Arsip:
SDG 12 : Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
Bantul, 1 Mei 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan GEMI (Gerakan Ekonomi Kaum Ibu) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Hibah Fakultas Biologi UGM Tahun 2026. Program ini mengusung tema “Biosecurity Terpadu sebagai Strategi Peningkatan Kesehatan Lingkungan dan Ketahanan Pangan pada Masyarakat Mitra GEMI Guna Mendukung Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3)”.
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 08.30-11.00 WIB di di Rumah Ibu Sudartini, Dusun Ngireng-ireng, Kelurahan Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota GEMI sebagai pengelola rumah tangga sekaligus sekaligus ujung tombak ketahanan pangan keluarga.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung sepanjang Maret hingga November 2026. Pada semester genap (Maret-Juni 2026), kegiatan difokuskan pada sosialisasi biosecurity terpadu meliputi pelatihan hidroponik serta pemasangan dan monitoring lubang resapan biopori.
Permasalahan lingkungan di kawasan permukiman padat, seperti keterbatasan lahan, minimnya ruang hijau, serta pengelolaan sampah organik yang belum optimal, menjadi tantangan utama dalam menjaga kesehatan lingkungan dan ketahanan pangan. Dalam perspektif biosecurity, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit serta menurunkan kualitas lingkungan hidup. Oleh karena itu, program ini dirancang sebagai solusi berbasis rumah tangga yang integratif dan berkelanjutan.
Tim PkM Fakultas Biologi UGM diketuai oleh Woro Anindito Sri Tunjung, S.Si., M.Sc., Ph.D., dengan anggota dosen Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Si., Ph.D. dan Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si.. Tim turut melibatkan mahasiswa lintas jenjang sebagai pendamping lapangan, diketuai oleh Zahratun Nadwatits Tsaniyah (S1), bersama anggota Foumiga Gusten Oktaviana, Berliana Aura Cinta Laela, Alifiansyah Sutama, Lintang Permatasari, serta Anggistina Wulansari dari Program Magister Fakultas Biologi UGM dan Aries Bagus Sasongko, M.Biotech dari Program Doktoral Fakultas Biologi UGM . Tidak lupa kegiatan ini juga dibersamai oleh volunteer dari mahasiswa Aminin Akbar Maskuri, dan Muhammad Naufal Arya Pratama (S1).
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi konsep biosecurity berbasis rumah tangga, yang menekankan keterkaitan antara pengelolaan lingkungan, pencegahan penyakit, dan ketahanan pangan. Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi mengenai budidaya hidroponik, meliputi pengenalan sistem tanam tanpa tanah, penggunaan media seperti rockwool dan netpot, serta pemanfaatan nutrisi tanaman baik dari pupuk organik cair (POC) maupun larutan AB Mix.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai teknik penyemaian benih, pengaturan pH air, serta pemberian nutrisi sesuai fase pertumbuhan tanaman. Jenis tanaman yang diperkenalkan antara lain pakcoy dan kangkung yang sesuai untuk dibudidayakan pada lahan terbatas.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan instalasi hidroponik sederhana. Peserta secara aktif terlibat dalam proses penyemaian, pencampuran nutrisi, hingga perakitan sistem hidroponik secara mandiri. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi dan praktik.
Sebagai bagian dari implementasi biosecurity terpadu, tim juga melakukan monitoring lubang resapan biopori yang telah dipasang di sekitar lokasi kegiatan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun 2025. Biopori dengan kedalaman 80-100 cm tersebut berfungsi untuk meningkatkan daya resap air sekaligus mengelola sampah organik secara lebih higienis.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembagian souvenir, doorprize, dan konsumsi sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Ke depan, program akan dilanjutkan pada semester gasal (Juli-November 2026) dengan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan kompos dari limbah rumah tangga untuk mendukung keberlanjutan sistem hidroponik.
Program biosecurity terpadu ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemandirian anggota GEMI dalam menciptakan lingkungan sehat, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mengurangi praktik pembuangan sampah organik yang tidak terkelola. Program ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Melalui terlaksananya program biosecurity terpadu ini, Fakultas Biologi UGM dan GEMI berharap anggota GEMI di Dusun Ngireng-ireng dapat menjadi pelopor pengelolaan lingkungan rumah tangga yang sehat, produktif, dan berkelanjutan, serta menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. [Penulis: Zahratun Nadwatits Tsaniyah].
Yogyakarta, 18 April 2026 – Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melalui Divisi Kajian Strategis dan Keilmuan (KASTRAK) Kabinet Samasta Adhigana telah melaksanakan kegiatan Tur Kajian pada Sabtu, 18 April 2026 pukul 09.00–12.30 WIB. Kegiatan ini bertempat di Ruang Sidang Pascasarjana Lantai 3 Gedung D Fakultas Kehutanan UGM.
Tur Kajian merupakan program kerja tahunan KASTRAK yang bertujuan untuk menjadi sarana diskusi dan pertukaran wawasan terkait keilmuan serta pengelolaan organisasi dengan himpunan mahasiswa pascasarjana di lingkungan UGM. Pada tahun ini, KMP Biologi UGM berkesempatan melakukan kunjungan ke Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Kehutanan (HMMIK) UGM.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, Desti Liani, S.Pd., dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KMP Biologi UGM, Friandov Meilanov Damaryanan, S.Si., serta perwakilan Ketua HMMIK, Muhammad Fajar As Arif, S.Hut. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan program kerja dari masing-masing himpunan.
KMP Biologi UGM memaparkan berbagai program kerja dari divisi yang ada, meliputi KASTRAK, Sosial dan Kemasyarakatan (SOSMAR), Pengembangan Minat dan Bakat (PEMIKAT), Kewirausahaan (KWU), Kerohanian, serta Media dan Komunikasi (MEDKOM). Sementara itu, HMMIK turut memperkenalkan program kerja unggulan dari setiap divisi, seperti pelatihan QGIS dan drone pada Divisi Keilmuan, kegiatan bakti sosial dari Divisi Sosial Kemasyarakatan, olahraga rutin yang diselenggarakan Divisi Minat dan Bakat, hingga pengelolaan media sosial dan pembuatan merchandise himpunan oleh Divisi Media.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi dan sharing antar pengurus kedua himpunan. Diskusi mencakup berbagai aspek pengelolaan organisasi, seperti manajemen program kerja, mekanisme pendanaan, keanggotaan, hingga administrasi. Dari sesi ini, KMP Biologi memperoleh berbagai insight, salah satunya terkait pentingnya menjaga kualitas keanggotaan sebagai fondasi utama organisasi, di samping aspek kuantitas.
Selain diskusi keorganisasian, kegiatan juga menghadirkan sesi kajian keilmuan sebagai pemantik diskusi. Materi pertama disampaikan oleh Naufal Rafif Zain, S.Si. dari KMP Biologi UGM dengan topik “Konservasi Biodiversitas dalam Pandangan Ilmu Biologi”. Selanjutnya, materi kedua membahas “Agroforestri sebagai Solusi Kebencanaan dan Peningkatan Ekonomi” yang disampaikan oleh Fikri Danang Himawan, S.Hut., yang memantik diskusi interdisipliner mengenai peran agroforestri sebagai pendekatan yang menyeimbangkan aspek konservasi biodiversitas dan kebutuhan ekonomi.
Diskusi berkembang pada isu-isu strategis, seperti tantangan konservasi biodiversitas di tengah praktik hilirisasi sumber daya alam, serta pentingnya kolaborasi multidisiplin antara bidang biologi dan kehutanan. Pendekatan agroforestri dengan pengetahuan masyarakat lokal dipandang sebagai salah satu solusi kompromi yang mampu memperlambat laju degradasi lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan kenang-kenangan oleh Ketua KMP Biologi UGM kepada HMMIK, serta sesi dokumentasi bersama seluruh peserta.
Melalui pelaksanaan Tur Kajian ini, KMP Biologi UGM berharap dapat memperkuat kapasitas organisasi, mengembangkan program kerja yang lebih inovatif, serta membangun relasi yang berkelanjutan dengan himpunan mahasiswa pascasarjana lainnya di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Adanya Tur Kajian juga memperluas wawasan dan perspektif mahasiswa biologi terutama dalam upaya konservasi biodiversitas yang membutuhkan pendekatan interdisipliner termasuk ilmu kehutanan dalam mewujudkan SDGs untuk masa depan yang lebih baik.
Penulis: [KMP: Nazhifa Fairuz Maulida dan Brenda Febrina Zusriadi]
SDG 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
SDG 15 : Ekosistem Daratan
SDG 16 : Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2026 menjalin kerja sama strategis dengan Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini mencakup satu program Hibah Desa Mitra, tiga program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), serta satu program KKN-PPN UGM yang akan dilaksanakan pada periode Mei hingga Oktober 2026. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sampah, serta mengembangkan potensi lokal khususnya anggrek berbasis edukasi dan lingkungan yang sesuai dengan SDG No. 17.
Sosialisasi awal untuk seluruh rangkaian program diselenggarakan di Kantor Kalurahan Wedomartani pada Selasa, 21 April 2026. Acara dibuka oleh Bapak Carik (R. Rohmad Gunawan Hardono, S.Pd.) dan dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Lurah (H. Teguh Budiyanto). Selanjutnya, pemaparan program dilakukan oleh tim Fakultas Biologi, UGM yang terdiri dari Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes., Prof. Dr.med.vet. Hendry Saragih, M.P., dan Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Bumkal Wedomartani (H. Iskandar, S.E., M.E.), serta perwakilan sembilan mahasiswa yang akan terlibat dalam pelaksanaan program.
Salah satu fokus utama program desa mitra tahun ini adalah inovasi pemanfaatan limbah rumah tangga melalui fermentasi pakan ayam untuk meningkatkan produksi telur bernutrien tinggi. Program ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sisa makanan dengan teknik fermentasi menggunakan ragi serta bahan pemikat alami seperti limbah ikan. Selain itu, diperkenalkan sistem pemeliharaan ayam petelur, khususnya ayam Elba hasil persilangan dengan ayam Arab, yang memiliki produktivitas telur lebih cepat. Sistem kandang baterai juga disarankan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pengelolaan ternak secara optimal.
Selain sektor peternakan, program juga mencakup pengembangan pertanian padi hitam sebagai bahan pangan fungsional yang berpotensi meningkatkan sistem imun dan mencegah penyakit degeneratif, termasuk kanker. Pemanfaatan lahan desa melalui kerja sama dengan Bumkal menjadi strategi implementasi, mengingat tanaman ini tidak membutuhkan banyak air. Sosialisasi juga dilakukan terkait diversifikasi produk turunan beras hitam, seperti tepung bebas gluten dan olahan pangan modern seperti sushi, guna meningkatkan nilai ekonomi dan daya tarik pasar.
Program hibah PkM lainnya akan berfokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat, antara lain pelatihan pemanfaatan sampah organik untuk pembuatan ecoenzyme serta pupuk cair, termasuk inisiasi dan penguatan bank sampah, khususnya di Dusun Pajangan, Padukuhan Wonosari. Selain itu, terdapat pelatihan hidroponik anggrek sebagai langkah awal pengembangan kawasan eduwisata berbasis potensi lokal. Keseluruhan kegiatan ini akan melengkapi beberapa program yang sudah ada atau akan direncanakan di Wedomartani seperti wisata petik buah seperti kelengkeng dan alpukat. Diskusi interaktif antara tim akademisi, perangkat desa, dan Bumkal menghasilkan berbagai masukan strategis, termasuk pentingnya pendampingan berkelanjutan, distribusi program yang merata, serta keterlibatan mahasiswa dalam implementasi teknis di lapangan.
Kegiatan ini juga memperkuat sinergi dengan program KKN-PPN UGM yang tahun ini dibimbing oleh Prof. Rarastoeti Pratiwi di dua lokasi, yaitu Wedomartani dan Widodomartani. Dengan pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan ketahanan pangan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pangan bernutrien dan pengelolaan sampah, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberdayaan masyarakat dan mahasiswa, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha local dan inisiasi bank sampah, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah dan sumber daya berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi yang berkelanjutan.
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Rarastoeti Pratiwi, Hendry Saragih, Firdausia Ayu Zuhria,Fransiska Elsa Kusuma Astuti, Sevia Dwi Rahma Putri, Sukarman Hadi Jaya Putra
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Rarastoeti Pratiwi, Hendry Saragih, Firdausia Ayu Zuhria,Fransiska Elsa Kusuma Astuti, Sevia Dwi Rahma Putri, Sukarman Hadi Jaya Putra
Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Penghargaan Nasional berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada lomba Esai Nasional Nusantara Creative Competition (NCC) 3 tanggal 11 – 12 April 2026. NCC 3 2026 merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung setiap satu tahun sekali. Kegiatan NCC 3 dilaksanakan secara offline pada jenjang siswa dan mahasiswa yang terdiri dari lomba esai. Perlombaan ini mengusung tema “Ide, Inovasi, dan Keberanian Berpikir Generasi Muda Sebagai Fondasi Kemajuan Nusantara”.

Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan 2022, yaitu Salsabila Arwa Maharani, Winda Lutfiana Hafidz, dan Intan Nur Aprilia, dan berhasil meraih prestasi berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada Lomba Esai yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung 2026 di bawah bimbingan Ibu Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D. Karya esai ini diajukan dengan subtema “Lingkungan” yang berjudul “Rekayasa Comamonas thiooxidans Berbasis PETase, MHETase, dan LuxCDABE sebagai Biosensor Bioluminesensi dan Agen Biodegradasi PET pada Lingkungan Tercemar Mikroplastik”.
Meningkatnya pencemaran mikroplastik di Indonesia menjadi latar belakang penyusunan karya esai ini. Inovasi yang diangkat berupa rekayasa Comamonas thiooxidans berbasis PETase, MHETase, dan luxCDABE sebagai biosensor bioluminesensi sekaligus agen biodegradasi PET, menawarkan solusi berkelanjutan dalam mendeteksi serta mengurangi pencemaran mikroplastik di lingkungan. Sistem ini memungkinkan deteksi produk degradasi plastik PET secara real-time melalui sinyal bioluminesensi, sekaligus mempercepat proses penguraian polimer PET menjadi senyawa yang lebih sederhana. Inovasi tersebut tidak hanya menghadirkan metode pemantauan lingkungan yang ramah lingkungan dengan biaya rendah, tetapi juga memiliki nilai aplikatif tinggi karena dapat menjadi alternatif dari metode konvensional yang cenderung mahal dan kurang praktis di lapangan. Diharapkan, penerapan biosensor rekombinan ini menjadi strategi berkelanjutan dalam pengendalian pencemaran mikroplastik, serta mendukung perlindungan ekosistem dan kesehatan masyarakat di sekitar area terdampak. Dengan demikian, lingkungan yang terpapar mikroplastik dapat dipantau secara efektif sehingga risiko dampak negatif terhadap organisme hidup dapat ditekan. Lingkungan yang lebih bersih dan aman akan mendorong keberlanjutan ekosistem, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab di masa depan, sehingga mampu mendukung tercapainya SDGs ke-3, ke-6, ke-12, dan ke-14. [Penulis: Salsabila Arwa Maharani]
Tim dari Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang Sriwijaya Innovation National Essay and Poster Award SINEPA 2026 dengan memperoleh Juara 1 kategori esai jenjang perguruan tinggi pada subtema pertanian. Tim tersebut terdiri dari Widya Arum Prastanti sebagai ketua, serta beranggotakan Okcarinda Wahyu Romadani dan Rahma Amalia, dengan dosen pendamping Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. Prestasi ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi melalui karya tulis ilmiah yang relevan terhadap permasalahan aktual di sektor pertanian Indonesia.

Kompetisi tingkat nasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan tujuan mendorong lahirnya gagasan inovatif dan solutif dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Pada subtema pertanian, peserta dituntut untuk mampu merancang solusi yang aplikatif terhadap permasalahan ketahanan pangan nasional. Adapun gelombang 3 pendaftaran dibuka pada 17 Februari–3 Maret 2026, kemudian dilanjutkan tahap penilaian pada 4 – 7 Maret 2026, dan selanjutnya pengumuman juara dilaksanakan pada 9 Maret 2026.
Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM mengangkat esai yang membahas konsep TriBioFit Smart Agro Network, yaitu model sistem pengendalian hama berbasis desa yang mengintegrasikan bioinsektisida hayati dengan monitoring berbasis data serta koordinasi kolektif petani. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penurunan produksi padi nasional yang salah satunya disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta sistem pengendalian hama yang masih bersifat individual dan reaktif di tingkat lapangan.
TriBioFit dikembangkan sebagai inovasi bioinsektisida hayati berbasis kombinasi jamur entomopatogen Beauveria bassiana dengan bahan alami seperti biji jarak (Jatropha curcas) dan gulma siam (Chromolaena odorata). Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai agen pengendali hama yang ramah lingkungan, tetapi juga diintegrasikan dalam sistem berbasis desa yang memungkinkan pencatatan, analisis, serta pengambilan keputusan secara kolektif.
Melalui pendekatan ini, pengendalian hama tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan secara serempak dalam satu hamparan berbasis data lapangan. Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur monitoring, evaluasi, serta perencanaan tindakan berjenjang yang bertujuan meningkatkan efektivitas pengendalian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida sintetis. Dengan demikian, konsep ini diharapkan mampu mendukung stabilitas produksi padi, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta menjaga keseimbangan agroekosistem.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Selain itu, gagasan yang dihasilkan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui implementasi di tingkat desa sebagai model pertanian berbasis komunitas dan data di era Society 5.0. Pemikiran dalam karya tulis ilmiah ini memberikan kontribusi terhadap SDGs nomor 11 (Sustainable cities and communities), 12 (Responsible consumption and production), dan 15 (Life on land). [Penulis: Okcarinda Wahyu Romadani]
Yogyakarta, 4 Maret 2026 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang 2nd International Student Summit Health Category yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Malaysia. Kompetisi ini diadakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia dan dilaksanakan secara luring (offline). Kompetisi ini diikuti oleh beberapa universitas dari enam negara, yaitu Malaysia, Somalia, Turkmenistan, Kenya, Indonesia, dan Filipina. Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa internasional untuk mempresentasikan inovasi dan gagasan ilmiah di bidang kesehatan di hadapan dewan juri internasional.
Tim UGM mengangkat karya berjudul “TAKOTELANG: A Synergistic Herbal Tea of Clitoria ternatea Flower and Solanum torvum Root as a Natural Chemopreventive Agent Against Breast Cancer.” Inovasi ini merupakan formulasi teh herbal berbasis bunga telang (Clitoria ternatea) dan akar takokak (Solanum torvum) yang dikembangkan sebagai kandidat agen kemopreventif alami terhadap kanker payudara.
Secara ilmiah, kedua tanaman tersebut diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, polifenol, dan triterpenoid yang berpotensi menghambat proliferasi sel kanker, menginduksi apoptosis, serta menekan stres oksidatif. Inovasi ini dikembangkan melalui pendekatan etnosains yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan kajian biologi molekuler modern.
Tim ini diketuai oleh Natasyabrina (S1 Biologi Angkatan 2024) dengan anggota Widyadhari Tara Jagaddhita (S1 Biologi Angkatan 2024), Olga Davina Felisha (S1 Biologi Angkatan 2024), Nabilla Raihana Vildha (S1 Farmasi Angkatan 2024), dan Madeline Manik (S1 Farmasi Angkatan 2024). Tim dibimbing oleh Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc.
Melalui inovasi TakoTelang, tim tidak hanya menawarkan solusi preventif berbasis biodiversitas lokal Indonesia, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan alternatif pencegahan kanker yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. Selain itu, inovasi ini juga berkontribusi pada SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya hayati lokal secara inovatif dan berkelanjutan.
Prestasi ini menjadi bukti komitmen mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam mengembangkan riset berbasis biodiversitas Indonesia serta berkontribusi pada solusi kesehatan global melalui kolaborasi lintas disiplin dan forum internasional. [Penulis: Natasyabrina]
Yogyakarta, 15-16 November 2025 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Karina Raihana Salsabila (23/513869/BI/11187), Khilda Aquilatin Nada (23/515256/BI/11220), dan Layly Salsabila (23/513771/BI/11185) berhasil meraih prestasi sebagai peraih medali perak dalam ajang Cipta Nusantara Fest (CNF) 2025 melalui kategori Esai Gizi dan Kesehatan. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Eduhub Incubator dan UKMF MCC FMIPA UNY dengan mengusung tema besar inovasi untuk pembangunan berkelanjutan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim UGM mengusung esai berjudul “PROBEAN: Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau Berbasis Fermentasi untuk Alternatif Susu Sapi serta Perbaikan Gizi dan Kesehatan di Indonesia.” Karya ini lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya prevalensi intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, rendahnya konsumsi serat, serta angka stunting di Indonesia yang masih berada di atas target global.
Dalam esainya, tim mengembangkan konsep PROBEAN yaitu susu nabati berbasis kacang hijau (Vigna radiata) yang difermentasi menggunakan probiotik seperti Lactobacillus plantarum dan Bifidobacterium bifidum. Kombinasi ini dirancang untuk menghasilkan minuman fungsional bebas laktosa dengan viabilitas bakteri minimal 10⁶ CFU/ml sesuai standar nasional minuman susu fermentasi. Produk ini tidak hanya menjadi alternatif bagi individu dengan intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesehatan usus, memperbaiki penyerapan nutrisi, serta mendukung sistem imun.
Kacang hijau dipilih sebagai bahan utama karena kandungan protein nabati yang tinggi, serat, vitamin, dan mineralnya. Selain itu, pemanfaatan komoditas lokal ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan impor susu sapi yang masih mendominasi kebutuhan nasional. Dengan pendekatan fermentasi, PROBEAN memiliki nilai tambah dibandingkan susu nabati konvensional karena mengandung probiotik aktif yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Proses pengembangan PROBEAN meliputi tahapan perendaman, ekstraksi susu kacang hijau, pasteurisasi metode HTST, inokulasi probiotik, fermentasi, hingga pengemasan. Skema ini dirancang untuk menjaga stabilitas produk sekaligus memastikan manfaat fungsional tetap optimal selama masa simpan.
Dari sisi dampak, inovasi ini dinilai memiliki potensi kontribusi di berbagai sektor. Pada aspek kesehatan, PROBEAN dapat mendukung program pencegahan stunting melalui penyediaan sumber protein nabati dan probiotik. Pada aspek ekonomi, inovasi ini membuka peluang hilirisasi produk berbasis kacang hijau bagi petani dan UMKM lokal. Sementara pada aspek ketahanan pangan, PROBEAN menjadi langkah strategis menuju diversifikasi sumber protein nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Prestasi ini menunjukkan komitmen mahasiswa Biologi UGM dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap permasalahan nyata di masyarakat. Ke depan, tim berharap PROBEAN dapat dikembangkan lebih lanjut melalui uji klinis, fortifikasi mikronutrien, serta kolaborasi dengan sektor industri dan pemerintah agar dapat diimplementasikan secara luas sebagai pangan fungsional di Indonesia. [Penulis: Layly Salsabila]
Kata kunci: Cipta Nusantara Fest, gizi masyarakat, intoleransi laktosa, kacang hijau, probiotik, stunting.
Yogyakarta, 17 Desember 2025 — Laboratorium Entomologi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Lebah Madu pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Teaching Lab Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini diikuti oleh 12 peserta, terdiri atas 10 peserta dari Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) dan 2 peserta dari Wisata Buah Manisrenggo.
Pelatihan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis peserta dalam pengelolaan lebah madu sebagai penyerbuk alami yang bernilai ekologis dan ekonomis. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang hari dengan penekanan pada praktik lapangan dan penguatan konsep dasar.
Sesi pagi hingga siang diisi dengan praktik pemindahan koloni lebah madu yang dipandu oleh Bapak Drs. Hari Purwanto, M.P, Ph.D. Pada sesi ini, peserta mempelajari teknik pemindahan koloni yang aman dan efektif, mulai dari persiapan peralatan, penanganan koloni, hingga aspek keselamatan kerja.
Memasuki sesi siang, pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Drs. Ign. Sudaryadi, S.Si., M.Kes. dan Bapak Sukirno, S.Si., M.Sc.,Ph.D. yang membahas biologi lebah madu, mencakup taksonomi, perilaku, siklus hidup, serta peran lebah dalam ekosistem. Selanjutnya, Ibu Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si. menyampaikan materi pengenalan bunga sebagai sumber pakan lebah, menekankan pentingnya ketersediaan dan keberagaman flora untuk mendukung produktivitas koloni.
Melalui pelatihan ini, Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM berharap peserta memperoleh kompetensi yang aplikatif untuk mendukung upaya konservasi, pengelolaan penyerbuk, serta pengembangan budidaya lebah madu yang berkelanjutan di wilayah masing-masing.
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi dengan menerima Penghargaan Unit Kerja Terbaik dalam Pengelolaan SINTA UGM Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja fakultas dalam pengelolaan serta pemutakhiran data kinerja penelitian dan publikasi ilmiah dosen melalui Science and Technology Index (SINTA).
Pemberian penghargaan dilaksanakan di Ruang Multimedia 1, Kantor Pusat UGM, pada Kamis, 18 Desember 2025. Acara ini dihadiri oleh seluruh enumerator pengelolaan SINTA UGM dan perwakilan unit kerja di lingkungan UGM yang dinilai memiliki capaian terbaik dalam pengelolaan SINTA.
Selain Fakultas Biologi, penghargaan serupa juga diterima oleh Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Fakultas Biologi UGM diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Eko Agus Suyono juga menyampaikan secara singkat paparan mengenai strategi pengelolaan data SINTA Fakultas Biologi UGM, yang meliputi optimalisasi publikasi dan sitasi melalui dukungan hibah penelitian, sinkronisasi dan pemutakhiran data secara berkala, serta pelaporan rutin data penelitian dan publikasi dosen.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja kolaboratif sivitas akademika Fakultas Biologi UGM dalam meningkatkan kualitas dan konsistensi pengelolaan kinerja penelitian dan publikasi. Upaya tersebut sejalan dengan kontribusi Fakultas Biologi UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas riset dan publikasi ilmiah, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengembangan ekosistem riset dan inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi riset dan pengelolaan data ilmiah yang berkelanjutan. Ke depan, Fakultas Biologi UGM berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola penelitian dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan guna mendukung reputasi UGM sebagai universitas riset kelas dunia.
Kabar membanggakan kembali datang dari kancah internasional. Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Silver Medal subtema Health dalam ajang International Student Summit (ISS) Essay Competition 2025 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim yang terdiri atas Fadhilatus Salamah (Ketua Tim), Muhammad Fikri Alfiansyah, dan Nurlaila Sahara Worabay dari Magister Biologi dan Magister Ilmu Lingkungan tampil gemilang melalui karya inovatif berjudul “CHITOHEAL: PROBIOTIC-INTEGRATED WOUND PATCH FROM SUSTAINABLE MUSHROOM BIOMASS.” Gagasan inovatif ini menarik perhatian karena menggabungkan bioteknologi, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu konsep perawatan luka yang potensial. Chitoheal merupakan ide pengembangan perban cerdas berbasis kitosan jamur yang diperkaya nanopartikel Chitosan Oligosakarida (CSO‑NPs) serta probiotik Lactobacillus plantarum. Konsep ini dirancang untuk menjawab tantangan luka kronis melalui mekanisme antimikroba, antiinflamasi, imunomodulator, dan kemampuan self‑healing.
“Kami mengembangkan Chitoheal sebagai konsep biomaterial masa depan yang tidak hanya menutup luka, tetapi juga aktif membantu proses penyembuhan. Ide ini lahir dari berbagai kajian yang menunjukkan potensi besar kitosan jamur dan probiotik dalam regenerasi jaringan,” ujar ketua tim.
Menurut anggota tim lainnya, gagasan ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya kasus luka kronis pada pasien diabetes, trauma, dan pasca operasi. “Banyak pasien mengalami penyembuhan yang lambat akibat infeksi dan resistensi antimikroba. Dari literatur, kami melihat peluang besar untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Kajian literatur menunjukkan bahwa CSO‑NPs memiliki aktivitas antibakteri kuat terhadap patogen seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik yang membantu regenerasi jaringan. Sementara itu, Lactobacillus plantarum diketahui mampu menurunkan beban bakteri, mengurangi inflamasi, dan mempercepat proses penyembuhan berdasarkan berbagai studi terdahulu. Temuan‑temuan ini menjadi dasar ilmiah bagi konsep Chitoheal sebagai perban modern yang lebih unggul dibandingkan perban konvensional.
Tim juga menekankan pentingnya penggunaan kitosan jamur sebagai alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan. “Literatur menunjukkan bahwa kitosan dari hewan laut memiliki risiko alergi dan isu lingkungan. Kitosan jamur menawarkan solusi yang lebih stabil, aman, dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Gagasan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 13 (Climate Action). “Kami ingin menunjukkan bahwa ide inovatif ini dapat menjadi langkah awal untuk menjawab tantangan global di bidang kesehatan dan keberlanjutan,” ungkap tim.
Meskipun masih berupa konsep, inovasi ini menjadi bukti komitmen fakultas dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide ilmiah yang relevan dan berdampak. Di bawah arahan Sari Darmasiwi S.Si., M. Biotech., Ph.D tim berhasil menyusun konsep biomaterial yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian eksperimental.
Ke depan, tim berharap Chitoheal dapat memasuki tahap riset laboratorium dan pengembangan lanjutan, sehingga suatu hari dapat diwujudkan sebagai solusi nyata untuk perawatan luka yang lebih cepat, aman, dan berkelanjutan. [Penulis: Fadhilatus Salamah]
Translate »




































