Yogyakarta, 13 Juli 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi membuka International Summer Course on Sustainable Development 2026 bertajuk “From Ecosystems to Repositories: Data-Driven Insights into Tropical Biodiversity” pada Senin (13/7). Program yang diselenggarakan secara luring di Fakultas Biologi UGM ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM, Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM, dan University of Technology Sydney (UTS), Australia, melalui dukungan pendanaan New Colombo Plan (NCP) Australia, Hibah EQUITY Inovasi dan Internasionalisasi Akademik serta PT Dynata Inovasi Corporalab. Program yang diselenggarakan secara luring di Fakultas Biologi UGM ini mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara untuk mendalami pemanfaatan teknologi berbasis data dalam riset, konservasi, dan pengelolaan biodiversitas tropis secara berkelanjutan.
Sebelum kegiatan luring dimulai, seluruh peserta telah mengikuti rangkaian pre-orientation dan sesi perkuliahan hybrid selama satu minggu. Tahapan awal ini dirancang untuk memberikan pengenalan terhadap materi, membangun interaksi antar peserta, serta mempersiapkan peserta dalam mengikuti berbagai kegiatan akademik dan lapangan yang akan berlangsung selama program International Summer Course.
International Summer Course 2026 menghadirkan 13 pembicara internasional dari 9 universitas di 6 negara, yaitu University of the Philippines Los Baños (Filipina), Leiden University (Belanda), Mahidol University (Thailand), Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (Malaysia), Australian National University (Australia), University of Copenhagen (Denmark), Universiti Malaysia Kelantan (Malaysia), University of Twente – Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation (ITC) (Belanda), dan The University of Melbourne (Australia). Kehadiran para akademisi internasional tersebut memberikan perspektif multidisiplin mengenai perkembangan genomik, bioinformatika, sistem informasi geospasial, konservasi biodiversitas, hingga pengelolaan sumber daya hayati yang berkelanjutan.
Program ini diikuti oleh 57 peserta yang terdiri atas 36 peserta luring dan 21 peserta daring dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun mancanegara. Dari total peserta luring, 11 mahasiswa Australia mengikuti program melalui skema New Colombo Plan (NCP) Australia. Selain mengikuti rangkaian International Summer Course, para peserta NCP juga menjalani program Indonesian Culture and Language Learning Services (INCULS) serta kegiatan eksplorasi dan pengabdian masyarakat melalui program Ramban Rimba di GeNau, Petungkriyono, Jawa Tengah.
Mewakili Direktorat Kemitraan dan Relasi Global Universitas Gadjah Mada, Prof. Suherman, M.Sc., Ph.D., Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung konservasi biodiversitas. “Advances in genomics, bioinformatics, geospatial technologies, and data science have transformed the way we study, conserve, and sustainably manage biodiversity,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Eko Agus Suyono, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM, menyampaikan bahwa International Summer Course tidak hanya menjadi wadah untuk memperdalam kompetensi akademik, tetapi juga membangun jejaring internasional yang berkelanjutan. “This program is not only about acquiring scientific knowledge. It is about building international friendships, exchanging ideas across cultures, and strengthening global collaboration in addressing biodiversity conservation and sustainable development challenges,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan International Summer Course 2026, Fakultas Biologi UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kolaborasi global di bidang biodiversitas tropis dan pembangunan berkelanjutan. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi untuk bertukar pengetahuan, membangun jejaring internasional, serta mengembangkan solusi inovatif berbasis sains dalam menjawab tantangan pelestarian keanekaragaman hayati di masa depan.
Penyelenggaraan International Summer Course 2026 juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan internasional yang inklusif dan berkualitas, SDG 15 (Life on Land) melalui penguatan kapasitas dalam konservasi dan pengelolaan biodiversitas tropis, SDG 13 (Climate Action) melalui pemanfaatan data dan teknologi untuk mendukung ketahanan ekosistem, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi akademik yang melibatkan universitas dan pakar dari berbagai negara.









