• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • hal. 152
Arsip:

Rilis Berita

BioTalks #15, Ledakan Kasus Covid-19 dan Ancaman Bioterorisme

Rilis BeritaTajuk Selasa, 27 Juli 2021

Bioterorisme, atau serangan biologi, adalah tindakan pelepasan virus, bakteri atau agen biologi lainnya secara sengaja yang dapat membuat korbannya menjadi sakit atau bahkan mati. Munculnya virus Covid-19 ini terkadang dikaitkan dengan bioterorisme serta banyak munculnya teori-teori konspirasi yang beredar di masyarakat. Masyarakat yang kurang mengetahui tentang hal ini, terkadang termakan oleh issue dan hoax yang beredar di dunia maya maupun dari mulut ke mulut. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi informasi terpercaya dan fakta yang jelas dipaparkan dalam Biotalks untuk kalangan akademisi maupun umum. Fakultas Biologi UGM dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat, dengan metode berbeda yaitu secara daring. BioTalks merupakan upaya Fakultas Biologi UGM untuk memberikan wawasan kepada masyarakat dalam menyebarluaskan informasi yang kredibel.

BioTalks #15 diselenggarakan pada hari Jumat, 23 Juli 2021 dimulai pukul 09.00-11.00 WIB disiarkan secara live streaming di Kanal Pengetahuan Fakultas Biologi UGM dengan menghadirkan 3 narasumber, yaitu R. Tedjo Sasmono, S.Si, Ph.D. (Peneliti Senior, Lembaga Biologi Molekular Eijkman), Brigjen Pol. Drs.Sumirat, M.Si (Kepala BNNP Sulawesi Barat), serta Kol. CKM. Nurhadiyanta, S.Si., M.Si. (Kaprodi Biologi FMIPA Militer UNHAN). Acara ini dimoderatori oleh Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si. (Dosen Fakultas Biologi UGM).

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5

Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, pada kesempatannya Prof Budi menyampaikan bahwa BioTalks ke-15 ini tetap mengudara di tengah pandemi Covid yang belum reda. “Kita punya ketangguhan sebagai sebuah bangsa, karena ditengah bencana kita masih memiliki inovasi dan kreatifitas sehingga kita menghasilkan sebuah platform di Fakultas Biologi UGM untuk menjadi suluh, pencerahan berbagai informasi yang berharga termasuk pada pagi hari ini”, ungkap Prof. Budi.

Narasumber pertama R. Tedjo Sasmono, S.Si, Ph.D. memberikan materi mengenai ledakan kasus Covid-19, varian virus SARS-COV-2 yang perlu kita waspadai. Virus, termasuk SARS-CoV-2, terus bermutasi untuk beradaptasi dan berevolusi dengan cepat, menyesuaikan dengan inang/lingkungan, sehingga varian baru pasti akan muncul. Mutasi dapat terjadi dari satu inang ke inang berikutnya, dari satu populasi ke populasi berikutnya, bahkan dari satu wilayah geografis ke wilayah geografis lainnya, dan yang paling fit akan bertahan dan menjadi dominan. Varian-varian baru dengan karakteristik tertentu menyebabkan peningkatan kemampuan menular, keparahan penyakit, serta mengurangi efektivitas vaksin, obat maupun alat diagnostik.

SARS-CoV-2 bermutasi menghasilkan Variant of Concern dan Variant of Interest. Saat ini varian dari SARS-CoV-2 yang paling banyak ditemukan adalah varian Delta yang menyebabkan jumlah kasus COVID-19 meningkat drastis di Indonesia dan di dunia, karena memang varian ini lebih cepat untuk bereplikassi dan cepat masa inkubasinya sehingga lebih cepat menular. Kewaspadaan terhadap penularan virus varian Delta harus ditingkatkan dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang lebih ketat dan juga dengan vaksinasi.

“Kita lihat memang ada varian-varian virus sehingga kita harus meningkatkan kewaspadaan diri dengan menggunakan masker dobel, mengurangi mobilitas, jaga jarak, meningkatkan kebersihan dan yang paling penting adalah vaksinasi. Walaupun sudah divaksin, tidak 100% dapat kebal dari virus Covid-19, namun vaksinasi dapat menurunkan tingkat keparahan gejala dan menurunkan kesempatan untuk virus-virus tersebut merusak organ kita”, himbau Tedjo.

Narasumber kedua yaitu, Brigjen Pol. Drs.Sumirat, M.Si. menyampaikan mengenai bioterorisme dan kaitannya dengan bahaya narkoba. Narkoterorisme istilah yang sering digunakan untuk organisasi teroris yang terlibat dalam aktivitas perdagangan narkoba untuk mendanai operasi mereka. Secara geografis Indonesia merupakan negara terbuka sehingga narkoba mudah masuk dan tersebar di seluruh wilayah. Peredaran gelap narkoba bukan hanya menyasar orang dewasa dan remaja, melainkan juga anak-anak. Modus operasi dan variasi jenis narkoba pun saat ini terus berkembang serta terdapat jenis-jenis narkoba yang berasal dari tumbuhan sehingga dapat dikategorikan sebagai ancaman bioterorisme. Brigjen Pol. Drs.Sumirat, M.Si.  juga menceritakan kasus- kasus bioterorisme yang pernah terjadi di Indonesia. “Penanganan untuk bioterorisme ini memerlukan kolaborasi multilateral, konsep one health dimana Kesehatan dilihat sebagai konsep yang terintegrasi antara kesehatan manusia dengan kesehatan hewan dan lingkungan serta perlu adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku. Saya berharap kita yang dari Fakultas Biologi dapat berperan aktif dalam antisipasi penyalahgunaan narkotika dan mendeteksi bahan-bahan narkotika serta zat-zat biologi lain yang dapat menjadi ancaman”, kata Sumirat.

Narasumber terakhir adalah Kol. CKM. Nurhadiyanta, S.Si., M.Si. yang menyampaikan mengenai bioterorisme. Terorisme adalah aktivitas politik untuk menciptakan ketakutan secara umum, terorisme ini dapat menggunakan organisme biologis yang disebut bioweapon. Agen bioweapon dapat berupa bakteri, rickettsiae, virus, fungi, dan racun. Ancaman ini justru sulit dideteksi, penyebarannya cepat karena hanya membutuhkan waktu pertumbuhan yang singkat, serta memiliki potensi menimbulkan kepanikan”Mudah-mudah pandemi Covid dapat kita lewati dan Indonesia menjadi negara tangguh dan memiliki dignity yang jelas ”, tutup Nurhadiyanta.

Dalam hasil diskusi acara ini, Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si. sebagai moderator menyimpulkan bahwa bahwa virus ini bukanlah merupakan bentuk bioterorisme, melainkan virus yang terjadi akibat mutasi alami, saat ini ledakan kasus Covid-19 itu memang terjadi di negara kita, di mana salah satu faktor penyebabnya adalah virus yang telah bermutasi sehingga penularannya lebih cepat dan juga dengan gejala lebih beragam. Meskipun begitu, Vaksin Covid-19 yang saat ini tersedia, masih sangat mampu membentuk perlindungan bagi tubuh kita, bahkan dari virus yang sudah bermutasi sekalipun.

BIOLECTURE SERIES #16: “Kulit: Antara Aging dan Marine Neutracosmetics”

Rilis BeritaTajuk Jumat, 23 Juli 2021

Peningkatan usia populasi menyebabkan kejadian penyakit kronik, termasuk penyakit kulit, serta masalah penuaan kulit menjadi meningkat. Penuaan kulit intrinsik merupakan proses alami yang terjadi seiring bertambahnya usia, dipengaruhi oleh ras, jenis kelamin, gen, hormon, dan sebagainya, sedangkan penuaan kulit ekstrinsik dipengaruhi oleh berbagai faktor dari lingkungan, seperti gaya hidup, polusi, serta terutama paparan sinar ultraviolet. Kulit merupakan barrier tubuh terhadap lingkungan luar. Kulit yang terlihat muda, bersinar, dan cantik tentu akan memberikan memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan sosial seseorang. Tapi tentu saja berbagai stressor ekstrinsik (antara lain akibat polusi udara, gizi buruk, dan paparan sinar UV) maupun stressor instriksik (akibat proses – proses fisiologis) dapat memicu terjadinya skin aging dan menyebabkan kulit menjadi kehilangan elastisitasnya, mengkerut, dan teksturnya menjadi kasar. Glycosaminoglycans (GAGs), merupakan polisakarida kompleks yang banyak ditemukan pada matriks ekstraselular jaringan mammalia termasuk manusia. Glikosaminoglikan berperan penting sebagai penyokong dan memelihara protein struktural kulit seperti kolagen dan elastin. Beberapa contoh glikosaminoglikan yang sering dijumpai adalah hyaluronan dan kondroitin sulfat yang berperan sebagai molekul pengikat air. Kemampuan ini penting untuk menjaga kelembaban komponen jaringan kulit serta menghambat proses penuaan dini.

Slide 1
Slide 2
Slide 2
Slide 4
Slide 5
Slide 6
Slide 7
Slide 8
Slide 9
Slide 10

Dalam beberapa dekade terakhir, banyak dilakukan penelitian pengembangan bahan-bahan alam sebagai bahan antiaging dalam bidang kosmetik. Oleh karena itu, Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan, Fakultas Biologi, UGM menyelenggarakan acara Biolecture Series ke-16 dengan mengangkat tema mengenai “Kulit: Antara Aging dan Marine Neutracosmetics“. Acara ini mengundang Zuliyati Rohmah, M.Si., Ph. D. (Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan, Fakultas Biologi UGM dan Bernandeth F. Ticar, Ph.D (Senior Faculty Researcher Iloilo Science and Technology University, Philippines) sebagai narasumber, sedangkan moderator yang memandu acara ini Dr. Ardaning Nuriliani, M.Kes. yang juga berasal dari Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan, Fakultas Biologi, UGM.

Webinar ini diselenggarakan pada hari Kamis (22/07/2021) pukul 09.30 – 11.30 WIB, melalui aplikasi Zoom. Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Biologi UGM. “Hal utama yang penting adalah kita saling berbagi ilmu serta ilmu yang kita bagikan tersebut bermanfaat dan menjadi berkah. Biolecture ini sudah berjalan lebih dari satu tahun dan sudah sampai pada Biolecture ke-16. Semoga peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat enjoy dan semua dalam keadaan yang sehat”, sambut Eko.

Bernandeth F. Ticar, Ph.D sebagai pembicara pertama membawakan materi mengenai Fucoidan dan Glycans. Glycan merupakan polimer yang mengandung banyak monosakarida, salah satu jenisnya yaitu glycosaminoglycans (GAGs). Terdapat 2 tipe GAGs,yaitu sulfated GAGs dan non-sulfated GAGs. Contoh sulfated GAGs adalah chondroitin sulfate, dermatan sulfate, heparin/heparan sulfate, keratin sulfate atau hyaluronic acid. Senyawa hyaluronic acid inilah yang merupakan komponen penting dalam matriks ekstraselluler yang berperan dalam regenerasi jaringan, respon inflamasi, serta angiogenesis yang merupakan tahap dari perbaikan sel kulit rusak, sehingga senyawa ini banyak digunakan dalam salah satu komposisi produk skincare, dermal filler dan operasi plastik. Sedangkan untuk Fucoidan merupakan polisakarida sulfat yang dapat ditemukan di dinding sel alga cokelat dan teripang yang berfungsi dalam melindungi dari eksternal stress. Sehingga ekstrak fucoidan tersebut digunakan dalam perawatan terapeutik dan merupakan bahan bernilai tinggi dalam nutrisi, kesehatan, skincare dan produk dermatologis. “Misi besar saya adalah meningkatkan produksi bioaktif glikosaminoglikan dari kepala ikan silver-banded whiting (Sillago argentifasciata) untuk nutraceutical yang dapat meningkatkan keuntungan komunitas nelayan di San Dionisio dan Concepcion yang merupakan partner kami dalam industri farmasi”, ungkap Bernandeth. Glikosaminoglikan yang didapatkan dari kepala ikan silver-banded whiting banyak mengandung hyaluronic acid serta chondroitin sulfates, ekstrak ini sangat bermanfaat jika digunakan dalam suplemen makanan dan fungsi imunologis.

Narasumber kedua adalah Zuliyati Rohmah, M.Si., Ph. D. yang menerangkan mengenai kulit dan aging. Struktur histologi kulit terdiri dari epidermis, dermis, hipodermis yang masing-masing memiliki struktur dan fungsi tersendiri. Sedangkan aging merupakan perubahan fisiologis yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia kronologis dan akan terjadi pada semua organisme. Terdapat 2 jenis aging, yaitu intrinsik aging yang merupakan proses perubahan fisiologis, disebabkan oleh faktor genetik dan metabolik yang tidak dapat dihindari. Sedangkan ekstrinsik aging adalah proses aging yang disebabkan oleh faktor lingkungan seperti polutan,merokok, gizi buruk, dan paparan sinar matahari. Fenomena aging terjadi saat terjadi perubahan fenotip di sel kulit serta perubahan struktural dan fungsional pada matriks ekstraselluler seperti,kolagen, elastin, dan proteoglikan yang berfungsi dalam menjaga kekuatan, elastisitas, dan kelembaban kulit. Produk kosmetik banyak menggunakan kolagen dan hyaluronic acid karena dapat menaikkan kelembaban dan menjaga kolagen kulit. Selain pemaparan materi tersebut, Zuliyati juga berbagi tips dan trik untuk menghambat aging, yaitu dengan antioksidan, terapi stems cell, penggunaan retinoid, terapi hormone dan modifikasi telomere, atau dengan cara yang sangat mudah yaitu dengan menjaga pola makan sehat serta manajemen stress yang baik. Produk – produk skincare yang banyak beredar saat ini umumnya lebih mengutamakan untuk mencerahkan kulit, padahal kulit yang cokelat mengandung banyak melanin yang berfungsi dalam proteksi alami kulit dari paparan sinar UV dan sunburn. “Be comfortable in your own skin, saat kulit seseorang itu tidak putih bukan berarti mereka tidak merawat diri, atau tidak bersih dan tidak cantik”, ungkap Zuliyati

Biolecture ini diikuti oleh sekitar 70 pendaftar yang sangat beragam, mulai dari siswa, mahasiswa S1, S2, S3, dosen, guru, masyarakat umum dan peneliti. Instansi juga sangat beragam antara lain STIK Bina Husada Palembang, Universitas Syiah Kuala, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Mathla’ul Anwar, UIN Walisongo Semarang, Universitas Medan, Universitas Gadjah Mada, Unversitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Sebelas Maret, Institut Teknologi Kelautan Buton, Universitas Halu Oleo, Universitas Udayana, Universitas Mataram, Universitas Mulawarman, BKP Lampung, Universitas Jember, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Tidar, Universitas Lampung, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Katolik Indonesia Atmajaya, Universitas Negeri Yogyakarta, PT Miconos, Universitas Tadulako, Universitas Negeri Semarang, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Diponegoro, Petani, Universitas Kristen Artha Wacana, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, BBRBLPP Gondol Bali, Universitas Brawijaya, Universitas Pendidikan Indonesia dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu dari seluruh penjuru tanah air.

 

 

Monitoring dan Evaluasi Pertama Hibah PkM-MBKM: Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Rilis BeritaTajuk Senin, 19 Juli 2021

Kegiatan hibah Pengabdian kepada Masyarakat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen Fakultas Biologi UGM sebagai salah satu media implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dikolaborasikan dengan program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) bagi mahasiswa program sarjana (S1). Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penerapan ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi kepada masyarakat sehingga menjadi salah satu solusi dalam menghadapi permasalahan lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya serta menjadi bagian dari pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam bermasyarakat.

Alur kegiatan hibah PkM-MBKM berlangsung dari bulan Maret hingga pengumpulan laporan akhir pada bulan November tahun 2021. Kegiatan monitoring dan evalusi pertama hibah PkM-MBKM ini dilaksanakan pada hari Kamis (15/07/2021) berlangsung lancar selama 2 jam dari pukul 13.00 – 15.00 WIB dan diikuti oleh 27 peserta yang terdiri atas 7 mahasiswa yang telah terdaftar dalam SKS “Membangun Desa” dengan 4 dosen pembimbing (4 tim pelaksana), dan 2 desa mitra, yaitu dari Kalurahan Hargowilis, Kab. Kulon Progo dan Kalurahan Condongcatur, Kab. Sleman.

Slide 1
Slide 2

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini dibuka oleh sambutan dari Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. selaku wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Biologi UGM, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan presentasi oleh masing-masing mahasiswa. Walaupun hampir dari keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa ini terkendala oleh adanya aturan PPKM Darurat Jawa-Bali, namun tetap dapat berjalan dengan mensiasati pelaksanaan program secara daring. Program dilaksanakan dengan membuat booklet, poster, dan banner kegiatan serta diskusi dengan masyarakat secara daring. Mahasiswa secara tidak langsung turut memberikan pemahaman dan pelatihan kepada masyarakat dalam memanfaatkan gawai dan internet dalam berkomunikasi pada saat pelatihan program.

Presentasi pertama dilakukan oleh tim Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. dengan judul kegiatan “Penguatan Perekonomian Dampak Pandemi Covid-19 melalui Aplikasi Teknik Budidaya Klanceng (Stingless-bee) dan Inovasi Pemasaran Produk Berbasis Less Contact Economy di Desa Hargowilis”. Presentasi kedua dengan desa mitra yang sama, yaitu Kalurahan Hargowilis dari tim Drs. Trijoko, M.Si. dengan judul kegiatan “Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Pakan Alternatif Berbasis Living Natural Resources dan Aplikasi Teknologi Tepat Guna dalam Pengelolaan Sektor Perikanan di Desa Hargowilis”. Presentasi ketiga dan keempat memiliki Desa Mitra di Kalurahan Condongcatur, yaitu dari tim Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. dengan judul “Inovasi Pemasaran dan Uji Kualitas Pupuk Organik Cair (POC) sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Dusun Gejayan Condongcatur” dan dari tim Prof. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dengan judul kegiatan “Optimalisasi Budidaya Kelengkeng dengan Aplikasi Hormon dalam Upaya Penguatan Ketahanan Ekonomi Masyarakat Dusun Gejayan”.

Keseluruhan mahasiswa yang terlibat dalam program PkM- MBKM saat ini mencapai 32 orang dan akan bertambah seiring adanya kebijakan penambahan anggota mahasiswa yang ditetapkan pada semester Gasal Tahun Ajaran 2021/2022. Mahasiswa yang terdaftar pada semester Gasal akan melaksanakan presentasi program pada akhir semester depan untuk menyelesaikan tanggung jawab dari SKS “Membangun Desa” program MBKM. Rina Sri Kasiamdari, Ph.D. selaku Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan dalam penutupan kegiatan menyampaikan bahwa ini adalah awalan yang baik dalam program MBKM di Fakultas Biologi UGM, “pada semester depan akan diperkenalkan kembali program-program MBKM Fakultas Biologi khususnya yang terkait dengan kegiatan bermasyarakat agar baik dosen dan mahasiswa dapat berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat” ujarnya dalam penutupan agenda kegiatan.

Sosialisasi Rencana Program PkM-MBKM 2021: Aplikasi Teknik Budidaya Klanceng (Stingless-bee) dan Inovasi Pemasaran Produk Berbasis Less Contact Economy sebagai Strategi Awal Penguatan Perekonomian Akibat Dampak Pandemi Covid-19 di Desa Hargowilis

Rilis BeritaTajuk Senin, 19 Juli 2021

Dusun Klepu, Desa Hargowilis terletak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa tersebut memiliki ekosistem yang sesuai untuk budidaya klanceng. Penerapan sistem budidaya klanceng yang tepat di Dusun Klepu, Desa Hargowilis berpotensi menghasilkan produk primer berupa madu, bee pollen, dan propolis yang memiliki nilai jual tinggi. Budidaya klanceng di dusun tersebut telah dirintis sejak  2019 oleh masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Gunung Agung. Namun, keterbatasan peralatan dan pemanfaatan Local wisdom oleh masyarakat menjadi faktor penghambat sehingga menyebabkan produk budidaya klanceng oleh masyarakat belum optimal. Produk yang dihasilkan dari budidaya klanceng hingga saat ini hanya sebatas berupa madu.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

Pemasaran produk hasil budidaya klanceng  di Dusun Klepu, Desa Hargowilis masih menerapkan sistem secara konvensional yang mengalami kendala sejak terjadinya Pandemi Covid-19. Masyarakat di Dusun Klepu Desa Hargowilis mengalami pembatasan akses pasar secara langsung untuk menjual produknya sehingga proses transaksi dan pemasaran pun terhambat dan  menyebabkan penurunan tingkat perekonomian masyarakat di Desa Harus.

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia, terutama di Dusun Klepu Desa Hargowilis tidak menyurutkan semangat   para civitas akademik  untuk  tetap berinovasi dan  berkontribusi dalam kesejahteraan masyarakat. Bapak Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. selaku ketua tim bersama kelima Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Nabila Shafura, Nurul Hidayah, Yulfiza Evan, Wahyu Febriani, dan Uzda Nabila melalui program PKm MBKM telah melakukan sosialisasi rencana program tentang aplikasi  teknik budidaya klanceng (stingless-bee) dan inovasi pemasaran produk berbasis less contact economy sebagai strategi awal dalam penguatan perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19  di Desa Hargowilis. Kegiatan sosialisasi tersebut telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Juni 2021 Pukul 13.00-15.00 WIB. Kegiatan sosialisasi  berlangsung secara offline yang dihadiri oleh 17 anggota kelompok Tani Gunung Agung dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan  di Dusun Klepu, Desa Hargowilis.

Kegiatan sosialisasi rencana program telah  terlaksana dengan melibatkan kerjasama  Kelompok Tani Gunung Agung Dusun Klepu, Desa Hargowilis, Kulon Progo. Kegiatan tersebut didukung  penuh oleh Pak Sukaryono selaku Ketua Kelompok Tani Gunung Agung yang telah berkenan  menyambut acara ini. Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri oleh stakeholder  Dusun Klepu, Desa Hargowilis yaitu bapak Haryono, S.T. sebagai Kepala Dukuh Dusun Klepu dan Ibu Heni sebagai pendamping kelompok tani gunung agung yang juga menjabat sebagai penyuluh pertanian di Desa Hargowilis. Kedua stakeholder tersebut turut memberikan apresiasi terkait rencana program PkM MBKM yang akan diterapkan di Dusun Klepu, Desa Hargowilis.

Pemaparan rencana program telah dilakukan oleh perwakilan tim dari mahasiswa Fakultas Biologi. Pemaparan rencana program   telah dilakukan oleh perwakilan tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM dengan begitu naratif dan konstruktif dalam pemaparannya. Rencana program yang telah disampaikan berupa pelatihan dan praktik teknik pemecahan koloni klanceng,  teknik pemeliharaan klanceng, dan Pematerian teknik pemanenan madu, propolis, bee pollen dan propolis yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2021. Rencana program selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 4 September 2021 berupa pelatihan digital marketing, inovasi packaging dan branding untuk meningkatkan nilai jual dari produk hasil budidaya klanceng.

Kegiatan sosialisasi rencana program berlangsung sangat  kondusif, lancar dan meriah tak lain karena peran panitia dan masyarakat yang saling komunikatif.  Sesi diskusi pun telah berlangsung dengan begitu menarik dan suasana santai.   Pertanyaan-pertanyaan dari  masyarakat mengenai rencana program  yang akan diterapkan telah diakomodir secara baik oleh panitia. Setelah sesi diskusi selesai dilanjutkan sesi dokumentasi bersama sebagai penutup. Kegiatan sosialisasi tersebut   diharapkan sebagai pembuka dan strategi awal untuk  meningkatkan perekonomian masyarakat di Dusun Klepu, Desa Hargowilis.

 

Seminar Proposal Penelitian Thesis Mahasiswa Program Magister Fakultas Biologi UGM Angkatan 2020 Semester Genap Dilaksanakan Secara Daring

Rilis BeritaTajuk Jumat, 16 Juli 2021

Adanya pandemic COVID19 tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk melakukan seminar proposal. Seminar proposal yang difasilitasi oleh Fakultas Biologi UGM dan menjadi agenda akademik Mahasiswa Prodi Magister Biologi telah terlaksana dengan baik pada hari Kamis, 8 Juli 2021 dan diikuti oleh 21 orang dosen pembimbing dan 37 orang mahasiswa. Kegiatan seminar proposal ini bertujuan untuk mengetahui komponen-komponen penting yang terdapat di proposal thesis, kesiapan mental mahasiswa dalam pelaksanaan penelitian thesis dan memberikan evaluasi serta saran terkait penelitian terhadap Mahasiswa Prodi Magister Biologi UGM.

Slide 2
Slide 3
Slide 1
Slide 4
Slide 5
Slide 6

Acara terbagi menjadi tiga sesi, yaitu sesi pembukaan yang dilakukan oleh Bapak Dr. rer.nat. Andhika Puspito Nugroho, M.Si. selaku Ketua Program Studi Magister Biologi Fakultas Biologi UGM dan dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Bapak Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM. Dalam sambutanya beliau berharap agar mahasiswa dapat menyelasaikan studi tepat waktu dengan melakukan penelitian yang komprehensif dan kedisiplinan yang tinggi.

Seusai sesi pembukaan kemudian acara dilanjutkan dengan sesi kedua yakni sesi presentasi dari Mahasiswa Prodi Magister Biologi UGM yang sudah dibagi kedalam 3 kelas yakni kelas A, B dan C.

Sesi ketiga yang merupakan acara penutup kemudian dilakukan oleh moderator pada masing-masing kelas lalu dilanjutkan dengan pesan penutup yang disampaikan Bapak Dr. rer.nat. Andhika Puspito Nugroho, M.Si selaku Ketua Program Studi Magister Biologi Fakultas Biologi UGM. Dengan terlaksananya acara seminar proposal tesis ini diharapkan mahasiswa/i dapat menjalankan proses penelitian dengan lancar dan dapat segera melaksanakan tahap selanjutnya yaitu ujian komprehensif, penelitian, hingga ujian thesis dan publikasi sehingga dapat menyelesaikan masa studi dengan tepat waktu.

KOBI-IBI, BAPPENAS, WRI dalam Penyusunan IBSAP Post 2020

Rilis BeritaTajuk Jumat, 16 Juli 2021

Konsorsium Biologi Indonesia – Indeks Biodiversitas Indonesia (KOBI-IBI) bersama dengan Bappenas dan World Resources Institute (WRI) mengadakan pertemuan membahas mengenai pembaruan laporan kemajuan keterkaitan antara isu Biodiversitas dan Perubahan Iklim sebagai bahan penyusunan dokumen Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) Post 2020. Rapat koordinasi tersebut dilangsungkan pada Selasa, 13 Juli 2021 pukul 08.00-10.00 WIB melalui aplikasi Zoom.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6
Slide 7
Slide 8
Slide 9

Ir. Medrilzam, M.Prof. Econ, Ph.D. (Bappenas) membuka kegiatan diskusi kali ini. Dilanjutkan dengan penyampaian presentasi hasil kerja IBI kepada WRI oleh Barano Siswa Sulistyawan, M.Si. yang sebelumnya telah ditunjuk oleh ketua KOBI mewakili KOBI-IBI. “Tujuan besarnya adalah mengenai cara pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Dilihat dari sisi ketersediaan dengan permintaan terhadap bodiversitas dan jasa lingkungan yang ada. Sehingga nantinya dapat tersusun Indikator pengukuran biodiversitas Indonesia sebagai aset pembangunan berkelanjutan yang terukur dan terkelola secara tepat.”

Prof. Suwarno Hadisusanto menambahkan bahwa masih diperlukan penambahan jumlah data dengan perbaruan data paling tidak setiap 6 bulan sekali. Hal ini bisa dicapai dengan mengulas berbagai jurnal penelitian, terutama spesies dan ekosistem di Indonesia. Prof. Harini Muntasib menuturkan juga bahwa yang paling penting yaitu mengenai tatakelola database yang telah dimiliki oleh setiap pihak terkait. Dengan saling berkomunikasi dan aktif bertukar data atau informasi perihal keanekaragaman hayati Indonesia dari setiap pakar, tentu akan menunjang pembentukan suatu sistem database yang kuat dan rapi serta dapat dipertanggungjawabkan.

Ir.Ign Pramana Yuda, M.Si., Ph.D. berpendapat bahwa pendekatan citizen science juga sangat penting. Dimana para pecinta satwa dan fotografer di lapangan dapat terlibat dalam pemantauan (monitoring) data spesies. Sehingga data yang dimiliki dapat diperbaharui secara berkala. Selain untuk kepentingan pembaharuan data, kegiatan pemantauan lapangan tersebut juga mampu memberikan pendidikan konservasi lingkungan bagi masyarakat.

Selanjutnya, Dr.Irman Firmansyah, M.Si. dari System Dinamycs Center menyampaikan paparan dari tim sistem dinamik yang telah mengintegrasikan berbagai variabel lingkungan dan spesies dengan kebijakan yang ada. “Akan sangat baik jika saja kita bisa saling terlibat langsung dalam pengumpulan data ini. Kelengkapan data yang diperlukan terutama ekosistem dan spesies di Indonesia. Untuk ekosistem sementara ini tidak ke arah laut melainkan hanya di terestrial dahulu. Namun tidak mustahil juga untuk mulai mengeksplorasi spesies di laut Indonesia. Tetapi perlu diperhatikan penyesuaian dengan waktu yang tersedia, dimana juga untuk mengaitkan antar beberapa variabel.”

Data yang disampaikan oleh KOBI-IBI memang masih belum sempurna, dibutuhkan penjelasan lebih detail mengenai metode dan penjabaran spesies yang terdapat pada database KOBI-IBI. Namun, disamping itu semua, IBI memiliki modal yang kuat dari jejaring akademisi dan peneliti, yang mampu menjadi pondasi pengetahuan terutama untuk memenuhi penyusunan indikator biodiversitas yang baik untuk Indonesia. Sebagai infrastruktur awal, data KOBI-IBI dirasa sudah cukup baik untuk tetap dikembangkan dan dipantau kedepannya.

LAXMI: Shampoo Berbahan Ekstrak Melon ‘GMP’ Siap Masuk Pasar Kosmetik Nasional

Rilis BeritaTajuk Sabtu, 10 Juli 2021

Gama Melon Parfum (Melon ‘GMP’) merupakan melon (Cucumis melo L.) hasil pemuliaan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi UGM dengan karakter fenotip yang unik, yaitu rasa pahit pada daging buah. Rasa pahit ini menyebabkan melon ‘GMP’ tidak dapat dikonsumsi layaknya melon lain pada umumnya. Selain itu melon ‘GMP’ juga memiliki keunikan lainnya, yaitu corak batik pada kulit buah serta aroma harum yang menjadi cikal bakal nama kultivar Gama Melon Parfum. Keunikan dari corak batik melon ‘GMP’ ini pernah ikut meramaikan hari batik nasional pada tahun 2017 silam (Baca: Perkuat Hari Batik Nasional Fakultas Biologi UGM Luncurkan Melon Bercorak Batik – Fakultas Biologi ). Selain itu, sebagai kultivar hasil pemuliaan, melon ‘GMP’ telah berhasil didaftarkan sebagai kultivar baru ke Kementerian Pertanian RI sebagai bagian dari hasil riset payung Gama Melon (Baca: Gama Melon Berhasil Daftarkan 7 Varietas Melon Baru Hasil Riset Fak. Biologi UGM – Fakultas Biologi ).

Slide 1
Slide 2
Slide 4
Slide 3
Slide 5

Sejak tahun 2019 lalu, melalui Research Grant RISPRO-LPDP dari Kementerian Keuangan, telah dilakukan komersialisasi melon ‘GMP’ sebagai bahan baku industri kosmetik dengan memanfaatkan kandungan senyawa bioaktif menjadi produk shampoo bekerja sama dengan PT. Gizi Indonesia yang diketuai oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dan melibatkan lintas disiplin ilmu bersama Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc. (Fakultas Teknologi Pertanian UGM) dan Dr. T.N. Saifullah Sulaiman, M.Si.Apt. (Fakultas Farmasi UGM). Kolaborasi ini pun telah mendapatkan penghargaan dari Universitas Gadjah Mada untuk kategori Penelitian Kolaboratif Klaster Saintek Terbaik pada tahun 2020 (Baca: Dekan Fakultas Biologi Raih Penghargaan Insan UGM Berprestasi 2020 – Fakultas Biologi ).

Melalui kolaborasi penelitian dan pendanaan, tepatnya pada tanggal 25 Juni 2021 telah diproduksi prototipe final produk shampoo dari ekstrak melon ‘GMP’. Meskipun ditengah pandemi Covid-19 yang masih tinggi, terdapat harapan hasil inovasi dari UGM yang ditelurkan. Produk inovasi tersebut merupakan capaian tahun pertama dari Hibah RISPRO-LPDP dan akan dilakukan produksi dan pemasaran sebagai target utama pada kegiatan tahun berikutnya. “Kami akan berusaha terus mengawal produk ini untuk dapat bisa dikomersialisasikan dan masuk ke pasar nasional” ujar Prof. Budi S. Daryono sekalu ketua tim peneliti. Produk shampoo dari ekstrak melon ‘GMP’ ini diberi nama “LAXMI” sebagai merek dagang yang berasal dari bahasa sansekerta dan memiliki makna sebagai Dewi Kecantikan. “Harapannya ekstrak Gama Melon Parfum tidak hanya dimanfaatkan sebagai shampoo, namun akan coba kami kembangkan untuk produk kosmetik dan kecantikan lainnya” ujar Sany Rahardjantho selaku Direktur Utama PT. Gizi Indonesia.

Aktivitas penelitian kolaborasi ini melibatkan mahasiswa S1, S2, dan S3 dari Fakultas Biologi UGM dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM dan telah diinisiasi sejak tahun 2012 silam sebagai bagian dari perjalanan panjang melon ‘GMP’ dari penelitian dasar hingga ke penelitian pengembangan. Penelitian mengungkapkan bahwa melon ‘GMP’ memiliki komposisi senyawa bioaktif yang berbeda dari profil fitokimia buah melon pada umumnya sehingga terekspresi aroma harum dan rasa pahit pada buah. Selain itu dalam bidang kesehatan, melon ‘GMP’ juga memiliki potensi sebagai antidiabetes, repellent nyamuk, serbuk pembunuh jentik nyamuk, serta sebagai antikanker berdasarkan penelitian secara in silico dan penelitian dasar secara in vivo. Penelitian pengembangan terhadap melon ‘GMP’ akan terus dilakukan karena meskipun tidak bisa dikonsumsi langsung, namun esktrak melon ‘GMP’ dapat dimanfaatkan untuk industri kosmetik, farmasi, dan kesehatan.

NGOBRAL #5: Peluang Lulusan Biologi Berkontribusi di Bidang Penyusunan Dokumen Lingkungan

Rilis BeritaTajuk Senin, 5 Juli 2021

NGOBRAL #5, kegiatan kolaborasi BCADC (Biology Career and Alumni Development Centre) dengan KMFB (Keluarga Mahasiswa Fakultas Biologi) bekerja sama dengan BEM Biologi kembali dilaksanakan pada Sabtu, 3 Juli 2021. Acara ini bertujuan untuk menginspirasi mahasiswa mempersiapkan diri ke jenjang setelah kuliah dan menambah skill diri dengan menghadirkan alumni Fakultas Biologi. Ngobral kali ini mengangkat tema “Peluang Lulusan Biologi Berkontribusi di Bidang Penyusunan Dokumen Lingkungan (AMDAL, Proper, dll)” dengan menghadirkan dua narasumber yakni Ahmad Nurcholis, alumni Biologi UGM 1991, Superintendent SHES (Safety, Health, Environment, Security) PT Arutmin Indonesia NPLCT  serta Purno Sudibyo, alumni Biologi UGM 1990, Konsultan lingkungan. Acara dibuka pada pukul 19.30 oleh host yaitu Alifia Safputri, mahasiswi angkatan 2018, dan dilanjutkan sambutan oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian, Kerjasama dan Alumni Fakultas Biologi UGM.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

Ngobral dibuka dengan obrolan santai seputar karir yang saat ini ditekuni para alumni.  Misalnya Pak Cholis sebagai Superintendent SHES (Safety, Health, Environment, Security) memulai karir di perusahaan pertambangan yang sebenarnya lebih dekat dengan ilmu teknik daripada ilmu biologi. Beliau bercerita saat minggu pertama bekerja mendapat proyek berbau teknik seperti rancangan tambang dan galian yang ilmunya tidak diajarkan di mata kuliah Biologi. Namun, menurut beliau semua orang bisa belajar, dan salah adalah hal yang biasa “Salah itu biasa tetapi jangan biasa salah” ujar beliau.  Ketika menjabat sebagai Superintendent SHES beliau bekerja terkait dokumen yang akan disesuaikan dengan regulasi pemerintah. Beliau menuturkan peran lulusan biologi sebagai “Guardian of Environment” yang akan menjaga, memperbaiki dan selalu mengikuti regulasi ditetapkan pemerintah. Sedangkan Pak Purno sebagai konsultan lingkungan banyak berperan dalam mempertahankan kelestarian lingkungan dan memastikan pembangunan tetap berjalan tetapi memerhatikan aspek lingkungan

Pada segmen selanjutnya, narasumber membagikan pengalaman mereka mengenai persiapan dalam karier di bidang lingkungan. Host mengawali dengan pertanyaan, “Apa saja yang perlu disiapkan dan apakah IPK berpengaruh? “Menurut Pak Purno untuk menjadi konsultan lingkungan yang perlu disiapkan adalah kemauan, niat dan keseriusan karena untuk menjadi konsultan lingkungan tidak perlu untuk menunggu lulus, ketika masih mahasiswa pun kita bisa menjadi konsultan lingkungan, karena semua ilmu saat didapat ketika berkuliah akan digunakan, hanya perlu diasah lebih lanjut. Pak Cholis berpendapat bahwa IP tidak terlalu diperhitungkan ketika mencari pekerjaan, karena perusahaan asing tidak melihat IP. Menurut beliau kemampuan Bahasa Inggris, kemampuan berkomunikasi, social branding, soft skills-lah yang akan menentuan, “Ikutlah organisasi untuk mengembangkan soft skills” saran beliau.

Bahasan ngobral tidak hanya berhenti pada topik tersebut, tapi juga membahas tentang macam-macam dokumen lingkungan serta ilmu biologi yang terkait dengan hal tersebut. Pada awalnya Pak Purno yang bekerja sebagai konsultan lingkungan menjelaskan beberapa dokumen yang berhubungan dengan lingkungan, seperti AMDAL, UKL-UPL, Proper, Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) yang memliki fungsi berbeda-beda. AMDAL berguna untuk pembangunan yang akan menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang besar, UKL-UPL digunakan untuk pembangunan yang menimbulkan kerusakan lingkungan dalam skala kecil, Proper digunakan untuk penilaian kinerja perusahaan terhadap lingkungan, Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) digunakan ketika suatu perusahaan sudah beropreasi tetapi belum mempunyai dokumen lingkungan. DELH berguna untuk menilai kinerja perusahaan terhadap pengelolaan limbah, pengelolaan satwa liar dll. Kemudian Pak Cholis bahwa untuk menentukan AMDAL ilmu yang digunakan adalah ilmu yang berkaitan dengan lingkungan seperti densitas lingkungan, flora fauna, keanekaragaman hayati. Sedangkan untuk dokumen Proper yang berkaitan dengan kualitas udara, kualitas air, bahan beracun akan diajarkan semua dalam perkuliahan. Menurut beliau terdapat beberapa ilmu yang harus dikuatkan, seperti data analisis dan statistik.

Di penghujung NGOBRAL, Pak Cholis memberikan wejangan kepada mahasiswa, “Manfaatkan media sosial sebaik mungkin, karena aktivitas di media sosial berpengaruh dalam proses mendapatkan pekerjaan”  tutur beliau. Karena saat ini media sosial sangat berpengaruh terhadap proses seleksi pekerjaan. Pak Purno juga menambahkan, “kursus lebih baik dipersiapkan untuk menjadi tenaga ahli” kursus ini akan memperdalam ilmu mahasiswa

 

NGOBRAS Biologi dan Hobi #1, Praktikum dari lab ke dapur

Rilis BeritaTajuk Rabu, 30 Juni 2021

Hampir setiap orang memiliki hobi yang spesifik, hobi tersebut memiliki dampak yang baik untuk kesehatan mental terutama di masa pandemi ini. Bahkan, beberapa hobi juga dapat menghasilkan uang apabila ditekuni dengan baik. Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan kegiatan NGOBRAS (Ngobrol Santai) dengan edisi khusus,yaitu Biologi dan Hobi dengan judul “Praktikum: dari Laboratorium ke Dapur” untuk membahas mengenai hobi-hobi yang dilakukan oleh alumni dan civitas akademika Fakultas Biologi UGM.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

Acara ini dilakukan secara live streaming melalui channel Youtube Kanal Pengetahuan Fakultas Biologi UGM pada hari Selasa (29/06/2021) pukul 19.30 WIB. Pada edisi ini, hobi yang akan dibahas adalah hobi memasak dengan menghadirkan beberapa pembicara, yaitu Dr. Isma Kurniatanty, M.Si. (Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Alumnus Biogama Tahun 1997) dan Mutiara Fauziana, S.Si. (Staff SDM Fakultas Biologi UGM, Alumnus Biogama Tahun 2014). Acara dipandu oleh Zuliyati Rohmah, M.Si., Ph.D. (Dosen Fakultas Biologi UGM).

Acara dibuka dengan perkenalan dari masing-masing pembicara serta alasan menekuni hobi memasak, “Sebenarnya hobi memasak saya muncul saat saya bekerja, karena saat kuliah saya hanya kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang). Saya terpaksa menyiapkan bekal sendiri saat bekerja, sehingga dimulailah hobi tersebut”, ungkap Isma.

“Saya dikenalkan bahwa dapur itu menyenangkan sejak kecil, hingga hobi memasak saya tekuni hingga sekarang”, ungkap Mutiara saat ditanyai mengenai awal ketertarikan dengan hobi memasaknya.

Bagi mereka memasak itu seperti praktikum di laboratorium (mengenang masa kuliah #red), kita perlu memilih alat dan bahan, menimbang dengan teliti, mencampurkan bahan-bahan tersebut serta mengolahnya hingga menjadi produk yang diinginkan. Saat baking juga terdapat proses fermentasi kemudian ada juga optimasi agar resep yang dibuat berhasil, sehingga ilmu-ilmu yang di dapatkan saat praktikum juga dapat diterapkan saat memasak.

Pada acara ini juga dibahas mengenai tips baking dan beberapa resep masakan seperti wonton, nasi kebuli, zuppa soup, nastar, brownies, dll. Kagama ternyata juga mewadahi hobi memasak untuk bagi para alumni dalam komunitas “Kagama Baking dan Cooking”, dalam komunitasnya diadakan beberapa kelas memasak yang dapat diikuti bagi anggotanya.

Acara ini menunjukkan bahwa baik alumni dan civitas akademika Fakultas Biologi UGM memiliki kemampuan multitalenta serta jurusan yang di ambil saat kuliah tidak membatasi bakat dan kesenangan mereka. “Saya lebih ke let it flow, sehingga jika ada beban yang harus kita hadapi, kita juga harus menghadiahi diri dengan hal yang positif, harus kita tambal lubang-lubang di dalam hati dengan kegiatan yang kita sukai salah satunya dengan menjalankan hobi karena hobi bisa menjadi healing time kita”, pemaparan dari Mutiara.

“Di masa pandemi ini tentunya banyak yang stress, semua orang sedang mengalami masa sulit, sehingga saya sarankan untuk melakukan hal-hal yang disukai karena sesuatu yang kita sukai itu akan membuat hati lebih gembira serta bisa meringankan beban yang kita rasakan”, tutur Isma.

Di sela-sela acara, Zuliyati selaku host Ngobras membagikan doorprize hasil masakan Dr. Isma dan produk dari @pawonwongkandel kepada audiens yang memberikan pertanyaan dan komentar terbaik di kolom komentar Youtube Kanal Pengetahuan Fakultas Biologi UGM. Akun-akun Youtube yang mendapatkan doorprize tersebut adalah Endang Semiarti, Wahyu Aristyaning Putri, Tri Rini Nuringtyas, Nabil Muhammad, Mulyanto Bio, Yekti Yekti, Vita Fatonah, Halwa Fauziah, serta Feti Stiati. Acara ini berlangsung selama 1,5 jam dan berakhir pada pukul 21.00 WIB.

 

Fakultas Biologi UGM Menyelenggarakan Tes GeNose dan Pembagian Bingkisan Peningkat Imun Tubuh

Rilis BeritaTajuk Rabu, 30 Juni 2021

Yogyakarta- Kasus aktif positif Covid-19 di Yogyakarta akhir-akhir ini sedang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data statistik  yang bersumber dari corona.jogjaprov.go.id, per tanggal 29 Juni 2021 terjadi penambahan kasus aktif sebanyak 850 orang yang menjalani perawatan dan 18 orang meninggal. Hal ini sangat menjadi perhatian bagi warga D.I.Yogyakarta umumnya dan Fakultas Biologi UGM khususnya.  Sebagai bentuk upaya pencegahan, pada Rabu 30 Juni 2021 Fakultas Biologi UGM mengadakan tes GeNose bagi seluruh Tenaga Kependidikan sebagai tahapan skrining awal langkah antisipasi persebaran Covid-19 di lingkungan internal Fakultas Biologi. Tes yang dilaksanakan di lobby utama Gedung B Fakultas Biologi UGM ini dimulai sejak pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.30, dan diikuti oleh 80 Tenaga Kependidikan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Sebelum tes dilaksanakan, peserta harus mengisi form pendaftaran satu hari sebelumnya melalui google form. Dalam pelaksanaannya juga dilakukan pengecekan suhu terlebih dahulu menggunakan thermal face detection.

Selain mengadakan tes GeNose, Fakultas Biologi UGM juga membagikan bingkisan suplemen peningkat imun tubuh, berupa vitamin, susu, dan madu. Juga dibagikan hand sanitizer kepada seluruh Dosen dan Tenaga Kependidikan. Pembagian bingkisan sebanyak 180 paket ini juga menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan imun civitas Fakultas Biologi UGM.

Slide 1
Slide 5
Slide 6
Slide 4
Slide 2
Slide 3
Slide 7

Pada kesempatan ini, Dekan Fakultas Biologi Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. berkenan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan upaya yang perlu dilakukan dalam menghadapi kondisi pandemi dan juga harapan agar kondisi ini semakin membaik.  “Dengan kondisi pandemi yang kasusnya semakin meninggi, kita perlu meningkatkan iman dan juga meningkatkan imun agar kita menjadi aman. Tetap menjaga kesehatan, terapkan prokes 5M dan selalu bahagia agar kita semua aman”, tutur Prof. Budi.

https://biologi.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/11/2021/06/Whatsapp-Video-2021-06-30-At-15.33.02-1.m4v

Fakultas Biologi UGM menghimbau agar seluruh civitas tetap selalu mematuhi protokol kesehatan :

  1. Memakai masker
  2. Mencuci tangan dengan sabun
  3. Menjaga jarak
  4. Menghindari Kerumunan
  5. Membatasi mobilitas
1…150151152153154…222

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Prodi Doktor Biologi UGM Melakukan Pendampingan Mahasiswa Melalui Monitoring Perkembangan Studi
  • Wisuda Pascasarjana Fakultas Biologi UGM Tandai Lahirnya Lulusan Fast Track
  • Soroti Tantangan Malaria Indonesia Timur, Mahasiswa Magister Biologi UGM Raih Juara Nasional
  • Pendaftaran Program Internalisasi Nilai-nilai Pioner (PIN PIONER) UGM 2026
  • Jadwal KKN-PPM UGM Periode 1 dan 2 Tahun 2026
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju