Yogyakarta, 22 Mei 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menggelar pertemuan strategis bersama rekan-rekan KAGAMA dan Kabiogama pada Jumat, 22 Mei 2025, bertempat di Sasanti Restaurant. Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi mengenai penguatan sinergi alumni dan fakultas, sekaligus membahas peluang kolaborasi dalam mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pertemuan dihadiri oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., serta Wakil Dekan Bidang Aset, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia, Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc. Hadir pula perwakilan KAGAMA dan Kabiogama, yakni Lalu Fauzul Idhi, Rizal Chaniaga, Sandhya Yudelha, Laode Muh Untung, dan Kaswan Badami.
Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana pelantikan pengurus baru Pengurus Pusat Kabiogama, serta peluang kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dan KAGAMA dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui Basuki Hadimuljono selaku Kepala Otorita IKN. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kawasan IKN yang berkelanjutan dan berbasis inovasi.
Pada kesempatan tersebut, Lalu Fauzul Idhi menekankan pentingnya partisipasi aktif Fakultas Biologi dalam pengembangan IKN. Ia menyampaikan bahwa sejumlah perguruan tinggi telah merencanakan pembukaan kelas jarak jauh di kawasan IKN sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan dan sumber daya manusia di ibu kota baru.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Budi Setiadi Daryono menyampaikan bahwa Fakultas Biologi UGM perlu mengambil peluang strategis tersebut, khususnya melalui pembukaan kelas jarak jauh Program Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH) di IKN. Program profesi tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia dan Asia, sehingga memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang konservasi dan pengelolaan keanekaragaman hayati.
Selain pengembangan pendidikan, Fakultas Biologi UGM juga mendorong hilirisasi riset sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi pembangunan IKN. Prof. Budi menjelaskan bahwa hasil-hasil riset Fakultas Biologi dapat dikembangkan sebagai “showcase” inovasi berbasis biodiversitas yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar kawasan IKN. Beberapa di antaranya meliputi penelitian dan pengembangan produk invensi galur Ayam Mahar, Ayam Layar, Golden Kamper, serta berbagai persilangannya yang saat ini mulai dibudidayakan di Balikpapan dan kawasan IKN. Selain itu, pengembangan budidaya ikan hingga inovasi pengolahan limbah POME menjadi astaxanthin turut menjadi bagian dari potensi hilirisasi riset yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi tersebut, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Fakultas Biologi UGM yang diwakili oleh Dekan, Prof. Budi Setiadi Daryono, dengan CV Mitra Pesona Sejahtera yang diwakili oleh Lalu Fauzul Idhi. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan dan penelitian galur ayam Mahar, Layar, Golden Kamper, serta berbagai persilangannya sebagai bagian dari upaya hilirisasi riset dan penguatan inovasi berbasis biodiversitas lokal.
Melalui pertemuan ini, Fakultas Biologi UGM bersama KAGAMA dan Kabiogama berharap dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dunia usaha, dan pemerintah dalam mendukung pembangunan IKN yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat peran keilmuan biologi dalam menjawab tantangan masa depan bangsa.
Inisiatif ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan.



