• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • SDG 12 : Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
  • SDG 12 : Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
  • hal. 11
Arsip:

SDG 12 : Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

Mahasiswa Magister Biologi Raih Silver Medal dalam Ajang Kaohsiung Invention and Design Expo (KIDE) 2024

Prestasi Kamis, 12 Desember 2024

Kaohsiung International Invention And Design Expo (KIDE) 2024 adalah ajang bagi para peneliti untuk mempresentasikan inovasinya dan bersaing di tingkat internasional. KIDE 2024 diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Association (WIIPA) dan Taiwan Invention Products Promotion Association (TIPPA) di Kaohsiung, Taiwan pada tanggal 05-07 Desember 2024. Bersaing dengan peserta dari 31 negara di dunia seperti Iran, Ukraine, Filipina, Thailand, Kroasia, Polandia, Korea, Hongkong, Malaysia, Cambodia, Macao, Arab Saudi, China, Vietnam, dan beberapa negara lainnya dengan total 447 Inovasi.


“Teamwork Makes the Dream Work.” Perbedaan disiplin ilmu menjadi penting dalam meraih hal-hal besar. Seperti yang telah ditunjukan oleh dua mahasiswa Magister Biologi Syefrina Rosyada dan Yessy Ratna Siwie, beserta rekannya Alan Mulana K. (Fakultas Teknik) dan Sunardi (Fakultas Pertanian). Meskipun berasal dari fakultas dengan disiplin ilmu yang berbeda-beda, namun mereka berhasil meraih prestasi dengan menyabet medali perak pada ajang KIDE 2024 dengan membuat inovasi water converter yang diberi nama SEATTER (Seawater Converter).

Ide tersebut berangkat dari adanya permasalahan air bersih di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur yang menyebabkan warga setempat harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap harinya. Hal tersebut dikarenakan curah hujan tahunan yang relatif rendah dan intensitas cahaya matahari yang tinggi di daerah pesisir pantai sehingga inovasi ini hadir sebagai solusi dengan merubah air laut menjadi air bersih yang bisa digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari hari. Inovasi ini sebagai upaya kontribusi untuk indonesia dalam mencapai SDGs sub bidang 6 “Ensure availability and sustainable management of water and sanitation for all” dengan memberikan inovasi teknologi yang mengonversi air laut menjadi air layak pakai. SEATTER (Seawater Conventer): Teknologi desalinasi air laut berbasis energi surya sebagai solusi peningkatan penyediaan air bersih di kawasan pesisir pantai.

Prestasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen Fakultas Biologi dalam mendukung potensi dan karya mahasiswa untuk dapat berprestasi di level internasional. Semoga pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa lain dan generasi muda Indonesia untuk terus berkarya, berinovasi, dan terus berkontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat global. [Penulis: Syefrina Rosyada]

Penyuluhan tentang manfaat tanaman Indigofera bersama ibu-ibu PKK di Dusun Blotan, Wedomartani, Sleman

Pengabdian kepada Masyarakat Minggu, 8 Desember 2024

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan MBKM Pengabdian Kepada Masyarakat, mahasiswa Fakultas Biologi yaitu Cika Aprilia Hendriana (21/476880/BI/10740), Wafiq Nur Azzizah (21/483174/BI/10899), Nayla Rasya Nareswari (21/481407/BI/10844) dan Della Thasya L.S. (21/476868/BI/10739) bersama dosen pembimbing yaitu Prof. Dr. Kumala Dewi M.Sc.St. memberikan penyuluhan tentang manfaat tanaman Indigofera kepada ibu-ibu PKK dusun Blotan pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024 di pendopo RT 1 Dusun Blotan. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh ibu ketua RW dan RT beserta 15 orang lainnya sebagai perwakilan dari ibu-ibu PKK Dusun Blotan.


Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan manfaat dan cara budidaya tanamanan Indigofera. Dalam penyuluhan ini dijelaskan secara rinci mengenai manfaat tanaman Indigofera baik sebagai pewarna alami maupun pakan ternak yang berkualitas. Indigofera tinctoria dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami yang menghasilkan warna biru indigo yang sering digunakan dalam industri tekstil. Budidaya tanaman Indigofera tinctoria masih jarang dilakukan sedangkan harga bubuk indigo untuk pewarna alam dapat dijual dengan harga cukup mahal. Jadi budidaya tanaman Indigofera tinctoria membuka peluang untuk tambahan pendapatan. Selain itu spesies lain yaitu Indigofera solingeriana dapat dimanfaatkan daunnya sebagai pakan ternak karena kaya akan protein dan asam amino esensial yang bagus untuk hijauan pakan ternak.Penanaman dan perawatan tanaman Indigofera solingeriana cukup mudah dan jika panenan cukup banyak dapat dibuat menjadi silase. Dengan menanam tanaman Indigofera yang termasuk legum, petani juga membantu dalam pemeliharaan kesuburan tanah karena tanaman Indigofera dapat membentuk nodul dan didalam nodul terdapat mikroorganisme yang dapat menambat nitrogen serta mengubahnya menjadi bentuk nitrat dan amonium yang dapat dimanfaatkan tanaman lain.

Pada kegiatan ini juga dilakukan pembagian bibit Indigofera solingeriana pada peserta yang hadir yang bertujuan agar ibu-ibu PKK dusun blotan dapat praktek mandiri budidaya tanaman Indigofera, sehingga diharapkan nantinya dapat merasakan langsung manfaat dari tanaman Indigofera seperti yang sudah dijelaskan pada penyuluhan. Selain penyuluhan, dalam pertemuan ini juga dilakukan pemanenan sayuran pada demplot percobaan dan hasil sayuran juga diberikan kepada peserta yang hadir. Kegiatan pengabdian ini mendukung program SDGs (Sustainable Development Goals) terutama pada pilar ke 2 yakni tanpa kelaparan (Zero Hunger), SDGs pilar ke 8 yakni  Pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi ( Decent Work and Economic Growth) serta SDGs pilar ke 12 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (responsible consumption and production)

Tim Numpang Urip dari UGM Raih Juara 3 dalam Nutrition Science Competition (NUTRISCOM) 2024

Prestasi Selasa, 3 Desember 2024

Tim Numpang Urip dari Universitas Gadjah Mada berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Nutrition Science Competition (NUTRISCOM) 2024 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Gizi (HIMAGI) Universitas Negeri Surabaya. Kompetisi ini berlangsung mulai 19 Agustus dengan pengiriman berkas abstrak hingga presentasi final pada 16 November 2024, dengan tema besar “Optimalisasi Peran Generasi Muda melalui Inovasi dalam Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes pada Bidang Gizi.”


Tim Numpang Urip yang terdiri dari Nisa Abidah dan Sheva Rimma Dhanty, mahasiswa Program Studi Biologi, di bawah bimbingan Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D., berhasil mempresentasikan karya tulis ilmiah mereka yang berjudul “D-Tect: Inovasi Kit Deteksi Dini Noninvasif pada Diabetes Melitus Tipe 1 Berbasis LAMP-PCR untuk Manajemen Gizi Menuju Generasi Emas 2045.” Karya ini menawarkan solusi inovatif berupa alat deteksi dini noninvasif berbasis LAMP-PCR untuk membantu mengidentifikasi risiko diabetes melitus tipe 1 secara cepat dan efektif, mendukung manajemen gizi yang lebih optimal.

NUTRISCOM 2024 diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Diabetes Nasional pada 14 November. Ajang ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa Indonesia berkontribusi dalam inovasi pencegahan dan pengelolaan diabetes melalui karya tulis ilmiah dan poster. Lomba karya tulis ilmiah melibatkan tiga tahap seleksi: abstrak, full paper, dan presentasi langsung di Universitas Negeri Surabaya.

Pada subtema Teknologi (Diabetes Tipe 1 dan 2), tim Numpang Urip berfokus pada penguasaan teknologi sebagai kunci pencegahan dan pengelolaan diabetes. Karya mereka memadukan teknologi molekuler dengan konsep noninvasif untuk memberikan dampak langsung dalam upaya memitigasi risiko diabetes tipe 1, sekaligus berkontribusi pada upaya mencapai SDG 3: Good Health and Well-being.

Kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dengan 7 tim finalis berasal dari UNESA, IPB, Unsoed, UGM, dan UNDIP. Persaingan yang ketat menampilkan berbagai ide kreatif dan inovasi dari mahasiswa terbaik Indonesia.

Keberhasilan Tim Numpang Urip meraih Juara 3 tidak hanya mencerminkan keunggulan akademik dan riset mahasiswa, tetapi juga menunjukkan komitmen mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang gizi, khususnya dalam upaya pencegahan dan pengelolaan diabetes. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus berinovasi demi kesehatan masyarakat yang lebih baik dan generasi emas Indonesia 2045. [Penulis: Nisa Abidah]

Pelatihan Pembuatan Produk Minuman Kesehatan berbasis hasil kebun dan Evaluasi Kegiatan Pengabdian di Padukuhan Mrican Kalurahan Caturtunggal Kapanewon Depok, Sleman

Pengabdian kepada Masyarakat Selasa, 26 November 2024

Pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024, bertempat di Balai Padukuhan Mrican, telah berlangsung kegiatan pengabdian kepada Masyarakat berupa “Pelatihan Pembuatan Produk Minuman Kesehatan berbasis hasil kebun dan Evaluasi Kegiatan Pengabdian”.  Pada kegiatan tersebut dihadiri anggota Kelompok Wanita Tani Srikandi dengan ketua Ibu Nur Handayani. Edukasi dan pelatihan disampaikan oleh narasumber Dr.Dra. Rr. Upiek Ngesti WA., DAP&E, M.Biomed;  didampingi oleh Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc, dan Nur Indah Septriani, M.Sc., Ph.D.

Pada pelatihan ini dihasilkan produk minuman kesehatan berbasis “racikan tanaman yang bermanfaat obat” dan diberikan label “TomSel” dengan kepanjangan “tombo kesel”. Hasil pelatihan ini nantinya akan di pamerkan pada kegiatan Research Day yang akan dilaksanakan Fakultas Biologi UGM. Selain meracik minuman Kesehatan, juga disampaikan bagaimana membuat kemasan yang sehat, menarik, dan pemasarannya. Selanjutnya adalah penyampaian kesan pesan oleh anggota masyarakat melalui anggota KWT kepada tim pengabdian Desa Mitra, sebagai bentuk evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, yang dilanjutkan dengan kunjungan ke kebun percontohan.

Pelatihan pembuatan produk minuman kesehatan, penggunaan dan pemanfaatan lahan untuk TOGA dan sayur, peningkatan ekonomi keluarga dari hasil lahan, peningkatan konsumsi protein hewani,  dan kemitraan  ini sebagai salah satu bentuk komitmen Fakultas Biologi UGM dalam melaksanakan dan mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), untuk nomor (3), yaitu “Kehidupan yang sehat dan Sejahtera”; (8) “Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi”; (11) “Kota dan komunitas yang berkelanjutan”; (12) “Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab”; (15) “Menjaga ekosistem darat”; (17) “Kemitraan untuk mencapai tujuan”.

 

Bermitra dengan Srikandi secara berkelanjutan

Untuk Hidup sehat dan Sejahtera yang jadi idaman

Tim Desa Mitra yang komit dan kompak

Menjadikan kegiatan semakin semarak

 

 

Salam Lestari dari Fakultas Biologi….

Mengolah Limbah Sawit dengan Mikroalga menjadi Produk Bernilai Tinggi, Dosen Fakultas Biologi UGM Raih Grant Bergengsi: Grant Riset Sawit 2024 dari BPDPKS

Rilis Berita Selasa, 19 November 2024

Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc., dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama tim yang terdiri dari Prof. Ir.Wiratni, M.T., Ph.D., IPM., Prof. Arief Budiman, D.Eng. dan Dr. Nugroho Dewayanto dari Fakultas Teknik UGM berhasil meraih pendanaan riset dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk tahun anggaran 2024. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat dari 43 proposal yang diajukan UGM, hanya lima yang lolos ke tahap presentasi, dan tim dari Dr. Eko menjadi satu-satunya perwakilan UGM yang mendapatkan pendanaan.


Penelitian yang diajukan berjudul “Transformasi Limbah Cair Kelapa Sawit Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi Produk Bernilai Tinggi Astaxanthin menggunakan Agensia Mikroalga Haematococcus pluvialis” dengan total pendanaan yang disetujui adalah lebih dari Rp 4,5 miliar untuk durasi dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi berkelanjutan bagi pengelolaan limbah cair kelapa sawit yang selama ini menjadi tantangan besar industri sawit.

Grant Riset Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) merupakan program pendanaan strategis yang bertujuan mendukung riset dan pengembangan inovasi di sektor kelapa sawit Indonesia. Program ini berfokus pada penguatan daya saing industri kelapa sawit melalui pendekatan ilmiah dan teknologi terkini, termasuk di bidang peningkatan produktivitas, pengelolaan limbah, keberlanjutan lingkungan, serta diversifikasi produk turunan kelapa sawit.

Setiap proposal yang diajukan dalam program ini dinilai melalui proses seleksi ketat meliputi evaluasi administratif, substansi ilmiah, dan presentasi. Proposal yang lolos harus memiliki dampak signifikan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Fokus utama riset yang didanai meliputi Bioenergi, Biomaterial/Oleokimia, Lahan/Bibit/Budidaya, Pangan/Kesehatan, Pasca Panen/Pengolahan, Penanganan Limbah/Lingkungan, dan Sosial/Ekonomu/Manajemen/ICT.

Di tahun 2024, Grant Riset Sawit dari BPDPKS mendanai total 52 judul penelitian dari 26 lembaga riset di seluruh Indonesia dengan nilai total 95 miliar. Dari awalnya terdapat 785 proposal yang mengajukan,  680 lolos administrasi, 73 lolos presentasi, dan hanya 52 proposal yang lolos untuk didanai. Penelitian-penelitian ini mencakup berbagai topik inovatif yang bertujuan memperkuat daya saing dan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

Limbah cair kelapa sawit (POME) merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan dalam proses produksi minyak sawit. Limbah ini memiliki potensi besar untuk dikonversi menjadi produk bernilai tinggi. Melalui penelitian ini, Dr. Eko akan memanfaatkan mikroalga Haematococcus pluvialis sebagai agen transformasi pengolah limbah menjadi produk biomassa bernilai tinggi. Mikroalga ini dikenal memiliki kemampuan menghasilkan astaxanthin yang kaya antioksidan dalam jumlah tinggi, dan dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan nilai tambah limbah kelapa sawit sekaligus mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.

Keberhasilan ini menunjukkan komitmen UGM dalam mendukung riset berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi industri dan lingkungan. Sebagai satu-satunya kelompok riset dosen UGM yang lolos pendanaan dari BPDPKS tahun ini, Dr. Eko dan tim berharap hasil penelitiannya dapat menjadi model pengelolaan limbah sawit yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis tinggi.

“Dengan mengolah limbah POME dari kelapa sawit menggunakan mikroalga dapat mengatasi limbah sekaligus memberikan nilai tambah dari produk biomassa yang dihasilkan serta berkontribusi dalam pengurangan emisi karbondioksida”, ujar Dr. Eko selaku ketua peneliti.

Penelitian ini sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya: SDG 12 dengan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan limbah sawit; SDG 13 karena mendukung mitigasi perubahan iklim dengan mengurangi emisi yang dihasilkan dari limbah cair kelapa sawit; SDG 9 dengan mendorong inovasi teknologi yang dapat diadopsi oleh industri kelapa sawit serta SDG 15 dengan mendukung pelestarian ekosistem daratan melalui praktik pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

Informasi lebih lanjut mengenai grant riset ini dapat diakses melalui laman resmi BPDPKS di bpdp.or.id.

Angkat Potensi Hortipure Dry Mass sebagai Bioremediator Logam Berat, Tim Mahasiswa Pascasarjana Biologi Raih Bronze Medal pada Kompetisi Esai International Youth Summit 2024 di Kuala Lumpur

Prestasi Senin, 18 November 2024

Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi pada ajang kompetisi internasional dengan mendapatkan medali perunggu (bronze medal) dalam Kompetisi Esai Internasional dan Mini Seminar 2nd IYS (International Youth Summit) 2024. Lomba ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation yang berkolaborasi dengan Setara Prisma Nusantara (Nusantaramuda), World Association of Young Scientists (WAYS) and Universiti Putra Malaysia (UPM) pada 9-10 November 2024, dengan mengangkat tema “Reflection and Future Ideas from Young Generation.”


Tim HortiPure terdiri atas Aryan Mustamin, Ni’ma Ainul Fuadi Nurkhalis, dan Putri Dyah Astari angkatan 2023 menyusun karya ilmiah berjudul “HortiPure: Dry Mass of Duckweed and Water Hyacinth as Bioremediators of Heavy Metals Pollution in Horticulture”, dibawah bimbingan dosen Prof. Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si. Karya ini berfokus pada pengembangan Suistainable Development Goals (SDGs) pada lingkungan dengan menghasilkan solusi efektif melalui pemanfaatan rumput bebek (duckweed) dan eceng gondok (water hyacinth) untuk bioremediasi logam berat pada sektor pertanian dan perkebunan. Logam berat yang terakumulasi di dalam tanah dapat menyebabkan degradasi kualitas tanah, penurunan produktivitas tanaman, kontaminasi air tanah hingga mengancam kesehatan manusia. Penggunaan kedua tanaman air ini tidak hanya dapat meningkatkan kualitas tanah dan lingkungan, namun juga berdampak positif pada SDGs. Duckweed dan water hyacinth merupakan pemanfaatan tanaman akuatik yang sangat efektif berdasarkan kapasitas penyerapan logam berat dan biomassanya yang tinggi, aksessibilitas dan pembiayaan produksi yang rendah, serta dampak ekologis positif yang dihasilkan. Pemanfaatan kedua tanaman ini juga dapat membantu dalam mengontrol pertumbuhan dan perkembangan berlebihan (blooming) yang kerap kali mengganggu ekosistem akuatik.

The 2nd IYS 2024 merupakan ajang kompetisi karya ilmiah berupa esai dan mini seminar dalam meningkatkan inovasi dan ide-ide terbarukan dari generasi muda mengenai berbagai permasalahan dan isu di dunia. Kegiatan ini terbagi dalam dua rangkaian utama, yaitu perlombaan yang meliputi tiga kategori: kompetisi esai, poster, dan video serta mini seminar yang membahas mengenai peningkatan teknologi dan generasi muda masa depan. Kompetisi ini mencakup beberapa subtema meliputi lingkungan, pertanian, edukasi, makanan, teknologi, kesehatan, serta hukum, sosial dan ekonomi yang diselenggarakan dalam bentuk ekshibisi.

Kompetisi ini diikuti oleh ratusan karya ilmiah yang kemudian diseleksi menjadi puluhan finalis dari berbagai universitas di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Karya yang dipresentasikan oleh tim UGM mengusung subtema lingkungan, khususnya dalam pengembangan sumber daya hayati berupa tanaman akuatik yang dikeringkan kemudian diaplikasikan pada tanah yang terkontaminasi oleh logam berat. Karya HortiPure ini diharapkan dapat menjaga kualitas tanah dan air, lingkungan, dan kesehatan manusia, serta dapat berkontribusi dan sejalan dalam mencapai beberapa tujuan SDGs meliputi SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 15 (Life on Land). Dengan demikian, HortiPure mempunyai potensi besar dalam meningkatkan kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan melalui bioremediasi.

Pencapaian ini tidak hanya membuktikan kemampuan inovatif mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi UGM, namun juga menunjukkan komitmen mereka untuk terus berkontribusi terhadap pengembangan disiplin ilmu pengetahuan terhadap kelangsungan kehidupan dan kesehatan manusia, khususnya di bidang lingkungan. Berangkat dari keberhasilan dan prestasi tersebut, UGM terus mendukung upaya pencapaian Suistainable development Goals (SDG) pada aspek lingkungan dan keberlanjutan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang. [Penulis: Ni’ma Ainul Fuadi Nurkhalis]

Kaji Mengenai Permasalahan Sampah Plastik, Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Raih Bronze Medal di 2nd International Youth Summit, Malaysia

Prestasi Senin, 18 November 2024

Malaysia menjadi saksi keberhasilan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kompetisi bergengsi 2nd International Youth Summit yang berlangsung pada tanggal 9-10 November 2024. Salah satu delegasi UGM berhasil membawa pulang penghargaan Bronze Medal setelah mempresentasikan inovasi bertajuk “Harnessing Genetic Transformation and Gene Cassete Strategy: Advancing Polyhydroxybutyrate (PHB) Production for Sustainable Bioplastic” sebuah gagasan kreatif yang menjadi jawaban atas permasalahan limbah plastik global yaitu PHB Team yang beranggotakan Lucia Arum Sekar Meysari, Azizah Tyas Nugrahanty dan Ganies Riza Aristya dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. 

Kompetisi yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara ini mengusung tema besar inovasi generasi muda dalam menyelesaikan isu-isu global. Dalam ajang ini, PHB Team menyoroti permasalahan lingkungan akibat limbah plastik yang tidak terurai, yang menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut dan darat. Dalam presentasi mereka, PHB Team  mengajukan konsep pembuatan plastik biodegradable berbasis mikroorganisme yang mudah terurai di lingkungan. Lebih dari itu, solusi ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga ekonomis, karena bahan-bahan yang digunakan mudah didapat dan memiliki potensi untuk dikembangkan.  Kompetisi ini tidak hanya menilai inovasi dari sisi ide, tetapi juga presentasi, relevansi ilmiah, dan potensi implementasi nyata. Dengan penguasaan materi yang matang dan data pendukung yang kuat, PHB Team berhasil memukau juri internasional.  

Meskipun menghadapi persaingan ketat dengan peserta dari negara lain, PHB Team menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mempresentasikan ide mereka. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi tim yang solid, persiapan intensif, dan bimbingan dari dosen serta mentor yang berpengalaman. Kemenangan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa UGM untuk terus berinovasi dan membawa nama Indonesia di kancah internasional. Mereka berharap gagasan ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan diimplementasikan secara nyata di masyarakat.  

Sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, inovasi tim dalam menghasilkan solusi biodegradable plastik membawa angin segar dalam mengatasi permasalahan global terkait limbah plastik. Upaya ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-12 tentang produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab serta tujuan ke-13 terkait aksi terhadap perubahan iklim. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin, penelitian yang inovatif, dan visi untuk masa depan hijau dapat memberikan dampak nyata. Semoga keberhasilan ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus menciptakan solusi inovatif demi mewujudkan dunia yang lebih lestari.

TTG 2024: Tim Pengabdian Fakultas Biologi Berikan Pendampingan Kelompok Pengelola Sampah Mandiri Condongcatir, Depok, Sleman

Pengabdian kepada MasyarakatPengelolaan Sampah Kamis, 14 November 2024

Dalam rangka ikut berperan aktif dalam pengelolaan sampah di masyarakat, team pengabdian masyarakat Fakultas Biologi yang di dukung oleh Satgas Pengelola Sampah Organik Fakultas Biologi  telah melaksaksanakan program bertema “Aplikasi Probiotik  Bio 2023 untuk Pengelolaan Sampah Organik di Kalurahan Condongcatur,  Depok, Sleman berbasis Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan”.  Pelaksanaan sosialisasi terkait pengelolaan sampah, pelatihan pengelolaan sampah organik menggunakan Probiotik Bio 2023, pembagian Probioitik dan starter  secara gratis tersebut dilakukan  pada tanggal 07 Agustus 2024. Pembagian tong dekomposer dan mesin pencacah di 4 tempat pusat pengeloaan sampah organik (12 dekomposer dan 2 mesin pencacah) dilaksanakan pada 10 September 2024 di wilayah Kalurahan Condongcatur.  Kegiatan ini melibatkan Kelompok masyarakat yang produktif secara ekonomi yaitu Komunitas Pengelola Sampah Mandiri (KPSM). Komunitas ini terdiri dari 31 kelompok di Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman. Kelompok  Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) terdiri dari Kelompok Bank Sampah, Kelompok Sedekah Sampah dan TPS3R yang sudah ber-SK Lurah dan telah aktif melaksanakan kegiatan mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kegiatan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM ini merupakan aplikasi dari SDGs 11 yaitu Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Condongcatur sebagai desa di wilayah satelit Kodya Yogyakarta merupakan perkotaan baru yang padat dan saratpermasalahan sampah.  Program pengabdian ini juga  menginisiasi model kemitran dengan Fakultas Biologi UGM (SDGs 17 yaitu Kemitraan untuk mencapai tujuan)  dibuktikan dengan  mempu mengolah sampah organik lebih cepat sekitar 30 hari menjadi pupuk organik menggunakan Prebiotik Bio 2023, formula dari Fakultas Biologi UGM. Prebiotik Bio 2023 merupakan hasil teknologi rekayasa dari tim Satgas Pengelola Sampah Organik Fakultas Biologi yang telah terbukti mampu mendegradasi limbah organik dalam waktu yang lebih cepat dari prebiotik yang sudah ada. Sampah organik dapat diproses sehingga memberi nilai ekonomi apabila diolah dengan menerapkan teknologi tepat guna. Kedepan, tantangan persampahan ini semakin lama akan semakin menjadi kendala bila tidak diantisipasi mulai dari sekarang. Program pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi tepat guna ini sepenuhnya didukung oleh Direktorak Pengabdian Masyaralat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Tim pengabdian Fakultas Biologi UGM yang terdiri dari Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, Dr. Hari Purwanto, MP.Ph.D. Dwi Umi Siswanti, S.Si.,m M.Sc. dan Soenarwan Hery Poerwanto. S.Si., M.Kes. mendampingi pengelolaan sampah berkelanjutan untuk mencapai berbagai target pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang berkelanjutan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab atas konsumsi dan produksi yang telah dilakukan (SDGs 12). Konsumsi yang berlebih tentunya akan menghasilkan sampah yang berlebih sehingga memengaruhi luasan tempat pembuangan sampah yang ada. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan memengaruhi ekosistem darat (SDGs 15). Proses produksi yang tidak bertanggung jawab akan menghasilkan limbah berbahan kimia yang dapat meracuni tanah dan sungai di sekitarnya. Hal ini akan memengaruhi jumlah sumber air bersih yang tersedia (SDGs 6). Selain ekosistem laut dan darat, pengelolaan sampah yang berkelanjutan juga dapat mengurangi pencemaran udara yang terjadi sehingga akan meningkatkan kehidupan yang lebih sehat (SDGs 3). Limbah atau sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menghasilkan metana dan CO2 yang berlebih. Hal ini tentunya akan berdampak pada perubahan iklim yang ada sehingga pengelolaan sampah dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi perubahan iklim (SDGs 13). Sedangkan sampah yang dikelola dan dimanfaatkan dengan baik akan memberikan banyak manfaat, salah satunya peningkatan ekonomi masyarakat (SDGs 8). (TIM)

 

Kegiatan Kemitraan Fakultas Biologi UGM dengan Pokdarwis Gebang Park Wedomartani Telah Berhasil Membuat Varian Pupuk Organik Berkualitas dari Limbah Kohe

Pengabdian kepada Masyarakat Rabu, 6 November 2024

Kegiatan yang diinisasi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat- Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) mulai bulan mei 2024, telah menunjukkan hasilnya. Kegiatan tersebut berupa usaha untuk mengatasi limbah kotoran hewan (kohe), khususnya feses sapi dan kambing, serta memanfaatkan sersah daun bambu sebagai pupuk organik (kompos). Enam varian formula pupuk yang berisikan bahan dasar feses kambing, feses sapi, serta campuran sersah bambu dan kombinasinya telah dibuat. Fermentasi terhadap bahan kohe tersebut menggunakan starter EM4 dan sumber karbon dari molase. Setelah proses fermentasi material kohe selesai, enam varian pupuk tersebut diujikan pada tanaman cabe. Kontrol yang digunakan untuk memantau pertumbuhan tanaman cabe yakni media tanah tanpa pupuk (kontrol negatif) dan media tanah dicampur pupuk organik komersial.</div?


Pengamatan pertumbuhan diikuti selama 9 minggu, hingga menunjukkan tingkat pertumbuhan tanaman ke arah eksponensial. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, menunjukkan bahwa terdapat dua varian pupuk organik yang menunjukkan pertumbuhan tanamanan cabe yang melebihi secara signifikan pertumbuhan tanaman cabe pada media pupuk organik komersial. Selain itu, dalam kegiatan kemitraan ini, telah berhasil mengatasi kendala saat menghaluskan feses kambing kering yang sangat keras untuk dihaluskan. Salah satu anggota mitra kegiatan ini, Rujito, telah berhasil membuat mesin sederhana penggiling feses kambing yang mengeras. Mesin penggiling tersebut mempermudah proses penyerbukan material kohe kambing maupun sapi, sehingga lebih mudah difermentasikan. Hasil pengukuran kandungan hara N, P dan K pada pupuk varian terpilih menunjukkan kandungan unsur hara yang cukup tinggi dibandingkan yang ada di referensi.</div?

Hasil kegiatan PkM-MBKM ini melibatkan mahasiswa Angela Puspa Larasati, Hanifa Nazaila F, dan Nindya Dayita Hapsari. Kegiatan ini juga telah diintegrasikan dengan beberapa program kerja KKN PPM Periode 2 2024, antara lain dalam pengukuran pertumbuhan dan pembuatan irigasi tetes yang dapat mengairi tanaman dalam polibag secara otomatis. Selain itu, untuk Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Desa Mitra, 4 November 2024, bertema “Pengelolaan dan Pengolahan Limbah Feses Ternak Menjadi Pupuk Organik”, disampaikan oleh dosen Fakultas Biologi UGM yakni Prof. Rarastoeti Pratiwi dan Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D.  Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh warga Dusun Gebang, antara lain tokoh masyarakat, kelompok tani, anggota pokdarwis, serta ibu-ibu PKK setempat. Hasil kegiatan yang telah dilakukan ini, menurut salah satu tokoh masyarakat, Sumedi, dalam memberikan sambutannya: “Kegiatan kemitraan antara Fakultas Biologi UGM dengan warga masyarakat, khususnya Dusun Gebang, telah meningkatkan antusiasme dan keinginan warga untuk melanjutkan kegiaatan pengeloaan limbah kohe menjadi pupuk organik dalam skala yang lebih besar lagi”. Ketua Tim kegiatan, Prof. Rarastoeti Pratiwi, menyampaikan pendapatnya: “Dalam mendukung keberlanjutan kegiatan ini, perlu merancang sistem manajemen serta penyediaan fasilitas lokasi penjemuran dan tempat pengolahan kohe menjadi produk pupuk organik, yang lebih memadai, untuk itu diperlukan kerjasama dengan mitra yang lebih luas lagi”. Sambutan positif juga telah diberikan oleh ketua Pokdaris Wedomartani, Langgoso Aswin Putra, dan berharap kegiatan kemitraan tersebut tetap berlanjut. Kegiatan ini juga telah mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable development Goals (SDGs) yang menjadi agenda hingga tahun 2030, terutama tujuan 13 dan 17, Ekosistem Daratan dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.</div?

Program Desa Mitra Wukirsari: Pemanfaatan Kompos dan Pupuk Organik Cair untuk Tanaman dan Manfaat TOGA #4

Pengabdian kepada Masyarakat Senin, 4 November 2024

Semburat mendung datang perlahan
Hadirkan cemas di dalam sanubari
Meski hujan deras akhirnya mengguyur jalanan
Semangat pengabdian tetap jalan menuju Desa Wukirsari

Dibarengi dengan turunnya hujan pada hari Jumat 1 November 2024, tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Desa Mitra Wukirsari melaksanakan agenda terakhir dari rangkaian kegiatan Program Desa Mitra Fakultas Biologi UGM tahun 2024. Kegiatan kali ini yaitu penyampaian mengenai pemanfaatan kompos dan pupuk cair untuk tanaman TOGA. Secara berkesinambungan, pertemuan hari ini adalah bentuk aplikasi dari pemanfaatan hasil yang telah diperoleh dari kegiatan awal Program Desa Mitra Wukirsari terkait pembuatan kompos dan pupuk organik cair. Acara dibuka oleh Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. dan dilanjutkan dengan pemaparan konten oleh Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si.


“TOGA yang merupakan tanaman obat keluarga yang sebenarnya sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat terutama sebagai keperluan memasak di dapur” tutur Pak Wiko di awal presentasinya kepada 31 ibu-ibu PKK Wukirsari yang hadir. Berbagai empon-emponan (kunyit, jahe, kencur, dan lainnya), sereh, dan daun salam, termasuk ke dalam contoh TOGA yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Berbagai resep, tergantung tujuan pemanfaatan, dapat divariasikan dengan tambahan bahan lainnya seperti perasan jeruk nipis, lemon, dan madu, misalnya menggunakan campuran jeruk nipis, jahe, dan madu untuk mengatasi batuk pilek; kunyit untuk demam atau diare; sereh dan madu untuk batu empedu. Selain langsung meminum hasil perasannya, TOGA juga dapat dikonsumsi dengan direbus terlebih dahulu.

Di pedesaan yang mungkin masih memiliki pelataran yang luas, TOGA dapat ditanam langsung di tanah tanpa menggunakan pot atau polybag. “Kompos dapat ditambahkan ke dalam media tanam dengan perbandingan yang sama. Berbeda dengan pupuk organik cair yang sebaiknya terlebih dahulu ditambahkan air sehingga konsentrasinya tidak terlalu pekat, misal perbandingan 1:10” papar Pak Wiko.
Setelah penyampaian mengenai topik TOGA, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan cara pemanenan mikroalga Spirulina yang telah dibudidayakan pada pertemuan sebelumnya. Dibantu oleh empat orang mahasiswa yaitu Tia Erfianti, Renata Adaranyssa Egistha Putri, Seisha Salsabila Rosandi, dan Abdurrahman Muhammad Fikri Rasdi, disampaikan proses pemanenan mikroalga yang dimulai dengan penyaringan, pengeringan, penghalusan (menjadi bubuk), dan pengemasan. Secara bersama-sama, peserta ibu-ibu PKK menyaring Spirulina dari beberapa galon kultur yang ada. Hasil yang telah saring kemudian dikeringkan dengan dijemur di bawah terik matahari atau menggunakan oven sehingga diperoleh bentuk lembaran kering. Bentuk ini dapat dikonsumsi langsung atau dapat juga dibuat menjadi bubuk menggunakan blender. Banyaknya produk yang diperoleh sangat tergantung dengan kepekatan atau banyaknya jumlah mikroalga dalam kultur. Semakin berwarna hijau pekat kebiruan maka akan diperoleh hasil yang lebih banyak. Dalam setiap sesi hari ini selalu dibarengi dengan diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Sesi kuis berhadiah doorprize dengan menjawab pertanyaan menjadikan suasana semakin ramai dan seru.

Pada pertemuan hari ini juga disampaikan berbagai TOGA dari tim dosen Program Desa Mitra Wukirsari yang dihadiri oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si., Dr. Maryani, M.Sc., Ibu Utaminingsih, S.Si., M.Sc., Ibu Novita Yustinadiar, S.Si., M.Si., dan Dr. Siti Nurbaiti. Tanaman sirih, sereh, salam, kunyit pandan, binahong, serta berbagai jenis jeruk meliputi jeruk lemon, limau, peras, dan purut dengan total 10 jenis tanaman dengan jumlah 68 tanaman diberikan kepada ibu-ibu PKK Wukirsari yang hadir. Di momen penutupan yang dipandu oleh Dr. Maryani, M.Sc., Tim dosen dan ibu-ibu PKK Wukirsari saling menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan kebersamaan selama Program Desa Mitra yang telah berjalan. Kedepannya semoga dapat terjalin kembali kegiatan lainnya. Tentunya diharapkan kegiatan hari ini dapat menambah wawasan masyarakat dan kebermanfaatan yang lebih luas, serta mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia yaitu SDG 2 – Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production), dan SDG 15 – Ekosistem Darat (Life on Land).
1…910111213…21

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Pengajian Ramadhan 1447 H Fakultas Biologi UGM
  • Sosialisasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Biologi 2026
  • Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Bronze Medal pada 2nd International Student Summit 2026
  • Angkat Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau, Tiga Mahasiswa Biologi UGM Raih Medali Perak di Lomba Esai Cipta Nusantara Fest
  • Mahasiswa UGM Raih Dua Medali Perak dan Satu Medali Perunggu pada International Student Summit 2026 di Malaysia
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju