Dalam penutupnya beliau menyampaikan bahwa era industri 5.0 akan memfokuskan perhatian dalam aspek peningkatan sumberdaya manusia untuk itu pembangunan kualitas sumberdaya manusia baik secara akademik dan psikologis sangat dibutuhkan. “Kerja keras (hardwork) bukan lagi menjadi penentu utama namun perlu diawali dengan kondisi psikologis yang baik, yaitu happiness atau kebahagiaan. Dengan kondisi psikologis yang baik maka akan dapat mendorong tercapainya output yang maksimal”, tutur beliau. Beliau juga berharap semoga potensi pendidikan tinggi dan potensi sumber daya alam di Kabupaten Kuningan Jabar dapat terus berkembang.
Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta (Balar Jogja) menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi (EHPA) 2020. Dalam kegiatan tersebut, Balar Jogja mengundang Dekan Fakultas Biologi UGM untuk menghadiri rapat dan seminar EHPA. Rapat EHPA berlangsung dari tanggal 26 sd 28 Februari 2020 di Lotus Ballroom, Hotel Grand Aston Yogyakarta. Dekan Fakultas Biologi UGM turut diundang, karena antara Balar Jogja dan Fakultas Biologi UGM telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dalam PKS tersebut, kami dari Fakultas Biologi UGM membantu ekskavasi arkeologis dan melakukan identifikasi temuan flora dan fauna hasil ekskavasi arkeologis Balar Jogja.
Dekan Fakultas Biologi UGM kemudian menugaskan Dosen dari Fakultas Biologi UGM, yang juga Kepala Museum Biologi UGM, yaitu Donan Satria Yudha, M.Sc. untuk menghadiri kegiatan EHPA tersebut secara penuh. Hal tersebut dikarenakan studi master Donan adalah di bidang prasejarah dan geologi kuarter, di Museum National of Natural History, Paris Perancis dan saat ini, Donan menjadi Kepala Museum Biologi UGM, sehingga dia orang yang tepat untuk menghadiri kegiatan EHPA tersebut.
Pada tanggal 17 Juli s.d. 5 Agustus 2019, Donan juga telah membantu penelitian dan ekskavasi yang dilakukan Balar Jogja. Penelitian Balar Jogja tersebut berjudul “Strategi Subsistensi Pada Masa Prasejarah di Gua-Gua Gunung Sewu Bagian Barat: Sebuah Pendekatan Zooarchaeology”. Penelitian dan ekskavasi dilakukan di Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta. Donan melakukan identifikasi temuan fauna dari hasil ekskavasi. Terdapat sekitar 839 fragmen fosil hewan vertebrata yang berhasil diidentifikasi. Fragmen fosil yang teridentifikasi berupa: rodent, primates, reptiles seperti ular dan kadal, artiodactyla dan beberapa tulang ikan.
Hasil penelitian dan ekskavasi tersebut dipresentasikan oleh Ibu Rizka Purnamasari, S.S. (PIC Kegiatan Penelitian), pada hari Kamis 27 Februari 2020, pada sesi kedua. Dalam presentasinya Bu Rizka menyebutkan bahwa: identifikasi temuan fosil fauna vertebrata hasil identifikasi dilakukan oleh Pak Donan dengan spesimen pembanding (referensi) koleksi rangka vertebrata milik Museum Biologi UGM dan Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM. Kami dari Museum Biologi dan Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM memang memiliki koleksi rangka fauna vertebrata yang cukup lengkap. Kami memiliki rangka badak, rangka anjing, kucing, babi hutan, berbagai jenis rodent (pengerat), biawak, ular, ikan, hingga cangkang moluska. Rangka-rangka tersebut memang merupakan bagian dari perkuliahan dan praktikum kami.
Penutup kegiatan EHPA berisi sambutan dari Kepala Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Bapak Drs. Sugeng Riyanto, M.Hum. Beliau mengatakan bahwa pada penelitian arkeologi selanjutnya, akan terus mengadakan kerjasama penelitian dan studi bersama, agar mendapatkan hasil yang komprehensif dan mendalam. Beberapa penelitian yang dapat dikerjasamakan antara lain: studi genetik tumbuhan masa lampau yang digunakan sebagai bahan obat herbal, identifikasi variasi tanaman pangan yang digunakan oleh masyarakat jaman kerajaan, dan masih banyak lagi. Kami dari Museum Biologi dan Fakultas Biologi menyambut baik pernyataan tersebut dan siap bekerjasama.
Selasa (3/3) telah dilaksanakan sharing session dan diseminasi dari kegiatan Student Mobility Fakultas Biologi UGM ke Yamagata University Jepang yang berlangsung tanggal 16-22 Februari 2020. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM. Sharing Session ini dibuka oleh Dekan sekaligus Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Ph.D. Pada kesempatan tersebut, Prof. Budi menyampaikan bahwa kerjasama dan terlaksananya Student Mobility ke Yamagata University ini merupakan suatu ‘mimpi yang terwujud’. Student Mobility ini merupakan program yang pertama kali terjalin dengan Yamagata University. Sebelumnya, Fakultas Biologi juga telah melaksanakan program Student Mobility ke Universitas Tun Husein Malaysia (UTHM).
Acara dimulai pukul 11.00 WIB. Acara dikemas melalui sharing session santai, dengan bentuk konsumsi ‘ala tea party Jepang’ serta doorprize oleh-oleh khas Jepang. Setelah sambutan serta pembukaan dari Dekan Fakultas Biologi, acara sharing session dilanjutkan dengan pemutaran aftermovie dan penjelasan kegiatan saat student mobility secara umum oleh rombongan yang berangkat, diwakili oleh Ibu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. Beliau menyampaikan beberapa hal terkait program yang telah terlaksana, termasuk kesempatan beasiswa yang ditawarkan oleh pihak Yamagata university. Acara kemudian dilanjutkan dengan diseminasi project penelitian yang telah dilaksanakan mahasiswa. Mengangkat tema “Asian Biodiversity Revealed by DNA Barcoding”,melalui program yang terlaksana melalui hibah Sakura Science Grant dari Japan Science and Technology Agency , para mahasiswa berkesempatan untuk mempelajari teknik barcoding DNA dari berbagai spesies tanaman dan tumbuhan.
Selain diseminasi project penelitian, pada kesempatan tersebut rombongan mahasiswa yang bernagkat juga menceritakan pengalaman yang mereka rasakan selama seminggu menjadi ‘mahasiswa’ di Jepang. Ada beberapa perbedaan kultural yang mereka alami, seperti jadwal yang padat, kebiasaan berjalan kaki yang mereka jalani selama disana, sampai adaptasi terhadap budaya tertib dan disiplin yang telah mendarah daging pada budaya masyarakat Jepang. Adaptasi terhadap cuaca dingin yang mencapai -2℃ serta salju juga menjadi pengalaman berharga bagi mereka.
Sharing session yang dihadiri mahasiswa lintas angkatan Fakultas Biologi UGM tersebut, berakhir pada pukul 12.00 WIB. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi sesi berbagi informasi dan ilmu pengetahauan dari mahasiswa-mahasiswa Biologi yang berkesempatan melakukan kegiatan Internasional. Selain itu, diharapkan juga melalui agenda-agenda seperti ini, dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berpartisipasi aktif pada kegiatan-kegiatan selain perkuliahan di kelas.
Fakultas Biologi senantiasa mendorong dan mendukung segenap civitas akademikanya untuk senantiasa mengembangkan diri dalam rangka mewujudkan visi fakultas biologi UGM, yaitu menjadi Fakultas dengan program studi yang unggul di tingkat internasional, sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang biologi, khususnya biologi tropika, yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan berdasarkan Pancasila (RN).
Sebagai bagian dari dinamika organisasi mahasiswa, maka pergantian para pengurus Kelompok Studi dan Lembaga di Fakultas Biologi UGM juga dilakukan di akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020. Sebagai langkah awal untuk tahun kepengurusan 2020 dilakukan pelantikan pengurus yang dilaksanakan pada Rabu, 26 Februari 2020 pukul 15.30-16.45 WIB di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM. Pada acara yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Biologi Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono dan para Wakil Dekan, Kepala Prodi S1, Kasi Akademik dan Kemahasiswaan serta UP Kemahasiswaan serta para Dosen Pembina, dilantik sebanyak 14 kepengurusan yang diwakili oleh para ketua masing-masing.
Acara berjalan dengan penuh dengan keceriaan tetapi tetap berlangsung dengan hikmat acara demi acara. Acara dimulai dengan pembukaan kemudian menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Hymne Gadjah Mada dan Mars Biologi. Kemudian dilakukan pembacaan ikrar oleh para Ketua KS dan Lembaga yang dilantik dengan mengikuti apa yang dibacakan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen ikrar di depan seluruh hadirin di auditorium. Para ketua KS dan Lembaga juga menandatangani surat solidaritas sebagai bentuk kesepakatan seluruh KS dan Lembaga di Fakultas Biologi UGM.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc. mengingatkan para pengurus KS dan Lembaga agar selalu bersemangat dan amanah dalam tugasnya serta selalu mengingat filosofi pohon pisang yang setelah berbuah selalu digantikan oleh pohon baru dari tunas yang tumbuh di dekat induk pohon pisang. Selaku perwakilan pengurus KS dan Lembaga, ketua BEM Muhammad Khevin Fathah Alfarizi menyampaikan pesan dan kesan kepada seluruh pengurus.
Acara diahiri dengan foto bersama dan diskusi ringan di antara para hadirin.
#BiologiSATUBiologi
#PelantikanKSLembagaKMFB
Dosen Fakultas biologi UGM, Drs. Heri Sujadmiko, M.Si dari laboratorium Sistematika Tumbuhan menghadiri Seminar Pra Kajian Balai Konservasi Borobudur pada tanggal 13-15 Februari 2020 di Hotel Crystal Lotus Yogyakarta. Seminar ini dibuka oleh Kepala Balai Konservasi Borobudur Tri Hartono, dalam sambutanya beliau menyampaikan bahwa Balai Konservasi Borobudur memiliki fungsi pengembangan metode dan teknik konservasi. Selain itu juga memiliki fungsi pelaksanaan kajian konservasi terhadap aspek sipil, arsitektur, geologi, biologi dan kimia. Beliau berharap bahwa hasil kajian yang akan dilaksanakan bisa langsung diaplikasikan terhadap cagar budaya sehingga bisa langsung diterapkan dan dimanfaatkan di BPCB di seluruh Indonesia.
Pada Tahun 2020 Balai Konservasi Borobudur melaksanakan 9 kajian diantaranya :
- Konsolidasi Lukisan Dinding Gua Tahap I
- Penggunaan Resin Alam untuk Konsolidasi Artefak Kayu
- Kajian Zat Allelopati Tumbuhan Untuk Konservasi Cagar Budaya Berbahan Batu Andesit
- Evaluasi Kebocoran Candi Borobudur
- Kajian Distribusi Pengunjung di Zona 1 Candi Borobudur
- Pengaruh Kendaraan Bermotor terhadap Bangunan Cagar Budaya Kolonial
- Rencana Pelestarian Situs Samberan
- Identifikasi Material Cat Pada Lukisan Berbahan Kanvas
- Analisis Struktural Bangunan Kolonial Menggunakan Metode Finite Elemen dan Digital Fotogrametri
Para Peserta seminar membantu memberi kajian dan saran dari topik sembilan kajian tersebut di atas. Diharapkan hasil kajian kedepan bisa dijadikan Prosedur Operasi Standar (POS) oleh Direktorat Perlindungan Kebudayaan untuk didorong menjadi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sehingga bisa dimanfaatkan oleh banyak pihak.(baskoro)
Sabtu (15/02), tim Students Mobility Goes to Yamagata University Japan yang terdiri dari 10 orang mahasiswa disertai dengan 1 dosen pendamping berangkat menuju Yamagata University. Rombongan berangkat sabtu malam (15/02) dari Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta menuju Bandara International Soekarno Hatta. Keesokan paginya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Haneda Airport Tokyo. Sesampainya di Tokyo, rombongan disambut oleh Miyazawa sensei, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Yamagata. Setelah beberapa kali berganti kereta, perjalanan menuju Yamagata dilanjutkan dengan menggunakan shinkansen, kereta cepat Jepang yang kecepatannya bisa mencapai 300km/jam. Minggu malam (16/02), rombongan akhirnya sampai di Yamagata University, dan langsung disambut oleh rintik hujan dan dinginnya suhu Yamagata, yang malam itu mencapai 5℃. Di kampus, rombongan disambut oleh Prof. Jun Yokoyama, atau biasa dipanggil Yokoyama sensei.
Yamagata University terletak di bagian utara Jepang, tepatnya di Prefektur Yamagata. Universitas ini berdiri pada tahun 1949, dan terdiri dari 6 fakultas, yaitu Faculty of Education, Art and Science, Faculty of Enggineering, Faculty of Science, Faculty of Medicine, Faculty of Agriculture, serta Faculty of Literature and Social Sciences. Keenam fakultas ini terbagi kedalam 4 kampus, yaitu Kojirakawa Campus, Tsuruoka Campus, Lida Campus dan Yonezawa Campus. Faculty of Science yang menjadi tujuan dari rombongan berada di Kojirakawa Campus.
Senin pagi (17/02), Yokoyama sensei mendampingi rombongan untuk melakukan Campus Tour di Kojirakawa Campus. Rombongan berkesempatan untuk mengunjungi perpustakaan, shokudo, atau bisa disebut kantin kampus yang menjadi tempat makan mahasiswa, serta Yamagata University Museum..Selain melakukan Campus Tour, rombongan bersekempatan pula untuk mengunjungi beberapa laboratorium yang ada di Faculty of Science Yamagata University, diantaranya Lab Ecology and Plant Evolution serta Lab Plant Physiology. Rombongan juga berkesampatan untuk melihat langsung alat-alat penelitian canggih yang dimiliki masing-masing lab. Senin siang, program lectures dan lab courses dengan tema “Asian Biodiversity Revealed by DNA Barcoding” secara resmi dimulai. Courses yang diselenggarakan melalui program Sakura Science Grant ini dimulai dengan lecture yang diberikan oleh Prof. Naoyuki Fujiyama, Fujiyama sensei dengan tema “On The Species Diversity of Insect in Asia” dilanjutkan oleh lecture dari Yokoyama sensei dengan tema “Plant Diversity in East to Southeast Asia” dan “Systematics and DNA Barcoding”.
Ketiga materi tersebut merupakan materi pengantar untuk lab project yang akan dikerjakan oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM bersama mahasiswa Faculty of Science Yamagata University, yang terdiri dari Daiki-san, Machiko-san, Nanami-san, dan Suika-san. Lab project yang dikerjakan oleh para mahasiswa merupakan Lab Project mengenai DNA Barcoding. Mahasiswa dari kedua universitas dibagi menjadi 5 kelompok dan akan melakukan barcoding DNA pada 4 genus tumbuhan dan 1 genus serangga. Kelompok tumbuhan yang digunakan adalah Cyclamen (Primulaceae), Phalaeonopsis, Ficus (Moraceae), Viola (Violaceae) serta kelompok serangga dari famili Coccinellidae. Project ini dimulai dengan isolasi DNA pada hari kedua, dilanjutkan dengan elektroforesis, PCR, dan sequencing di hari ketiga. Pada hari keempat, course dilanjutkan dengan analisis data menggunakan program MEGA X dan BLAST di NCBI serta pembuatan report. Pada hari terakhir, yaitu jumat pagi (21/02), dilakukan presentasi hasil project yang dilanjutkan dengan penutupan resmi course disertai pemberian sertifikat bagi seluruh peserta course.
Jumat siang (21/02), rombongan melanjutkan perjalanan ke Tokyo menggunakan shinkansen dengan didampingi Yokoyama sensei. Seluruh mahasiswa dan sensei yang terkait dengan program ini turut mengantar rombongan sampai ke Yamagata Station. Mereka juga turut menemani rombongan untuk berkeliling di sekitar Station untuk membeli berbagai souvenir khas Yamagata. Jumat malam (21/02), rombongan sampai di Kamata, Tokyo. Pada malam harinya, rombongan melakukan last dinner bersama Yokoyama sensei, sebelum pada keesokan paginya (22/02) melanjutkan perjalanan ke Haneda Airport menggunakan kereta untuk kemudian pulang ke Indonesia.
Pada Student Mobility ini, rombongan yang terdiri dari Alfi Fatona Putri (Biologi 2016), Farial Alwaini (Biologi 2017), Ainurrizqi (Biologi 2017), Rania Nawra Thifali Izdihar (Biologi 2017), Yakini Al Khaaliq (Biologi 2017), Aulia Sigit Ardianto (Biologi 2018), Nareta Defiani (Biologi 2018), Hafshah Alydarafa (Biologi IUP 2019), Jordie Nicholas Siahaan (Biologi IUP 2019), dan Aisyah Rahmah Tantri (Biologi IUP 2019) dan didampingi oleh Dosen Fakultas Biologi UGM, Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. berkesempatan untuk mempelajari banyak hal mengenai Jepang. Selain mengikuti course, rombongan juga berkesempatan untuk mempelajari sejarah, kebiasaan, budaya, hingga sistem akademik yang ada di Jepang, yang tentunya memilki persamaan dan perbedaan dengan Indonesia.
Harapannya, program seperti ini dapat menjadi awal untuk program kerjasama lanjutan antara Fakultas Biologi UGM dengan Faculty of Science Yamagata University. Program yang terlaksana melaui hibah Sakura Science Grant dari Japan Science and Technology Agency diharapkan dapat memberikan gambaran bagi mahasiswa asing mengenai studi di Jepang (RN).
Sabtu tgl 22 Februari 2020 Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. memberikan pemaparan mengenai aplikasi Biologi Molekular ditengah era Revolusi Industri 4.0 dan menyongsong terbitnya era industri dan society 5.0 dalam Seminar Nasional Biologi di Universitas Kuningan Jawa Barat. Seminar tersebut diikuti oleh dosen, guru, mahasiswa dan para praktisi pendidikan di lingkungan Kabupaten Kuningan, Cirebon, Bandung, Tasikmalaya, Jakarta, Tangerang, Bogor, juga sebagian dari Tegal, Brebes, Bumiayu dan Slawi Jawa Tengah.
Guru Besar Genetika Universitas Gadjah Mada tersebut menuturkan bahwa revolusi industri dan society 5.0 tidak dapat dipisahkan dari upaya integrasi dan pengaplikasian Biologi dalam bidang industri berbasis riset dan pengembangan teknologi. “Internet of Things (IoT) dan aplikasi biologi molekular penting dalam kajian keanekaragaman genetik, proses seleksi dan budidaya plasma nutfah secara efisien. Dalam aplikasinya Genetika Molekular memiliki posisi yang penting dalam menentukan keragaman dan kekayaan sumberdaya hayati Revolusi Industri 4.0 dan 5.0. Melalui kerjasama antara Perguruan Tinggi, Kementerian terkait dan Mitra Industri pada akhirnya pemahaman tersebut dapat menjadi landasan atau basis bagi upaya pembelajaran, pemahaman dan pemanfaatan sumberdaya genetik secara berkelanjutan”, tutur Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.
Beliau juga menyoroti potensi pariwisata pada kabupaten-kabupaten yang ditetapkan sebagai wilayah konservasi sumber daya alam. “Kabupaten yang ditetapkan sebagai wilayah konservasi sumber daya alam, memiliki potensi sumber daya hayati luar biasa untuk dikembangkan menjadi tempat destinasi wisata alam dengan konsep Biotourism dan potensi wisata kuliner serta budaya tradisinya yang menarik dapat menjadi andalan ke depannya…apalagi akses Jalan Tol Trans Jawa dan Jabbodetabek sangat mudah dan dekat.”, tutur beliau.
Dalam rangka untuk menuju “zero waste” sampah organik, Fakultas Biologi UGM pada hari Jumat, 21 Februari 2020 menyelenggarakan sosialiasi SOP pengelolaan sampah di lingkungan Fakultas Biologi UGM. Forum ini dihadiri oleh seluruh staf kependidikan Fakultas dari unsur kepegawaian SDM dan Umum, staf akademik, Staf laboratorium, tenaga kebersihan dan keamanan. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Mulyanto, S.T., MM. (Kepala Kantor Admistrasi), Ibu Titin Fauziah, S.E., M.B.A (Kasie Keuangangan dan Umum), Emi Dwi Suryanti, S.Si., M.Sc. (Kasie Akademik), dan Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku pengelola lingkungan, Kebun Biologi, Kebun penelitian Sawit Sari dan Karanggayam yang juga sekaligus sebagai pembicara.
A. Latar Belakang
Kampus Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada memiliki 12 Laboratorium yang aktif dalam menyelenggarakan pembelajaran dan penelitian menggunakan berbagai bahan hewan maupun tumbuhan. Geliat aktivitas Fakultas yang begitu padat menjadikan produksi sampah organik di lingkungan kampus meningkat. Hal ini juga didukung oleh produksi litter dari vegetasi, aktivitas pemangkasan, dan kantin kampus yang juga tidak bisa diabaikan karena memiliki volume yang cukup tinggi. Produksi sampah organik yang cukup tinggi dan penanganan yang belum optimal tidak jarang menimbulkan bau dan aroma tidak sedap dan mengganggu kenyamanan bagi penghuni dan tamu Fakultas. Untuk optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan sampah organik di lingkungan Fakultas Biologi, maka perlu dilakukan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan sampah dan program pemanfaatan sampah organik untuk diubah menjadi pupuk organik, baik pupuk kompos maupun pupuk cair.
B. SOP pengelolaan sampah
- Dimulai dari alur kerja unit/ laboratorium untuk memilahkan sampah organik dan anorganik: Laboran/ staf laboratorium dan mahasiswa memilahkan sampah yang mereka dihasilkan unit laboratorium atau unit kerja Fakultas ke dalam suatu kontainer terpisah yang telah disediakan Fakultas di setiap tingkat/ lantai gedung. Setiap tingkat minimal disediakan 3 pasang kontainer, masing-masing terdiri dari 1 kontainer untuk sampah organik dan 1 kontainer sampah anorganik. Setiap kontainer dipasangi plastic trash bag untuk mempermudah koleksi sampah oleh petugas kebersihan. Laboran/ staf laboratorium dan mahasiswa/ unit kerja memasukan sampah yang telah dipilahkan setiap pagi dan sore, harus ke container yang telah disediakan.
- Petugas kebersihan gedung mengambil sampah di seluruh gedung dari masing-masing kontainer setiap pagi dan sore untuk dikumpulkan di kontainer produksi pupuk organik Fakultas.
- Untuk sampah yang dihasilkan dari vegetasi kampus dan kantin, petugas kebersihan luar gedung mengumpulkan sampah langsung pada unit kontainer produksi pupuk organik Fakultas.
- Petugas khusus produksi kompos dan pupuk cair akan melakukan perajangan sampah organik dan serasah apabila diperlukan, kemudian memasukan sampah yang telah dirajang ke container fermentasi.
- Petugas produksi kompos dan pupuk cair melakukan tritmen sampah dengan pemberian inokulum bakteri, cacing / serangga serta melakukan inspeksi secara teratur
- Petugas produksi kompos dan pupuk cair melakukan koleksi pupuk kompos dan pupuk cair yang sudah jadi, packing produk dengan plastik/ karung laminasi, dan koleksi pupuk cair ke dalam botol.
- Kompos dan pupuk cair siap digunakan/ diperjual belikan
C. Aturan dan Restriksi:
- Seluruh penghuni kampus Fakultas dilarang untuk membuang sampah pada tempat yang tidak semestinya. Sampah harus ditempatkan pada container yang disediakan dan ditempatkan sesuai dengan peruntukan dan jenis sampahnya.
- Seluruh penghuni kampus fakultas dilarang untuk membuang bahan infectious, dan atau karsinogenik.
- Seluruh sampah yang dihasilkan harus ditempatkan pada kontainer yang tersedia, tidak perlu menunggu hari berikutnya atau menunggu sampah mempunyai volume banyak.
- Petugas mengkoleksi sampah secara teratur dan sesuai jadwal harian, walaupun volume masih sedikit dan mengumpulkannya pada unit kontainer Fakultas.
- Sampah benda tajam dan bahan berbahaya (infectious, dan atau karsinogenik) harus ditempatkan pada kontainer dengan label khusus.
- FASILITAS PEMBUANGAN KOLEKTIF CAMPURAN GEDUNG A AKAN DITUTUP, MULAI SENIN 24 FEBRUARI 2020.
Dalam kesempatan juga dilaksanakan pemberian penghargaan kepada tenaga kependidikan berkinerja terbaik Fakultas Biologi UGM untuk tahun 2019. Pemberian penghargaan terdiri dari tiga kategori yaitu 1) Tenaga kependidikan Laboratorium,perpustakaan dan Museum 2) Tenaga kependidikan kebersihan dan PK4L dan 3) Tenaga kependidikan SDM, akademik, dan umum. Pada tahun ini yang menjadi tenaga kependidikan berkinerja terbaik masing-masing adalah Ekowati Purwandari, A.Md., Hamdhani, dan Dimas Willy Saputro, S.IP. (Lap. SHP).
Alhamdulillah telah dilaksanakan rihlah dan forum keluarga Jama’ah Mahasiswa Muslim Biologi pada Hari Ahad, 23 Februari 2020 di Stonehenge Merapi, Yogyakarta. Selain kegiatan tadabur alam, kegiatan ini juga diisi dengan sharing pengalaman dari Anna Firdhousi Nuzula mengenai pengalaman saat mendapatkan beasiswa entrepreneur di Jerman dan Della Rayes yang telah mengikuti Latihan Mujtahid Dakwah Salman ITB Kegiatan ini bertujuan untuk merekatkan ukhuwah antar anggota JMMB dan sebagai sarana transfer materi dan pengalaman.
Alhamdulillah telah dilaksanakan pelatihan khutbah jumat dengan tema “Yuk Jadi Khotib” pada hari selasa, 18 februari 2020 di Masjid Al-Hayat Biologi dengan pembicara Ust. Hasyim Ikhwanudin. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan meningkatkan kemampuan dalam menjadi khotib jumat sesuai dengan tata cara dan tuntunan. Diharapakan dengan kegiatan ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan dalam menjadi khotib jumat di daerahnya masing masing.
#OneBigFamily
#BaikBarengKamu
#PastiAdaJalan
























