Fakulti Sains Gunaan UiTM Cawangan Perak, Kampus Tapah, Malaysia Lakukan Kunjungan ke Fakultas Biologi UGM untuk Inisiasi Kolaborasi Internasional

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan akademik dari Fakulti Sains Gunaan, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak, Kampus Tapah, Malaysia pada Rabu, 24 September 2025, bertempat di Gedung Auditorium Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM, pukul 10.30–12.00 WIB.


Pihak Fakultas Biologi UGM diwakili oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, didampingi oleh Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, S.Si., M.Si. dan Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc. dari Laboratorium Biokimia. Sementara itu, delegasi dari UiTM dipimpin oleh Dr. Fathiah Abdullah (Ketua Pusat Pengajian) bersama Dr. Noor Fadhilah Muhamad Sahapini (Koordinator Program), serta para dosen dan staf: Dr. Emi Norzehan Mohamad Mahbob, Dr. Siti Sumaiyah Sheikh Abdul Aziz, Dr. Ahmed Nazeer Che Mat, Dr. Siti Nasuha Mohd Rafien, Puan Nurul Amni Abdullah, Puan Mazlini Mazian, Puan Rabiatul Adawiyah Abdul Wahab, Puan Nurul Nazwa Mohammad, Puan Nadia Nisha Musa, dan 14 mahasiswa.

Dalam pertemuan ini, kedua fakultas saling memperkenalkan profil dan capaian masing-masing, sekaligus membahas peluang kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan. Beberapa inisiasi kolaborasi yang didiskusikan meliputi program mobility (inbound/outbound), student exchange, summer program, joint research, co-supervision, sabbatical, post-doctoral, external examiner, teaching/lectures, co-teaching, professional training, industrial connection, serta consulting.

Dr. Eko Agus Suyono dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kerja sama ini tidak hanya berhenti pada diskusi awal, melainkan dapat segera diwujudkan melalui perjanjian yang lebih formal. “Setelah pertemuan ini, kami ingin berdiskusi lebih lanjut dengan pimpinan Fakulti Sains Gunaan, UiTM, untuk menyusun Memorandum of Agreement (MoA) sehingga kolaborasi dapat segera direalisasikan,” ungkapnya.

Selain sesi diskusi, delegasi UiTM juga melakukan kunjungan laboratorium untuk melihat secara langsung sarana riset di Integrated Genome Factory (IGF) Fakultas Biologi UGM—pusat layanan sekuensing DNA/RNA terintegrasi—serta ke Pusat Studi Bioteknologi Pascasarjana UGM. Kunjungan ini memberikan gambaran nyata tentang kapasitas riset dan fasilitas unggulan yang dapat mendukung kerja sama internasional antara kedua institusi.

Kunjungan ini sekaligus mendukung komitmen Fakultas Biologi UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 4: Quality Education, melalui pengembangan program pertukaran mahasiswa, co-teaching, dan pelatihan profesional.
  • SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, melalui kerja sama riset bersama dan keterhubungan dengan industri.
  • SDG 17: Partnerships for the Goals, dengan memperkuat jejaring internasional antara UGM dan UiTM untuk menghadirkan dampak lebih luas bagi pendidikan dan penelitian.
Melalui kunjungan ini, diharapkan hubungan antara Fakultas Biologi UGM dan Fakulti Sains Gunaan UiTM semakin erat serta mampu membuka peluang kolaborasi strategis yang bermanfaat bagi kedua institusi, mahasiswa, dan masyarakat global.

PRAKTIK PENGOLAHAN HASIL BUDIDAYA TANAMAN PEKARANGAN MENJADI PRODUK BERNILAI JUAL

Dalam rangka meningkatkan nilai ekonomis hasil panen budidaya tanaman pekarangan, Tim PkM-MBKM 2025 diketuai oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si. telah menyelenggarakan praktik pengolahan hasil budidaya tanaman pekarangan menjadi produk bernilai jual kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanda pada hari Minggu, 21 September 2025 di Padukuhan Kepuh Wetan, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM yang beranggotakan Jovanka, Khansa Fauziah Rachman, Samantha Sonya Putri, dan Dhea Amelia memberikan materi cara mengolah hasil budidaya terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan praktik bersama-sama mengolah hasil budidaya tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L.), telang (Clitoria ternatea L.), jahe (Zingiber officinale Roscoe), dan serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf). Pada kegiatan ini dilakukan pengolahan hasil budidaya berupa sirup dan selai rosella, teh rosella, telang, jahe, dan serai, serta mie telang.


Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi langkah-langkah pembuatan sirup dan selai rosella, teh rosella, telang, jahe, dan serai, serta mie telang yang dimulai dari pengeringan hasil panen, persiapan bahan hingga pengolahannya. Berikutnya, dilakukan demonstrasi pembuatan sirup rosella menggunakan rosella yang sudah dikeringkan, kemudian sisa rosella digunakan untuk membuat selai rosella sehingga meminimalisir sampah yang dihasilkan. Kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan teh dari rosella, telang, serai, dan jahe dengan kombinasi sesuai selera dan kreativitas masing-masing anggota KWT Amanda. Tim PkM-MBKM bersama anggota KWT Amanda juga bersama-sama membuat mie dengan pewarna bunga telang, mulai dari membuat adonan, memipihkan dan mencetak adonan mie, serta dimasak dengan berbagai bumbu dan topping seperti sawi, bakso, sosis, dan telur. Adonan mie diolah dengan dua cara, yaitu dikukus kemudian dikeringkan, dan direbus untuk langsung dimasak. Semua produk olahan diolah tanpa pengawet. Kegiatan dilanjutkan dengan menyantap bersama-sama olahan hasil budidaya yang sudah dibuat bersama.

Dalam kegiatan praktik pengolahan hasil budidaya ini, anggota KWT Amanda sangat antusias mengikuti setiap langkah pembuatan produk dari rosella, telang, serai, dan jahe yang nantinya dapat dilakukan secara mandiri oleh para anggota KWT Amanda saat tanaman sudah panen. Anggota KWT Amanda juga aktif bertanya dan ikut membuat produk olahan sehingga kegiatan berjalan secara interaktif. Selain itu, mereka juga sangat menikmati hasil olahan yang sudah dibuat sehingga dapat menjadi inspirasi produk olahan hasil budidaya yang disukai berbagai kalangan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan dan ketahanan pangan (SDG 2) serta menghasilkan produk olahan yang dapat meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat (SDG 3). Pengembangan produk bernilai tambah membuka peluang usaha baru serta memperkuat ekonomi berbasis sumber daya lokal (SDG 9) serta kolaborasi ini memperkuat hubungan antara tim pelaksana dan masyarakat mitra (SDG 17).