Pengabdian kepada Masyarakat
Pada Senin, 10 Juni 2024 bertempat di Laboratorium Entomologi LABKESMAS Yogyakarta, yang brelokasi di Jl. Imogiri telah berlangsung Konsultasi dan Koordinasi kegiatan untuk Uji Pemanfaatan Tanaman Lokal Sebagai Biolarvasida Terhadap Aedes aegypti. Kegiatan ini diterima dengan baik oleh Bp. Yohanes Didik S, selaku kepala Laboratorium Entomologi dan Bp. Sutopo selaku Kepala Bagian Diklat. Konsultasi dan Koordinasi ini dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan uji biolarvasida ekstrak beberapa tanaman lokal, seperti daging buah pala, kulit duku, daun kumis kucing, dan beberapa ekstrak tanaman lainnya terhadap Aedes aegypti yang menjadi vektor utama penyebab penyakit Demam Berdarah.
Kegiatan ini diikuti oleh 3 orang mahasiswa pascasarjana dan 2 orang mahasiswa yang terlibat dalam Hibah Kolaborasi Dosen Mahasiswa dan MBKM-penelitian tahun 2024 Fakultas Biologi UGM, yang dipimpin oleh Dosen Pembimbing Dr.Dra.Rr. Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc, DAP&E, M.Biomed. Selain melihat fasilitas laboratorium, mahasiswa juga dijelaskan tentang uji resistensi pada nyamuk dewasa secara CDC-bottle assay, surveilan, dan data yang harus didapatkan. Konsultasi terkait kesiapan dan cara uji untuk stadium larva dan dewasa nyamuk Ae. aegypti telah dijelaskan secara baik oleh Bp. Didik, dan mahasiswa sangat tertarik dan antusias untuk segera melaksanakan penelitiannya.
Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan ketentuan dan peraturan yang berlaku bagi mahasiswa yang akan melaksanakan penelitian di LABKESMAS oleh Bp. Sutopo. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah workshop tentang tehnik koleksi, rearing / pemeliharaan, cara uji, cara Analisa hasil yang akan dilaksanakan pada akhir Juni atau awal Juli mendatang. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama. Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Fakultas Biologi UGM dalam melaksanakan dan mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama nomor 3, yaitu “Kehidupan yang sehat dan Sejahtera”.
Buah pala buah duku,
Banyak manfaat yang belum tahu,
Hidup sehat dan Sejahtera,
Dengan optimalkan tanaman sebagai biolarvasida.
Salam Lestari dari Fakultas Biologi ….
Pada hari Jum’at,14 Juni 2024, bertempat di Balai Padukuhan Mrican, telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertema “Makanan Sehat untuk Mengatasi Stunting” yang bersamaan dengan kegiatan POSYANDU. Pada kesempatan tersebut hadir ibu Ketua PKK Padukuhan Mrican, Ibu Nur Handayani, Ibu-ibu kader Yandu dan sekitar 30 balita yang didampingi orang tuanya. Edukasi tentang kesehatan ini disampaikan oleh narasumber Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St. didampingi oleh Koordinator Kegiatan Pengabdian Kalurahan Catur Tunggal, Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti WA., DAP&E, M.Biomed.
Edukasi tentang “Makanan Sehat untuk Mengatasi Stunting” dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang stunting beserta ciri-cirinya terutama pada anak sebelum usia 3 tahun. Upaya mencegah dan mengatasi stunting juga disampaikan, yaitu dengan (1). pemenuhan gizi sejak kehamilan, (2). pemberian asi eksklusif, (3). pemberian makanan pendamping ASI, dan (4). pemantauan tumbuh kembang anak. Untuk pemenuhan gizi tersebut, perlu adanya diversifikasi makanan dan pemenuhan gizi yang seimbang, terutama dengan sumber pangan lokal, seperti ubi ungu, ubi kuning, sayuran kacang-kacangan, bayam merah, brokoli, dan buah-buahan.
Diskusi tentang pemenuhan gizi yang baik akan menunjang tumbuh kembang anak juga berlangsung secara baik dan lancar. Dijelaskan pula bahwa bagi pasangan reproduktif, pemenuhan gizi juga akan mendukung kesiapan untuk kehamilan yang sehat, terutama pada kehamilan trimester pertama, dan agar menghindari konsumsi makanan atau minuman (seperi minuman beralkohol) yang tidak sehat yang akan berpengaruh pada bayinya. Kegiatan pengabdian ini diakhiri dengan berfoto bersama.
Edukasi Kesehatan yang dilakukan ini sebagai salah satu bentuk komitmen Fakultas Biologi UGM dalam melaksanakan dan mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama nomor 3, yaitu “Kehidupan yang sehat dan Sejahtera”.
Mencegah stunting dengan diversifikasi pangan,
Pangan lokal menjadi pilihan,
Hidup sehat dan Sejahtera,
Menjadi harapan kita semua.
Bertempat di Balai Padukuhan Mrican, pada tanggal 12 Juni 2024 telah berlangsung kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang bertema “Kenali Statusmu-untuk Thalassemia dan Periksa Lingkunganmu-terhadap jentik nyamuk”. Pada kesempatan tersebut hadir ibu Ketua PKK Padukuhan Mrican, Ibu Nur Handayani beserta 35 ibu-ibu anggota PKK. Edukasi tentang kesehatan ini disampaikan oleh narasumber Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc, Dr.Dra. Rr. Upiek Ngesti WA., DAP&E, M.Biomed, dan Nur Indah Septiani, S.Si., Ph.D, yang didampingi mahasiswa Nur Farah Susilowati dan Ahmad Aris Budi R, Kotimah, dan Irfan Putra Ramadhan.
Edukasi tentang “Kenali statusmu yang berkaitan dengan Thalassemia” dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang thalassemia. Thalassemia adalah suatu penyakit kelainan darah yang diturunkan dan tidak bergejala. Dijelaskan pula bagaimana besarnya kemungkinan dalam satu keluarga apabila ayah saja atau ibu saja yang membawa sifat, atau ayah dan ibu yang keduanya membawa sifat. Untuk itu skrining thalassemia terhadap pasangan produktif, calon pengantin, dan remaja perlu dilakukan untuk memberikan bekal pengetahuan tentang thalassemia. Fakultas Biologi UGM bekerjasama dengan Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan-UGM (FKKMK-UGM), yang akan memfasilitasi bagi pasangan produktif dan calon pengantin untuk melakukan skrining dan tidak dibebani dengan biayanya.
Selanjutnya, sehubungan dengan kondisi dan perubahan cuaca yang tidak menentu, serta merebaknya kasus Demam Berdarah maka diperlukan kewaspadaan terhadap penyakit DBD ini. Edukasi tentang “Periksa Lingkunganmu terhadap jentik nyamuk” menjadi salah satu langkah kewaspadaan untuk mencegah vektor nyamuk penyebab DBD tidak berkembang biak. DBD disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang keduanya memiliki aktivitas menggigit baik di dalam maupun di luar rumah. Untuk itu upaya Pengendalian Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan rumah sendiri menjadi prioritas utama agar nyamuk tidak berkembangbiak.
Edukasi yang dilakukan ini sebagai salah satu bentuk Fakultas Biologi UGM berkomitmen dalam menyukseskan pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama nomor 3, yaitu “Kehidupan yang sehat dan Sejahtera”.
Salam Lestari dari Fakultas Biologi….
Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) – Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada yang diketuai oleh Dr. Ardaning Nuriliani S.Si., M.Kes. bersama anggota tim yang terdiri dari Anida Safriyani, Nailah Aufa Khansa, Rizquita Brillianti, dan Safia Putri Sakanti (mahasiswa Fakultas Biologi angkatan 2021) melakukan kegiatan Upaya Peningkatan Kesehatan Keluarga di Dusun Pajangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Program ini dilaksanakan dibawah kerja sama dengan mitra dari Takmir Masjid Jami’ Darussalam yaitu Bapak Gunardi S. Si. Program peningkatan pola hidup sehat ini diawali dengan dilakukannya pengisian kuesioner pola hidup sehat oleh warga Dusun Pajangan serta penyuluhan kepada warga. Pengisian kuesioner tentang pola hidup sehat dilakukan pada tanggal 4 – 8 Mei 2024 oleh sekitar 57 warga Dusun Pajangan dari umur 8 tahun hingga 72 tahun.
Selanjutnya, pada tanggal 9 Juni 2024, tim MBKM kami melakukan penyuluhan berjudul “Pola Hidup Sehat dan Pola Konsumsi Makanan Bergizi”. Kegiatan ini bertempat di Masjid Jami’ Darussalam dan dihadiri oleh sekitar 17 warga Dusun Pajangan. Pada kegiatan tersebut, tim kami menjelaskan mengenai pola hidup sehat dan pentingnya kandungan nutrien yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, dijelaskan pula terkait dampak yang terjadi apabila asupan nutrien tidak seimbang dan cara pencegahannya. Saat melakukan sosialisasi kami menampilkan hasil kuesioner pola hidup sehat yang telah dilakukan sebelumnya. Sepanjang acara sosialisasi warga sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan dan diskusi terkait dengan materi yang disampaikan. Pada akhir kegiatan, tim kami memberikan apresiasi berupa doorprize kepada warga yang aktif berpartisipasi saat diskusi. Selain itu, kami juga melakukan dokumentasi bersama warga sebagai bukti kegiatan dan kenang-kenangan.
Tim MBKM kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan warga Dusun Pajangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman agar bisa menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mendorong kesejahteraan serta meningkatkan taraf hidup kesehatan mereka.
Selasa (4/6) Tim Biofermed yang diketuai oleh Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. dengan anggota Ronald Wihan Pradana, Tiffa Kusuma Dewi, Fharsya Febrildha, Rindha Amarsita dan Siti Muyassaroh. Tim Biofermed menggelar workshop pembuatan biofertilizer di Lumbung Mataraman, Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul. Workshop diikuti sekitar 20 orang wanita tani yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Kedungpoh dipimpin langsung oleh Ibu Lurah (Ibu Dwiyono). Peserta merupakan perwakilan lebih dari 200 orang anggota KWT yang berasal dari sepuluh pedukuhan di Kalurahan Kedungpoh.
Tim Biofermed merupakan gabungan dari anggota MBKM Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat di bawah bimbingan Dwi Umi Siswanti yang bermitra Kelompok Wanita Tani di Lumbung Mataraman, Kalurahan Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul. Tahun ini Tim Biofermed mengusung tema pemanfaatan biofertilizer untuk pengendalian antraknosa dan remediasi residu fungisida pada tanaman cabai. Workshop ini merupakan salah satu rangkaian program Tim Bioremed yang diagendakan mulai Maret hingga November 2024.
Dwi telah menyiapkan starter mikrobia sebanyak 1.200 mili liter untuk urin sapi sebanyak 60 liter yang telah disiapkan oleh anggota KWT. Setelah urin disaring dan dipastikan bersih dari feses, starter mikrobia dimasukkan dalam galon berisi urin sapi. “Urin yang tercampur feses akan menyebabkan fermentasi tidak sempurna, ditandai dengan bau urin yang masih menyengat setelah dua minggu”, ujar Dwi di sela sela proses produksi biofertilizer. Anggota KWT sangat antusias mengikuti workshop kali ini, bahkan tidak sedikit diantara peserta meminta starter untuk dibawa pulang guna pembuatan biofertilizer secara mandiri. “Kami akan membuat biofertilizer ini dan menggunakan di lahan kami juga di luar Lumbung Mataraman”, kata Heni, salah satu anggota KWT Kedungpoh. Pada sesi workshop ini, Tim Biofermed dan KWT Kedungpoh membuat biofertilizer sebanyak 60 liter dalam galon bekas air mineral. “Pelatihan ini mendukung upaya kami dalam menciptakan ikon produk khas Kedungpoh berupa pangan organik berbahan cabai yang akan kami usung dalam lomba PKK se-DIY November nanti”, ungkap Ibu Dwiyono sengan bangga.
Setelah workshop selesai, Tim Biofermed mengukur lahan yang akan digunakan sebagai lahan penanaman cabai dan menghitung dosis biofertilizer yang akan digunakan sebagai pupuk dasar maupun sebagai pengendali antraknosa dan remediasi residu fungisida. Ronald dan Tiffa menggunakan biofertilizer untuk remediasi residu fungisida, sedangkan Rindha, Fharsya dan Muyas menggunakannya untuk pengendali antraknosa pada tanaman cabai. Acara diakhiri dengan makan dan berfoto bersama diselingi diskusi ringan di lahan pertanian Lumbung Mataram seluas 1,6 Ha.
Kegiatan ini merupakan aplikasi dari SDGs nomor 3 (Kesehatan yang baik dan Kesejahteraan), 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab),15 (Menjaga Ekosistem Darat) dan dan kemitraan demi mencapai tujuan (17). (TIM BIOFERMED)











































