Integrated Genome Factory (IGF) Fakultas Biologi UGM, dan Clinical Research Unit (CRU) Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM tengah menjajaki kerangka kerja sama dalam penyediaan layanan research-based testing berbasis Next-Generation Sequencing (NGS). Penjajakan ini merupakan hasil serangkaian kunjungan diskusi yang berlangsung pada 30 April dan 19 Mei 2026, dan saat ini sedang dalam proses pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Sebagai operator genomik nasional yang berbasis di Fakultas Biologi UGM, IGF menawarkan platform sequencing mutakhir (PromethION24 – Oxford Nanopore Technology dan PacBio – Revio) ke dalam ekosistem riset klinis RSA UGM. Dalam skema kerja sama yang diusulkan, CRU RSA UGM akan berperan dalam administrasi pasien, koleksi sampel, dan ekstraksi DNA, sementara IGF bertanggung jawab atas proses sequencing, analisis bioinformatika, dan pelaporan hasil.
Managing Partner IGF, Aditya Aryandi menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan langkah nyata mendekatkan genomik klinis dengan kebutuhan riset lokal yang selama ini belum terlayani secara optimal. “Penjajakan kemitraan ini membuka potensi akses layanan diagnostik genomik canggih bagi penelitian klinis di lingkungan RSA UGM, guna memperkuat kapasitas riset berbasis genomik di Indonesia” ujar Aditya.
Ruang lingkup layanan klinis yang diusulkan yaitu, 1) Undiagnosed Disease Program (Whole Genome Sequencing/Whole Exome Seqeuncing); 2) Farmakogenomik (Long-read Targeted Sequencing); 3) Profiling Resistensi Antimikroba (Targeted Sequencing); dan 4) Precision Oncology (Targeted Seqeuncing).
Mekanisme kerja sama dirancang secara bertahap: dimulai dengan standardisasi alur kerja koleksi sampel di fasilitas RSA UGM, dilanjutkan pengiriman sampel dalam bentuk DNA/RNA ke laboratorium IGF. Kedua pihak juga membuka ruang pengembangan custom testing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penelitian spesifik, termasuk potensi perluasan kolaborasi bersama Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) di wilayah Jawa Tengah.
Kerja sama ini mencerminkan komitmen IGF dalam memperkuat infrastruktur genomik klinis nasional, sekaligus mendukung visi RSA UGM sebagai rumah sakit akademik yang berorientasi pada riset translasional berstandar internasional. Pada kesempatan penjajakan kerja sama ini dihadiri oleh perwakilan IGF, Aditya Aryandi (Managing Partner), Matin Nuhamunada (CTO), dan Indra Lesmana (COO), sementara perwakilan RSA UGM oleh Prof. Dr. Ika Puspita Sari, M.Si., Apt. (Direktur Pendidikan dan SDM) dan Dr. dr. Ratna Dewi Puspita, M.Sc. (Kepala CRU – RSA UGM).
Kerja sama kemitraan yang dibangun turut mendukung aspek SDGs (Sustainable Development Goals) poin 3 Memastikan hidup sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk semua; poin 4 Memastikan pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas; serta poin 9 Membangun infrastruktur yang tangguh, mendorong inovasi dan mempromosikan industri yang berkelanjutan.




