Pangandaran, 25-27 September 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan Kerja Praktik sebagai bagian dari pembelajaran lapangan dan pengenalan dunia kerja bagi mahasiswa. Pada tahun ini, kegiatan mengusung tema”Observasi Keanekaragaman Hayati pada Ekosistem Cagar Alam Pangandaran” dan dilaksanakan di kawasan Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 25 mahasiswa dan 8 dosen pembimbing dari berbagai ranting keilmuan biologi.
Kegiatan Kerja Praktik ini dikoordinasikan oleh Arief Muammar, S.Si., M.Sc. selaku Koordinator Kerja Praktik, dengan penanggung jawab Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Sarjana Biologi Fakultas Biologi UGM, serta didukung oleh Prof. Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dan Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang KASDM Fakultas Biologi UGM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melakukan observasi dan penelitian langsung di salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia yang memiliki ekosistem pesisir, hutan dataran rendah, dan kawasan karst yang mendukung tingginya keanekaragaman flora, fauna, serta mikroorganisme.
Kegiatan observasi dan penelitian difokuskan pada eksplorasi berbagai aspek keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran. Beragam topik penelitian yang dikembangkan mahasiswa bersama dosen pembimbing meliputi:
- Keanekaragaman dan adaptasi morfologi tumbuhan pesisir di kawasan Cagar Alam Pangandaran.
- Perbandingan struktur anatomi daun waru laut (Hibiscus tiliaceus) antara kawasan wisata padat dan kawasan alami di Pantai Pangandaran.
- Profil kualitatif ekstrak daun waru laut (Hibiscus tiliaceus) pada habitat dengan tingkat aktivitas wisata yang berbeda.
- Teknik pembuatan herbarium tumbuhan lumut sebagai upaya dokumentasi biodiversitas tumbuhan kecil di kawasan pesisir.
- Keanekaragaman rayap di kawasan Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran.
- Keanekaragaman serangga ordo Diptera, Odonata, Hymenoptera, dan Coleoptera sebagai indikator kesehatan ekosistem.
- Keanekaragaman mikroalga pesisir yang berperan penting dalam produktivitas ekosistem pantai.
- Keanekaragaman lichen foliicolous sebagai bioindikator kondisi lingkungan dan kualitas habitat.
- Perbandingan metode preservasi environmental DNA (eDNA) mikrobia pada sampel saluran pencernaan serangga dari ekosistem Taman Wisata Alam Pangandaran.
- Analisis variasi fenotipe Bungur (Lagerstroemia) di kawasan Cagar Alam Pangandaran.
- Analisis kesamaan warna karapas kepiting dengan substrat pasir sebagai strategi kamuflase pada ekosistem pantai.
Melalui pendekatan multidisiplin yang mencakup bidang botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, dan ekologi, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan data dasar yang bermanfaat bagi pengembangan penelitian, konservasi, dan pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam melakukan pengamatan lapangan, pengambilan sampel, identifikasi organisme, hingga analisis ilmiah yang relevan dengan tantangan pengelolaan keanekaragaman hayati saat ini.
Kegiatan Kerja Praktik ini juga sejalan dengan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 15: Life on Land, melalui upaya pelestarian ekosistem daratan dan pesisir, pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas generasi muda dalam penelitian dan konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM terus memperkuat perannya dalam pendidikan berbasis riset dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjalin sinergi dengan pengelola kawasan konservasi dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia untuk generasi mendatang.




