Banyuroto, Magelang, 20 Oktober 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Agrowisata Inggit Stroberi, Banyuroto, Magelang, Selasa (20/10). Kegiatan ini mengangkat tema “Penerapan Smart Integrated Agronomy dan Digitalisasi Sebagai Inovasi (SDG 9) dalam Mendukung Pertanian Stroberi Berkelanjutan Guna Ketahanan Pangan (SDG 2) dan Pemberdayaan Ekonomi Petani (SDG 8)”.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Fakultas Biologi UGM untuk menjembatani hasil pengetahuan dan teknologi di bidang biologi dengan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya petani stroberi. Berdasarkan Surat Tugas Fakultas Biologi UGM, kegiatan dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., Dr. Mirza Hanif Al Falah, S.Si., M.Ling., Tiara Putria Judith, S.Si., M.Sc., dan Tika Nur Amini, S.Si. dengan peran sebagai narasumber dan instruktur.
Dalam kegiatan ini, Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. menyampaikan materi mengenai benih, pemuliaan, produksi, dan penyimpanan benih sebagai salah satu fondasi penting dalam keberhasilan budidaya tanaman. Materi menekankan bahwa kualitas benih menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha tani. Benih bermutu antara lain dicirikan oleh kemurnian varietas, daya tumbuh yang baik, vigor yang baik, kondisi benih yang sehat, serta bebas dari kontaminasi penyakit dan organisme pengganggu.
Petani juga diperkenalkan pada prinsip pemilihan tanaman sumber benih, produksi benih dari tanaman sehat, teknik panen dan pembersihan benih, pengeringan, hingga penyimpanan. Pemilihan tanaman yang sehat dan kuat menjadi bagian penting untuk memperoleh sumber benih yang lebih baik. Pengelolaan pascapanen benih juga mendapat perhatian karena kelembapan, panas, udara, serangga, dan cahaya dapat memengaruhi kualitas serta umur simpan benih.
Sementara itu, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. memberikan penguatan pengetahuan mengenai pengenalan berbagai penyakit pada tanaman stroberi dan langkah pencegahannya. Materi membahas berbagai penyakit penting yang dapat mengganggu pertumbuhan dan produktivitas stroberi, antara lain busuk buah kelabu (gray mold) yang disebabkan Botrytis cinerea, antraknosa yang disebabkan Colletotrichum, embun tepung, bercak daun, busuk mahkota, busuk akar merah, layu Verticillium, layu Fusarium, bercak daun bersudut akibat bakteri, penyakit virus, serta busuk lunak buah.
Pendekatan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada pengendalian penyakit setelah muncul, tetapi juga pada pencegahan dan pengelolaan kesehatan tanaman secara terpadu. Petani diarahkan untuk menggunakan bahan tanam yang sehat, melakukan sanitasi kebun, memperbaiki drainase, mengatur irigasi, menjaga sirkulasi udara, melakukan pemantauan tanaman secara berkala, serta menghindari penyebaran patogen melalui alat, tanah, air, maupun bahan tanaman yang terinfeksi.
Khusus pada budidaya stroberi, penggunaan bibit sehat menjadi salah satu titik temu penting antara pengelolaan benih dan pengendalian penyakit. Bibit yang sehat dan bebas dari gejala penyakit dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko masuk dan berkembangnya patogen di lahan. Pengelolaan lingkungan tumbuh, terutama kelembapan, drainase, dan sirkulasi udara, selanjutnya menjadi bagian penting dalam menciptakan pertanaman stroberi yang lebih sehat dan produktif.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM mendorong petani untuk tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun sistem budidaya yang lebih terintegrasi, efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Pengetahuan mengenai kualitas bahan tanam, pemuliaan, produksi dan penyimpanan benih, serta pengenalan dan pencegahan penyakit diharapkan dapat menjadi dasar bagi petani dalam mengambil keputusan budidaya secara lebih tepat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Banyuroto secara langsung diarahkan untuk mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Penerapan Smart Integrated Agronomy dan digitalisasi merepresentasikan kontribusi terhadap SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penerapan inovasi dan teknologi dalam sistem pertanian. Penguatan kualitas budidaya stroberi dan kesehatan tanaman berkontribusi terhadap SDG 2 (Zero Hunger) melalui upaya mendukung produktivitas dan keberlanjutan produksi pangan. Sementara itu, peningkatan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan petani serta penguatan potensi ekonomi komoditas stroberi mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth). Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Fakultas Biologi UGM dalam menghubungkan inovasi biologi, teknologi pertanian, dan pemberdayaan masyarakat untuk membangun ekosistem pertanian stroberi yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan.





