• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • SDG 9 : Industri Inovasi dan Infrastruktur
  • SDG 9 : Industri Inovasi dan Infrastruktur
  • hal. 8
Arsip:

SDG 9 : Industri Inovasi dan Infrastruktur

Partisipasi Mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam Prasmul Elevate Program (PrEP) 2025, Kolaborasi “YOUTH x LEAD” bersama SISO Prasetiya Mulya, dan Kunjungan ke GeTI Incubator

Rilis Berita Rabu, 23 Juli 2025

Mahasiswa Fakultas Biologi UGM turut ambil bagian dalam kegiatan Prasmul Elevate Program (PrEP) 2025 dan Kolaborasi “YOUTH x LEAD” bersama SISO Prasetiya Mulya yang diselenggarakan oleh Universitas Prasetiya Mulya. Sebanyak 18 mahasiswa dari Fakultas Biologi UGM hadir sebagai peserta dalam kegiatan ini, terdiri atas perwakilan dari berbagai Kelompok Studi dan Lembaga yang ada di Fakultas Biologi UGM, seperti BEM, SEMA, JMMB, Matalabiogama, KMK, PMK, BiOSC, Formasigen, KSH, KSE, KSK, KSAT, dan KMP, yang secara aktif terlibat dalam diskusi dan membangun jejaring dengan peserta lintas institusi.


Partisipasi Mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam kegiatan ini dimulai pada Senin, 21 Juli 2025, dengan menghadirkan 2 perwakilan mahasiswa sebagai narasumber dalam sesi talkshow bertema “Campus Life” yang berlangsung di Lapangan Multicourt. Dalam sesi tersebut, dua mahasiswa aktif Fakultas Biologi UGM, Muhammad Haidar Ali dan Raissa Nanda Talitha, membagikan pengalaman mereka seputar kehidupan perkuliahan, keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan, serta dinamika akademik di UGM kepada mahasiswa baru Prasetiya Mulya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Community Life, yaitu pengenalan berbagai organisasi kemahasiswaan melalui booth terbuka dan interaksi langsung bersama mahasiswa baru.

Setelah dilaksanakannya ISHOMA, mahasiswa Fakultas Biologi UGM berpartisipasi dalam kegiatan “YOUTH x LEAD” yakni kegiatan yang diselenggarakan oleh SISO (STEM Innovation Student Organization) Universitas Prasetiya Mulya. Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara mahasiswa STEM Prasetiya Mulya, mahasiswa Fakultas Biologi UGM, dan siswa OSIS dari berbagai SMA di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan. “YOUTH x LEAD” bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya kepemimpinan berbasis sains dan inovasi serta mendorong kolaborasi nyata lintas jenjang pendidikan. Dalam sesi ini, mahasiswa Fakultas Biologi UGM diundang sebagai narasumber Inspiring Talk dan Sharing Session, yaitu Sekar Jasmine Canitri dan Manika Rosalia Lysander, yang menyampaikan materi berjudul “Science, Society, and the Power of Youth Leadership”. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Panel Refleksi dan Diskusi terbuka bertema “How to Stay Inspired and Take Action” bersama perwakilan mahasiswa Fakultas Biologi UGM yakni Raja Panggabean Sujatmiko sebagai narasumber, yang menghadirkan ruang reflektif dan mendorong peserta untuk terus bergerak membawa perubahan.

Pada hari berikutnya yakni pada Selasa, 22 Juli 2025 Mahasiswa Fakultas Biologi UGM berpartisipasi kembali dalam kegiatan PrEP 2025, para perwakilan mahasiswa mengikuti sesi talkshow bertema “Communication 101” yang menghadirkan Bupati Kabupaten Tangerang yakni Drs. Moch. Maesyal Rasyid M.Si serta Ibu Imelda selaku Direktur Marketing Communication Perumnas sebagai narasumber. Dalam suasana interaktif yang digelar di Lapangan Multicourt, para narasumber membagikan wawasan dan pengalaman mengenai pentingnya keterampilan komunikasi dalam dunia kerja dan masyarakat. Talkshow selanjutnya bertema “Analytical Thinking” diisi oleh Erika Ricardo yakni alumni UPM, yang menyampaikan materi tentang berpikir analitis sebagai keterampilan esensial di era modern.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa Fakultas Biologi UGM juga melakukan kunjungan ke GeTI Incubator yang berlokasi di Great Western Resort, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten. GeTi Incubator merupakan sebuah Lembaga Pelatihan Kerja berbasis inkubasi yang berfokus pada pencetakan talenta muda dengan kompetensi kerja dan kewirausahaan berstandar internasional. Dalam kunjungan ini, peserta mendapatkan penjelasan langsung mengenai strategi dan ekosistem bisnis digital, termasuk bagaimana memulai, mengembangkan, dan mempertahankan bisnis berbasis teknologi secara berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang dunia kerja dan kewirausahaan digital yang relevan dengan kebutuhan zaman serta menumbuhkan semangat inovasi di kalangan mahasiswa. [Penulis: Aulia Annisa Azzahra]

Inovasi Genomik untuk Kesehatan dan Keberlanjutan Lingkungan Seminar Nasional Biologi Tropika 2025 Berkolaborasi dengan Jogja MultiOmics Update Sukses Digelar

Rilis Berita Minggu, 20 Juli 2025

Sabtu, 19 Juli 2025, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Biologi Tropika (SNBT) ke-9 yang tahun ini dipadukan dengan Jogja MultiOmics Update (JMU), inisiasi dari Integrated Genome Factory (IGF). Bertempat di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, seminar ini mengusung tema: “Inovasi Genomik: Transformasi di Bidang Kesehatan dan Keberlanjutan Lingkungan”.


Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kolaborasi riset lintas institusi dan sektor, seiring dengan perkembangan pesat teknologi multi-omics dan urgensi pemanfaatannya dalam konteks tropis.

Dalam sambutan pertama, yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., beliau menegaskan bahwa sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam pengembangan teknologi genomik. “Kami berharap seminar ini dapat melahirkan sinergi strategis, pembentukan jaringan riset, serta kebijakan dan kurikulum yang mendukung kemajuan sains tropika Indonesia,” tuturnya.

Dr. Danang Sri Hadmoko, M.Sc., selaku Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, menyampaikan bahwa transformasi berbasis sains menuntut pendekatan integratif dan multidisipliner. “Genomik adalah pintu masuk untuk menjawab persoalan kesehatan, lingkungan, dan bioindustri secara ilmiah dan kolaboratif. Forum ini adalah wujud nyata semangat UGM untuk mengembangkan solusi dari akar lokal dengan standar global,” ujarnya.

Direktur Sumber Daya Kemendikbudristek, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., menyoroti pentingnya pembangunan kapasitas sumber daya manusia di bidang genomik dan bioinformatika. “Kita harus menjadi aktor utama, bukan sekadar pengguna teknologi. Kolaborasi akademik dan industri seperti dengan Integrated Genome Factory (IGF) adalah langkah tepat menuju inovasi berkelanjutan,” tegasnya.

SNBTxJMU 2025 menghadirkan 15 pembicara nasional dalam sesi Lightning Talk dan Topic Island Session, serta diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai latar belakang mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, dan pelajar yang berasal dari berbagai instansi di indonesia.

Para narasumber berasal dari berbagai institusi, antara lain: BB Biomedis dan Genomika Kesehatan Kemenkes RI, Fakultas Kedokteran UGM, SITH ITB, BRIN, IPB University, hingga perusahaan bioteknologi seperti Nalagenetics dan Nusantics. Tiga topik utama yang dibahas dalam sesi paralel adalah Clinical Omics, Plant & Animal Omics, serta Environmental & Microbial Omics.

Acara ini juga menampilkan showcase platform teknologi multi-omics UGM dan mitra industri, serta memperkenalkan layanan NGS dari IGF. Turut didukung oleh sponsor utama seperti PacBio-DKSH Scientific Indonesia, Oxford Nanopore Technology- CV. Dynata Creative Image, Shimadzu- PT Ditek Jaya, Sciex & Cytiva – PT Laborindo Sarana, Panin Bank dan Yayasan Satriabudi Dharma Setia (YSDS), serta media partner seperti Biou.id, Synbio.id, INBIO, Genbinesia, dan Block 71 Indonesia.

Institusi yang hadir mencakup universitas nasional dan internasional seperti UI, ITB, IPB, UIN, Khon Kaen University, serta lembaga dan perusahaan bioteknologi terkemuka di Indonesia seperti PT Genetika Science Indonesia, PT Moosa Genetika Farmindo, PT Etana Biotechnologies Indonesia, PT Bio Farma (Persero), PT Widya Genomic Nusantara, dan PT Widya Teknologi Hayati, PT Saraswanti Indo Genetech, PT. PathGen Diagnostik Teknologi, serta perwakilan Asosiasi Genomik Indonesia.

Kegiatan SNBTxJMU 2025 mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDGs 3 (kehidupan sehat) melalui inovasi Clinical Omics, SDGs 4 (pendidikan berkualitas) lewat penguatan kapasitas akademik dan kurikulum, SDGs 9 (industri dan inovasi) melalui kolaborasi dengan sektor bioteknologi, serta SDGs 13 dan SDGs 15 lewat sesi Environmental & Microbial Omics yang fokus pada pelestarian biodiversitas dan pemantauan lingkungan.

SNBTxJMU 2025 diharapkan menjadi titik tolak penting dalam mendukung ekosistem riset dan inovasi genomik serta multiomics Indonesia yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan tropis.

Sebelum penutupan acara, diumumkan presenter terbaik dari peserta pemakalah SNBT yaitu Kinasih Prayuni, M.Si. dari Universitas YARSI, dan Imam Bagus Nugroho, S.Si., M.Sc. dari Fakultas Teknologi Pertanian, UGM. Selain itu juga, turut disampaikan pemenang best pitching dari pre-event SNBTxJMU yang dilaksanakan oleh IGF yaitu saudari Assyfa Atha dari IGEM UGM dan saudara Alim El Hakim dari Magister Ilmu Biomedik UGM. Dalam rangka meramaikan acara, apresiasi juga diberikan kepada para peserta yang telah berpartisipasi dalam mengunggah cerita melalui platform Instagram.

Kegiatan ditutup oleh Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc., yang sekaligus menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan semangat kolaboratif yang terbangun selama acara. Beliau turut mengundang seluruh peserta untuk kembali berpartisipasi dalam SNBTxJMU tahun 2026 mendatang.

#InovasiGenomik #SDGsIndonesia #SainsTropika #UGMuntukBangsa #Bioinformatika #GenomikUntukKeberlanjutan #UGMGlobalImpact #SainsUntukHidup #SDGs3 #SDGs4 #SDGs9 #SDGs13

Langkah Global Mahasiswa Biologi UGM dalam Ajang Kepemudaan di Jepang

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Kamis, 17 Juli 2025

Mahasiswa Program Magister Biologi Universitas Gadjah Mada, Arief Maulana Sabilillah, berpartisipasi dalam program Rise Young Leaders Summit Japan 2025: International Waste Management Leadership Trip di Osaka dan Kyoto, Jepang. Kegiatan yang berlangsung pada 14-19 Juni 2025 tersebut diikuti oleh 18 pemuda baik mahasiswa maupun profesional dari seluruh Indonesia dan berkolaborasi dengan Pandawara Group, sehingga kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaborasi multidisipliner untuk menciptakan ide dan inovasi sebagai solusi dari permasalahan limbah di Indonesia.


Selama lima hari, Arief dan tim belajar mengenai sistem pengelolaan sampah di Jepang yang sangat terstruktur dan efektif hingga berhasil menyisakan 0.9% saja yang berakhir di TPS. Dua tempat pembakaran sampah padat yang dikunjungi adalah Maishima Incinerator di Osaka dan Sustaina Kyoto di Kyoto. Kedua fasilitas menekankan tiga hal, yaitu pengelolaan sampah sejak dari hulu dengan menekankan prinsip “Mottainai” yang mendorong gaya hidup berkelanjutan melalui Reduce, Reuse, Recycle (3R), penyediaan program tur edukasi bagi masyarakat umum untuk belajar mengenai pengelolaan sampah, serta penggunaan teknologi yang tidak hanya berhasil mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga berhasil menciptakan ekonomi sirkular melalui produksi energi seperti listrik yang dihasilkan dari panas pembakaran, biogas dari sampah organik, hingga CO2 dari aktivitas pembakaran. Dari kesempatan tersebut, Arief dan tim berkesimpulan bahwa, integrasi sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir sudah terbangun dengan sempurna di Jepang yang telah membuktikan betapa efektifnya pengelolaan sampah mereka di mata dunia, namun sayangnya, sistem yang sebenarnya relevan dan sederhana tersebut belum dapat terealisasikan di Indonesia.

Selain mengunjungi fasilitas pembakaran sampah, Arief dan tim juga menghadiri campus tour di Kyoto University serta lecture session dengan Prof. Taku Fujiwara (Graduate School of Global Environmental Studies, Kyoto University). Dalam sesi kuliah pendek tersebut, Prof. Fujiwara mengenalkan kebijakan pengelolaan limbah, teknologi, kolaborasi, dan cara Jepang dalam mengelola air limbah agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak mencemari sungai. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi jika ingin membentuk komunitas yang sustainable. Pemerintah berperan untuk menyusun kebijakan, peraturan, serta menyediakan insentif dan infrastruktur. Akademisi berkontribusi melalui riset ilmiah, pengembangan teknologi hijau, serta penyediaan basis data dan evaluasi kritis terhadap solusi yang diusulkan. Industri akan menguji dan menerapkan inovasi tersebut di lapangan dengan kemampuan implementasi skala besar. Kolaborasi tersebut akan membuka jalan bagi terciptanya solusi yang tidak hanya berbasis riset, tetapi juga selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat serta mampu diterapkan secara nyata. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam membangun komunitas yang berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan pencemaran lingkungan saat ini.

Di hari terakhir kegiatan (18/6), Arief dan tim berkesempatan untuk mengunjungi Expo 2025 di Osaka yang merupakan pameran internasional yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang berkelanjutan melalui co-creation dan inovasi. Panel Discussion yang bertajuk “Waste Warriors: Youth & Community Solutions from Indonesia” dilaksanakan untuk membahas proyek yang harus dilakukan oleh Arief dan tim untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman dari Jepang sebagai solusi bagi krisis sampah di Indonesia.

Bagi Arief, program ini bukan sekadar perjalanan lintas negara, tetapi juga lintas disipliner yang membuka pandangan baru tentang bagaimana sampah bukan lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dikelola secara berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan menghadirkan pengalaman yang memperkuat keterkaitan antara praktik pengelolaan limbah global dengan topik penelitian yang saat ini tengah Arief tekuni di bawah bimbingan Prof. Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, yaitu pencemaran plastik di ekosistem akuatik. Pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi pijakan untuk melanjutkan kontribusi melalui riset, kolaborasi lintas keilmuan, dan aksi nyata dalam upaya mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. [Penulis: Arief Maulana Sabilillah]

Sebagai Upaya Menjaga Mutu Pendidikan, Fakultas Biologi UGM Gelar Workshop Akademik

Rilis Berita Rabu, 16 Juli 2025

Yogyakarta, 15 Juli 2025 – Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan Workshop Akademik di Auditorium Biologi Tropika. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. dan dihadiri oleh seluruh dosen Fakultas Biologi UGM.  Workshop ini bertujuan untuk melakukan refreshing terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan peraturan akademik yang berlaku, serta mengevaluasi dan mempersiapan perkuliahan untuk semester mendatang.


Dalam sambutannya, Prof. Budi menyampaikan bahwa kegiatan ini perlu dilakukan secara berkala sebagai refleksi dari penyesuaian peraturan akademik. SOP yang telah ada juga perlu terus diingatkan kembali untuk memastikan keselarasan pelaksanaan kegiatan akademik di setiap jenjang.

Sesi awal workshop dibuka dengan pemaparan materi pendahuluan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc, terkait beberapa informasi kebijakan di bidang akademik. Beberapa diantaranya penyeragaman jadwal kuliah, perkembangan revisi kurikulum serta penyesuaian terhadap peraturan-perarturan yang saat ini masih dalam proses revisi.  

Sesi selanjutnya diisi oleh para Ketua Program Studi, yaitu Bapak Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Program Sarjana), Prof. Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si. (Program Magister) dan Prof. Dr. Endah Retnaningrum, M.Eng. (Program Doktor), yang secara bergantian menyampaikan SOP dan peraturan akademik yang berlaku di masing-masing jenjang. Selain itu juga mengevaluasi pelaksanaan perkuliahan Tahun Angkatan 2024/2025 dan persiapan prodi dalam menyambut Tahun Angkatan 2025/2026. Selain pemaparan oleh para kaprodi, dibuka juga sesi diskusi untuk menampung pertanyaan, saran serta masukan dari dosen untuk perkuliahan yang lebih baik kedepannya.

Kegiatan ini merupakan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4 yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan tata kelola akademik dan peningkatan kapasitas dosen. Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan Fakultas Biologi semakin siap dalam merespons perubahan dan terus berkontribusi untuk mewujudkan universitas yang unggul di tingkat global.

Leipzig University dan Fakultas Biologi UGM Jajaki Kolaborasi Riset dan Gelar Ganda

Kerja SamaRilis Berita Senin, 14 Juli 2025

Yogyakarta, 10 Juli 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan akademisi dari The Institute of Animal Hygiene and Veterinary Public Health, University of Leipzig, Jerman. Delegasi yang terdiri atas Dr. Ahmed Abd El Wahed dan Prof. Uwe Truyen disambut hangat oleh pimpinan Fakultas Biologi UGM dalam sebuah pertemuan di salah satu rumah makan di Yogyakarta.



Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono selaku Dekan Fakultas Biologi, didampingi oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni), Dr. Matin Nuhamunada, M.Sc. (Sekretaris Office of International Affairs), serta Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech. (Kepala Laboratorium Mikrobiologi).

Dalam sambutannya, Prof. Budi menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin antara Fakultas Biologi UGM dan University of Leipzig, khususnya melalui kerja sama di bidang riset, pelatihan, dan penyelenggaraan International Summer Course. Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk menyapa secara langsung sepuluh mahasiswa Fakultas Biologi yang akan berpartisipasi dalam The International One Health Workshop di Leipzig University pada bulan Agustus mendatang.

Prof. Uwe dan Dr. Ahmed menyampaikan antusiasme mereka atas kesempatan untuk kembali berkunjung ke Yogyakarta. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan peluang pengembangan kolaborasi lebih lanjut, termasuk inisiatif penyelenggaraan program gelar ganda (dual degree). Selain itu, turut dibahas rencana kolaborasi penelitian internasional yang melibatkan Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech., dari Laboratorium Mikrobiologi, mengenai analisis mikrobioma pada komodo serta penguatan capacity building di Balai Taman Nasional Pulau Komodo, dengan dukungan research grant dari Uni Eropa. Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan yang sebelumnya telah dilakukan oleh delegasi Jerman ke Labuan Bajo.

Dr. Ahmed juga menyoroti potensi kerja sama riset dalam bidang bioinformatika untuk mendukung pengembangan penelitian berbasis dry lab, yang sejalan dengan keahlian para peneliti di Fakultas Biologi UGM.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaborasi internasional yang berkelanjutan, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Infrastruktur, Inovasi, dan Industri), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Internasionalisasi Pembelajaran Fisiologi Tumbuhan Semester Genap 2024/2025 Kelas A Melalui Inovasi Team Teaching

Rilis Berita Kamis, 10 Juli 2025

Globalisasi pendidikan menuntut inovasi pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar internasional di berbagai disiplin ilmu, termasuk Fisiologi Tumbuhan. Internasionalisasi pembelajaran Fisiologi Tumbuhan pada semester genap 2024/2025 di kelas A pada Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melalui inovasi team teaching dengan dosen luar neger telah dilaksanakan dengan baiki. Program ini dirancang untuk memperkaya wawasan mahasiswa, meningkatkan kualitas pengajaran, serta membangun jejaring akademik internasional.


Perkuliahan Fisiologi Tumbuhan Kelas A yang diampu oleh Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St. pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 ini menggandeng dua pengajar tamu dari luar negeri. Pengajar pertama adalah Prof. Dr. Bernhard Grimm, dari Humboldt-University Berlin, Institute of Biology/Plant Physiology, Germany. Pengajar yang kedua adalah Prof. Dr. Adam Solti dari Department of Plant Physiology and Molecular Plant Biology, Faculty of Science Eotvos Lorand University, Budapest, Hungary. Untuk topik pembelajaran masing-masing dosen tamu, disesuaikan dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang telah disusun sebelumnya dan keahlian dari masing-masing dosen. Topik kuliah yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Bernhard Grimm yaitu mengenai fotosintesis, translokasi fotosintat, dan hormon tumbuhan. Sedangkan topik yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Adam Solti adalah Unsur hara (Micronutrient), Asimilasi N,S,P, dan Senescence. Keahlian dari dua pengajar tersebut sangat penting untuk pengembangan materi perkuliahan maupun riset bagi dosen dan mahasiswa di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, khususnya pada mata kuliah fisiologi tumbuhan, ekofisiologi tumbuhan maupun fitohormon. Pengetahuan baru dan juga insight yang diberikan dapat membuka pemikiran, ide dan cakrawala bagi dosen maupun mahasiswa yang tertarik di bidang fisiologi tumbuhan.

Perkuliahan Fisiologi Tumbuhan dengan dua dosen tamu dari luar negeri ini  diselenggarakan melalui Zoom dan diluar jam kerja reguler karena adanya perbedaan waktu dengan institusi di luar negeri. Dari kegiatan perluliahan pakar ini diharapkan ada peningkatan kompetensi mahasiswa dalam memahami konsep fisiologi tumbuhan dengan perspektif global, pengembangan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta publikasi materi pembelajaran berbasis best practices internasional. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat reputasi institusi di tingkat global melalui kolaborasi internasional yang berkelanjutan.

Kegiatan internasionalisasi pembelajaran Fisiologi Tumbuhan melalui inovasi team teaching dengan dosen luar negeri mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) diantaranya : (1) SDG 4: Quality Education : Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian SDG 4, yaitu memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi mahasiswa dan dosen yang terlibat. Dengan mengintegrasikan dosen luar negeri melalui pendekatan team teaching, program ini memperluas akses mahasiswa terhadap perspektif dan metode pengajaran global yang inovatif. Pembelajaran berbasis kasus-kasus global dalam Fisiologi Tumbuhan akan meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat keterampilan berpikir kritis, serta mendorong literasi internasional mahasiswa, (2) SDG 13: Climate Action : Dalam perkuliahan Fisiologi Tumbuhan dibahas kaitan erat dengan tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan keberlanjutan ekosistem. Melalui kolaborasi internasional, program ini memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memahami dan mengkaji isu-isu global terkait fisiologi tumbuhan dalam konteks perubahan iklim. Studi kasus lintas negara yang dibahas dalam kelas akan memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan solusi inovatif dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui pendekatan berbasis ilmu tumbuhan, (3) SDG 17: Partnerships for the Goals : Kegiatan ini secara langsung mendukung SDG 17 yang menekankan pentingnya kerja sama global dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi team teaching dengan dosen luar negeri membuka peluang untuk mempererat jejaring internasional antara institusi pendidikan tinggi, mendukung transfer ilmu pengetahuan, serta menciptakan sinergi dalam mengembangkan materi ajar berbasis best practices. Keterlibatan mitra luar negeri juga memperkuat keberlanjutan kolaborasi internasional dalam penelitian dan pengajaran, (4) SDG 2: Zero Hunger : Melalui pembelajaran fisiologi tumbuhan, mahasiswa akan dilibatkan dalam diskusi tentang pengembangan tanaman pangan yang adaptif dan produktif untuk menjawab tantangan ketahanan pangan global. Pengetahuan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 2, yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan, (5) SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure : Penerapan teknologi dalam pembelajaran melalui platform digital menciptakan ekosistem pendidikan modern yang mendukung SDG 9. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga menyiapkan mahasiswa untuk bekerja dalam lingkungan global yang mengandalkan teknologi dan kolaborasi lintas batas.

Dengan mendukung beberapa SDG sekaligus, kegiatan internasionalisasi pembelajaran ini tidak hanya memperkaya kompetensi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan secara lebih luas. Melalui perkuliahan pakar ini, baik dosen maupun mahasiswa dapat berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, inovatif, dan relevan dengan tantangan global dalam bidang fisiologi tumbuhan, sekaligus menjadi langkah strategis untuk mendukung visi internasionalisasi pendidikan tinggi.

Angkat Inovasi Pipa Air Sehat, Mahasiswa Biologi Raih Juara 3 Kompetisi Esai Nasional

Kegiatan MahasiswaPrestasi Rabu, 9 Juli 2025

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dalam kompetisi Essai Nasional Agrithon 2025 yang berlangsung pada 21 Juni 2025 yang diselenggarakan oleh IAAS Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dalam ajang yang diikuti oleh peserta dari berbagai kampus, tim UGM berhasil menyabet Juara 3 dalam kategori Inovation Technology Essay.

Tim terdiri dari Ikhlasul Amal, Hafizh Wahyu Sukmawan, Zikra Fataha Al Mutansir. Mereka mempresentasikan sebuah aplikasi teknologi inovatif bernama PIPAS (Pipa Air Sehat), sebuah integrasi 2 alat yang dirancang untuk menjembatani bidang agrikultur, zero waste, dan pengelolaan limbah untuk dimanfaatkan kembali. Pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia menghadapi tantangan yang signifikan, terutama di daerah perkotaan. Meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga berkontribusi terhadap masalah lingkungan, sosial, dan kesehatan masyarakat. Berbagai strategi dan kebijakan telah diterapkan untuk mengatasi masalah ini, tetapi efektivitasnya bervariasi di setiap daerah.

Hadirnya PIPAS (Pipa Air Sehat) menunjukan kebaruan inovasi dengan pemanfaatan Limbah Rumah Tangga dengan karakteristik limbah cair & padatan terlihat dari sisa makanan seperti butiran nasi, potongan sayur dan buah, maupun lauk dalam ukuran kecil serta Pencucian alat makan dengan deterjen dengan bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan. Teknologi Pengolahan Limbah menggunakan Biofilter sederhana dengan media: sabut kelapa, biochar bentuk arang, gabus, pasir, kerikil kecil. Sistem paralon modifikasi untuk distribusi air limbah terfilter dalam ukuran paralon vertikal awal dengan diameter lebih besar dibandingkan diameter paralon vertikal akhir. Saringan, Katup Pemisah dan penahan, untuk memisahkan jenis pengolahan limbah, kemudian pompa untuk mendorong air menuju ke irigasi hidroponik Metode pengomposan wadah yang dapat ditutup dan  dibuka secara manual yang diisi oleh media mikroorganisme dekomposer. yang bekerja secara sinergis untuk mempercepat dekomposisi bahan organik menjadi pupuk cair. Penerapan PIPAS dilakukan pada penempatan wastafel yang menempel pada dinding, dengan berseberangan langsung pada bagian luar bangunan rumah, kemudia pemasangan alat dapat dilakukan dengan integrasi komponen untuk menjadi pengairan tanaman hidroponik. Masyarakat mikro dalam ruang rumah tangga dapat menerima kebermanfaatan dengan menerapkan PIPAS dengan bijak.

Agrithon 2025 menjadi media bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata atas tantangan ketahanan pangan. Kompetisi ini digelar oleh International Association of Students in Agricultural and Related Sciences Universitas Gadjah Mada. Capaian ini mempertegas peran aktif mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu hayat dan teknologi untuk menjawab tantangan agrikultur berkelanjutan. [Penulis: Ikhlasul Amal]

TIM MIKROALGA PkM-MBKM Fakultas Biologi 2025 Melaksanakan Sosialisasi dan Pengenalan Spirulina kepada Masyarakat Desa Sitimulyo, Kec. Piyungan, Kab. Bantul melalui Konten Edukasi Digital di Media Sosial

Pengabdian kepada Masyarakat Senin, 30 Juni 2025

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) Fakultas Biologi UGM 2025, di bawah kepemimpinan Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., terus mendorong inovasi berbasis biologi dalam rangka pengembangan potensi sumber daya hayati lokal. Tahun ini, tim mengangkat tema “Optimalisasi Biorefinery Mikroalga Spirulina untuk Pengembangan Berkelanjutan di Desa Sitimulyo, Piyungan, Bantul”, dengan fokus pada peningkatan literasi masyarakat terhadap Spirulina sebagai pangan fungsional yang bernilai gizi tinggi dan berkelanjutan.


Sebagai bagian dari implementasi program, tim melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai Spirulina melalui media digital, sebagai bentuk adaptasi terhadap keterbatasan pelaksanaan kegiatan tatap muka di masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan penyampaian informasi secara lebih fleksibel, luas, dan berkelanjutan.

Empat mahasiswa dari Fakultas Biologi, yakni Maxmillian Melvin, Rr. Rahil Aufa AR, Ridho Nur Alam, dan Aqila Zahirah, memproduksi konten edukatif digital yang menyampaikan berbagai aspek penting seputar Spirulina. Materi yang dikembangkan mencakup pengenalan umum, manfaat kesehatan, teknik budidaya, serta potensi pengembangan produk dari mikroalga ini. Seluruh konten dirancang agar informatif dan mudah dipahami, serta disebarkan melalui kanal media sosial Spirulina Farm guna menjangkau masyarakat secara inklusif.

Dalam konten video dan visual yang dihasilkan, ditampilkan proses produksi Spirulina mulai dari tahap kultur, pemanenan, pengolahan, hingga menjadi produk siap konsumsi. Tak hanya menyampaikan fakta ilmiah, tetapi juga tim menambahkan elemen fun facts dan visual interaktif agar informasi lebih menarik dan mudah diterima oleh masyarakat luas.

Melalui pendekatan digital ini, Tim PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM berupaya memastikan misi edukatif tetap berjalan efektif meski tanpa kehadiran fisik. Strategi ini diharapkan menjadi jembatan awal bagi masyarakat untuk mengenal, memahami, dan suatu hari mengembangkan budidaya Spirulina secara mandiri di tingkat rumah tangga.

Kegiatan ini juga turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Diharapkan, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat Spirulina, akan terbuka peluang peningkatan gizi, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi lokal secara lebih berkelanjutan.

Transformasi Pertanian Digital: “SeedLink” Karya Mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM Raih Prestasi Internasional Silver Medal

Kegiatan MahasiswaPrestasi Rabu, 25 Juni 2025

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dalam kompetisi internasional Bali International Science Fair (BISF) 2025 yang berlangsung pada 11–24 Juni 2025 di Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali. Dalam ajang yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara ini, tim UGM berhasil menyabet Silver Medal dalam kategori Technology and Environmental Innovation.


Tim terdiri dari Aryan Mustamin, Fahima Ellya Wulandari, Syarafina Azzahra, dan Ogilvy Galang Rizki, di bawah arahan Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. Mereka mempresentasikan sebuah aplikasi digital inovatif bernama SeedLink, sebuah sistem cerdas yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan informasi pertanian, perdagangan hasil panen, hingga pengelolaan lingkungan berbasis data.

SeedLink merupakan platform terintegrasi yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan rekomendasi pertanian, mendeteksi penyakit tanaman, serta menyediakan layanan pasar digital dan edukasi bagi petani dan masyarakat umum. Dengan berbagai fitur seperti Let’s Plant, Eco-Market, Plantopedia, dan Plant Insight, aplikasi ini menjadi solusi digital untuk mendukung pertanian presisi sekaligus ramah lingkungan.

“SeedLink lahir dari keresahan terhadap rendahnya akses informasi pertanian yang akurat di kalangan masyarakat. Kami ingin menghadirkan teknologi yang bisa diakses siapa saja, kapan saja,” tutur Aryan Mustamin.

“Dengan pendekatan berbasis data lingkungan, kami berharap pengguna bisa mengambil keputusan bertani yang lebih tepat dan efisien, tanpa mengabaikan aspek ekologi,” ujar Fahima Ellya Wulandari.

“Pengalaman mengikuti BISF 2025 membuktikan bahwa kolaborasi lintas bidang—biologi, teknologi, dan sosial—bisa menjadi kekuatan untuk menghadirkan perubahan nyata,” tambah Syarafina Azzahra.

“Kami ingin menjadikan SeedLink bukan hanya aplikasi, tapi juga gerakan pertanian masa depan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Ogilvy Galang Rizki.

BISF 2025 menjadi panggung bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata atas tantangan global, mulai dari ketahanan pangan hingga krisis iklim. Kompetisi ini digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi.

Capaian ini mempertegas peran aktif mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu hayat dan teknologi untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Ke depan, tim berharap pengembangan SeedLink dapat diperluas melalui kolaborasi dengan komunitas pertanian, pelaku usaha hijau, dan instansi pemerintah. [Penulis: Aryan Mustamin]

Mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM Raih Silver Medal pada National Essay Competition 2025 dengan Inovasi Teh Pencegah Anemia yang Ramah Lingkungan

Kegiatan MahasiswaPrestasi Kamis, 19 Juni 2025

Bali, Indonesia – Tim SeahaTea dari Program Pascasarjana Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Silver Medal di kategori kesehatan pada perlombaan National Essay Competition (NEC) 2025. Proyek inovatif mereka, berjudul “SeahaTea: Sinergi Teh Kaya Antioksidan dalam Balutan Edible Coating Karagenan Pencegah Anemia,” menjawab kekhawatiran akan masalah kesehatan terutama anemia di Indonesia.


Inspirasi di balik SeahaTea muncul dari kekhawatiran yang semakin meningkat tentang budaya makan masyarakat Indonesia, yang sering kali tak terpisah dari teh yang dapat meningkatkan risiko anemia. Tim yang terdiri dari Faradilla, Anisa Diana Nastiti, dan Siti Aeniah, di bawah bimbingan Dr.biol.hom. Nastiti Wijayanti, S.Si., M.Si., telah mengembangkan perpaduan unik antara fikosianin (antioksidan biru dari Spirulina platensis) dan bunga chamomile kering, masing-masing dibalut dalam edible coating lamda karagenan, sebagai alternatif berkelanjutan untuk tea bag yang ramah lingkungan.

Fikosianin berperan penting sebagai agen antioksida, anti-inflamasi, dan meningkatkan bioavailabilitas ion zat besi agar lebih mudah diserap oleh usus. Bunga chamomile dipilih karena memiliki ekstrak bening dan pH netral sehingga menjaga warna biru fikosianin sekaligus memberikan apigenin, yang dikenal memiliki efek relaksasi dan membantu mencegah insomnia serta depresi. Edible coating karagenan membantu mengatur proses ekstraksi teh dan memastikan kestabilan fikosianin.

Selain perannya dalam mencegah anemia, proses produksi fikosianin mendukung aksi iklim karena Spirulina platensis dikenal memiliki kemampuan sebagai carbon capture. Selain itu, penggunaan karagenan sebagai pengganti tea bag mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi potensi mikroplastik yang biasanya ditemukan pada kantong teh konvensional.

SeahaTea bukan hanya inovasi pencegah anemia; tetapi juga wujud komitmen dan kepedulian terhadap lingkungan. Tim berharap SeahaTea dapat dikembangkan dan direalisasikan sebagai produk komersial di industri pangan pada masa mendatang. NEC 2025 menjadi langkah awal untuk menyebarkan inovasi SeahaTea dan membuktikan bahwa mahasiswa Pascasarjana Biologi juga dapat memberikan solusi terhadap masalah lingkungan dan kesehatan.

Penghargaan di NEC 2025 menyoroti pentingnya pendekatan interdisipliner dalam mengatasi tantangan global, terutama dalam bidang kesehatan dan keberlanjutan. Proyek SeahaTea sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk kesehatan yang baik dan kesejahteraan, aksi iklim, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Saat dunia menghadapi perubahan iklim dan krisis kesehatan, inovasi seperti SeahaTea menawarkan harapan untuk masa depan yang lebih sehat. Komitmen tim UGM terhadap solusi ekologis dan biomedis menunjukkan potensi peneliti muda untuk memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Sebagai kesimpulan, pencapaian Tim SeahaTea di NEC 2025 adalah bukti kerja keras dan dedikasi mereka. Pendekatan inovatif mereka tidak hanya mengatasi anemia tetapi juga mempromosikan gaya hidup yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Masa depan terlihat cerah untuk SeahaTea dan tim sangat antusias untuk melihat visi mereka terwujud dalam industri pangan.
1…678910…42

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Pengajian Ramadhan 1447 H Fakultas Biologi UGM
  • Sosialisasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Biologi 2026
  • Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Bronze Medal pada 2nd International Student Summit 2026
  • Angkat Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau, Tiga Mahasiswa Biologi UGM Raih Medali Perak di Lomba Esai Cipta Nusantara Fest
  • Mahasiswa UGM Raih Dua Medali Perak dan Satu Medali Perunggu pada International Student Summit 2026 di Malaysia
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju