Yogyakarta, 16 Oktober 2026, Alga tidak hanya berperan sebagai produsen primer dalam ekosistem perairan, tetapi juga menyimpan potensi besar dalam pengembangan pangan, bioteknologi, energi terbarukan, hingga pengelolaan lingkungan. Keanekaragaman dan peran ekologisnya menjadikan alga sebagai kelompok organisme yang penting untuk dipelajari, terutama di tengah meningkatnya tantangan lingkungan dan kebutuhan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan. Sebagai upaya memperluas wawasan dan memperkuat literasi ilmiah kelimuan di bidang fikologi, Perpustakaan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan bedah buku bertajuk “Fikologi: Dasar-Dasar Pengenalan Alga” pada Jumat (16/10), bertempat di Auditorium Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM.
Kegiatan yang dihadiri oleh 150 orang dari kalangan dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum ini menghadirkan Abdul Razaq Chasani, Ph.D., selaku penulis buku sekaligus narasumber utama, serta Dr. Eng. Thoriq Teja Samudra, Bio. Cur., M.Sc., sebagai pembahas (reviewer). Diskusi dipandu oleh Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., selaku moderator. Rangkaian kegiatan turut menghadirkan sambutan pembuka oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc.
Buku “Fikologi: Dasar-Dasar Pengenalan Alga” karya Abdul Razaq Chasani, Ph.D., yang diterbitkan oleh UGM Press menjadi salah satu kontribusi dalam penyediaan literatur ilmiah mengenai fikologi, yaitu cabang ilmu biologi yang secara khusus mempelajari alga. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, maupun masyarakat yang tertarik mendalami keanekaragaman dan karakteristik alga.
Melalui kegiatan bedah buku ini, peserta diajak untuk mengenal lebih jauh pentingnya kajian fikologi dalam memahami kehidupan organisme akuatik dan perannya terhadap keseimbangan ekosistem. Sebagai organisme fotosintetik, berbagai kelompok alga berkontribusi terhadap produktivitas primer, siklus unsur hara, serta jejaring makanan di perairan. Di sisi lain, sejumlah jenis alga juga memiliki potensi pengembangan sebagai sumber senyawa bioaktif, bahan baku produk bioteknologi, dan agen dalam teknologi pengolahan lingkungan.
Kehadiran narasumber dan pembahas memberikan ruang bagi pertukaran perspektif akademik mengenai kajian alga, baik dalam konteks pengembangan pengetahuan dasar maupun peluang penerapannya di berbagai bidang. Diskusi ini sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan minat terhadap kajian biodiversitas perairan dan mendorong pemanfaatan literatur ilmiah sebagai landasan pengembangan penelitian.
Menambah semarak kegiatan, panitia juga menyelenggarakan sesi pembagian doorprize bagi peserta yang hadir. Sesi ini menjadi salah satu rangkaian acara yang memberikan suasana lebih interaktif dan menyenangkan di tengah berlangsungnya kegiatan akademik. Pembagian doorprize sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan bedah buku. Selain itu, peserta juga memperoleh kesempatan mendapatkan e-sertifikat sebagai bentuk penghargaan atas keikutsertaan mereka.
Mengusung semangat “Mengenal lebih dalam dunia alga, untuk masa depan yang berkelanjutan”, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pengenalan buku, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya keanekaragaman hayati perairan. Pemahaman terhadap alga memiliki relevansi yang semakin luas, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, penurunan kualitas lingkungan perairan, dan pengembangan inovasi berbasis sumber daya hayati.
Melalui penyelenggaraan bedah buku ini dan keberlanjutannya, Perpustakaan Fakultas Biologi UGM terus mendorong penguatan budaya literasi, diseminasi pengetahuan, dan interaksi akademik antara penulis, peneliti, mahasiswa, serta masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi pengembangan kajian fikologi dan meningkatkan apresiasi terhadap peran alga dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati serta pembangunan berkelanjutan.
Salam lestari dan Salam literasi~




