Dalam rangka tindak lanjut Kongres KOBI ke-2 yang diselenggarakan di Universitas Surabaya (UBAYA) bulan Agustus lalu, selanjutnya KOBI melaksanakan Rapat Kerja Nasional yang bertempat di Aula Timur Institut Teknologi Bandung pada 9 Oktober 2018.
Acara diawali dengan pemilihan dan penetapan pengurus KOBI tahun 2018-2020 dimana bendahara KOBI selanjutnya diamanahkan kepada Dr. Sri Kasmiyati, M.Si dari Universitas Kristen Satya Wacana. Untuk koordinator kerjasama jurnal wilayah Indonesia Timur yaitu Dr. Puguh Sujarta (UNCEN), serta wilayah Indonesia Barat adalah Dr. Berry (IPB). Selain itu, Dr. Hadi Suwono dari Universitas Negeri Malang yang merupakan ketua asosiasi program studi biologi Indonesia dipercayakan sebagai koordinator bidang kurikulum pendidikan biologi.
Rakernas dilanjutkan dengan pemaparan ulang visi dan misi KOBI oleh Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc selaku ketua periode 2018-2020 serta pembahasan ulang program kerja KOBI tahun 2018-2020. Secara garis besar, program kerja KOBI 3 tahun mendatang difokuskan pada pembinaan program studi, peran akreditasi program studi, pembentukan ikatan profesi, pengembangan MOOC, kerjasama akademik, pembinaan jurnal ilmiah, dan peningkatan peran KOBI. KOBI juga memfasilitasi atau mewadahi organisasi lainnya terkait, antara lain mikrobiologi dan bioteknologi. Adapun program kerja secara detail dapat di akses disini http://ugm.id/KongresKOBI2. Pada kesempatan ini pula dibahas terkait rencana penyelenggaran dan penganugerahan nobel biologi Indonesia di Pontianak pada tahun 2019. Selanjutnya, dalam rangka pengejawantahan salah satu program kerja KOBI khususnya poin pembentukan Ikatan Profesi Biologi, KOBI akan menginisiasi kerjasama dengan Puslabfor POLRI dalam rangka penyusunan naskah akademik profesi biologi forensik sesuai KKNI level 7. Pada kesempatan ini, dibahas pula rencana sertifikasi profesi mikrobiologi dan rencana pembuatan Massive Open Online Course (MOOC).




















Penghargaan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (KRENOVA) adalah bentuk apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah kepada para mitra dan inovator yang secara nyata mendukung dalam memajukan produk inovasi untuk masyarakat luas. Sebagaimana tujuan awal bahwa fasilitasi Penyelenggaraan Lomba Krenova tidak hanya berhenti pada pemberian penghargaan saja, tetapi para pemenang lomba diberikan fasilitasi dan pembinaan, serta pendampingan menuju Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), melalui kolaborasi antar lembaga penelitian, Inkubator, Technopark dan Kabupaten / Kota di Jawa Tengah. Selain itu, para peserta Lomba Krenova juga mendapatkan beberapa fasilitasi lanjutan, antara lain: Pelatihan HKI, Hilirisasi Teknologi, Business Technology Center (BTC), Diseminasi dan Penyertaan Pameran, Layanan Inkubasi serta fasilitasi dalam program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dari Kemenristekdikti. Dalam upaya meningkatkan kreativitas di bidang inovasi masyarakat perlu didorong untuk dapat menciptakan, merekayasa alat/produk yang dapat bermanfaat bagi masyarakat melalui lomba Krenova. Oleh karena itu, masyarakat perlu dipacu agar secara nyata dapat lebih kreatif dan inovatif, sehingga berkontribusi secara nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.





Abdul memaparkan bahwa untuk melakukan riset tentang virus ini memerlukan pengetahuan dasar Biologi Molekular yang baik sehingga meskipun pernah mendapatkan matakuliah Biologi Sel dan Molekular serta Genetika Molekular, tetap harus belajar lebih banyak, terutama tentang perkembangan Biologi Molekular terkini. Selain itu pemahaman tentang savety procedure juga mutlak diperlukan karena objek yang diteliti adalah partikel yang sangat infectious yang dapat membahayakan diri sendiri. Oleh karena itu sebelum memulai kegiatan riset di laboratorium, setiap peneliti akan diperkenalkan dengan kondisi laboratorium beserta alat-alat yang tersedia, demikian juga dengan safety procedure terutama yang akan menggunakan laboratorium dengan safety level 3 (BSL 3). Abdul merasa bahwa Biologi Sel dan Molekular beserta Genetika Molekular yang pernah diajarkan di Fakultas Biologi UGM sangat bermanfaat untuk mendukung studinya demikian juga dengan pengalaman meneliti tentang virus dengue yang pernah dilakukan saat menempuh studi master di Pusat Studi Bioteknologi delapan tahun silam.
Obat-obatan, antibiotik dan resitensi merupakan hal yang sangat umum di dunia farmasetikal. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mikroorganisme dalam beradaptasi setelah terpapar antibiotik atau obat-obatan dalam dosis yang non-letal. Pada kuliah umum berjudul “Waging Chemical Warfare on Microorganism: Drugs and Drug-resistance”, Prof Kiaran Kirk, peneliti sekaligus Dean of College of Science, Australian National University Australia memaparkan secara umum bagaimana suatu obat-obatan dan antibiotik bekerja pada manusia dan bagaimana resistensi dapat terjadi secara terus menerus akibat adanya proses mutasi.
Pada sesi seminar kedua, materi disampaikan oleh Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc dari Fakultas Biologi dengan tema How to write a good research paper. Beliau membahas mengenai gambaran singkat mengenai karya tulis ilmiah, berbagai kriteria jurnal terindeks, jurnal terakreditasi, hal-hal yang harus dihindari dalam penulisan karya tulis ilmiah (plagiarism), dan jurnal predator. Pemaparan utama mengenai kiat-kiat agar karya tulis ilmiah hasil penelitian dapat memenuhi kriteria yang diinginkan oleh penerbit sehingga output jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan program pascasarjana Fakultas Biologi UGM dapat dipenuhi oleh mahasiswa.

