Arsip:
Kegiatan Mahasiswa
Seminar Kolaboratif 2025 bertajuk βMenjahit Luka, Membangun Ruang Aman: Bersama Menyembuhkan Kampus dari Traumaβ merupakan kegiatan diskusi dan edukasi yang diselenggarakan oleh Departemen Manajemen Opini Publik BEM Biologi UGM bekerja sama dengan Departemen Kesehatan Mental BEM UGM dan Kementerian Kajian Strategis Lembaga Eksekutif Mahasiswa FIB UGM. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 30 November 2025, bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM dan terbuka bagi mahasiswa UGM yang memiliki kepedulian terhadap isu kesehatan mental serta keamanan ruang kampus.
Mengusung tema besar tentang pemulihan trauma dan pembangunan ruang aman, seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya rasa aman sebagai hak setiap individu, sekaligus mendorong tumbuhnya empati dan budaya saling menjaga di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, panitia berharap peserta mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan dan trauma di lingkungan kampus, mengetahui jalur bantuan yang tersedia, serta mengembangkan sikap proaktif untuk menciptakan ruang belajar yang lebih inklusif dan suportif.
Seminar menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. (Dosen Fakultas Biologi UGM), Dr. Suzie Handajani, M.A. (Dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM), dan Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., Ph.D. (Dosen UIN Sunan Kalijaga), dengan moderator Rima Arvisya Natania Putri selaku peraih nilai terbaik UKBI pada ajang Duta Bahasa DIY 2024. Selama sesi pemaparan, para narasumber membahas dinamika kekerasan dan trauma di kampus dari sudut pandang biologis, budaya, dan gender, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang memberi ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman, mengajukan pertanyaan, dan merumuskan langkah konkret membangun mekanisme dukungan komunitas di kampus.β
Sebagai penutup, panitia mengajak peserta meneguhkan komitmen untuk terus menyuarakan isu kekerasan seksual serta memperjuangkan terbangunnya ruang aman di lingkungan kampus, yang diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama narasumber, moderator, dan peserta sebagai pengingat bahwa perubahan budaya kampus yang lebih adil dan manusiawi hanya dapat tercapai melalui gerak kolektif seluruh sivitas akademika, bukan dengan membiarkan korban berjuang sendirian. [Penulis: BEM]
Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Biologi UGM melalui Divisi Sosial Masyarakat resmi berpartisipasi dalam kegiatan KMP Mengajar yang berbasis pengabdian masyarakat di Kampung Jogoyudan, Kota Yogyakarta. Program ini dijalankan mulai 24 September hingga 28 November 2025, bekerja sama dengan yayasan Rumah Anak Pintar Indonesia (RAPI) dan Keluarga Mahasiswa Kristen Pascasarjana UGM (KMK Ps UGM) yang sudah membersamai kegiatan belajar mengajar di Joguyudan sejak kurang lebih 9 tahun berjalan.
Kampung Jogoyudan merupakan kawasan padat penduduk dengan mayoritas masyarakat berasal dari kalangan ekonomi kurang mampu. Banyak anak di wilayah ini yang mengalami keterbatasan akses pembelajaran dan kurang memiliki kepercayaan diri untuk bermimpi dan bersaing. Melihat kondisi tersebut, KMP Biologi UGM berkomitmen turrut hadir melalui kegiatan pendampingan rutin sebanyak dua kali setiap bulan, setiap hari Rabu pukul 18.00 sampai selesai. Setiap sesi berlangsung sekitar dua jam, berfokus pada membantu anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama memahami kembali materi-materi dasar yang telah diajarkan di sekolah. Untuk menjaga kenyamanan proses belajar di rumah warga yang menjadi tempat kegiatan, jumlah volunteer dibatasi maksimal 12 orang setiap sesi.
Pada 28 November 2025, KMP Biologi UGM, KMK Ps UGM, dan Rumah Anak Pintar Indonesia mengadakan gathering penutup semester bersama 20 anak di Jogoyudan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi hidup bersih dan sehat serta praktik mencuci tangan yang benar yang dibawakan oleh dr. Robertha Andreani. Edukasi ini disambut antusias oleh anak-anak, dilanjutkan dengan kuis, pembagian hadiah, serta games singkat. Melihat tingginya minat anak-anak terhadap pembelajaran bahasa Inggris, para volunteer juga membagikan flash card kosakata bahasa Inggris dan stiker motivasi untuk mendukung semangat belajar mereka.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum KMP Biologi UGM, Wakil Ketua Umum KMK Ps UGM, dan perwakilan dari Rumah Anak Pintar Indonesia, Kak Carol. Dalam sambutannya, Kak Carol menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran serta dedikasi para volunteer yang selama satu semester setia mendampingi anak-anak Jogoyudan untuk belajar, mengembangkan mimpi, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Gathering ditutup dengan perayaan ulang tahun anak-anak yang lahir di bulan November, dilanjutkan dengan makan bersama, dan diakhiri dengan kepulangan volunteer setelah menghabiskan waktu penuh kebersamaan.
Melalui kegiatan KMP Mengajar, KMP Biologi UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan. Program ini diharapkan dapat menjadi ruang yang mendorong tumbuhnya kepercayaan diri, motivasi belajar, dan semangat meraih mimpi bagi adik-adik di Jogoyudan.
Divisi Sosial Masyarakat Kabinet Satwika Cakra KMP Biologi UGM melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk Karsa Desa pada 22β23 November 2025 di Pedukuhan Geger, Pundong, Bantul. Program ini merupakan inisiatif baru yang dirancang untuk menghubungkan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan edukatif yang relevan, khususnya terkait lingkungan.
Geger dipilih sebagai lokasi karena merupakan desa tadahan air yang memiliki peran penting bagi desa-desa sekitarnya. Survei lapangan yang dilakukan dua kali, pada Agustus dan awal November, menunjukkan bahwa edukasi lingkungan untuk kelompok dewasa telah beberapa kali diberikan sebelumnya. Oleh karena itu, Karsa Desa difokuskan bagi anak-anak sebagai kelompok yang belum banyak mendapat pendampingan terkait pelestarian lingkungan.
Sebanyak 15 volunteer berangkat dari Fakultas Biologi UGM pada Sabtu siang. Setibanya di balai desa, para volunteer melakukan pembersihan dan menata kembali bangunan yang lama tidak digunakan. Pada kesempatan ini, volunteer juga membuat Pojok Baca yang diisi dengan buku pelajaran SD-SMP, novel dan cerita anak, serta bacaan umum lainnya.
Kegiatan utama dilaksanakan pada Minggu, 23 November 2025. Acara dipandu oleh Intan Gayatri selaku MC dan dibuka oleh Koordinator Divisi Sosial Masyarakat, Felisitas Meli Podhi. Acara kemudian diresmikan oleh Muhammad Nandar, Dukuh Geger, yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kontribusi KMP Biologi UGM serta harapannya agar kerja sama dapat terus berlanjut.
Anak-anak mengikuti sesi fun learning mengenai siklus air dan cara menjaga lingkungan, dilanjutkan demonstrasi mini eksperimen tentang daya serap tanah dan simulasi siklus hujan oleh Imran Sadewo dan Nur Azizah Ibrahim. Materi tambahan mengenai pengenalan ular serta langkah yang harus dilakukan ketika menemukannya disampaikan oleh Imran Sadewo dan Papuani Rumansara, mengingat kondisi wilayah Geger yang masih memiliki banyak vegetasi.
Kegiatan ditutup dengan permainan edukatif dan Lomba Cerdas Cermat yang diikuti 20 peserta dalam lima kelompok. Di akhir acara, KMP Biologi UGM menyerahkan Β donasi buku bacaan untuk melengkapi Pojok Baca balai desa.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para volunteer kembali ke tempat menginap dan bersiap kembali ke Fakultas Biologi UGM. Program Karsa Desa diharapkan dapat menjadi awal kegiatan pengabdian berkelanjutan yang memperkuat hubungan antara mahasiswa pascasarjana Biologi UGM dan masyarakat Pedukuhan Geger.
Di tengah semangat regenerasi dan eksplorasi ilmiah, Kelompok Studi Entomologi (KSE) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan kegiatan Diklat Penetasan (Diktas). Sebagai puncak dari rangkaian Entoacademy 2025, kegiatan ini dilaksanakan pada 15β16 November 2025 di Kaliurang, Kabupaten Sleman, DIY. Kegiatan Diktas disusun untuk memperkuat semangat kerja sama sekaligus mempersiapkan anggota baru (Telur KSE XXVII) dalam bidang entomologi.
Hari pertama kegiatan Diktas dilaksanakan dengan mempertemukan Telur (KSE XXVII) dalam forum presentasi mini riset sebagai syarat kenaikan jenjang. Berbeda dengan sebelumnya, kegiatan tahun ini menghadirkan suasana diskusi kolaboratif yang lebih inklusif melalui keterlibatan anggota Larva dan Pupa dalam forum. Selain itu, sesi edukatif lain seperti Entotalk dan Seminar Kewirausahaan juga digelar untuk memberikan wawasan serta kreativitas berbasis entomologi.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelantikan anggota baru dan peresmian kenaikan jenjang. Regina Nilamsari (KSE XXIV), selaku Ketua KSE, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota, βTahun ini, Diktas cukup berbeda karena tidak hanya menjadi kegiatan penetasan bagi Telur, tetapi juga kenaikan seluruh jenjang anggota Larva, Pupa, dan Imago. Melalui kegiatan ini, semoga semangat dan rasa persaudaraan bisa terbentuk untuk terus membawa inovasi riset entomologi menjadi jauh lebih keren lagiβ.
Dengan berakhirnya kegiatan Diktas 2025, KSE Fakultas Biologi UGM telah resmi menyambut generasi baru yang siap berkontribusi aktif dalam studi di bidang entomologi. KSE berkomitmen untuk terus menjadi pusat eksplorasi ilmiah dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul. KSE, bergerak tanpa batas! [Penulis: KSE]
Pada tanggal 9 November 2025, kelompok studi Biology Orchid Study Club (BiOSC) melaksanakan kegiatan studi banding bersama dengan kelompok studi Botani UIN Sunan Kalijaga di ruang 5B dan Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota kelompok studi BiOSC dan anggota kelompok studi Botani UIN Sunan Kalijaga sebagai peserta. Adapun tema dari kegiatan ini adalah βBlooming in Harmony: Sharing Passion, Growing Connectionβ.
Studi banding ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperluas wawasan anggota mengenai pengembangan kelompok studi, memperkaya pemahaman seputar bidang keilmuan tanaman, serta membuka ruang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bersama di masa mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya divisi Humas dan Jaringan BiOSC dalam memperkuat relasi dan membangun jejaring eksternal yang lebih luas.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan singkat dari Pembina BiOSC, Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dan Pembina Botani UIN Sunan Kalijaga, Ibu Shilfiana Rahayu, M.Sc., serta dilanjutkan dengan sesi perkenalan dari kedua kelompok studi oleh masing-masing Ketua yaitu Ramadhan Nur Khoiruddin dari BiOSC UGM dan Widya Eka Safitri dari Botani UIN Sunan Kalijaga. Setelah itu, masing-masing kelompok studi mempresentasikan profil, program kerja, dan pengalamannya dalam mengelola komunitas keilmuan. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, yang ditandai dengan adanya pertukaran gagasan, berbagai macam praktik, serta pembahasan mengenai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan. Kegiatan ini ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai penanda bahwa telah terjalin hubungan yang baik antar anggota kelompok studi.
Melalui kegiatan ini, BiOSC berharap jalinan komunikasi antara kedua kelompok studi dapat terus terpelihara dan berkembang menjadi kolaborasi yang bermanfaat, baik bagi para anggotanya maupun bagi kemajuan bidang ilmu tanaman secara lebih luas. [Penulis: BiOSC]
Pada bulan Agustus hingga Oktober telah dilaksanakan serangkaian kegiatan Open Recruitment Senat Mahasiswa 2025, melalui acara Biofest dan Magang Mingguan. Pada tanggal 10 Agustus 2025 telah dilaksanakan Biofest dimana seluruh anggota Senat Mahasiswa berpartisipasi langsung untuk mempromosikan lembaga ini melalui booth dan festival acara. Melalui acara ini, Senat Mahasiswa berkesempatan memperkenalkan seluruh program kerjanya yang dikemas dalam bentuk stand makanan, games, dan lain-lain.
Sepanjang bulan September, juga telah diadakan Magang Mingguan Casema yang diselenggarakan untuk memberikan gambaran mengenai organisasi ini, seluruh kegiatannya, anggotanya, dan tugas-tugas yang akan diterima Casema. Kegiatan ini berlangsung setiap hari Sabtu, 6 September 2025, 13 September 2025, 20 September 2025, dan 27 September 2025. Secara umum, rangkaian ini dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, diikuti dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan sambutan pembuka, diteruskan dengan presentasi materi oleh Kepala Komisi, Badan. Atau Biro yang bersangkutan di hari tersebut. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan games dan kuis.
Diharapkan bahwa seluruh rangkaian Biofest dan Magang Mingguan yang telah dilaksanakan ini dapat digunakan sebagai acuan bagi Casema untuk selanjutnya berdinamika bersama Senat Mahasiswa, tumbuh ikatan antara anggota lembaga, dan menjadi wadah mengekspresikan diri juga minat bagi seluruh anggotanya. Acara ini berakhir pada Minggu, 2 November 2025 ditutup melalui Closing Party. [Penulis: SEMA]
Ayudya Pramesti Langgeng Maharani, mahasiswi Program Studi Biologi Universitas Gadjah Mada, terpilih sebagai salah satu Student Presenter dalam Indonesian Seagrass Symposium 2025, sebuah forum ilmiah nasional yang diselenggarakan pada 28β30 Oktober 2025 di Bali, Indonesia di mana peneliti, praktisi, dan mahasiswa saling berkolaborasi untuk memperkuat riset serta upaya konservasi ekosistem lamun di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ayudya mempresentasikan penelitiannya berjudul βIntegrated Remote Sensing and Field-Based Mapping of Seagrass Habitats to Support Climate-Responsive Coastal Conservation.β Ayudya mengintegrasikan citra satelit resolusi tinggi SPOT-7 dan Sentinel-2 dengan algoritma machine learning seperti Random Forest dan SVM, serta verifikasi lapangan melalui survei GPS-transek untuk menghasilkan peta distribusi lamun yang akurat dengan tingkat akurasi 78% hingga 90%. Penelitian ini memberikan baseline spasial penting bagi pemantauan dinamika habitat lamun serta mendukung kebijakan konservasi pesisir yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Selama di Bali, Ayudya tidak hanya mempresentasikan risetnya, tetapi juga melakukan Field Visit di Pantai Sanur untuk mengamati langsung ekosistem lamun, melakukan pengukuran in situ, serta berdiskusi dengan para praktisi konservasi. Selain itu, Ayudya berpartisipasi dalam Student Training Workshop on Seagrass Blue Carbon Science and Data Applications yang diselenggarakan oleh International Blue Carbon Institute (IBCI), di mana ia memperoleh pelatihan mendalam mengenai konsep blue carbon, analisis data, dan aplikasi ilmiah dalam konservasi pesisir berbasis mitigasi perubahan iklim.
Partisipasi Ayudya dalam symposium menunjukkan komitmen kuatnya dalam pengembangan riset lingkungan, konservasi pesisir, dan penerapan teknologi ilmiah untuk mendukung keberlanjutan ekosistem Indonesia. [Penulis: Ayudya Pramesti Langgeng Maharani]
Pada Sabtu, 18 Oktober 2025, Biology Orchid Study Club (BiOSC) Fakultas Biologi telah menyelenggarakan kegiatan Seminar BiOSC Orchid Sketch 2025 dengan mengangkat tema βFrom Petals to Paper: Menyulam Keanggunan Anggrek dalam Sketsaβ. Seminar ini merupakan bentuk upaya BiOSC dalam meningkatkan keterampilan pembuatan sketsa Β yang baik dan benar, khususnya pada bunga anggrek. Melalui kegiatan seminar Orchid Sketch ini, diharapkan peserta dapat mengembangkan potensi dan keterampilan dalam sketsa ilmiah melalui penjelasan serta praktik secara langsung dari narasumber terpilih.
Seminar BiOSC Orchid Sketch 2025 terbuka bagi seluruh anggota BiOSC dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan serta keterampilan dari peserta dalam pembuatan sketsa ilmiah menggunakan teknik yang benar sebagai sarana untuk menggambarkan keindahan dan detail morfologi tumbuhan secara ilmiah.
Seminar ini menghadirkan Kak Wayan Nadendra, seorang graphic designer sekaligus botanical artist, sebagai narasumber. Acara berlangsung dari pukul 07.30 hingga 11.15 WIB, diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Orchid Sketch, Nimas Sukma Puspita, danΒ Ketua BiOSC, Ramadhan Nur Khoiruddin. Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, sesi diskusi serta praktik langsung pembuatan sketsa ilmiah. Praktik ini menerapkan materi sebelumnya dengan memadukan aspek artistik dan ilmiah.Acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai akhir kegiatan.
Sebagai kelanjutan dari rangkaian kegiatan, BiOSC juga menyelenggarakan Lomba BiOSC Orchid Sketch 2025 yang berlangsung pada 20 Oktober – 6 November 2025. Lomba ini terbuka bagi seluruh anggota BiOSC dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM. Sebanyak 40 karya sketsa dari 36 peserta berhasil dikumpulkan dan dilakukan penjurian oleh Kak Wayan Nadendra, narasumber pada seminar sebelumnya. Berdasarkan hasil penilaian, diperoleh dua peserta dengan tiga hasil karya terbaik, yaitu Muhammad Rafi Al Farid sebagai Juara 1 dan 2 melalui sketsa Nervilia concolor dan Bulbophyllum bukitrayaense, serta Rihma Aisyah sebagai Juara 3 dengan sketsa Dendrobium bigibbum.
Melalui kegiatan Seminar dan Lomba BiOSC Orchid Sketch tahun 2025 dengan tema βFrom Petals to Paper : Menyulam Keanggunan Anggrek dalam Sketsaβ, BiOSC berharap dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan peserta terkait teknik dasar dalam pembuatan sketsa ilmiah yang baik dan benar, sehingga mampu menghasilkan karya sebagai media untuk mengilustrasikan morfologi anggrek sebagai bahan identifikasi anggrek. Selain itu, melalui lomba ini, BiOSC berharap dapat menjadi wadah apresiasi bagi peserta yang memiliki minat dan kemampuan dalam pembuatan sketsa ilmiah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong semangat peserta untuk terus mengembangkan kreativitas serta ketelitian dalam menggambarkan keindahan anggrek secara ilmiah. [Penulis: BiOSC]
Kemadang, 29 September 2025 β Dalam rangka optimalisasi program SEAVORA, βInovasi Produk Nori Ulva Berbasis Zero Waste dan Digital Marketing untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kalurahan Kemadang, Gunungkidulβ, Tim PPK Ormawa KSK Biogama didampingi Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan sosialisasi digital marketing sekaligus visitasi tempat produksi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan ilmu dan pelatihan terkait penerapan digital marketing dalam memperluas pasar dan meningkatkan penjualan. Visitasi oleh dosen perwakilan perguruan tinggi Universitas Gadjah Mada juga dilakukan dalam rangka monitoring pelaksanaan program di lapangan.
Kegiatan sosialisasi dan visitasi ini dilaksanakan di Rumah Makan Kampoeng Lobster, Pantai Sepanjang, Gunungkidul. Kegiatan sosialisasi digital marketing diisi oleh Kak Ibnu Najib selaku alumni KSK Biogama dan pelaku usaha UMKM di Kota Yogyakarta. Sementara kegiatan visitasi diisi oleh Bapak Nasih Widya Yuwono, S.P., M.P., selaku dosen Direktorat Mahasiswa (Ditmawa) perwakilan UGM. Kegiatan ini mendapat antusias yang baik dari ibu-ibu kelompok Sayuk Rukun yang menjadi peserta dalam rangkaian sosialisasi kali ini.
Kegiatan sosialisasi digital marketing dilaksanakan untuk merealisasikan salah satu ide program SEAVORA, yaitu digitalisasi marketing. Kegiatan ini juga menjadi sarana pengenalan sekaligus penerapan sistem pemasaran yang lebih maju dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, mengingat salah satuΒ tantangan yang masih dihadapi para pedagang di daerah pesisir, yaitu kurangnya pembeli karena jangkauan pasar yang kurang luas. Dalam sosialisasi ini, Kak Ibnu Najib selaku narasumber memaparkan materi penting seperti konsep dan bentuk-bentuk marketing, strategi meningkatkan pembeli dan penjualan, serta mekanisme penggunaan e-commerce sebagai lapak jual-beli online.Β Melalui sosialisasi ini, ibu-ibu Kelompok Sayuk Rukun selaku kelompok sasaran program PPK Ormawa diharapkan mampu memahami dan menerapkan sistem pemasaran produk nori berbasis digital melalui e-commerce dan sosial media untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain sosialisasi digital marketing, perwakilan perguruan tinggi Universitas Gadjah Mada, Bapak Nasih Widya Yuwono, S.P., M.P. dan tim Nawasatya, juga turut hadir mendampingi dan mengawasi jalannya kegiatan ini. Kunjungan lapangan ini sebagai bentuk monitoring dan pendampingan mahasiswa terhadap pelaksanaan program PPK Ormawa. Tidak hanya mengawasi, Pak Nasih juga turut memberikan sambutan dan arahan yang membangun untuk keberlanjutan pelaksanaan program SEAVORA. Wejangan yang diberikan oleh Pak Nasih ini tentu mendapat respon yang positif dari ibu-ibu Kelompok Sayuk Rukun dan memberikan semangat kepada mereka untuk terus melakukan produksi nori dari Ulva hingga terbentuk produk yang berkelanjutan untuk nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kalurahan Kemadang, Gunungkidul.
Kegiatan sosialisasi dan visitasi ini menjadi salah satu kegiatan dari serangkaian program pemberdayaan ekonomi masyarakat Kalurahan Kemadang melalui program PPK Ormawa KSK Biogama. Keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi tonggak optimalisasi penjualan dan pemasaran berbasis digital pada produk βLautic Noriβ. Harapannya, digitalisasi marketing ini mampu mengenalkan produk inovasi nori berbahan Ulva ke seluruh wilayah Indonesia, memperluas jangkauan konsumen, dan mampu meningkatkan penjualan demi mewujudkan ekonomi sirkular dan peningkatan kapasitas pendapatan masyarakat pesisir, Kalurahan Kemadang, Gunungkidul. [Penulis: KSK]
Gunungkidul, 9 November 2025 β Tim PPK Ormawa KSK Biogama Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan visitasi dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti) bidang Sains dan Teknologi (Saintek) dalam rangka evaluasi pelaksanaan program unggulan desa kewirausahaan, Pemanfaatan Ulva sebagai Bahan Nori. Kegiatan di Rumah Makan Sepanjang Indah, Gunungkidul, Sabtu (8/11/2025).
Kegiatan visitasi ini merupakan bagian dari peninjauan langsung pelaksanaan program PPK Ormawa 2025, bertujuan untuk mengevaluasi dan menilai capaian, dampak, dan manfaat program, serta mengkaji keberlanjutan program setelah masa pendanaan berakhir. Visitasi ini dihadiri oleh perwakilan Belmawa, Filmada Ocky Saputra M.Eng selaku juri peninjau dan Amelinda Gamarosa T., selaku juri pendamping, Ismail Basuki, S.T. selaku Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kreativitas Mahasiswa, Bapak Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Sc. selakuΒ dosen pembina KSK Biogama, Bapak Sutono selakuΒ Kepala Desa Kemadang, Ibu Suwarni selaku Ketua Kelompok Sayuk Rukun, serta 22 anggota kelompok Sayuk Rukun yang menjadi kelompok sasaran utama dalam program.
Sebagai bagian dari agenda visitasi, kegiatan juga menampilkan demonstrasi langsung proses produksi nori berbahan dasar rumput laut Ulva yang dilakukan oleh anggota Kelompok Sayuk Rukun. Melalui kegiatan ini, Belmawa berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan mentah hingga pembentukan lembaran nori siap saji. Dalam sambutannya, perwakilan Belmawa menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi dan sinergi yang terjalin antara tim mahasiswa KSK Biogama dan kelompok mitra masyarakat
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dengan adanya diskusi ringan antara pihak Belmawa, Kepala Desa Kemadang, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kreativitas Mahasiswa, dan dosen pembina KSK. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam mempresentasikan hasil program sekaligus berbagi pengalaman selama proses pemberdayaan berlangsung. Kegiatan ditutup dengan ucapan penutup dari Ibu Suwarni selaku Ketua Kelompok Sayuk Rukun, dilanjutkan oleh dosen pembina KSK Biogama dan perwakilan Belmawa. Acara kemudian diakhiri dengan makan siang bersama, menandai berakhirnya kegiatan visitasi dengan penuh keakraban dan rasa syukur atas kerja sama yang terjalin antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Kemadang, Gunungkidul. Program ini ditargetkan mampu mencapai keberlanjutan dan menjadi contoh nyata pemberdayaan masyarakat berbasis sains dan teknologi, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi lokal melalui inovasi produk pangan ramah lingkungan berbahan dasar Ulva sp. [Penulis: KSK]






















































