Program PKM Unit Perpustakaan Fakultas Biologi UGM memasuki tahun ketiga kembali melanjutkan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Dusun Klegung Desa Donokerto Kecamatan Turi Sleman. Kegiatan PKM ini telah diinisiasi dari perencanaan (2016) dan mulai pelaksanaan dari tahun 2017 sampai sekarang tahun 2018 dan akan berlanjut terus sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kawasan wisata Dusun Klegung. Program III untuk (tahun 2018) kali ini Perpustakaan Biologi UGM memulai kegiatan mewujudkan sebuah “karya” dalam bentuk Buku Saku atau Buku Panduan dan juga dalam bentuk Poster Informasi yang bertema Biodiversitas Dusun Klegung untuk mendukung eko-Wisata Edukasi khususnya dalam kajian jenis-jenis burung yang hidup daerah ini. Dengan buku ini nantinya dapat diharapkan upaya konservasinya dan dapat lebih mengetahui jenis burung yang perlu dilindungi dan menuju kepunahan.
Dusun Klegung sebagai salah satu kawasan di wilayah Desa Donokerto yang memiliki kekayaan alam untuk eko-wisata edukasi oleh karena itu Fakultas Biologi UGM melalui unit Perpustakaan Biologi turut terpanggil untuk memberdayakan, mengembangkan dan membangunnya menjadi sebuah aset desa yang potensial untuk ekowisata alam. Selain itu potensi sumber daya alam seperti pertanian dan perikanan Ds. Klegung dengan kondisi topografi lingkungan ‘riparian’nya menjadi ikon tersendiri untuk menjadi kawasan eko-wisata susur sungai Kali Klegung yang ramah lingkungan. Team PKM Perpustakaan Fakultas Biologi UGM telah melakukan survey lokasi, pembagian zona dan pengamatan telah dimulai sejak tanggal 28 Oktober lalu dan akan diteruskan dalam bulan November 2018 ini dibawah Pembimbingan Staf Dosen dari Lab. Sistematika Hewan yaitu Bpk. Drs. Bambang Agus Suripto, S.U., M.Sc. dan Bpk. Rury Eprilurahman, M.Sc.
Koordinasi sebelumnya telah dilakukan oleh Bpk. Drs. Ign Sudaryadi, M.Kes selaku ketua Team PKM Perpustakaan Fakultas Biologi UGM dengan Kepala Dusun Klegung Bapak Subadi dan telah mendapatkan ijin pelaksanaannya.
Pada Pelaksanaan Pengamatan Burung tanggal 28 Oktober, turut mendampingi salah satu Dosen Pembimbing PKM Bpk. Rury Eprilurahman, M.Sc. dan didukung oleh beberapa mahasiswa peminat Ornitologi Fakultas Biologi UGM.
Menurut penuturan salah satu tokoh masyarakat dusun klegung Bapak Marsudi Ahdop, beliau menuturkan bahwa bentuk kerjasama tersebut sangatlah positip dan diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dirasakan manfaatnya secara luas, khususnya tentang kekayaan biodiversitas dikawasan dusun tersebut yang dapat dijadikan sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan untuk kelestarian alam dusun ini. Ilmu tersebut tidak akan hilang apabila diikat dalam bentuk “karya buku” yang berisi tentang kekayaan biodiversitas kawasan eko-wisata susur sungai Kali Klegung ini, sehingga akan selalu bermanfaat ‘edukasi’ bagi pengunjung yang telah berkunjung dan menikmati kegiatan eko-wisata keindahan desa wisata ini. Gayung bersambut, sejalan dengan pemikiran salah satu tokoh masyarakat tersebut, ketua team PKM Perpustakaan Fakultas Biologi UGM bahwa output dari kegiatan ini nantinya dapat mendukung program promosi kegiatan eko-wisata dalam bentuk “Buku Saku – Buku Panduan Kekayaan Jenis Burung” di Kawasan Wisata Susur Sungai Kali Klegung” Program ini akan berkembang terus sejalan dengan ekplorasi biodiversitas dan keragaman jenis yang lain yang berpotensi dikembangkan untuk menarik pengunjung wisata-edukasi termasuk kegiatan wisata live-in pedesaan serta kegiatan out-bond susur sungai Kali Klegung yang unik.(Didit-Rusna)










Pemilihan lokasi kegiatan sebagai tempat dilaksanakan pengabdian masyarakat, bukan tanpa alasan dikarenakan kawasan tersebut sedang dikembangkan menjadi kawasan Sentra Wisata Anggrek Kabupaten Kulon Progo. Kawasan Banyunganti sendiri merupakan daerah yang memiliki jenis tanaman anggrek lokal khas Kulon Progo. Anggrek lokal menjadi salah satu potensi besar daerah yang harus dikembangkan agar dapat menjadi pendapatan lebih bagi masyarakat. Perlu adanya fokus dari masyarakat dalam berbisnis untuk menambah pendapatan bagi masyarakat. Hal itulah yang menjadi topik yang disampaikan oleh narasumber dalam kegiatan ini yaitu Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc. dari Fakultas Pertanian UGM. Beliau selaku penggiat bisnis, memberikan tips dan trik dalam membangun usaha bisnis dengan melihat potensi kawasan Banyunganti yang dapat diangkat. Dapat berupa membuat souvenir khas daerah tersebut atau makanan khas yang dapat menarik minat wisatawan. Beliau juga menekankan tentang pentingnya berinovasi dalam membangun suatu usaha.









Pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB, acara dibuka oleh Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dilanjutkan dengan pematerian oleh Ir. Kadarso, M.S.. Materi yang disampaikan meliputi cara budidaya anggrek dengan sistem aeroponik dan hidroponik yang dapat dilakukan pada jenis tanaman anggrek Dendrobium, Grammatophyllum, Cattleya dan Phalaenopsis. Kemudian dijelaskan mengenai alat dan bahan yang diperlukan, yaitu bibit tanaman anggrek, arang kayu, larutan pupuk, talang air plastik, lem paralon, kain flanel, pot plastik ukuran 10 cm dan lain-lain. Masyarakat juga dijelaskan mengenai cara pengenceran pupuk, penanaman tanaman anggrek dan prosedur pemeliharaan anggrek terkait penempatan tanaman pada lingkungan tumbuh yang benar, pengkabutan air dan pemupukan, pengendalian hama dan penyakit pada tanaman anggrek. Setelah pematerian selesai, masyarakat diajak untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan instalasi penanaman anggrek secara aeroponik dan hidroponik yang dipandu langsung oleh Ir. Kadarso, M.S. Selain itu masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa dengan menggunakan teknik ini akan mempermudah dalam perawatan anggrek, lebih efisien dan juga lebih murah sehingga diharapkan masyarakat mampu merawat anggrek dengan lebih baik.















