Acara ini merupakan agenda kedua dalam rangkaian kegiatan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM Tahun Anggaran 2026 yang bertajuk “Workshop Intensif MGMP Biologi SMA: Pendalaman Materi Esensial, Strategi Penyampaian Topik Kompleks dan Praktikum Terintegrasi untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDG 4)”.
Baca selengkapnya: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM Selenggarakan Workshop Intensif MGMP Biologi SMA Kabupaten Sleman
Acara dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 30 April 2026 mulai pukul 09.30-13.00 WIB, bertempat di SMA Negeri 1 Godean yang beralamatkan di Jalan Sidokarto No.5, Area Sawah, Kalurahan Sidokarto, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 55564. Acara dihadiri oleh beberapa perwakilan guru kelas X, XI, dan XII se-Kabupaten Sleman. Sayangnya tidak semua undangan dapat hadir karena berbenturan dengan rapat pleno kelulusan siswa Kelas XII di sekolah masing-masing.
Acara dibuka dengan sambutan oleh perwakilan tuan rumah yaitu Bapak Suharyanto, S.Pd.I., Wakil Kepala Sekolah SMA N 1 Godean, dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Ketua MGMP Biologi SMA Sleman, yaitu Ibu Titik Krisnawati, S.Pd., M.Pd. Acara inti berupa penyampaian materi oleh Ibu Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si. Pada kesempatan ini Bu Laks berkesempatan memaparkan materi berjudul: “Penguatan Konsep Dasar Fisiologi Manusia: Refleksi, Review, dan Strategi Pembelajaran yang Sistematis dan Interaktif”. Materi ini diangkat sebagai tindak lanjut dari hasil kuisioner yang telah dibagikan sebelumnya.
Dari 40 guru yang terdaftar di MGMP Biologi Sleman, 26 orang telah berpartisipasi mengisi kuisioner dengan hasil sebagai berikut: Sebagian besar guru mengampu 2 tingkat (46%) atau 3 tingkat (42%), dan hanya 12% yang mengampu 1 tingkat (Kelas X saja). Mencermati kondisi ini, maka tak dapat dipungkiri bahwa guru Biologi SMA memiliki beban tanggung jawab yang berat karena harus menguasai dan memahami materi pelajaran sesuai kurikulum yang diterapkan, di sisi lain dituntut untuk dapat mentransfer ilmu tersebut secara baik dan dengan cara yang menarik kepada para peserta didik yang merupakan kelompok usia remaja.
Di jenjang SMA, topik Fisiologi Manusia merupakan salah satu materi pelajaran Biologi yang disampaikan di Kelas XI. Menurut bapak/ibu guru, bab yang harus dipelajari sangat banyak dengan pokok bahasan yang padat dan kompleks sehingga sebagian besar mengalami kendala dalam menyampaikannya kepada siswa. Perlu strategi yang jitu untuk dapat memahamkan siswa terhadap sistem organ tubuh manusia ketimbang menjadikannya sebagai hafalan karena justru akan memberatkan dan membuat siswa kurang menyukai pelajaran Biologi. Berdasarkan hasil kuisioner, materi yang paling rumit dan ingin dipelajari lebih lanjut adalah sistem imun (38,5%), sistem saraf (26,9%), dan sistem hormon (15,4%). Sementara itu, materi yang paling dikuasai oleh bapak/ibu guru adalah sistem pencernaan (30,8%), sistem pernapasan (26,9%), dan sistem reproduksi (23,1%).
Perubahan kurikulum yang dinamis menyebabkan dilema pembelajaran bagi guru. Sebagai contoh dalam hal ini kurikulum menuntut siswa dapat memahami berbagai kelainan atau penyakit akibat gangguan sistem organ. Di sisi lain guru harus menjelaskan konsep dasar karena tanpa menguasai prinsip kerja sistem organ yang normal maka tidak mudah menjelaskan patologinya. Sementara itu, metode penyampaian materi struktur dan fungsi sistem organ kepada peserta didik menjadi tantangan tersendiri mengingat minat dan kemampuan siswa yang bervariasi terhadap mata pelajaran Biologi. Kegiatan praktikum dan aktivitas siswa lainnya sebagai pelengkap metode pembelajaran Biologi juga belum tentu dapat dilaksanakan di sekolah karena berbagai kendala seperti keterbatasan sumber daya/personalia, sarana dan prasarana pendukung, kondisi finansial, serta manajemen laboratorium yang memadai.
Oleh karena itu, melalui kegiatan ini Ibu Laksmindra dan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM yang terdiri dari Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc. dan Indra Lesmana, S,Si., M.Sc. (unsur dosen) serta Angeline Steffany Sirami, Khilda Aquilatin Nada, Audrey Azalia Jovita, Elisabet Lintang Permata, Nafisa Qotrunnada Arif, Alifa Tafrinjiyah, dan Firdaus (unsur mahasiswa) berupaya untuk menjembatani penguatan konsep dasar Fisiologi Manusia sekaligus berbagi mengenai strategi penyampaian materi tersebut secara sistematis namun tetap menarik sehingga memotivasi peserta didik untuk belajar Biologi secara interaktif dan menyenangkan, memantik mereka untuk berpikir kritis tanpa merasa terbebani karena harus menghafalkan istilah-istilah medis yang selama ini menjadi momok dalam mempelajari Biologi.
Acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah sembari berdiskusi terkait agenda pertemuan selanjutnya yang berupa lanjutan pendalaman materi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh bapak/ibu guru serta rencana praktikum untuk mendukung pembelajaran Biologi di SMA.
Mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDG 4)
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17)






