Arsip:
SDG 14 : Ekosistem Lautan
Pada tanggal 5 April 2026, mahasiswa Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada peserta Matakuliah Etnobotani tingkat Sarjana (S1) Kelas A, mengikuti kegiatan kuliah lapangan di Museum Kedhaton Yogyakarta. Perkuliahan lapangan ini adalah merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berbasis kontekstual (contextual teaching and learning), pengalaman (experiential learning), dan sumber daya (resource-based learning). Pendekatan ini menghubungkan materi pelajaran dengan konteks nyata (benda koleksi/sejarah) untuk meningkatkan keterlibatan aktif, observasi langsung, dan berpikir kritis mahasiswa. Matakuliah Etnobotani Kelas A diampu oleh Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. dan Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si.
Pada saat Kuliah Lapangan tersebut sejumlah 31 Mahasiswa didampingi oleh Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si., mengikuti perkuliahan yang diberikan oleh narasumber yaitu Kepala Museum Kedhaton (RA Siti Amirul Nur Sundari, Carik Kawedanan Radyo Kartiyoso) dan Staff Ahli Museum Kedhaton (Mas Jajar Praba Hanendra). Selain itu hadir pula salah satu dosen Fakultas Biologi UGM Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng.
Dalam perkuliahan tersebut mahasiswa mempelajari keanekaragaman tumbuhan dan makna simbolisnya yang dipergunakan dalam berbagai ritual masyarakat Jawa yang merupakan rangkaian siklus hidup (daur hidup) yang komprehensif, dimulai dari Tahap Awal: Kehamilan dan Kelahiran (Siklus Awal Kehidupan) (diawali dengan Mapati (Empat Bulanan), Mitoni / Tingkeban (Tujuh Bulanan), Brokohan, Sepasaran (lima hari), Puputan (Tali Pusar Lepas), Selapanan (35 Hari), dan Tedak Siten (Tujuh Bulanan)); Tahap Tengah: Masa Dewasa dan Perkawinan (Sunatan/Khitanan, Nontoni & Lamaran, Siraman & Midodareni, Pernikahan (Akad/Panggih); dan Tahap Akhir: Kematian (Perjalanan Kembali) (Siklus Akhir Kehidupan), yang bertujuan memohon keselamatan, rasa syukur, dan penghormatan kepada alam semesta. Dalam mempelajari makna simbolis dari setiap spesies tumbuhan yang dipergunakan dalam upacara, maka mahasiswa akan memahami pula mengenai makna spiritual dari ritual Jawa tersebut yang merupakan penjabaran dari hubungan timbal balik antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam semesta, dan manusia dengan Gusti Allah Sang Maha Pencipta.
Kearifan lokal Jawa yang telah diwariskan dari generasi ke generasi ini menjadi aset budaya yang sangat berharga dan patut dipertahankan keberlanjutannya di masa depan. Mahasiswa juga dapat berperan aktif dalam melaksanakan konservasi ilmu pengetahuan tradisional tersebut supaya tidak hilang dari peradaban masyarakat saat ini. Selain itu, Kraton Yogyakarta selain telah melakukan berbagai upaya konservasi pengetahuan etnobotani tersebut juga telah melaksanakan berbagai langkah pelestarian tanaman langka yang memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi.
Kegiatan ini turut mendukung tercapainya sejumlah target dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 4: Quality Education melalui pendekatan pembelajaran yang mengedepankan pengalaman langsung di lapangan; SDG 11: Sustainable Cities and Communities dengan memanfaatkan situs warisan budaya sebagai media edukasi; SDG 12: Responsible Consumption and Production, setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan Etnobotani dapat menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan alam yang bertanggungjawab; SDG 13: Climate Action karena mendorong penguatan literasi lingkungan serta mempererat hubungan antara manusia dan alam; SDG 15: Life on Land melalui peningkatan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati; SDG 17: Partnerships for the Goals yang mendorong kerjasama dengan berbagai institusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. – Ludmilla —
Yogyakarta, 30 April 2026 – Center for Tropical Biodiversity (Centrobio) Fakultas Biologi UGM melaksanakan webinar seri ketiga bertajuk “Muda Mudi Konservasi: Ngobrolin A-Z Tentang Biodiversitas”, yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari Sumatra hingga Papua. Profil audiens sangat beragam, mulai dari siswa SMA, mahasiswa, pemancing, hingga staf BKSDA dan peneliti. Sesi webinar diisi oleh dua narasumber, yakni Indira Nurul Qomariah, M.Si., Bio.Cur. dari Centre for Orangutan Protection (COP) yang juga alumni Program Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati Fakultas Biologi UGM, dan Dr. Luthfi Nurhidayat Dosen Lab SPH Fakultas Biologi UGM. Acara dipandu oleh Apriliawati, M.Sc., lulusan program Magister Biologi UGM yang bergelut di dunia konservasi perairan, serta dihadiri oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM. Webinar tersebut membahas komitmen pelestarian biodiversitas dari aspek terestrial dan akuatik.
Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan memberikan sambutannya dan menekankan bahwa kontribusi terhadap pelestarian biodiversitas mencakup seluruh bidang ilmu biologi, bukan hanya ekologi. Beliau juga menggarisbawahi tanggung jawab besar Indonesia sebagai negara megabiodiversitas dan berharap seminar ini menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk terus berpartisipasi secara berkesinambungan.
Sesi pemaparan pertama diawali dengan cerita Indira mengenai upaya konservasi orangutan di Indonesia. Beliau memaparkan kerja LSM Centre for Orangutan Protection yang fokus pada penyelamatan orangutan Sumatra dan Kalimantan, perlindungan hutan, serta habitatnya di berbagai wilayah. Indira menjelaskan tantangan utama berupa hilangnya habitat yang memicu konflik manusia-satwa dan perdagangan ilegal. LSM COP bekerja melindungi orangutan di garda terdepan, melalui patroli pengamanan hutan, penyelamatan, penanganan medis, rehabilitasi, pelepasliaran, dan riset. Selain itu, dipaparkan pula peluang bagi mahasiswa melalui program COP School angkatan ke-16 di Yogyakarta yang pendaftarannya dibuka hingga 10 Mei 2026 sebagai wadah pembelajaran konservasi praktis.
Narasumber selanjutnya, yaitu Luthfi Nurhidayat, memaparkan materi bertajuk penelitian dan implementasi restocking ikan lokal di Yogyakarta. Beliau menyoroti penurunan signifikan populasi ikan wader akibat fragmentasi sungai dan polusi. Luthfi membagikan keberhasilan program restocking ikan wader yang mencapai peningkatan populasi di Sungai Baros dan Sungai Gandok. Melalui kerangka delapan tahapan restocking yang komprehensif, program ini tidak hanya memulihkan ekosistem, tetapi juga melibatkan pemangku kebijakan seperti Dinas Kelautan Perikanan DIY, BRIN, Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), serta yang paling penting adalah peran aktif masyarakat melalui kelompok pengawas (Pokmaswas) untuk restocking dan pengawasan sungai.
Diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan kedua narasumber. Berbagai isu dibahas, mulai dari strategi menghadapi fragmentasi habitat orangutan tapanuli hingga teknis pemilihan lokasi restocking ikan agar tidak merusak keragaman genetik lokal. Peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi, baik dalam menanyakan peluang riset maupun kolaborasi magang. Seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengedukasi masyarakat, khususnya anak muda, agar konservasi dimulai dari hal sederhana seperti menjaga kebersihan sungai hingga kampanye media sosial.
Seminar bertajuk konservasi dan biodiversitas tersebut menunjukkan komitmen Fakultas Biologi dalam perannya pada pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu kualitas pendidikan yang baik (SDG 4), aksi penanganan perubahan iklim (SDG 13), serta pelestarian biodiversitas yang berdampak pada kehidupan air dan darat (SDG 14 dan SDG 15).
Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Penghargaan Nasional berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada lomba Esai Nasional Nusantara Creative Competition (NCC) 3 tanggal 11 – 12 April 2026. NCC 3 2026 merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung setiap satu tahun sekali. Kegiatan NCC 3 dilaksanakan secara offline pada jenjang siswa dan mahasiswa yang terdiri dari lomba esai. Perlombaan ini mengusung tema “Ide, Inovasi, dan Keberanian Berpikir Generasi Muda Sebagai Fondasi Kemajuan Nusantara”.

Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan 2022, yaitu Salsabila Arwa Maharani, Winda Lutfiana Hafidz, dan Intan Nur Aprilia, dan berhasil meraih prestasi berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada Lomba Esai yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung 2026 di bawah bimbingan Ibu Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D. Karya esai ini diajukan dengan subtema “Lingkungan” yang berjudul “Rekayasa Comamonas thiooxidans Berbasis PETase, MHETase, dan LuxCDABE sebagai Biosensor Bioluminesensi dan Agen Biodegradasi PET pada Lingkungan Tercemar Mikroplastik”.
Meningkatnya pencemaran mikroplastik di Indonesia menjadi latar belakang penyusunan karya esai ini. Inovasi yang diangkat berupa rekayasa Comamonas thiooxidans berbasis PETase, MHETase, dan luxCDABE sebagai biosensor bioluminesensi sekaligus agen biodegradasi PET, menawarkan solusi berkelanjutan dalam mendeteksi serta mengurangi pencemaran mikroplastik di lingkungan. Sistem ini memungkinkan deteksi produk degradasi plastik PET secara real-time melalui sinyal bioluminesensi, sekaligus mempercepat proses penguraian polimer PET menjadi senyawa yang lebih sederhana. Inovasi tersebut tidak hanya menghadirkan metode pemantauan lingkungan yang ramah lingkungan dengan biaya rendah, tetapi juga memiliki nilai aplikatif tinggi karena dapat menjadi alternatif dari metode konvensional yang cenderung mahal dan kurang praktis di lapangan. Diharapkan, penerapan biosensor rekombinan ini menjadi strategi berkelanjutan dalam pengendalian pencemaran mikroplastik, serta mendukung perlindungan ekosistem dan kesehatan masyarakat di sekitar area terdampak. Dengan demikian, lingkungan yang terpapar mikroplastik dapat dipantau secara efektif sehingga risiko dampak negatif terhadap organisme hidup dapat ditekan. Lingkungan yang lebih bersih dan aman akan mendorong keberlanjutan ekosistem, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab di masa depan, sehingga mampu mendukung tercapainya SDGs ke-3, ke-6, ke-12, dan ke-14. [Penulis: Salsabila Arwa Maharani]
Prestasi gemilang ditorehkan oleh tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam ajang IGNITE FUTURE FEST 2026 yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 3–6 April 2026. Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang diketuai oleh Widya Arum Prastanti, bersama Husna Nadia dan Regina Siska Ekaristi Nainggolan, berhasil meraih Honorable Medal pada esai kategori Gizi & Kesehatan dengan judul “Abon BioFerra: Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Belut dan Ampas Tahu sebagai Upaya Pencegahan Anemia.”
Esai yang ditulis mengangkat isu serius tentang tingginya prevalensi anemia di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, menurunkan daya tahan tubuh, performa belajar, serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Tim ini menilai bahwa pendekatan suplementasi tablet tambah darah selama ini belum sepenuhnya efektif karena rendahnya kepatuhan konsumsi dan efek samping yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, mereka merancang solusi berbasis pangan fungsional yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam pola konsumsi harian.
Gagasan utama yang mereka tawarkan adalah Abon BioFerra, sebuah inovasi pangan fungsional berbentuk abon yang memanfaatkan dua bahan utama: belut sebagai sumber zat besi heme dengan bioavailabilitas tinggi, serta ampas tahu yang merupakan limbah industri pangan namun masih kaya akan protein dan serat. Pemilihan bentuk abon didasarkan pada tingkat penerimaan masyarakat Indonesia yang sudah sangat akrab dengan produk abon, baik dari segi rasa, kepraktisan, maupun daya simpannya yang lama. Selain itu, pemanfaatan ampas tahu juga mengusung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari kedalaman analisis, orisinalitas gagasan, serta kemampuan mereka dalam mempresentasikan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Para juri memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan holistik yang mengintegrasikan isu gizi, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal dalam satu produk pangan.
Dalam langkah selanjutnya, tim BioFerra berharap inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai gagasan dalam kompetisi, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan remaja putri. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerintah, dan industri pangan, untuk mewujudkan pencegahan anemia yang lebih efektif, terjangkau, dan berkelanjutan di Indonesia. [Penulis: Widya Arum Prastanti]
Yogyakarta, 21 Maret 2026 Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dipercaya menjadi khotib dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang diselenggarakan pada Sabtu, 21 Maret 2026, di Lapangan Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada. Pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung berjalan lancar dan khusuk serta dihadiri ribuan jamaah dari civitas akademika UGM serta masyarakat umum.
Dalam khutbahnya, Prof. Budi Setiadi Daryono mengajak jamaah untuk memaknai Idul Fitri tidak sekadar sebagai perayaan kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi sebagai momentum memperkuat ketakwaan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Mengawali khutbahnya, Prof. Budi menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT sehingga umat Islam dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri dalam suasana aman dan penuh kebahagiaan. Ia juga mengajak jamaah untuk bersyukur atas kondisi Indonesia yang masih diberikan keamanan dan kenyamanan, berbeda dengan sebagian saudara muslim di berbagai negara yang tengah menghadapi konflik dan kesulitan.
“Marilah kita panjatkan syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Negara kita masih merasakan kenyamanan dan keamanan. Ini adalah anugerah yang patut kita syukuri,” ungkapnya.
Selanjutnya Prof. Budi menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum untuk kembali kepada fitrah sebagai manusia yang bertugas menjadi khalifah di bumi. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Ramadan seperti disiplin ibadah, kepedulian sosial, serta semangat berbagi hendaknya tetap dijaga dan dilanjutkan setelah bulan Ramadan berakhir.
“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, bukan hanya tentang pakaian baru atau hidangan, tetapi momentum untuk menguatkan tekad menjadi hamba Allah yang lebih taat, menjaga kesucian hati, dan mempererat silaturahmi,” jelasnya.
Dalam khutbah tersebut, Prof. Budi juga menekankan pentingnya kesalehan sosial sebagai bagian dari implementasi nilai Ramadan. Ia mengajak jamaah untuk memperkuat hubungan kekerabatan, saling memaafkan, serta membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, silaturahmi merupakan salah satu amalan penting yang ditekankan dalam ajaran Islam.
Selain itu, sebagai akademisi di bidang biologi, Prof. Budi turut mengangkat tema eko-spiritualitas, yakni hubungan antara spiritualitas manusia dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Ia menyampaikan bahwa puasa mengajarkan manusia untuk mengendalikan diri dari perilaku konsumtif yang menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan.
Prof. Budi mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi tantangan serius terkait masalah lingkungan, termasuk meningkatnya jumlah sampah dan dampak pemanasan global. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum meningkatkan kesadaran ekologis.
Beberapa langkah konkret yang disampaikan dalam khutbahnya antara lain mengurangi penggunaan plastik, menghemat energi, mengurangi emisi karbon, serta menanam dan merawat pohon sebagai bentuk sedekah lingkungan.
“Setiap manusia membutuhkan pohon sebagai sumber oksigen. Pertanyaannya, apakah kita sudah menanam minimal lima pohon selama hidup kita? Ini menjadi refleksi sekaligus ajakan untuk menjaga bumi yang Allah amanahkan kepada kita,” ungkapnya.
Di akhir khutbah, Prof. Budi mengajak jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai awal baru dalam memperbaiki hubungan dengan Allah (Hablum Minallah), hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas), serta hubungan dengan alam (Hablum Minal ‘Alam).
Melalui khutbah Idul Fitri tersebut, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono berharap semangat Ramadan dapat terus terjaga dan menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang lebih baik, penuh kepedulian, serta berkelanjutan bagi masa depan.
Pada Selasa, 24 Februari 2026, Kelompok Studi Kelautan Fakultas Biologi UGM (KSK Biogama) menyelenggarakan Sosialisasi Program Kerja Kabinet Arnavya Widyakara di Ruang 2 Gedung B Fakultas Biologi UGM pada pukul 15.30–17.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Pembina KSK Biogama, Dewan Pengawas Organisasi (DPO), anggota aktif KSK Biogama, serta perwakilan Kelompok Studi dan Lembaga di lingkungan Fakultas Biologi UGM.
Acara dipandu oleh Muhammad Humam Rafi’i dan Najma Camilla Dhiya, serta diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Himne Gadjah Mada, Mars Fakultas Biologi, dan Mars KSK sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kebangsaan serta identitas keorganisasian.
Sambutan pertama disampaikan oleh Pembina KSK Biogama, Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama masa bakti. Beliau juga memberikan dukungan kepada kepengurusan baru untuk melanjutkan estafet organisasi dengan penuh tanggung jawab, serta menekankan pentingnya konsistensi dan kolaborasi dalam menjalankan setiap program kerja.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua KSK Biogama 2026, Andika Edwin Novianto Ramadhan. Ia menegaskan komitmen Kabinet Arnavya Widyakara untuk menjalankan program kerja secara terarah, sistematis, dan berdampak. Selain itu, ia mengajak seluruh anggota untuk berpartisipasi aktif, menjaga solidaritas, serta membangun lingkungan organisasi yang produktif dan harmonis.
Pada sesi inti, dilaksanakan pelantikan dan pengucapan sumpah Pengurus Harian KSK Biogama 2026 Kabinet Arnavya Widyakara yang dipimpin oleh Andika Edwin Novianto Ramadhan sebagai bentuk pengesahan kepengurusan baru. Selanjutnya, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kabinet Winaya Adiwidia disampaikan oleh Ahmad Aris Budi Rohman selaku Ketua KSK Biogama periode sebelumnya sebagai bentuk pertanggungjawaban dan syarat demisioner.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan perkenalan jajaran kepengurusan serta pemaparan program kerja Kabinet Arnavya Widyakara masa bakti 2026 yang mencakup bidang Ketua dan empat kepilaran, yaitu Sekretaris Jenderal, PSDM, Eksternal, dan Keilmuan.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Melalui Sosialisasi Program Kerja ini, KSK Biogama berharap dapat memperkuat sinergi antaranggota serta membangun kolaborasi yang solid dengan berbagai pihak. Dengan demikian, seluruh program yang telah dirancang diharapkan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan organisasi serta civitas akademika Fakultas Biologi UGM. [Penulis: KSK]
Yogyakarta, 2026. Aisyah Amalia Salsabila, mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2024, menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui partisipasi dalam Youth Leaders Exchange and Conference (YLEC) Chapter Bangkok 2026 yang diselenggarakan pada 4-7 Februari 2026 di Bangkok, Thailand. Program ini merupakan forum global yang mempertemukan pemuda dari berbagai negara untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring internasional, serta membangun kolaborasi lintas budaya dan disiplin ilmu.
Kegiatan YLEC 2026 menghadirkan serangkaian agenda strategis, antara lain international leadership conference, diskusi panel bersama pembicara internasional, cultural exchange session, serta presentasi proyek kolaboratif. Dalam forum tersebut, Aisyah aktif terlibat dalam pembahasan isu-isu global seperti pembangunan berkelanjutan, inovasi berbasis sains, peran generasi muda dalam mitigasi perubahan iklim, serta kontribusi akademisi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dan penguatan kompetensi mahasiswa sebagai global citizen. Melalui interaksi langsung dengan delegasi dari berbagai latar belakang budaya dan akademik, mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, berpikir kritis, kepekaan sosial, serta keterampilan kolaborasi global.
Selain mengikuti konferensi, para delegasi juga melakukan kunjungan akademik dan institusional di KBRI Bangkok untuk mempelajari praktik pendidikan dan pengembangan kepemudaan di tingkat regional Asia Tenggara. Kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Keikutsertaan mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam YLEC Chapter Bangkok 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berinovasi, berprestasi, dan berkontribusi di tingkat internasional. Fakultas Biologi UGM akan terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai forum global sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional. [Penulis: Aisyah Amalia Salsabila]
Sebagai tahap awal pembentukan kader baru, Kelompok Studi Kelautan (KSK) Biogama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar). Pada tahun ini, Diklatsar ke-XXVI mengusung tema “Jelajahi Laut, Temukan Dirimu: Bersama KSK Menjadi Generasi Tangguh Penjaga Laut”. Tema tersebut merefleksikan semangat untuk melahirkan kader baru yang kompeten, terampil, dan berkomitmen tinggi dalam memajukan kelautan di Indonesia.
Diklatsar XXVI terdiri atas dua rangkaian besar. Rangkaian pertama telah terlaksana pada bulan September hingga November 2025 yang meliputi Diklat Ruang (Dikru), Wawancara, dan Forum Santai Berenang (Forsakerang). Sementara rangkaian kedua meliputi Outbound, Gelar Pasukan (Gerpas), dan Diklat Lapangan (Diklap).
Outbound telah terlaksana pada tanggal 5 Februari 2026 di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Dalam kegiatan ini, peserta yang disebut sebagai Baby Octopus mengunjungi beberapa pos untuk memperoleh pembekalan dasar mengenai cara penyusunan carrier, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pembuatan api unggun, serta pembangunan bivak. Selain pematerian, Baby Octopus juga diberikan kuis dan games sebagai sesi bonding antar sesama anggota.
Rangkaian selanjutnya, yaitu Gerpas yang dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2026 di lingkungan Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini berfokus pada pengecekan perlengkapan Baby Octopus yang akan digunakan pada Diklap. Selain pengecekan, dilakukan pula sesi evaluasi dan menjadi kesempatan bagi Baby Octopus dalam melengkapi perlengkapan yang belum tersedia.
Sebagai puncak kegiatan rangkaian Diklatsar XXVI, Diklat Lapangan (Diklap) dilaksanakan pada tanggal 13- 15 Februari 2026 di Pantai Krakal, Pantai Ngrumput, Pantai Watu Bolong, dan Pantai Drini, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum keberangkatan ke lokasi acara, kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bapak Abdul Razaq Chasani S.Si., M.Si., Ph.D. selaku pembina Kelompok Studi Kelautan.
Pada rangkaian Diklap, Baby Octopus melakukan pembangunan bivak di area pantai serta kegiatan susur pantai diikuti dengan pematerian mengenai Kelompok Studi Kelautan, medis, serta lima kelas keilmuan yang terdiri dari Algae, Crustacea, Echinodermata, Mollusca, dan Pisces. Sebagai bentuk evaluasi pemahaman materi, diadakan kuis yang dilaksanakan setelah rangkaian susur pantai. Kegiatan ini ditutup dengan prosesi pelantikan Anggota Muda ke- XXVI KSK Biogama yang dipimpin oleh saudara Andhika Edwin selaku Ketua KSK Biogama periode 2026.
Rangkaian Diklatsar XXVI diharapkan dapat melahirkan kader Anggota Muda yang kompeten secara akademik maupun keterampilan, serta memantik semangat untuk menjaga kelestarian laut Indonesia. [Penulis: KSK]
Bandung, 9 Februari 2026 — Matin Nuhamunada, M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Office of International Affairs (OIA), Fakultas Biologi UGM, ikut berpartisipasi dalam kegiatan Erasmus+ ECoGREEN Project Closing yang dirangkaikan dengan Information Session dan Partner Matchmaking Program Erasmus+, bertempat di Lecture Theater Gedung PPAG, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperluas pemahaman mengenai berbagai skema pendanaan hibah Erasmus+, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya melalui skema Erasmus+ Capacity Building in Higher Education (CBHE).
Dalam sesi diskusi, disampaikan pentingnya penyelarasan topik proposal Erasmus+ dengan kata kunci utama yang menjadi fokus Uni Eropa, yaitu digital/AI, sustainability, serta future skills. Arah pengembangan proposal ke depan diusulkan sebagai proyek berskala nasional untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi Indonesia dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kesadaran dan kompetensi masa depan, termasuk dalam konteks green economy dan sustainable development melalui pendekatan kurikulum interdisipliner.
Tujuan utama yang dibahas dalam forum tersebut meliputi: (1) penguatan kurikulum program Sarjana (S1) dan pengembangan program Magister di bidang sustainability, (2) Pembentukan konsorsium pendidikan dan pusat riset kolaboratif lintas institusi, serta (3) pengembangan kegiatan co-curricular kemahasiswaan yang mendukung isu sustainable development dan transformasi digital.
Sesi informasi Erasmus+ dibuka oleh Dr. Johanna Renny Octavia Hariandja (UNPAR) selaku Primary Coordinator proyek hibah CBHE ECoGREEN, sekaligus menandai penutupan resmi proyek tersebut dan menjadi ajang sosialisasi peluang kolaborasi Erasmus+ ke depan. Materi utama disampaikan oleh Arief Budiman, Ph.D., selaku Erasmus+ National Focal Point (ENFP) untuk Indonesia, yang memaparkan peran ENFP dalam membantu perguruan tinggi Indonesia mengakses berbagai skema Erasmus+, mulai dari pendampingan teknis, pencarian mitra Eropa, hingga penjaminan kualitas proposal. Disampaikan pula pentingnya kepemilikan Participant Identification Code (PIC) dan Organisation ID (OID) dari institusi perguruan tinggi Indonesia sebagai prasyarat partisipasi.
Berbagai skema Erasmus+ yang diperkenalkan antara lain: (1) International Credit Mobility (ICM), (2) Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM), (3) Capacity Building in Higher Education (CBHE), dan (4) Jean Monnet Actions. Dalam sesi khusus CBHE, UNPAR berbagi pengalaman sebagai anggota konsorsium hingga koordinator proyek. Ditekankan bahwa kunci keberhasilan proposal CBHE terletak pada pembentukan konsorsium yang kuat, kejelasan pembagian peran, serta komunikasi intensif antar mitra di Eropa sejak tahap penyusunan concept note. Sementara itu, skema Jean Monnet diperkenalkan sebagai langkah awal strategis untuk membangun kapasitas institusi, khususnya melalui pengembangan modul dan kegiatan pengajaran terkait kebijakan Uni Eropa.
Sebagai hasil kegiatan, disepakati beberapa langkah tindak lanjut, antara lain diskusi lanjutan dengan former grantee dan calon kolaborator, penentuan topic of interest bersama, serta pembentukan konsorsium untuk pengajuan proposal Erasmus+ CBHE mendatang. Fokus kolaborasi diarahkan pada tema biosustainability dan pendekatan berbasis data. Partisipasi Fakultas Biologi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kualitas perencanaan proposal hibah internasional, serta berkontribusi pada pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada sustainable development.
Seminar Proposal Penelitian Tesis Mahasiswa Program Magister Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada telah sukses dilaksakan pada hari Selasa, 6 Januari 2026. Pembukaan acara seminar dilakukan secara luring (luar jaringan) bertempat di Gedung A Ruang Sidang Atas, Lantai 3 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Kegiatan Seminar Proposal Penelitian Tesis dihadiri oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si, M.Si selaku Ketua Program Magister Biologi. Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc sebagai Dekan Fakultas Biologi, dan Prof. Bambang Retnoaji, M.Sc., Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., sebagai Wakil Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Acara Seminar Proposal Penelitian Tesis ini ditujukan untuk mahasiswa program magister angkatan 2024 (Semester Genap) dan mahasiswa “by research” dengan total peserta sebanyak 42 mahasiswa dan dibersamai oleh 22 dosen pembimbing atau supervisornya. Seminar Proposal Penelitian Tesis Mahasiswa Program Magister Angkatan 2024/2025 (Semester Genap) dimulai dengan pembukaan oleh MC, saudari Citra Rizkia Agusni. Para peserta kemudian bersama-sama secara syahdu menyanyikan lagu Indonesia Raya, diikuti lagu Hymne Gadjah Mada serta Mars Biologi.
Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua program studi magister Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si, M.Si. Beliau menyampaikan terima kasih untuk seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan seminar proposal, khususnya mahasiswa dan panitia yang mendukung terlaksananya kegiatan seminar proposal. Ketua program studi mengamanahkan agar para mahasiswa lebih interaktif dan menjalin komunikasi lebih sering dengan dosen pembimbingnya, sehingga selalu mendapat arahan dan masukan yang berguna untuk perbaikan proposalnya. Selain itu, mahasiswa diharapkan untuk menjaga semangat, motivasi dan fokus menuju tahap ujian komprehensif agar bisa segera melakukan penelitian dan lulus tepat waktu dengan hasil dan nilai yang memuaskan.
Sambutan berikutnya sekaligus pembukaan acara, disampaikan oleh dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Beliau mengucapkan terimakasih atas kehadiran seluruh mahasiswa dan dosen yang antusias mengikuti acara. Beliau menyampaikan rasa bangga atas kuantitas jumlah mahasiswa yang memiliki progress cepat dalam menjalankan tahapan tugas akhir tesis. Namun, beliau juga menambahkan bahwa peningkatan kuantitas harus diikuti dengan peningkatan kualitas penelitian yang baik. Mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi di masa depan, dalam pengabdiannya kepada masyarakat, sebagai dosen maupun berbagai profesi membanggakan lainnya untuk memajukan nusa dan bangsa. Sambutan diakhiri dengan himbauan kepada seluruh mahasiswa agar tetap menjaga konsentrasi dan memanajemen waktu penelitian dengan efektif agar tugas akhir tesis dapat selesai tepat waktu tanpa hambatan maupun perpanjangan masa studi.
Acara dilanjutkan dengan presentasi proposal masing-masing peserta didampingi oleh dosen pembimbing dan dilaksanakan di ruangan yang telah ditentukan. Seminar dilaksanakan di Gedung A lantai 3 dengan menggunakan 3 ruangan yang berbeda, yakni Ruang Sidang Atas, Ruang Kuliah 6 dan Ruang Kuliah 7. Pelaksanaan seminar dibersamai oleh moderator Nadya Syalsabillah dan notulensi Nur Azizah Ibrahim di Ruang Sidang Atas, moderator Safira Nurullita dan notulensi.
Angeline Stefanny Sirami di Ruang 6, dan moderator Ruvarashe Rambwawasvika dan notulensi Brenda Febrina Zusriadi di Ruang 7. Agenda seminar dibagi menjadi empat sesi dan setiap sesi terdiri dari tiga sampai empat mahasiswa presenter. Masing-masing presenter menyampaikan proposal tesisnya dalam waktu 10 menit, sehingga penyampaian proposal berjalan dalam waktu 40 menit dalam setiap sesi.
Seminar proposal tesis ini umumnya dilaksanakan dengan tujuan utama untuk menelaah kelayakan rencana penelitian serta menghimpun masukan konstruktif demi penyempurnaan studi. Forum ini memfasilitasi mahasiswa dalam memaparkan gagasan, metodologi, dan kerangka teoretis di hadapan dosen pembimbing guna memperoleh persetujuan untuk melanjutkan penelitian. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta pemberian umpan balik dari hadirin yang berlangsung selama 20 menit. Seluruh saran dan arahan perbaikan yang disampaikan dalam forum ini menjadi catatan penting guna melengkapi substansi proposal. Sebagai penutup sesi, Dosen Pembimbing menyampaikan simpulan mengenai urgensi penelitian, hasil diskusi, serta klarifikasi atas pertanyaan yang diajukan. Kegiatan diakhiri pada pukul 12.00 WIB yang ditutup oleh moderator pada setiap ruang dengan ucapan selamat kepada para peserta seminar beserta ucapan terima kasih untuk seluruh partisipan acara.
(Ditulis oleh: Maria Kleofania Adja & Annisa Latifah Kotada)







































