N 1 Salam dalam mengembangkan kemampuan kultur jaringan. Dasar-dasar teknik kultur jaringan yang diajarkan dalam acara ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan lebih lanjut oleh peserta. Adanya perkembangan teknologi menyebabkan teknik kultur jaringan menjadi mudah dan biaya terjangkau sehingga dapat dilakukan walaupun dengan alat dan bahan yang sederhana. Selain itu, keunggulan kultur jaringan yang cepat dalam memproduksi tanaman secara massal dan seragam akan meningkatkan produksi tanaman sehingga perekonomian menjadi lebih maju.Kerjasama antara PKBM Ibnu Hajar dan Pasinaon Laboratory dengan Fakultas Biologi UGM dapat terus berkelanjutan untuk mencapai tujuan peningkatan pendidikan generasi muda yang akan mendukung ekonomi masyarakat [Penulis: Muhammad Fityatul Haq dan Fitra Laras Wigati]
Konferensi internasional biologi untuk pelajar atau International Conference of Biology for Students adalah acara yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya. Acara ini berlangsung selama dua hari pada 12-13 November 2023 secara hybrid di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya dan secara daring melalui aplikasi zoom.
Topik yang diangkat dalam konferensi ini sangat luas, mulai dari bioinformatika, bioteknologi, biologi molekuler, kesehatan & farmasi, mikrobiologi, zoologi, ekologi, agrikultur, konservasi, dan edukasi biologi. Selain konferensi, ada juga kompetisi start-up bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ide penelitian mereka pada dunia bisnis.
Konferensi ini diikuti oleh pelajar dari berbagai tingkat pendidikan mulai dari sekolah menengah atas, program sarjana, program magister, hingga program doktor dari berbagai instansi pendidikan dari Indonesia maupun luar negeri. Dari banyaknya peserta, terdapat 14 abstrak yang dikumpulkan oleh mahasiwa-mahasiswi Universitas Gadjah Mada. Dari semua peserta dari UGM itu, 13 abstrak diantaranya berasal dari mahasiswa-mahasiswi dari Fakultas Biologi.
Acara dimulai pada Hari Minggu 12 November 2023 dengan kata sambutan dari Prof. Muhaimin Rifa’i dan Anissa Nofita Sari, Ph.D untuk membuka acara. Kemudian acara dilanjutkan dengan lecture yang sangat menarik dari dua keynote speaker Dr. Riza A. Putranto, Ph.D dan Dr. Ajeng K. Purnomo. Setelah istirahat, para peserta dipecah pada 10 ruangan terpisah untuk paralel session sesuai dengan minat penelitian masing-masing.
Hari kedua pada Hari Senin, 13 November 2023 diisi oleh kompetisi bisnis rintisan, lecture yang insightful dari dua keynote speaker Dr. Tengku Ahmad Ridhaudin dan Prof. Dr. Wolfgang Nellen, dan diakhiri dengan awarding ceremony untuk presenter dan rintisan terbaik dari setiap kategori yang dikompetisikan
Konferensi ini menjadi tempat dan kesempatan yang baik untuk para pelajar yang memiliki ide-ide cemerlang untuk disampaikan pada masyarakat umum. Konferensi ini bisa menjadi tempat belajar dan tempat menimba pengalaman bagi para pelajar, khususnya pelajar sekolah menengah atas, agar secara dini bisa merasakan atmosfir konferensi ilmiah internasional. Harapannya agar acara ini dapat diadakan lagi untuk tahun-tahun selanjutnya dan mencakup topik yang lebih luas (SEET).
Mikroalga merupakan salah satu tanaman air yang memiliki banyak manfaat. Umumnya mikroalga digunakan sebagai bahan tambahan pakan dalam budidaya akuakultur karena dapat berperan dalam penambahan berat badan dan peningkatan ketahanan terhadap penyakit pada ikan. Topik inilah yang diusung oleh tim MBKM Penelitian Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang beranggotakan Dimas Anggoro Putranto, Hardian Ridho Alfalah, dan Rahmi Ramadhani Putri.
Pada proyek riset ini, diusung judul “Studi In silico Potensi Mikroalga sebagai Sumber Pakan Immunostimulan pada Ikan Sidat”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikroalga Chlorella sp, Nannochloropsis sp, dan Spirulina sp. Kegiatan MBKM penelitian ini berkolaborasi dengan INBIO dalam rangka mengembangkan inovasi dan meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang bioinformatika dan biomolekuler. INBIO (Indonesia Bioinformatics and Biomolecular) merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang layanan analisa bioinformatika dan biomolekuler di Indonesia. Selain melakukan penelitian, para mahasiswa juga berkesempatan menjadi intern di Inbio selama satu tahun.
Selama kegiatan MBKM, para mahasiswa melakukan identifikasi mikroalga dan ekstraksi dengan metode maserasi yang akan digunakan untuk analisis kandungan fitokimia dengan GC-MS. Selanjutnya mahasiswa melakukan pencarian protein target di PDB dan pencarian Ligan di pubchem. Mahasiswa juga melakukan preparasi protein dan ligan, serta dilanjutkan dengan proses docking, visualisasi interaksi, dan analisis data.
Menurut Nur Indah Septriani, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku dosen pembimbing, kegiatan ini merupakan langkah awal dalam penelitian lebih lanjut terhadap potensi mikroalga sebagai sumber pakan immunostimulan pada ikan sidat. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Melalui program MBKM penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat memperluas wawasannya tidak hanya di dalam kampus namun juga diluar kampus (institusi institusi terkait) sehingga tercipta suasana pendidikan yang inklusif, dapat dinikmati siapapun darimana pun salnya. Hal ini selaras dengan SDGs nomor 4, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Bu Indah.
Berlangsung di Laboratorium Departemen Parasitologi FKKMK UGM, kegiatan koleksi, identifikasi, dan kultur Tungau Debu Rumah (TDR), khususnya dari genus Dermatophagoides telah dilaksanakan pada Jumat, 10 November 2023, yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Kedokteran, dari kelas IUP (5 orang), kelas Reguler (3 orang) dan 1 orang Program Studi Magister Kedokteran.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan instruktur Dr.Dra. Rr. Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP&E, M.Biomed bersama Rizkiani Amalia, S.Si., M.Sc, dan dibantu Ibu Kuswati, bertujuan untuk memperkenalkan cara koleksi TDR, melakukan identifikasi, melakukan permurnian dan dilanjutkan dengan kutur / kultivasi.
TDR berukuran mikroskopis, dapat diketemukan di hampir semua tempat di setiap rumah yang berdebu, terutama di daerah dengan iklim tropik seperti di Indonesia. TDR termasuk anggota Filum Arthropoda, Kelas Arachnida, Ordo Acarina. Tungau ini ditengarai sebagai pemicu alergi pada kulit dan saluran pernafasan. Pada kesempatan ini mengutamakan untuk mampu membedakan jenis Dermatophagoides pteronyssinus dan Dermatophagoides ferinae, baik untuk individu Jantan maupun betina.
Kegiatan ini, terutama kultur dan pembedaan jenis diharapkan dapat menunjang penelitian yang terkait dengan TDR, baik untuk uji preferensi pakan, kesesuaian lingkungan, densitas, perkembangbiakan, protein pemicu alergi, dan masih banyak lagi. Selanjutnya kegiatan ini memberi bekal kemampuan, ketrampilan bagi mahasiswa yang mengikuti dan menjadi motivasi untuk mengembangkan diri berbasis penelitian dengan TDR.
Plastik sudah menjadi sebuah bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia modern, mulai dari pakaian, kemasa makanan, peralatan rumah tangga, hingga bahan bangunan. Dibalik segala manfaatnya plastik juga menjadi ancaman besar terhadap kelangsungan kehidupan di bumi dengan lebih dari 10 juta ton limbah plastik dilepaskan ke lingkungan dan lautan bebas. Berbagai usaha untuk menangani masalah tersebut pun terus dilakukan salah satunya mencari pengganti plastik konvensional yang lebih ramah lingkungan dan sustainable. Salah satu kandidat pengantinya adalah PHB atau polihidroksibutirat yang merupakan sebuah biopolimer yang ditemukan secara alami dalam tubuh berbagai jenis mikroorganisme, dipercaya akan menjadi polimer utama bahan dasar plastik di masa depan menggantikan plastik konvensional yang berbahan dasar minyak bumi karena sifatnya yang biobased, biosynthesised, dan biodegredable (bahkan dalam lingkungan alami).
Melihat tantangan sekaligus peluang ini 3 mahasiswa Fakultas Biologi UGM yaitu Azizah Tyas Nugrahanty, Bagas Alfian Dwiaryanda, dan Lucia Arum Sekar Meysari melaksanakan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang fokus dalam mengembangkan organisme produser PHB yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi transformasi genetik. Pelaksanakan program MBKM ini dilakukan dibawah bimbingan Ibu Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Fakultas Biologi, UGM dan bekerjasama dengan Raden Afif Pranaya Jati, S.P., M.Sc., praktisi dari Institut Bioinformatika Indonesia (INBIO-Indonesia).
Sepanjang penelitian mahasiswa melakukan berbagai kegiatan dari yang bersifat dry lab hingga wet lab. Penelitian diawali dengan diskusi terkait pemilihan vektor dan host mikroorganisme yang akan digunakan. Kemudian, dilakukan desain plasmid vektor transformasi genetik hingga pembuatan primer yang akan digunakan sebagai marker penanda koloni positif melalui colony pcr. Penelitian kemudian dilanjutkan ke tahap wet lab di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan UGM, mulai dari preparasi kompeten sel, transformasi genetik dengan metode elektroporasi, PCR koloni yang diikuti elektroforesis untuk mengkonfirmasi koloni positif membawa gen target. Sampai saat ini, tim telah berhasil mengkombinasikan gen sintetik hasil konstruksi plasmid kedalam sel bakteria sebagai kandidat untuk mikrobia penghasil PHB secar alami.



































