Mia Risliana Putri mahasiswi Fakultas Biologi UGM berhasil meraih juara ketiga dalam Festival Batik Dies Natalis ke-69 UGM pada tanggal 1-2 Desember 2018. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama antara Dharma Wanita Persatuan UGM dan Griya Batik Lestari.
Akrab disapa dengan Mia, keikutsertaannya dalam Lomba Peragaan Kain Batik Mahasiswi 2018 tersebut sebagai Duta Biologi UGM. Mia memperagakan 5 batik Nusantara dengan kriteria penilaian yaitu tata rias wajah dan rambut, keserasian busana, pembawaan/cara berjalan dan cara membawa atau memperagakan kain batik.
Mia Risliana Putri meraih juara ketiga dari 19 peserta yang berpartisipasi di dalam lomba tersebut. Peserta tersebut berasal dari Fakultas, Sekolah Vokasi dan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Mia melalui penjurian yang ketat dari tanggal 1 Desember 2018 dan turut tampil dalam Fashion Show yang diselenggarakan pada tanggal 2 Desember 2018. Tujuan dari lomba tersebut sendiri untuk mengembangkan budaya penggunaan batik dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya memperkenalkan batik. Batik sebagai karya bangsa dapat dilestarikan dari generasi ke generasi. Ketika ditanya mengenai pengembangan batik Indonesia kedepannya “harapannya semua generasi dapat mengenal batik, bangga menggunakan batik dan mau belajar melestarikan batik sehingga tidak ada klaim dari negara lain”, jawab Mia.
Ketika ditanya mengenai perkembangan motif batik dan pandangannya sebagai mahasiswi Biologi dalam pengimplementasian motif biologis/organik seperti Batik Histo Ikan menurut Mia, batik memiliki nilai-nilai kreativitas yang tinggi dengan semakin berkembangnya kreativitas seseorang maka motif yang dihasilkan jumlahnya tak terhingga sehingga keragamannya meningkat. “Motif organik sudah diterapkan baik di motif batik terdahulu hingga sekarang, sebab tumbuhan dan hewan memiliki keberagaman yang tinggi, contohnya bunga beraneka jenis yang menginspirasi seniman batik. Saya sendiri lebih menyukai batik dengan motif organik sebab tingkat kemenarikannya dari segi pola lebih tinggi”, tutur Mia.

















Dalam acara ini I Wayan Swarautama Mahardhika mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih Juara I Kategori Lomba Penulisan Iptek dan Inovasi Kategori Umum serta mendapat penghargaan piala bergilir. Karya tulis ilmiah yang dikompetisikan berjudul Selamat Datang Kambro telah diterbitkan di Majalah Trubus pada bulan Juni 2018. Kambro sendiri merupakan ayam hibrida F1 Broiler yang berhasil dikembangkan oleh Gama Ayam Fakultas Biologi UGM dibawah bimbingan Dr. Budi Setiadi Daryono M. Agr. Sc.. Gama Ayam telah melakukan penelitian mengenai pemuliaan ayam selama kurun waktu 2008 hingga sekarang dengan pencapaian riset yang potensial untuk diimplementasikan di masyarakat. Ayam F1 Broiler atau Kambro sendiri merupakan ayam dengan kualitas yang unggul sebagai pedaging dengan karakteristik daging seperti ayam Pelung dan rasio FCR lebih rendah dibandingkan ayam Broiler dengan laju pertumbuhan mendekati ayam Broiler. Jangka panjang yang diharapkan dari penelitian ayam Kambro sendiri tentunya penerapan teknologi pemuliaan di lapisan peternak lokal untuk memberdayakan galur ayam lokal Indonesia dan mengikis ketergantungan Indonesia terhadap impor produk ayam dan DOC ayam. Penghargaan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi ini merupakan pemotivasi bagi peneliti untuk semakin giat dan fokus menjalankan penelitian hingga dapat diimplementasikan dalam jangka panjang.









