Sampah organik rumah tangga masih menjadi bagian dari permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Pengelolaan Sampah bersama Desa Mitra Wedomartani Tahun 2026, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong masyarakat untuk mengenal dan mempraktikkan salah satu alternatif pemanfaatan sampah organik melalui pembuatan eco enzyme. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Penyuluhan dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik dengan Eco Enzyme di Kalurahan Wedomartani” yang dilaksanakan pada Minggu, 13 September 2026 di Pendopo Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan di bawah bimbingan Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. ini diikuti oleh perwakilan masyarakat dari tiga padukuhan, yaitu Pokoh, Saren, dan Wonosari.
Penyuluhan dan pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus pengalaman praktik kepada masyarakat dalam mengolah sisa bahan organik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Eco enzyme diperkenalkan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan sampah organik yang dapat dilakukan dengan bahan yang relatif mudah ditemukan di lingkungan rumah tangga. Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pengolahan sampah organik secara lebih mandiri di lingkungan masing-masing. Upaya pemanfaatan kembali sisa bahan organik tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dalam pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Tim PkM Pengelolaan Sampah Fakultas Biologi, UGM. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh anggota Tim PkM mengenai pengelolaan sampah organik dan pemanfaatannya melalui pembuatan eco enzyme. Dalam sesi tersebut, Bapak Budhi Hendro Prijono, A.M.K., S.K.M. dari Komunitas Eco Enzyme Nusantara turut memberikan informasi dan penjelasan berdasarkan pengalaman dalam pengelolaan eco enzyme. Perwakilan Komunitas Eco Enzyme Nusantara turut hadir untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan Tim PkM, Komunitas Eco Enzyme Nusantara, dan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bagian dari SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan sampah organik.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan eco enzyme, sejarah, manfaat, bahan yang dapat digunakan, serta tahapan pembuatan. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai pemanfaatan sisa bahan organik rumah tangga sebagai bahan dasar pembuatan eco enzyme. Penyampaian materi dilakukan dengan memberikan contoh yang dekat dengan aktivitas sehari-hari sehingga masyarakat dapat memahami bagaimana sisa bahan organik yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan melalui proses pengolahan tertentu. Pembekalan pengetahuan tersebut turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyuluhan yang memberikan pemahaman mengenai pengolahan sampah organik dan pemanfaatannya.
Setelah memperoleh penjelasan mengenai eco enzyme, peserta diajak untuk mempraktikkan proses pembuatan secara langsung. Selama praktik berlangsung, Bapak Budhi Hendro Prijono bersama Tim PkM mendampingi peserta serta memberikan arahan dan penjelasan tambahan pada setiap tahapan yang dilakukan. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan, terutama ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan mengenai bahan yang dapat digunakan, proses pembuatan, hingga pemanfaatan eco enzyme yang dihasilkan. Sebagai pendukung keberlanjutan kegiatan, peserta memperoleh eco enzyme yang telah jadi serta leaflet yang berisi informasi mengenai eco enzyme dan proses pembuatannya.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Tim PkM Pengelolaan Sampah Fakultas Biologi, UGM dalam mengenalkan pengelolaan sampah yang dapat dimulai dari tingkat rumah tangga. Melalui pemanfaatan sisa bahan organik menjadi eco enzyme, masyarakat didorong untuk lebih mengenali jenis sampah yang dihasilkan sekaligus mengolahnya sebelum dibuang. Langkah tersebut turut mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pengelolaan sampah yang dilakukan dari lingkungan masyarakat. Selain itu, pemanfaatan eco enzyme untuk kebutuhan tertentu yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan dapat mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat Kalurahan Wedomartani sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat Kalurahan Wedomartani sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Pemanfaatan sisa bahan organik melalui eco enzyme juga dapat memberikan nilai guna dari material yang sebelumnya dianggap sebagai sampah. Apabila dikembangkan secara tepat, pemanfaatan tersebut dapat membuka peluang pemanfaatan ekonomi di tingkat masyarakat dan mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Kontributor: Tim PkM Pengelolaan Sampah Fakultas Biologi, UGM bersama Desa Mitra Wedomartani Tahun 2026 yang diketuai oleh Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes.
Tags: SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 17 (Kemitraan untuk mencapai tujuan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)





