Yogyakarta, 13 September 2026 — Tim Hibah Pengembangan Inovasi Gama Ayam UGM melaksanakan kegiatan sosialisasi sebagai bagian dari program PRIMESTEP bertajuk “Optimalisasi Sistem Produksi dan Distribusi Pasar Telur Ayam Kampung Mahar: Inovasi Unggas Petelur Unggul untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional 2026.” Kegiatan berlangsung di Stasiun Penelitian Sawit Sari dengan melibatkan KWT Srikandi Mrican sebagai kelompok mitra. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ibu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng., selaku ketua tim. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengembangan inovasi unggas lokal melalui penerapan teknologi serta peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber. Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. menyampaikan materi mengenai asal-usul dan keragaman ayam lokal, termasuk tiga inovasi unggas Gama Ayam, yaitu Ayam Mahar, Ayam Layar, dan Golden Kamper. Ketiganya menjadi contoh potensi sumber daya genetik unggas lokal yang dapat dikembangkan melalui pemuliaan. Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., yang membagikan wawasan mengenai budidaya ayam, pengolahan hasil unggas, dan pengembangan bisnis berbasis produk peternakan. Ia menekankan pentingnya integrasi produksi, pengolahan, dan pemasaran untuk meningkatkan nilai tambah hasil budidaya. Kedua sesi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai potensi ayam lokal sekaligus peluang pengembangan usaha berbasis unggas.
Sebagai bagian dari penerapan teknologi program, kegiatan dilanjutkan dengan serah terima mesin tetas telur kepada KWT Srikandi Mrican. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pembibitan, meningkatkan kemandirian mitra dalam penyediaan bibit, serta mendukung pengembangan populasi Ayam Mahar secara berkelanjutan. Setelah serah terima, peserta mengikuti kunjungan lapangan ke kandang ayam di Stasiun Penelitian Sawit Sari. Dalam kegiatan ini, peserta mengamati secara langsung kondisi kandang dan praktik budidaya yang diterapkan. Kunjungan tersebut menjadi sarana untuk menghubungkan materi yang diperoleh dengan penerapannya di lapangan sekaligus memberikan gambaran mengenai pengelolaan budidaya yang dapat dikembangkan oleh kelompok mitra.
Melalui program Optimalisasi Sistem Produksi dan Distribusi Pasar Telur Ayam Kampung Mahar, Tim Hibah Pengembangan Inovasi Gama Ayam UGM berupaya mengintegrasikan inovasi unggas, teknologi pembibitan, budidaya, pengolahan hasil, dan pengembangan pasar. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil peternakan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha unggas secara mandiri. Pengembangan Ayam Mahar sebagai inovasi unggas petelur unggul diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan ketersediaan protein hewani dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui penguatan sistem produksi dan distribusi yang berkelanjutan, program ini menjadi salah satu langkah dalam mendukung kedaulatan pangan nasional melalui pemanfaatan dan pengembangan potensi unggas lokal. Program ini turut berkontribusi terhadap sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 5: Kesetaraan Gender, melalui pemberdayaan ekonomi KWT Srikandi Mrican sebagai kelompok wanita tani mitra program; SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui penguatan ketahanan pangan dan perekonomian komunitas desa melalui pengembangan usaha peternakan lokal yang berkelanjutan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara UGM dan KWT Srikandi Mrican dalam penerapan inovasi dan teknologi peternakan.






