Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali hadirkan Biofest 2018. Biofest atau Biology Festival, kali ini diselenggarakan dua hari yaitu hari Sabtu-Minggu, 25-26 Agustus 2018. Biofest 2018 mengusung tema “Menambah Wawasan yang Membentuk Pribadi Mandiri, Terampil, Komunikatif, serta Berkompeten dalam Bidang Akademik dan Non-Akademik” dimana acara ini berkerja sama dengan Music Corner dari departemen Minat dan Bakat BEM Biologi Universitas Gadjah Mada.
Biofest 2018 dimeriahkan oleh seluruh KS/lembaga di Fakultas Biologi. Kelompok Studi yang ikut berpartisipasi antara lain KSK (Kelompok Studi Kelautan), KSH (Kelompok Studi Herpetologi), KSE (Kelompok Studi Entemologi), KSAT (Kelompok Studi Arsitektur Taman), dan BiOSC (Biology Orchid Study Club) dan Kelompok Studi yang baru didirikan tahu ini yaitu Formasigen (Forum Mahasiswa Peneliti Genetika) . Sementara itu, lembaga yang ikut berpatisipasi antara lain JMMB (Jamaah Mahasiswa Muslim Biologi), PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen), KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik), Kopma Biogama, Matala Biogama, Senat Mahasiswa Fakultas Biologi, dan BEM Biologi. Biofest juga turut dimeriahkan oleh komunitas yang berjuang atas isu biodiversitas yaitu IMoB (Indonesian Movement for Biodiversity).
Acara dimulai pada tanggal 25 Agustus 2018 pukul 08.00 WIB bertempat di Ruang IV Fakultas Biologi UGM. Sebelum memasuki ruangan,para peserta juga dibagikan majalah Biomagz. Acara dipandu oleh MC, Fajar Awaludin (2017) dan Khadija Lung Ayu (2016) dan dibuka dengan sambutan dari Ketua BEM Fakultas Biologi,Lalu Gunawan Fadliansyah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari setiap KS/lembaga maupun komunitas. Diawali dengan presentasi dari KSK dan diakhiri oleh BEM Biologi, peserta Biofest 2018 terlihat atraktif dan bersemangat memperhatikan seluruh jalannya presentasi. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta pada setiap sesi presentasi. Peserta juga terlihat antusias untuk mendapatkan berbagai macam souvenir yang dibagikan KS/lembaga kepada peserta. Selain mengundang KS/lembaga, Biofest kali ini menampilkan persembahan dari Biotimbre (Paduan Suara Mahasiwa Biologi).

Biofest 2018 dilanjutkan pada hari Minggu, 26 Agustus 2018 dalam bentuk stand-stand dari setiap KS/Lembaga. Bersamaan dengan berlangsungnya Music Corner dan Pembukaan Biosphere #1 yang dibuka oleh Lalu Gunawan Fadliansyah (2015) selaku Ketua BEM Biologi dan didampingi oleh Achmad Mustofa Huda (2016) selaku Ketua Pelaksana 1 Biosphere #1 . Pembukaan dilakukan dengan pemotongan pita dan perilisan timeline rangkaian kegiatan Biosphere #1.Biofest 2018 terlihat sangat meriah. Seluruh KS/Lembaga dan angkatan, yang terdiri dari sebelas KS/Lembaga dan 4 angkatan, juga tampak bersemangat bersaing menampilkan kemampuan dan bakatnya dalam bernyanyi di Music Corner. Music Corner dilaksanakan mulai pukul 10.15 hingga 13.35 WIB, yang diawali dengan penampilan pertama dari perwakilan KMK/PMK dan ditutup dengan penampilan hiburan dari perwakilan angkatan 2018.
Acara berakhir dengan pemilihan stand terbaik dan presentator terbaik dari KS/Lembaga. KSAT keluar sebagai pemenang stand terbaik dan KSH sebagai pemenang presentator terbaik. Biofest kali ini diharapkan dapat menambah relasi dan wawasan bagi mahasiswa yang berpartisipasi.










Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi UGM. Metode PCR-ISSR dan RAPD dengan 6 primer acak digunakan untuk mengevaluasi karakter molekular melon Tacapa. Dari hasil penelitian, dengan menggunaan metode ISSR didapatkan tingkat similaritas Tacapa Green Black dan Tacapa Silver sebesar 91,2 %, Tacapa Green Black dan Tacapa Gold sebesar 77,8 %, dan Tacapa Silver dengan Tacapa Gold sebesar 80%. Sedangkan menggunakan metode RAPD dapat diketahui tingkat similaritas Tacapa Green Black dan Tacapa Silver sebesar 93 %, Tacapa Green Black dan Tacapa Gold sebesar 90,5 %, dan Tacapa Silver dengan Tacapa Gold sebesar 92,9 %. Dari data tersebut menunjukkan bahwa melon kultivar Tacapa Gold, Tacapa Green Black dan Tacapa Silver memiliki variasi secara genetik. Selain itu diketahui pula bahwa metode ISSR lebih efektif untuk menganalisis variasi genetik melon Tacapa dibandingkan metode RAPD karena menghasilkan polimorfisme yang paling tinggi dan waktu amplifikasi yang lebih efisien.



dilaksanakan selama 5 hari yaitu dari Selasa 17 April hingga Sabtu 28 April 2018 di Taman Pintar Yogyakarta. Beberapa jenis spesimen yang dipamerkan yaitu terdiri dari spesimen basah dan kering, serta beberapa buku bacaan terkait dengan tema kelautan. Spesimen yang ditampilkan pada KSK Fair tersebut umumnya di koleksi saat melakukan sampling untuk penelitian mengenai keanekaragaman organisme laut. Spesimen organisme laut yang ditampilkan pada kegiatan tersebut meliputi Ganggang hijau (Chlorophyta), beberapa jenis moluska seperti gurita dan Chiton serta beberapa jenis Cangkang, anggota dari Echinodermata seperti landak laut (sea urchin) dan bintang laut (star fish), beberapa jenis ikan seperti taksidermi ikan buntal, beberapa jenis anggota Crustacea seperti kepiting dan masih banyak lagi.

