Laboratorium Struktur dan Perkembangan Tumbuhan (SPT), Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan Pelatihan Mikroteknik Tumbuhan bagi dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Pelatihan yang berlangsung selama delapan hari (6-15 Juli 2026) ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama akademik antar institusi untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang anatomi tumbuhan, khususnya teknik preparasi preparat mikroskopis.
Kegiatan ini diikuti oleh tiga peserta dari Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, yaitu Dian Palupi, S.Si., M.Sc., Riska Desi Aryani, S.Si., M.Sc., dan Indrariningrum, A.Md. Selama pelatihan, peserta mengikuti rangkaian pembelajaran yang memadukan penyampaian teori dengan praktikum di laboratorium secara intensif sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan berbagai teknik mikroteknik tumbuhan yang umum digunakan untuk kegiatan pendidikan maupun penelitian.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Laboratorium Struktur dan Perkembangan Tumbuhan Fakultas Biologi UGM, Dr. Maryani, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa penguasaan teknik mikroteknik tumbuhan merupakan salah satu kompetensi dasar yang sangat penting bagi dosen, peneliti, maupun laboran dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan penelitian di bidang biologi tumbuhan. Teknik preparasi yang baik akan menghasilkan preparat mikroskopis berkualitas sehingga mampu memberikan data anatomi dan perkembangan tumbuhan yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Beliau juga berharap pelatihan ini dapat menjadi sarana untuk berbagi pengalaman, mempererat jejaring akademik, serta memperkuat kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman.
Materi pelatihan disampaikan melalui sesi kuliah dan praktikum oleh tim pengajar Laboratorium Struktur dan Perkembangan Tumbuhan Fakultas Biologi UGM yang terdiri dari Dr. Maryani, M.Sc., Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr., Dr. Utaminingsih, S.Si., M.Sc., Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si., dan Novita Yustinadiar, M.Si.. Selama kegiatan praktikum, selain pemateri, para peserta juga didampingi oleh PLP Ibu Prapti. Dengan pengalaman dan kepakaran masing-masing, para narasumber membimbing peserta mulai dari pemahaman konsep dasar hingga penerapan teknik preparasi secara langsung di laboratorium.
Selama pelatihan, peserta mempelajari berbagai metode mikroteknik tumbuhan yang banyak diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian, meliputi teknik whole mount, squash, preparasi polen, teknik pengirisan sampel tanpa penyelubungan (non-embedding) dan penyelubungan (embedding), teknik maserasi, serta teknik mikrometri dan pemanfaatan Optilab untuk dokumentasi dan analisis preparat mikroskopis. Selain memahami prinsip dan prosedur masing-masing metode, peserta juga memperoleh keterampilan dalam memilih teknik preparasi yang sesuai dengan karakteristik sampel dan tujuan penelitian sehingga mampu menghasilkan preparat mikroskopis yang optimal.
Rangkaian pelatihan ditutup oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, peserta, dan panitia atas terselenggaranya pelatihan yang berjalan dengan baik. Beliau menekankan bahwa pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan laboratorium merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan penelitian. Kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi terjalinnya kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat antara Fakultas Biologi UGM dan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan berbagai teknik mikroteknik tumbuhan di institusi masing-masing untuk mendukung pelaksanaan praktikum, penelitian, serta pengembangan laboratorium. Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan ini juga memperkuat jejaring akademik dan mendorong terwujudnya kolaborasi riset yang berkelanjutan antara kedua perguruan tinggi.
Pelaksanaan Pelatihan Mikroteknik Tumbuhan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan penguatan kompetensi dosen serta tenaga kependidikan, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan kapasitas riset dan penguasaan teknologi laboratorium, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong inovasi, dan mengembangkan penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.





