Yogyakarta, 12 Januari 2024 – Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan di Fakultas Biologi melaksanakan Pelatihan Otolith (Morfometri dan Penentuan Umur) yang berlangsung pada tanggal 11-12 Januari 2024. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam analisis otolith, sebuah aspek krusial dalam penentuan umur dan laju pertumbuhan ikan.
Peserta pelatihan ini Metachul Kusna, S. Pi., M. Pi., seorang mahasiswa S3 dari Universitas Diponegoro, Semarang memperoleh wawasan mendalam dari pembicara utama, Nur Indah Septriani, S. Si., M.Sc. Ph. D. Yang membagi pengetahuan serta pengalaman praktisnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Biologi untuk mendukung pendidikan yang berkelanjutan (SDG’s 4). Diharapkan, peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam penelitian dan pengembangan di masa mendatang. [Septriani]
Yogyakarta, 10 Januari 2024 – Program Sarjana Internasional (IUP) di Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan bangga mempersembahkan IUP Bioexpo 2024. Acara ini, dihadiri oleh 31 peserta secara daring melalui pertemuan zoom, yang terdiri dari siswa SMA, orang tua, dan guru, memberikan wawasan komprehensif tentang program-program IUP.
Para pembicara terkemuka, termasuk Dr. Bambang Retnoaji, M. Sc., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, memberikan gambaran tentang perjalanan IUP sejak berdirinya pada tahun 2019. Dr. Eko Agus Suyono, M. App. Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerjasama, dan Alumni, membahas peluang eksposur internasional yang tersedia bagi mahasiswa IUP.
Panitia acara juga mengundang Nur Indah Septriani, M. Sc., Ph. D., Koordinator IUP, yang membimbing peserta mengenai cara pendaftaran IUP melalui laman resmi um.ugm.ac.id. Selain itu, Sabut Kharisona, mahasiswa IUP yang menempuh Double Degree di Australian National University (ANU) di Australia, membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa Fakultas Biologi UGM dan ANU. Acara ditutup dengan sesi diskusi yang sangat menarik dipandu oleh Dr. Tyas Ikhsan Hikmawan, selaku moderator pada acara ini dan sekretaris program IUP Fakultas Biologi UGM.
IUP Bioexpo 2024 berfungsi sebagai platform promosi untuk pembukaan penerimaan IUP yang akan datang pada bulan Januari. Lebih dari sekadar promosi, ini mencerminkan komitmen Fakultas Biologi, UGM, untuk meningkatkan kualitas pendidikan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-4. Ditulis oleh Septriani

Yogyakarta, 30 Desember 2023 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc, berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon serentak yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di seluruh Indonesia. Penanaman pohon ini dilakukan pada hari Sabtu, 30 Desember 2023, dan dipimpin oleh pejabat KLHK Pusat dan Daerah. Acara dilaksanakan di daerah petak 58, RPH Candi, BDH Karangmojo, KPH Yogyakarta.
Kegiatan penanaman bibit pohon ini merupakan bagian dari program nasional yang diinstruksikan melalui surat edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Fakultas Biologi UGM berkontribusi dengan melakukan penanaman pohon Nangka, yang diharapkan ke depan dapat menjadi komoditi bahan baku pembuatan makanan gudeg, sekaligus sebagai upaya penguatan lahan dan sumber pakan ternak di masa mendatang.
Partisipasi Fakultas Biologi UGM dalam kegiatan ini sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDGs ke-2, Tanpa Kelaparan (Zero Hunger): Melalui penanaman pohon Nangka, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama sebagai komponen utama dalam pembuatan makanan tradisional seperti gudeg.
SDGs ke-12, Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production): Penanaman pohon sebagai bagian dari inisiatif KLHK merupakan langkah positif menuju konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.
SDGs ke-17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals): Kolaborasi aktif antara Fakultas Biologi UGM dan KLHK menunjukkan komitmen bersama untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dengan berpartisipasi dalam kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM mengukuhkan perannya dalam mendukung upaya-upaya konservasi lingkungan dan ketahanan pangan sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Yogyakarta, 27 Desember 2023 — Masjid Al Hayat, yang terletak di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), memasuki era baru dengan penyelesaian pemasangan solar sel pertama pada bulan Desember 2023. Inisiatif ini menjadikan Masjid Al Hayat sebagai masjid pertama di lingkungan UGM yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi utama.
Solar sel yang diterapkan di Masjid Al Hayat tidak hanya merupakan inovasi teknologi terbaru, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-7, yaitu Affordable and Clean Energy(Energi yang Terjangkau dan Bersih).
Energi yang dihasilkan oleh solar sel di Masjid Al Hayat diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menyediakan energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan tenaga surya, masjid ini berpotensi menjadi model bagi lingkungan kampus dan masyarakat sekitarnya untuk beralih ke sumber energi yang lebih berkelanjutan.
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. mengatakan, “Pemasangan solar sel di Masjid Al Hayat merupakan langkah strategis menuju keberlanjutan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan energi yang terjangkau. Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi institusi lain untuk mengadopsi teknologi serupa demi menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.”
Penerapan solar sel di Masjid Al Hayat juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Biologi UGM untuk menjadi pusat inovasi dalam pembangunan berkelanjutan. Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen terhadap kelestarian alam, UGM terus mendorong proyek-proyek inovatif yang dapat memberikan dampak positif pada lingkungan dan masyarakat.
Yogyakarta, 18 Desember 2023 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan acara farewell party untuk 7 mahasiswa dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) yang telah mengikuti program pertukaran pelajar ke UGM (yaitu, Noor Emylia Binti Hisham, Nuraisyah Farhana Binti Ab Hadi, Norsharmila Binti Razali, Nur Syazwani Binti Azlin, Hurulain Silmina Binti Hamdi, Yeoh Jing, Nur Izyan Binti Mohd Ramle) selama bulan Agustus-Desember 2023. Acara ini berlangsung pada hari Senin, 18 Desember 2023, dan diisi dengan pesta barbekyu (barbeque) serta makanan shabu grill, menciptakan kenangan berharga bagi semua peserta.
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Pak Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr., Sc., yang menekankan manfaat besar dari program pertukaran pelajar ini bagi semua pihak. Beliau menyampaikan harapannya agar hubungan antaruniversitas terus berkembang dan memberikan manfaat positif dalam bidang ilmu pengetahuan.
Selanjutnya, salah satu mahasiswa UTHM, Syazwani, memberikan pesan dan kesan mengenai pengalamannya di UGM. “I would like to express my gratitude to all the lecturers and UGM’s staff for their warm hospitality and care during my nearly 5-month study period here. Thank you for always providing us with comfortable accommodation and excellent services. I apologize if there were any unintentional mistakes or misunderstandings that may have occurred. I am also thankful for the opportunity to study and explore while being here. Overall, I truly enjoyed and had a great time in Indonesia. This concludes my sharing of the exciting experiences I’ve had here. Thank you so much. Till we meet again,” ungkapnya.
Sementara itu, acara diakhiri dengan suasana haru dan keakraban antara para mahasiswa UTHM dan civitas academica UGM. Kalimat bijak dari Norsharmila salah satu mahasiswa UTHM tersebut “Kalau ladang banyak hama, tak perlu petani untuk berpindah. Hati masih ingin bersama, tapi waktu habislah sudah,” diucapkan sebagai ungkapan perpisahan yang penuh makna.
Fakultas Biologi UGM berharap bahwa program pertukaran pelajar seperti ini akan terus memperkuat kolaborasi antaruniversitas dan memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa yang terlibat dan meningkatkan mutu Pendidikan sesuai dengan SDGs ke-4.
Maluku utara menjadi salah satu wilayah di Indonesia dengan potensi penambangan emas cukup tinggi. Beberapa penambangan emas skala kecil (PESK) tersebar di beberapa pulau di provinsi tersebut, salah satunya Pulau Obi. Proses penambangan emas yang melibatkan merkuri yaitu almagasi bijih emas menjadikan kawasan tersebut tercemar emisi merkuri dari air hingga tanahnya. Melalui permasalahan tersebut, dosen Laboratorium Ekologi dan Konservasi, Siti Nurleily Marliana, S.Si., M.Sc., Ph.D. bersama dengan tim riset dari Pusat Riset Mikrobiologi dan Pusat Riset Ekologi dan Ethnobiologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), SEAMEO-BIOTROP, Universitas Hasanuddin, Universitas Hein Namatemo, serta Balai Perbenihan Tanaman Hutan KLHK melaksanakan riset yang berfokus pada pemulihan kerusakan lingkungan dan mengurangi dampak cemaran merkuri melalui teknologi rhizoremediasi, 16 hingga 29 September 2023 lalu.
PESK merupakan sumber cemaran merkuri terbesar kedua di dunia setelah bahan bakar fosil. Cemaran tersebut berkontribusi dalam penurunan kualitas air dan tanah dengan jangka panjangnya berupa kerusakan neurologis diantaranya penurunan koordinasi tubuh, kemampuan berbicara hingga kelahiran cacat. Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals; SDGs), pemulihan cemaran tersebut menjadi urgensi tidak hanya dalam konservasi ekosistem darat dan air (SDG 14 dan 15) namun juga peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat setempat (SDG 3).
Leily bersama dengan tim riset tersebut menggunakan pendekatan bioremediatif dengan mengangkat potensi mirobioma dalam menekan kontaminasi metal yang tinggi sekaligus ramah lingkungan, efisien dan murah, memanfaatkan Fungi Mikoriza Abuskular (FMA) yang dapat meningkatkan resistensi tanaman dan penyerapan cemaran berat metal. Kombinasi dengan fitoremediasi menjadi rhizoremediasi yang dimungkinkan dapat mereduksi cemaran merkuri lebih cepat di kawasan PESK.
Dampak lainnya dari pertambangan emas turut menjangkau ekosistem laut melalui peningkatan asidifikasi laut. Hal tersebut tentu mengancam ekosisten sekaligus kehidupan masyarakat setempat dari segi kesehatan hingga social ekonominya. Kesenjangan ekonomi yang terlihat pada kawasan pulau juga berdampak pada kemampuan mitigasi masyarakat terhadap dampak kerusakan dan perubahan lingkungan. Problematika lingkungan, kesehatan hingga kesejahteraan masyarakat tersebut tentu harus menjadi perhatian khusus.
Dalam perjalanan riset tersebut, Leily turut mengungkapkan keterbatasan akses ke Pulau Obi. Jalur yang panjang dan transportasi terbatas menjadi tantangan peneliti dalam membawa sampel dari pulau. Dengan berbagai tantangan tersebut, penelitian yang direncanakan berlangsung dalam beberapa tahapan ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan kompleks pencemaran di Obi sekaligus manfaat kepada masyarakat setempat yang terdampak.
Penulis: Anysa
Ditulis berdasarkan laporan penelitian “Back in the Office, with Some Good Omens: Recounting on Seeking the Eureka for Mercury Contamination in Obi” oleh Siti Nurleily Marliana, Ph.D.



































