Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diketuai oleh Woro Anindito Sri Tunjung, S.Si., M.Sc., Ph.D., bersama anggota dosen Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Si., Ph.D. dan Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si., menyelenggarakan kegiatan pelatihan kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) bagi masyarakat mitra Gerakan Ekonomi Kaum Ibu (GEMI). Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa lintas jenjang sebagai pendamping lapangan, yaitu Zahratun Nadwatits Tsaniyah sebagai ketua tim, bersama Foumiga Gusten Oktaviana, Berliana Aura Cinta Laela, dan Lintang Permatasari. Dari Program Magister Fakultas Biologi UGM turut bergabung Anggistina Wulansari, sedangkan dari Program Doktoral Fakultas Biologi UGM Aries Bagus Sasongko, M.Biotech. juga terlibat dalam kegiatan. Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Fannia Esa Alfira, Gabriela Arista Phoebe Sutanto, Angga Firza Pratama, dan Muhammad Naufal Arya Pratama.
Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui Hibah Fakultas Biologi UGM Tahun 2026 dengan tema “Penerapan Teknologi Kompos dan Pupuk Organik Cair untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan Masyarakat Mitra GEMI Guna Mendukung Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3)”. Pelatihan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026 di Joglo Ketandan, Dusun Ketandan, Kelurahan Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peserta merupakan ibu-ibu anggota GEMI dari Rembug Manggis dan Mekar Sari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian PkM Fakultas Biologi UGM yang berlangsung sejak Maret hingga November 2026. Pada periode semester gasal, rangkaian kegiatan diarahkan pada edukasi dan praktik biosecurity terpadu, salah satunya melalui pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi kompos dan POC.
Mengolah Limbah Organik Menjadi Pupuk
Sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga masih mengandung bahan organik yang dapat dimanfaatkan. Salah satu cara pemanfaatannya adalah melalui pengomposan. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada kompos sebagai pupuk organik padat yang dihasilkan dari proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme.
Bahan-bahan organik seperti sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering disiapkan sebagai bahan kompos. Selama proses pengomposan, mikroorganisme menguraikan bahan organik secara bertahap hingga menghasilkan material yang lebih stabil dan dapat digunakan pada tanah maupun media tanam. Kompos dapat menambah bahan organik tanah, membantu mempertahankan kelembapan, serta mendukung kondisi tanah yang lebih baik bagi pertumbuhan tanaman.
Selain kompos, peserta mendapatkan penjelasan mengenai POC yang dibuat melalui proses fermentasi bahan organik. Pada praktik ini digunakan EM4 dan molase. EM4 mengandung mikroorganisme yang membantu proses penguraian dan fermentasi, sedangkan molase berfungsi sebagai sumber karbon bagi mikroorganisme. Proses fermentasi menghasilkan pupuk dalam bentuk cair yang lebih mudah digunakan pada tanaman.
POC dapat digunakan melalui penyiraman di sekitar perakaran maupun penyemprotan pada bagian tanaman setelah terlebih dahulu dicampur dengan air dalam konsentrasi yang sesuai. Penggunaan POC perlu dilakukan secara tepat karena kebutuhan tanaman terhadap unsur hara berbeda-beda. Oleh karena itu, POC dalam kegiatan ini diperkenalkan sebagai salah satu bahan pendukung pertumbuhan tanaman, bukan sebagai satu-satunya sumber nutrisi tanaman.
Kompos dan POC dipilih sebagai materi pelatihan karena bahan dasarnya relatif mudah ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Sisa bahan organik dari dapur dan lingkungan sekitar rumah dapat diolah kembali menjadi bahan yang berguna untuk tanaman pekarangan maupun tanaman pangan.
Peserta Langsung Mempraktikkan Pembuatan Kompos dan POC
Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan tim PkM dan pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai kompos dan POC. Materi kemudian disampaikan oleh Aries Bagus Sasongko, M.Biotech., yang menjelaskan prinsip pengolahan bahan organik, proses pengomposan dan fermentasi, serta penggunaannya untuk tanaman.
Setelah pemaparan materi, tim mahasiswa memberikan demonstrasi pembuatan kompos dan POC. Peserta kemudian dibagi dalam beberapa kelompok untuk melakukan praktik secara langsung dengan pendampingan mahasiswa. Dalam praktik tersebut, peserta menyiapkan bahan organik dan mengikuti tahapan pembuatan kompos serta POC yang telah diperagakan sebelumnya.
Sesi praktik juga menjadi ruang bagi peserta untuk bertanya mengenai bahan yang dapat digunakan, proses penguraian dan fermentasi, serta cara menggunakan hasilnya untuk tanaman. Dengan praktik langsung, peserta dapat melihat dan mengikuti setiap tahapan pembuatan sehingga pengetahuan yang diperoleh dari materi dapat langsung digunakan.
Antusiasme peserta berlanjut pada sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan muncul mengenai pengelolaan bahan organik rumah tangga, proses pembuatan pupuk, serta penggunaannya untuk tanaman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan posttest untuk mengetahui perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan.
Dari Rumah Tangga untuk Ketahanan Pangan
Pengolahan limbah organik menjadi kompos dan POC dapat menjadi bagian dari kegiatan sederhana di tingkat rumah tangga. Selain membantu mengelola sisa bahan organik, pupuk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk tanaman yang dibudidayakan di sekitar rumah. Praktik ini mendukung pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus dapat menunjang kegiatan bercocok tanam untuk kebutuhan keluarga.
Kegiatan tersebut juga memperkenalkan pengelolaan limbah yang lebih baik dengan memanfaatkan kembali bahan organik yang masih dapat digunakan. Pengomposan dan pembuatan POC secara rutin diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi jumlah limbah organik rumah tangga yang masuk ke tempat pembuangan serta meningkatkan pemanfaatan bahan organik di lingkungan sekitar.
Bagi anggota GEMI, keterampilan membuat kompos dan POC dapat dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan masing-masing. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi salah satu bekal dalam mengembangkan kegiatan pertanian rumah tangga dan mendukung ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui pemanfaatan pengetahuan biologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dari sisi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kegiatan berkontribusi pada SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui dukungan terhadap kegiatan budidaya tanaman dan ketahanan pangan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui lingkungan rumah tangga yang lebih sehat, SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pengelolaan limbah yang lebih baik, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan kembali bahan organik rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM bersama GEMI mendorong anggota GEMI di Dusun Ketandan untuk mengelola limbah organik dan memanfaatkan pupuk organik dalam kegiatan rumah tangga. Keterampilan tersebut diharapkan dapat terus dilakukan setelah kegiatan berlangsung dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari dalam menjaga lingkungan serta mendukung budidaya tanaman di tingkat keluarga.
[Penulis: Zahratun Nadwatits Tsaniyah]




















































