Kebun Sawetsari F. Biologi UGM, 25 Juli 2026. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Desa Mitra 2026 dengan tema “Inovasi Teknik Budidaya Polinator Lebah Stingless (Klanceng) di Kebun Budidaya Kelengkeng Desa Sinduadi dalam Upaya Pertanian Berkelanjutan dan Peningkatan Produktivitas sebagai Strategi Penguatan Kelestarian Ekosistem Daratan (SDG 15)”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 09.00–12.00 WIB bertempat di Stasiun Penelitian Sawitsari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Sinduadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan PkM Desa Mitra 2026 ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Fakultas Biologi UGM dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis biodiversitas. Program ini berfokus pada pengenalan inovasi pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan lebah tanpa sengat (stingless bee) atau lebah klanceng sebagai polinator alami dan peningkatan keterampilan budidaya tanaman, serta penerapan teknologi ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan dan produktivitas tanaman.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Tim PkM Fakultas Biologi UGM, Bpk. Drs. Ig. Sudaryadi, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan praktik pertanian berbasis pemanfaatan biodiversitas. Melalui kegiatan pengabdian ini, Fakultas Biologi UGM berupaya menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan pertanian yang berkelanjutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sinduadi, Bapak Panut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara Fakultas Biologi UGM dan masyarakat Desa Sinduadi, khususnya dalam mendukung peningkatan wawasan dan keterampilan Gabungan Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pengelolaan tanaman budidaya. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta yang terdiri atas Ketua dan anggota Gapoktan, Ketua dan anggota perwakilan Kelompok-kelompok Wanita Tani (KWT) Sinduadi serta didampingi oleh PPL Sinduadi Bpk Saiful Hadi. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup penyampaian materi, praktik budidaya, serta diskusi interaktif bersama tim PkM Desa Mitra Fakultas Biologi UGM. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan terkait pemanfaatan biodiversitas, teknik budidaya tanaman, serta teknologi pendukung produktivitas hasil pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan
Kegiatan dilanjutkan dengan tiga sesi utama yang mengintegrasikan aspek ekologi, teknik budidaya tanaman, serta inovasi pendukung pertumbuhan tanaman. Sesi Pertama: Pengenalan dan Teknik Budidaya Lebah Klanceng. Sesi pertama membahas mengenai pengenalan lebah klanceng (stingless bee) dan teknik budidayanya yang disampaikan oleh Rafli Fahrezi, S.Si. dan Zikri Ilham Putranto, S.Si. didampingi dosen dari Lab. Entomologi, Lab. Ekologi dan Lingkungan, dan Lab. Mikrobiologi. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai karakteristik lebah tanpa sengat sebagai salah satu komponen biodiversitas yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian melalui proses polinasi. Materi yang disampaikan mencakup peran ekologis lebah klanceng, potensi pengembangannya dalam mendukung produktivitas tanaman, serta tahapan dasar budidaya lebah klanceng mulai dari pengenalan koloni, penyediaan habitat, hingga pengelolaan lebah tanpa sengat. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik budidaya dan diskusi interaktif terkait lebah klanceng yang dipandu oleh Drs. Ig. Sudaryadi, M.Kes didukung Tim Dosen & Mhs PkM, sehingga peserta benar-benar memperoleh pengalaman langsung dari tim ahli dalam mengelola koloni lebah, memahami teknik pengelolaan sarang yang higienis, serta demo budidaya lebah klanceng dengan berbagai inovasi kotak pemeliharaannya sebagai bagian dari pengembangan peternakan lebah berkelanjutan.
Sesi Kedua: Teknik Sambung Pucuk Tanaman Kelengkeng. Sesi kedua membahas mengenai teknik sambung pucuk tanaman kelengkeng yang disampaikan oleh Yusuf Sulaiman. Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai teknik perbanyakan vegetatif pada tanaman kelengkeng dan tanaman agrikultur lainnya seperti apokat, jambu, belimbing melalui metode sambung pucuk sebagai salah satu upaya untuk menghasilkan tanaman dengan karakter unggul, cepat berbuah dan berkualitas. Materi yang disampaikan mencakup prinsip dasar sambung pucuk/batang muda, pemilihan batang bawah/dasar dan entres, tahapan proses penyambungan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pertumbuhan tanaman hasil sambungan. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam pengelolaan kebun kelengkeng sehingga mampu mendukung pengembangan budidaya tanaman yang lebih produktif dan berkelanjutan di Desa Sinduadi.
Sesi Ketiga: Pemanfaatan Biostimulan sebagai Nutrisi tambahan/pelengkap untuk pertumbuhan tanaman yang ramah lingkungan. Sesi ketiga membahas mengenai pengenalan, manfaat, kandungan, dan aplikasi biostimulan sebagai nutrisi tanaman yang ramah lingkungan disampaikan oleh Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc., St. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan konsep pemanfaatan biostimulan dan nutrisi tanaman, termasuk penggunaan X-Pander nutrisi tanaman serta pupuk organik cair sebagai salah satu teknologi pendukung dalam meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Materi yang disampaikan mencakup peran biostimulan dalam mendukung proses fisiologis tanaman, meningkatkan efisiensi pemanfaatan unsur hara, serta membantu optimalisasi pertumbuhan tanaman melalui pendekatan budidaya yang lebih ramah lingkungan. Melalui sesi ini, peserta memperoleh wawasan mengenai penerapan teknologi pendukung pertanian yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan tanaman budidaya secara berkelanjutan di Desa Sinduadi.
Pelaksanaan kegiatan PkM Desa Mitra 2026 juga dilengkapi dengan diskusi interaktif antara peserta dan tim Fakultas Biologi UGM. Melalui sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, kendala, serta kebutuhan terkait pengelolaan tanaman budidaya dan pengembangan pertanian di lingkungan Desa Sinduadi. Diskusi ini menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara akademisi dan masyarakat dalam merumuskan penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Kegiatan PkM Desa Mitra 2026 Fakultas Biologi UGM ini melibatkan tim yang terdiri atas Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St. Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. (Ketua), M. Jamal Musa Holle, S.Si., M.Env.Sc., D.Phill, Arief Muammar, S.Si., M.Sc., Akbar Reza, S.Si, M,Sc., dan Bapak Yusuf Sulaiman, SIP. Kegiatan ini juga didukung oleh keterlibatan mahasiswa Fakultas Biologi UGM sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM berharap masyarakat Sinduadi dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengembangkan praktik pertanian berbasis biodiversitas dan ramah lingkungan. Pemanfaatan lebah klanceng sebagai polinator alami, penerapan teknik sambung pucuk tanaman kelengkeng, serta penggunaan teknologi pendukung pertumbuhan tanaman menjadi langkah aplikatif dalam mendukung keberlanjutan sistem pertanian masyarakat.
Kegiatan PkM Desa Mitra 2026 ini turut mendukung upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui penguatan pemanfaatan biodiversitas secara berkelanjutan, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya organisme polinator, serta penerapan praktik budidaya yang selaras dengan keseimbangan ekosistem. Melalui kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM, Gabungan Kelompok Tani, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinduadi, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Salam lestari dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada
#PkMDesaMitra2026






