Pada Selasa tanggal 16 Mei 2023, Bertempat di Stasiun Penelitian Biodiversitas Fakultas Biologi UGM di Karanggayam telah dilaksanakan kegiatan persiapan penelitian Mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk Program Kedaireka. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Microalgae Research team laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM. Kegiatan dimulai dengan persiapan lahan kemudian dilanjutkan pemasangan alat dan penataan bak kultivasi dilapangan. Kegiatan dimulai pada pukul 15.00 dan diakhiri pada pukul 16.30 WIB. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan penelitian mahasiswa dengan proposal payung berjudul “Rekayasa Produksi Bio-Avtur Ramah Lingkungan Dengan Optimasi Kultivasi, Pemanenan Dan Ekstraksi Dari Mikroalga Euglena Sp. Strain Lokal”. Kegiatan tersebut dibimbing oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Penelitian tersebut berfokus pada produksi biomassa Euglena sp pada volume 50-500 liter. Biomassa yang didapatkan selanjutnya akan diekstraksi untuk menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang merupakan bahan baku pembuatan bio avtur. Kegiatan ini melibatkan Research Technology Innovation PT Pertamina sebagai Mitra dalam program Kedaireka tahun 2023. Selain bio-avtur, penelitian ini diharapkan juga mampu menghasikan speciality coumpound yang dapat mendukung program biorefinery yang dilaksanakan oleh PT Pertamina. Harapan dari kegiatan ini adalah terwujudnya sistem kultivasi Euglena yang menghasilkan biomassa yang tinggi dan memiliki kandungan lipid, paramylon yang tinggi. Selain itu mahasiswa juga memiliki pengalaman dan keterampilan kultivasi Euglena sp. kepada mahasiswa sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus kuliah.
Dalam rangka memperkenalkan teknik pengelolaan sampah, tim Pengabdian Kepada Masyarakat – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM MBKM) Fakultas Biologi UGM 2023 yang diketuai oleh Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. dan melibatkan dua mahasiswa yaitu Galuh
Kirana Mahadewi dan Laila Uswatun Chasanah telah melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah organik di Dusun Kepuh Kulon RT 001, Wirokerten, Banguntapan, Bantul. Kegiatan ini direncanakan berlangsung dalam 2 semester. Kegiatan PkM MBKM diawali dengan acara sosialisasi yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 14 Mei 2023 pukul 09.00 hingga 10.30 WIB di rumah Ketua RT 001 Kepuh Kulon, Bapak Zamzuri. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri 15 warga RT 001 serta bapak Sunartana selaku bapak Dukuh. Dalam sambutannya, Ibu Rina menyampaikan bahwa kegiatan PkM MBKM ini merupakan kegiatan tahun kedua Program PkM MBKM di RT 001 Kepuh Kulon. Tema Pengelolaan Sampah merupakan program yang diharapkan dapat diaplikasikan oleh warga di rumah masing-masing atau di lingkungan. Bapak Dukuh dalam sambutannya menyampaikan mengenai pentingnya pengelolaan sampah skala rumah tangga. Hal ini dikarenakan banyak sampah menumpuk di berbagai tempat akibat TPS yang sudah tidak dapat menampung sampah lagi. Pada kegiatan sosialisasi ini, dijelaskan mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah dan contohnya, serta bagaimana cara mengolah sampah menjadi barang yang lebih bermanfaat. Pada kesempatan tersebut juga dibagikan leaflet tentang pengelolaan sampah mandiri.
Setelah kegiatan sosialisasi terlaksana, selanjutnya dilakukan kegiatan praktik mengelola sampah organik sisa rumah tangga menjadi kompos dan ekoenzim. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 21 Mei 2023 pukul 09.30 hingga 11.00 WIB di rumah bapak Ketua RT 001, Bapak Zamzuri. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta yang terdiri dari ibu-ibu warga Kepuh Kulon RT 001. Sebelum melakukan praktik, Galuh dan Laila melakukan demonstrasi cara membuat kompos dan ekoenzim dari sampah rumah tangga. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penjelasan mengenai Eco Lindi oleh Rania Naura Anindhita, mahasiswi Fakultas Biologi UGM yang memperkenalkan produknya ke warga yang hadir. Eco Lindi merupakan cairan penetral bau sampah, sampah yang disemprot Eco Lindi akan hilang baunya dalam waktu 10 menit. Pada saat praktik pembuatan kompos dan ekoenzim, masyarakat dibagi menjadi empat kelompok, satu kelompok terdiri dari 5 sampai 6 orang kemudian masing-masing kelompok melakukan praktik mandiri. Sampah yang digunakan berasal dari sampah rumah tangga yang dikumpulkan beberapa hari sebelumnya. Di akhir kegiatan, tim PkM MBKM membagikan EM4, molase, dan Eco Lindi ke warga yang hadir agar dapat mempraktikkan kembali pembuatan kompos dan ekoenzim di rumah masing-masing. Eco Lindi yang dibagikan dapat disemprotkan untuk menghilangkan bau sampah rumah tangga, kandang ayam atau kandang ternak. Kegiatan PkM, MBKM ini akan dilanjutkan pada bulan Juli sampai November dengan kegiatan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi bahan-bahan yang lebih bermanfaat.
Museum Biologi adalah salah salah satu dari 43 museum yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum yang dibuka untuk umum mulai tahun 1970 ini semakin berkembang dalam hal koleksi maupun metode dalam mengenalkan kepada masyarakat melalui kerjasamanya dengan Dinas Kebudayaan DIY.
Koleksi yang dimiliki museum biologi cukup beragam meliputi berbagai hal terkait kajian biologi yang dapat diamati tanpa menggunakan bantuan alat semacam mikroskop, antara lain koleksi taksidermi, rangka, fosil hewan, simplisia, aneka biji serta herbarium. Hal inilah yang menjadi daya tarik para pengunjung, belajar dan mengamati secara langsung koleksi yang tersimpan di museum tersebut. Kunjungan yang cukup rutin dilaksanakan oleh mahasiswa Biologi UGM yang mengambil mata kuliah berkaitan dengan koleksi yang tersedia, misalnya praktikum mata kuliah Mammologi dan Herpetofauna yang dilaksanakan berturut-turut pada tanggal 16 dan 17 Mei 2023. Selain itu terdapat pula siswa sekolah mulai TK sampai dengan SMA maupun masyarakat umum yang melakukan kunjungan ke museum yang terletak di Jalan Sultan Agung No. 22, Mergangsan Yogyakarta tersebut Terkait waktu layanan museum, Ida Suryani, salah satu pengelola menuturkan “jam layanan kami di hari dan jam kerja, Senin-Jumat. Untuk Sabtu dan minggu kami membuka layanan hanya berdasar permintaan rombongan”..
Salah satu pengelola museum Biologi, Ida Suryani menginfokan tentang agenda khusus yang dilaksanakan, “setiap tiga bulan kemi menggelar display tematik berkaitan dengan koleksi yang dimiliki. Contohnya, tema terkait aves, tumbuhan berkhasiat obat. Bulan Mei ini tema kami angkat tema berkaitan dengan ular. Koleksi sesuai tema bisa diamati dalam satu tempat”. Koleksi berkaitan dengan tema khusus ini dapat diamati di ruang display, ruang pertama setelah ruang transit pengunjung.
Mengunjungi sekaligus mengamati koleksi museum Biologi pada dasarnya tidak hanya dapat meningkatkan pemahaman terkait benda-benda yang dikoleksi dengan detail. Namun diharapkan para pengunjung dapat semakin memahami keanekaragaman hayati yang dimiliki bangsa Indonesia dengan contoh kecilnya yang tersaji sebagai bagian dari koleksi museum Biologi. Bahkan duta museum untuk museum Biologi UGM periode Mei-Desember 2023 menggagas akan dilaksanakannya kegiatan bertema “Healing di Museum Biologi” sebagai inovasi kegiatan mengajak masyarakat khususnya generasi muda mengenal lebih jauh tentang museum. Semoga ke depannya seiring semakin bekembangnya pengenalan koleksi museum melalui berbagai sarana, antusiasme masyarakat untuk belajar dari museum juga semakin meningkat.
Museum Biologi sebagai Wisata Edukasi untuk semua kalangan merupakan salah satu dari sekian banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang keanekaragaman hayati dan peran ekosistem dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Koleksi-koleksi di Museum Biologi, berupa rangka, fosil hewan, herbarium, dan lain sebagainya relevan dengan SDG 15 (Ekosistem Darat) yang menekankan pentingnya pelestarian ekosistem darat dan keanekaragaman hayati. Kunjungan Museum juga dapat menginspirasi pengunjung tentang pentingnya konservasi dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Sleman (15/05/2023). “Pergi ke sungai memancing ikan gabus, sesampainya di rumah dipanggang saja. Tidak perlu bingung cari tempat diskusi di kampus, langsung ke Bioshub saja”. Kabar gembira bagi warga Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Terdapat satu tempat lagi yang tentunya sangat nyaman untuk berdiskusi sembari menunggu jadwal perkuliahan selanjutnya, yaitu Bioshub. Menawarkan konsep café yang cozy, bersih dan dilengkapi pendingin ruangan, Bioshub dapat dikunjungi hari Senin-Jumat pada pk. 08.00-16.00 WIB, berlokasi di Gedung Sinar Mas Lantai 1 Fakultas Biologi UGM.
Sejak awal dibuka pada hari Senin (8/5/2023), Bioshub tampak ramai pengunjung. Dengan pilihan menu minuman coffee dan non-coffee, tempat ini juga menyediakan kudapan seperti cake dan roti panggang yang siap menemani para pengunjung dengan harga bersahabat, mulai dari Rp. 15.000,00 dan dapat dibayar secara tunai maupun non-tunai melalui QRIS. Pilihan menu dan review nya bisa langsung mengunjungi akun Instagram @bioshub.acaraki atau langsung klik link berikut https://instagram.com/bioshub.acaraki?igshid=MzRlODBiNWFlZA== . Tempat ini sangat cocok bagi pengunjung yang ingin sekedar ngobrol santai, membaca buku, mengerjakan tugas, atau pun berdiskusi dengan rekan sejawat. Bagi yang menyukai ruang terbuka, di Bioshub juga menyediakan tempat duduk di luar ruangan (outdoor) berupa meja dan kursi serta area lesehan. Dan bagi yang lebih suka belajar sendiri, terdapat spot semi-private di area indoor dengan view menghadap keluar ruangan.
Keramahan, kebersihan, dan menu kekinian dengan harga terjangkau yang ditawarkan oleh Bioshub memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Kehadiran Bioshub ini diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan tempat untuk berdiskusi ataupun memenuhi “me time” dengan belajar mandiri di lingkungan Fakultas Biologi UGM.
Tingginya target yang harus dicapai oleh mahasiswa Program Doktor (S3) terkadang menimbulkan kegalauan dari mahasiswa tersebut. Alasannya sangat beragam diantara lain kondisi keluarga yang jauh, belum menemukan pace atau pola belajar yang tepat, circle pertemanan yang sangat kecil dan yang paling penting adalah belum ditemukannya tempat belajar yang dapat mengakomodir kebutuhan mahasiswa S3. Pada hari Jumat 12 Mei 2023 bertempat di BiosHub Acaraki diadakan forum diskusi bersama beberapa mahasiswa S3 Angkatan 2022/2023 Genap. Sebanyak lima orang mahasiswa S3 berkumpul dan terlibat dalam diskusi santai. Salah satu topik bahasan dalam forum tersebut adalah mengenai Common room atau ruang kerja untuk mahasiswa S3.
Salah seorang mahasiswi yang ikut dalam forum tersebut, Selvi Ariyunita mengemukakan bahwa dirinya telah mengetahui keberadaan ruang kerja mahasiswa S3 yang terdapat di lantai 3 gedung A Fakultas Biologi UGM. Namun, Selvi merasa bahwa ruangan tersebut belum nyaman untuk digunakan sebagai tempat belajar. “Sempat lihat isinya, tapi mengurungkan niat untuk menggunakan ruangan tersebut karena layoutnya yang terlalu formal. Selain itu untuk akses kunci harus turun ke bawah juga” ungkap Selvi dalam forum diskusi pada sore itu.
Selvi mencontohkan perpustakaan pusat yang memiliki area casual dengan beanbag dan karpet yang nyaman. Selain itu sirkulasi udaranya juga dapat menyegarkan pikiran yang suntuk.
Mahasiswi lain yaitu Syarafina Ratna Putri mengungkapkan hal serupa. Sebagai mahasiswa S3 yang rata-rata sudah berkeluarga terkadang dibutuhkan ketenangan agar dapat berkonsentrasi atau ruangan yang lebih private untuk berdiskusi dengan sesama mahasiswa S3. Saat ini ruang-ruang yang tersedia seperti Bioshub Acaraki dan Perpustakaan sudah sangat baik namun masih memiliki sedikit kekurangan terutama dari segi jam operasional dan ketenangan.
Adanya perbaikan ruang kerja S3 diyakini dapat meningkatkan semangat belajar dari mahasiswa dan memberikan perasaan “feels like home” bagi mahasiswa perantau sehingga bisa menurunkan kadar stress. Dalam forum tersebut juga telah dicatat beberapa saran terkait ruang kerja S3 diantaranya penambahan loker dan pendingin ruangan serta akses kunci yang lebih mudah seperti ruang KMP.
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta implementasi kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Pengabdian Kepada Masyarakat yang melibatkan mahasiswa, dua orang dosen dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, yaitu Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St dan Dr. Endah Retnaningrum M.Eng. menjadi narasumber dalam penyuluhan tentang Microgreen dan Minuman Fermentasi. Kegiatan dilakukan pada tanggal 18 Maret 2023 di pendopo milik bapak Suwardi yang berlokasi di RT 01 dusun Blotan, Wedomartani, Sleman. Ibu-ibu anggota kelompok PKK yang hadir dalam kegiatan tersebut ada 25 orang yang mewakili RT 01 dan RT 02 dusun Blotan. Acara dimulai pukul 13.00 dengan mahasiswa dari Fakultas Biologi yaitu Estherina dan Alfina Meta sebagai pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan oleh ibu Dukuh dan acara inti yaitu penyuluhan serta praktik membuat microgreen. Topik tentang microgreen disampaikan oleh Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St. Dijelaskan bahwa microgreen merupakan salah satu alternatif budidaya sayuran yang cukup mudah dan cepat dipanen. Biji- biji tanaman yang bisa digunakan diantaranya bayam merah, bayam hijau, kangkung, kacang-kacangan, rumput alfalfa dan sebagainya. Biji sayuran ini bisa ditanam menggunakan wadah-wadah plastik maupun kaleng-kaleng bekas yang sudah dibersihkan. Media tanam dapat menggunakan campuran tanah dan pupuk organik ataupun menggunakan rock wool. Penggunaan rock wool lebih baik karena hasil microgreen bisa lebih bersih. Manfaat microgreen diantaranya bisa sebagai sumber vitamin dan antioksidan yang baik untuk mendukung kesehatan tubuh. Sayuran microgreen dapat dikomsumsi secara mentah sebagai salad atau trancam, selain itu juga dapat ditumis. Budi daya microgreen dapat dilakukan dirumah dan panen sayuran dapat dilakukan hanya dalam watu 2 atau 3 minggu. Apabila penanaman dilakukan secara professional, sayuran microgreen juga dapat dijual dan harga di supermarket mencapai Rp. 15.00 per pack sayuran. Kegiatan penanaman microgreen juga dapat digunakan sebagai usaha rumah tangga.
Topik penyuluhan selanjutnya tentang minuman fermentasi disampaikan oleh Dr. Endah Retnaningrum M.Eng. Dalam paparannya disampaikan bahwa bunga telang atau rosella dapat diproses menjadi minuman fermentasi (kombucha). Minuman kombucha ini selain menyegarkan juga mengandung vitamin yang bermanfaat untu kesehatan. Pembuatan minuman fermentasi memerlukan starter berupa biakan bakteri Acetobacter dan Gluconobacter serta kelompok ragi Saccharomyces, Schizosaccharomyces, dan Zigosaccharomyces. Manfaat minuman fermentasi atau kombucha ini diantaranya dapat untuk menjaga sistem pencernaan, menurunkan risiko penyakit aterosklerosis, dan membantu mengeluarkan racun dari tubuh.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan microgreen yang dilakukan oleh peserta dipandu oleh kedua mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini. Masing-masing peserta mencoba menanam microgreen dan diharapkan mereka memelihara di rumah- masing-masing serta melaporkan hasilnya dalam bentuk foto microgreen yang sudah tumbuh. Peserta juga mendapatkan leaflet tentang microgreen yang telah disusun oleh mahasiswa yang terlibat dalam MBKM pengabdian kepada masyarakat ini. Peserta mengikuti semua acara dengan baik dan kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan penyuluhan lain terkait pemanfaatan lahan pekarangan. Kegiatan ini juga mendukung program ibu-ibu PKK dalam persiapan lomba inovasi desa.
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PKM-MBKM) tahun 2023 dengan judul ‘Penguatan Kemandirian Kelompok Wanita Tani Pedukuhan Kepuh Wetan Kalurahan Wirokerten melalui Budidaya dan Pengolahan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)’, tim yang diketuai oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si bersama dengan mahasiswa Ika Izma Putri, Kusnadianta Yudha Pratama, Dana Abruri, dan Airlangga Wibisono telah melakukan kunjungan untuk sosialisasi kegiatan PKM-MBKM Tahun 2023 kepada anggota kelompok wanita tani ‘Amanda’ di Pedukuhan Kepuh Wetan, Kelurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Jumat, 19 Mei 2023.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si. kemudian dilanjutkan sambutan dari ibu Marwati selaku Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanda. Tim PkM-MBKM menyampaikan materi sosialisasi kegiatan PkM-MBKM tahun 2023, dilanjutkan dengan penyuluhan tentang budidaya jamur tiram dengan materi 1) Potensi dan Prospek Budidaya Jamur Tiram Sebagai Pangan Fungsional, 2). Komponen Diperlukan Untuk Budidaya, 3). Pengenalan Berbagai Teknik dan Media Untuk Budidaya Jamur Tiram, 4). Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Jamur Tiram. Adapun materi tersebut juga dibuat dalam bentuk leaflet yang dapat dibagikan kepada ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanda. Dalam sesi diskusi, ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanda aktif bertanya terkait materi yang telah disampaikan diantaranya yaitu pembuatan rumah kumbung dan cara sterilisasi baglog. Budidaya jamur tiram merupakan salah satu jenis usaha berbasis pangan yang patut dikembangkan sebagai peluang usaha, karena dapat diolah menjadi berbagai produk sesuai keinginan masyarakat. Budidaya jamur tiram memiliki beberapa keunggulan antara lain 1) tidak memerlukan lahan yang luas sehingga dapat menjadi solusi budidaya di lahan pekarangan yang sempit, 2) tidak dibatasi oleh iklim maupun musim dan hampir setiap jamur dapat tumbuh sepanjang tahun, 3) memiliki masa panen relatif cepat, sehingga perputaran uang cepat juga dan 4) jamur terhindar dari serangan hama, gulma, dan penyakit dari tanah, 5) jamur dapat dikembangkan lagi menjadi berbagai olahan pangan, sehingga dapat meningkatkan ekonomi pedesaan, maupun mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Di samping keunggulan tersebut, budidaya jamur tiram di masyarakat terkendala dengan cara pemeliharaan dan pengendalian hama dan penyakit. Dari diskusi tersebut, anggota KWT Amanda mengharapkan untuk praktik menggunakan teknik budidaya jamur tiram paling efisien agar nantinya dapat meningkatkan produksi jamur tiram. Selanjutnya akan dilakukan persiapan alat dan bahan, serta praktik budidaya jamur tiram pada bulan Juni 2023. Kegiatan berikutnya berkaitan dengan pemasaran hasil budidaya jamur tiram akan dilakukan penyuluhan tentang proses dan cara pengemasan jamur tiram, serta pengolahan produk jamur tiram menjadi produk pangan lainnya, seperti nugget tiramanda, siomay tiramanda, dan crispy tiramanda.
Kegiatan budidaya jamur tiram nantinya akan lebih berfokus pada poin cara pemeliharaan dan pengendalian hama. Hal ini karena pada budidaya sebelumnya yang telah dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanda secara mandiri masih belum berhasil karena hasil budidaya jamur tiram terserang hama, serangga hasil panennya sedikit. Selain itu, akan dilakukan praktik uji coba untuk membuat baglog sendiri dan membandingkannya dengan baglog yang dibeli di pasar. Harapan dari hal tersebut nantinya yakni dari Kelompok Wanita Tani Amanda dapat tetap melanjutkan dan mengembangkan budidaya jamur tiram hingga mampu mendukung penguatan berwirausaha pada Kelompok Wanita Tani di Pedukuhan Kepuh Wetan, Kelurahan Wirokerten.
Pada Sabtu, 13 Mei 2023, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi mengadakan kegiatan penyuluhan di Dukuh Pisangan, Tridadi, Sleman. Penyuluhan ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat-Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) yang diselenggarakan oleh Fakultas Biologi UGM pada tahun 2023. Proyek ini berjudul “Peningkatan Nilai Ekonomi Limbah Produksi Olahan Pisang Guna Mewujudkan Sistem Pengolahan Pangan Berbasis Zero Waste” dan bertujuan untuk mengatasi masalah pengelolaan limbah di masyarakat. Tim Pisangan untuk Pengabdian kepada Masyarakat terdiri dari Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si sebagai dosen pembimbing, dan tiga mahasiswa angkatan 2020, Merlynda, Mutia Fauziah, dan Risma Khuril Laili. Penyuluhan kali ini membahas teknik budidaya pertanian pisang dan pertanian rakyat skala rumahan. Acara penyuluhan dihadiri oleh Dosen Fakultas Pertanian UGM, Dody Kastono S.P, M.P dan Dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si sebagai pembicara, serta anggota KWT Kedungaren, anggota Kelompok Tani Ngudi Luhur, dan Kepala Dukuh Pisangan.
Acara penyuluhan diawali dengan doa yang dipimpin oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa kegiatan PkM-MBKM ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi oleh KWT Kedungaren. Anggota KWT Kedungaren telah memproduksi kripik dan sale pisang dengan tujuan komersialisasi. Namun, kegiatan produksi tersebut menghasilkan limbah, terutama kulit pisang dan minyak jelantah. Untuk mengurangi limbah tersebut di masyarakat, Tim Pisangan PkM-MBKM melakukan inovasi guna meningkatkan nilai ekonomi limbah tersebut sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat.
Masyarakat Padukuhan Pisangan memiliki misi untuk menjadikan padukuhannya sebagai sentra produk olahan pisang. Baru-baru ini, Padukuhan Pisangan menerima bantuan 10.000 bibit pisang dari Dinas Pertanian Provinsi. Penyuluhan ini dilakukan untuk mendukung keberlanjutan produksi pisang di Padukuhan tersebut karena ketersediaan buah pisang yang cukup menjadi kunci dalam kegiatan produksi kripik dan sale pisang KWT Kedungaren. Pada sesi pemateri pertama, Bapak Dody Kastono S.P, M.P membawakan materi mengenai Manajemen Budidaya Tanaman Pisang. Dalam materi ini, dijelaskan tentang proses pemilihan bibit yang baik, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan pisang yang baik, serta berbagai agen hayati yang dapat dimanfaatkan dalam pemupukan dan pemeliharaan tanaman pisang. Selain itu, terdapat beberapa poin penting lain yang perlu diperhatikan agar budidaya pisang berhasil dengan optimal dan menghasilkan buah berkualitas, antara lain penyiraman yang cukup, pengendalian gulma secara teratur, pemangkasan tanaman yang tepat untuk merangsang pertumbuhan tunas baru, dan pemantauan rutin terhadap kondisi tanaman untuk mendeteksi dini adanya gejala penyakit atau serangan hama. Pada pemateri kedua, Dr. Wiko Arif Wibowo memaparkan potensi dan teknik pertanian rakyat skala rumahan guna mendukung ketahanan pangan keluarga. Limbah kulit pisang mengandung mikronutrien yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Masyarakat dapat memanfaatkan kulit pisang dengan menaruhnya pada pot tanaman bunga atau sayur yang ada di rumah. Selain itu, limbah kulit pisang juga dapat diubah menjadi POC (Pupuk Organik Cair) dengan memanfaatkan maggot. POC ini dapat dijual atau digunakan sendiri oleh masyarakat dalam proses budidaya pisang.
Kegiatan penyuluhan ditutup oleh Pak Yamtono, Kepala Dukuh Pisangan, yang memberikan sambutan positif. Beliau berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Padukuhan Pisangan. Kegiatan ini menandai langkah awal dalam mewujudkan sistem pengolahan pangan berbasis zero waste di Padukuhan Pisangan. Dengan meningkatkan nilai ekonomi limbah produksi olahan pisang, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal dan berkontribusi dalam mengurangi limbah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Flow cytometry merupakan salah satu teknik untuk mendeteksi dan mengukur karakter fisik dan kimia dari sekelompok sel. Metode ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi, menentukan dan menghitung sel, baik pada sel hewan maupun sel tumbuhan. Prinsip dari alat ini adalah penginderaan cahaya dengan frekuensi tertentu untuk memetakan karakteristik morfologis dan fisiologis sel secara akurat. Keunggulan dari flow cytometry diketahui bahwa memiliki metode preparasi yang relatif mudah dan singkat, memungkinkan pembacaan akurat terhadap rasio poliploidisasi, sehingga dapat diketahui karakteristik pada sel berdasarkan morfologinya, dan integrasi langsung komputer terhadap alat, sehingga keperluan analisis secara digital melalui perangkat lunak sudah dapat dilakukan secara langsung dan mengurangi kemungkinan adanya bias akibat perbedaan pengguna. Oleh karena itu untuk memperdalam pengetahuan dan mendapatkan ilmu teknis penggunaan mesin flow cytometer secara langsung, pada tanggal 8 hingga 10 Mei 2023 dilaksanakan demonstrasi dan praktik langsung analisis ploidi dari beberapa sampel tanaman di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi UGM yang berkolaborasi dengan PT Elo Karsa Utama. Acara ini diikuti oleh mahasiswa dan Peneliti Genetika Sel jenjang S1, S2 dan juga Dosen.
Acara langsung dipandu oleh Aditya Nur Subchan, M.Sc. dan Stephanie Ho, selaku Product specialist PT. Elo Karsa Utama. Dalam tahapan prosesnya, selain dijelaskan bagaimana cara preparasi sampel, juga dilakukan praktik langsung untuk running dan pembacaan peak hasil analisis jumlah ploidi dari sel tanaman yang telah dipoliploid serta kontrol. Pada kesempatan ini, dihadiri beberapa orang dosen dan koordinator praktikum Genetika Sel, Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. Beliau menekankan bahwa untuk memperdalam pengetahuan bidang Genetika, pelatihan ini penting untuk memberikan wawasan terhadap aplikasi ilmu Genetika pada skala industri, memperkenalkan teknologi terkini yang lebih efektif, serta memberikan praktik langsung mengenai penggunaan alat dan prinsip kerja dibaliknya. Selain itu, Indra Lesmana, S.Si., M.Sc., selaku Koordinator Asisten, berharap bahwa Asisten Laboratorium dan mahasiswa dapat mengimplementasikan teknik dan ilmu yang didapatkan untuk penelitian dosen, hibah, skripsi atau penelitian lainya.
Pelatihan yang dilakukan ini, sangat sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam memperkuat kemitraan dengan bekerja sama baik dengan pihak luar untuk mencapai manfaat dan tujuan bersama-sama (SDG 17). Selain itu, kegiatan ini juga menambah dan memperdalam keilmuan dosen serta peneliti yang ada di Fakultas Biologi UGM sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan (SDG 4) sehingga dapat memperluas informasi terkait terobosan atau inovasi terkait adanya teknologi terkini dalam bidang genetika ke masyarakat yang lebih luas nantinya (SDG 9).
Pembinaan dalam program kerja Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM di Padukuhan Kedungpoh Lor sudah berlangsung sejak tahun 2015, dalam kerangka pemberdayaan masyarakat menjadi masyarakat yang mandiri, berdaya, dan sejahtera. Pendampingan masyarakat Kedungpoh Lor tersebut diawali dengan pendampingan bagi Kelompok Tani Hutan Lebah Madu “Sari Alami”, dalam upaya meningkatkan produktivitas madu yang dihasilkan dari peternakan lebah madu “Sari Alami”. Dalam perkembangannya, diinisasi oleh inisiasif masyarakat untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat untuk mengembangkan Padukuhan Kedungpoh Lor menjadi salah satu destina wisata berbasis Eduwisata Kampung Madu.
Sejak tahun 2019, Padukuhan Kedungpoh Lor mengawali kolaborasi lebih lanjut dengan Fakultas Biologi UGM dan CSR PLN dalam kerangka kerja Pengembangan Eduwisata Kampung Madu. Berbagai kegiatan bersama telah dilaksanakan, yaitu penelitian atau survei, pelatihan – pelatihan, hibah kotak-kotak ternak lebah Apis cerana, hibah bibit tanaman buah-buahan sebagai pakan alami lebah madu, hibah bibit pupuk alami untuk tanaman pakan alami lebah madu, dan diskusi-diskusi ilmiah dengan para petani lebah madu untuk meningkatkan produktivitas madu di Kedungpoh Lor.
Pada tahun 2023 ini, Fakultas Biologi UGM berkolaborasi dengan CSR PLN untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bersama di Padukuhan Kedungpoh Lor, Kalurahan Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. CSR PLN sendiri mempunyai program pemberdayaan masyarakat dengan bertemakan “Desa Berdaya PLN” dengan konsep empowerment yang mengintegrasikan tiga pilar yaitu Pendidikan, Lingkungan dan Pengembangan UMKM.
Dalam rangka mengintegrasikan program-program pemberdayaan masyarakat yang akan dilaksanakan di Padukuhan Kedungpoh Lor dengan kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM, CSR PLN, dan Padukuhan Kedungpoh Lor; maka telah dilaksanakan mini workshop pada hari Rabu 17 Mei 2023 di Kantor PLN Jalan Wonosari, untuk membahas mengenai program-program pengembangan yang akan dilaksanakan di Padukuhan Kedungpoh Lor mulai bulan Mei 2023 – Mei 2024.
Delegasi dari Fakultas Biologi UGM adalah Drs. Hari Purwanto, MP., Ph.D., Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Sc., Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. dan Soenarwan Hery Poerwanto, S.SI., M.Ked. Sedangkan dari PLN hadir Bapak Wiwit Supriyadi (Kepala Tanggungjawab Sosial Lingkungan (TJSL), Bapak Dwi Sugeng Prihartono (PLH UP3), Ibu Rahma, Ibu Endang, dan Ibu Sari. Perwakilan masyarakat Kedungpoh Lor dipimpin oleh Bapak Tri Marsudi selaku Kepala Dukuh Kedungpoh Lor dan disertai oleh Bapak Wasito (Ketua Kelompok Tani), Bapak Edi Susilo (Bendahara Kelompok Tani), Bapak Pardi (Sekretaris Kelompok Tani), Bapak Wasno (Bendahara Kelompok Tani), Perangkat Padukuhan, Ketua dan Pengurus Karang Taruna, serta Pokdarwis Padukuhan Kedungpoh Lor.
Pertemuan diawali dengan paparan Bapak Tri Marsudi yang mengemukakan mengenai kondisi saat ini dan harapan ke depannya mengenai pengembangan Kampung Madu. Selanjutnya pemaparan usulan program kerja diberikan oleh Bapak Edi Susilo. Tim dari Fakultas Biologi UGM, sebagai pendampingan program kegiatan tersebut, telah menyampaikan evaluasi, masukan, gambaran, usulan, revisi, dan komentar menyeluruh supaya program kerja dapat dijalankan dengan lebih terarah, sistematis, dan terukur.
Diharapkan di akhir pelaksanaan nanti, produktivitas madu lebih meningkat secara significant, produk – produk pangan hasil diversifikasi madu telah dipasarkan, akan dilaksanakan festival secara berkala di Kedungpoh Lor sebagai image branding Kampung Madu, dan program – program Eduwisata untuk anak – anak sekolah telah berjalan secara reguler. Sinergi tiga pilar yaitu Fakultas Biologi UGM, CSR PLN, dan Desa Kedungpoh diharapkan dapat mengembangkan desa ini sebagai desa mandiri sejahtera dengan berdasarkan potensi lokal setempat. (Ludmilla)































