SDG 14 : Ekosistem Lautan
Yogyakarta – Dosen Fakultas Biologi UGM dari Laboratorium Ekologi dan Konservasi, Akbar Reza, M.Sc berhasil menyelesaikan Program ESA-QUBES Mentoring Network 2023, sebuah program mentoring selama kurang lebih 4 bulan untuk dosen dan peneliti di bidang Biologi Tropika khususnya Ekologi Tropika. Program ini didanai oleh National Science Foundation (NSF) US, dengan Penanggungjawab utama yaitu Iowa State University dan University of Michigan, bekerjasama dengan Ecological Society of America (ESA) dan Quantitative Undergraduate Biology Education and Synthesis (QUBES)
Pada ESA-QUBES Mentoring Network 2023 yang diikuti oleh 12 peserta dari beberapa negara diantaranya US, Brazil, Costa Rica, Puerto Rico, India, Nepal, Ghana, peserta mendapat tantangan utama yaitu menyusun kurikulum kelas Ekologi yang disesuaikan dengan ESA, serta memperkaya kelas dengan mengaplikasikan sebuah modul studi kasus atau disebut OCELOTS (Online Content for Experiential Learning of Tropical Systems) melalui platform interaktif https://www.learngala.com, termasuk memodifikasinya dengan konteks lokal. Pada kesempatan ini, studi kasus OCELOTS yang diangkat oleh Sdr. Akbar Reza berjudul Restoring tropical forests – Is planting clusters of trees a cost-effective and ecologically-sound strategy to restore tropical forest? https://www.learngala.com/cases/restoring-tropical-forests/. Tujuan utama OCELOTS dalam program mentoring ini adalah mentransformasi hasil penelitian di bidang Biologi Tropika menjadi studi kasus yang lebih mudah dicerna dan diaplikasikan secara interaktif dan inovatif di kelas, serta bersifat terbuka sehingga dapat diakses oleh siapapun secara gratis. Lebih lanjut, aplikasi modul studi kasus di kelas juga diharapkan memperluas perspektif budaya dan geografis, serta meningkatkan penalaran dan keterampilan kuantitatif.
Lebih lanjut, peserta mentoring juga ditantang untuk menyusun rencana pendekatan pengajaran dan pedagogi, pertemuan dengan mentor dan peserta lain setiap 2 pekan untuk diskusi dan saling memberikan masukan terkait rencana implementasi, sharing pengalaman mengajar dan modul pengajaran, diakhiri rencana publikasi modul pengajaran dan kolaborasi sesama peserta. Peserta yang telah menyelesaikan segala tugas dan target implementasi selanjutnya berhak memperoleh sertifikat Education Scholar, stipend, serta didorong menjadi mentor bagi peserta berikutnya, termasuk mengembangkan modul studi kasus melalui program Inkubator.
Pada kesempatan ini, studi kasus dan metode pembelajaran yang dimentor selama proses Mentoring Network diimplementasikan pada proses pembelajaran di kelas Ekologi untuk International Undergraduate Program (IUP). Partisipasi Fakultas Biologi dalam kegiatan ini menandai komitmen yang kuat staff Fakultas Biologi dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian di bidang Biologi Tropika sekaligus mendukung pencapaian SDGs. Diharapkan bahwa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dalam program ini akan memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya melestarikan ekosistem tropika di masa kini dan mendatang.
Publikasi kegiatan mentoring dapat diakses pada tautan berikut https://qubeshub.org/community/groups/ocelots/publications?id=4402&v=1&tab_active=about dan informasi terkait pendaftaran dan seleksi program mentoring dapat diakses di tautan berikut https://qubeshub.org/community/fmns#new
Small Group Discussion (SGD) merupakan forum kepemanduan berisi pematerian mengenai keorganisasian serta keilmuan yang meliputi 5 objek Kelas Keilmuan. Kegiatan ini wajib diikuti oleh anggota muda KSK Biogama, sebagai salah satu sarana untuk memenuhi Standar Mutu Kader (SMK) Anggota Muda KSK Biogama. Rangkaian SGD sendiri terdiri dari SG-SGD pada tanggal 9 Maret 2023, Ke-KSK-an, Organisasi, serta Penulisan Kraya Ilmiah dan Kelas Keilmuan yang berisi Pematerian, Diskusi Jurnal, serta Ujian Blok pada tanggal 11 Maret – 1 September 2023, dan SGD Lapangan serta Eksplorasi pada tanggal 8 – 10 September 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Anggota Muda DXXIII terhadap KSK serta 5 Kelas Keilmuan yang terdiri dari Kelas Keilmuan Algae, Crustacea, Echinodermata, Mollusca, dan Pisces.
Kegiatan SG-SGD dilakukan secara online pada pukul 19.00 WIB. SG-SGD (Stadium Generale) berisi pemaparan mengenai Alur Kaderisasi KSK Biogama, SMK Anggota Muda, Pengertian, Alur Rangkaian, Mekanisme, Atribut, Kurikulum, dan Diskusi Jurnal pada SGD oleh Anggota PSDM. Pada kegiatan ini, para Anggota Muda DXXIII juga terbagi ke dalam 4 kelompok yaitu Eldoris, Jaladri, Ondina, dan Meredith. Para Anggota Muda akan didampingi oleh salah satu pemandu dari Anggota Madya untuk membimbing mereka selama rangkaian SGD berlangsung. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan dokumentasi.
Rangkaian selanjutnya yaitu materi Ke-KSK-an, Organisasi, dan Penulisan Karya Ilmiah yang dilaksanakan pada tanggal 11 – 13 Maret 2023. Pemateri untuk kegiatan ini berasal dari Ketua dan Anggota Pilar Kabinet Sagara Arutala. Kegiatan berlangsung secara kondusif dan lancar hingga akhir pematerian selesai. Kemudian, rangkaian materi dari kelas keilmuan dimulai. Pelaksanaan Kelas Keilmuan Algae (18 – 21 Maret 2023), Mollusca (6 – 10 April 2023), Crustacea (27 – 31 Mei 2023), Echinodermata (13 – 18 Agustus 2023), dan Pisces (25 Agustus – 1 September 2023) berjalan dengan lancar dimana setiap Kelas Keilmuan diadakan diskusi jurnal pada hari yang sama dengan pematerian serta Ujian Blok secara serentak untuk Anggota Muda DXXIII pada hari terakhir pematerian.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian pematerian, Anggota Muda DXXIII mengikuti SGD Lapangan dan Eksplorasi pada tanggal 8 – 10 September di Pantai Nglolang, Gunung Kidul, Yogyakarta. Kegiatan ini didampingi oleh para Anggota Ahli dan Madya. Anggota Muda diberikan arahan untuk pengambilan data, perhitungan, dan penyusunan hasil. Hasil dari kegiatan ini akan dibuat poster yang akan dipresentasikan saat Upgrading Muda. Kegiatan SGD Lapangan dan Eksplorasi berjalan dengan lancar hingga Anggota KSK Biogama kembali ke Fakultas Biologi UGM. [Penulis: KSK]
Eksplorasi dan Small Group Discussion Lapangan merupakan salah satu program kerja Koordinator Keilmuan Kelompok Studi Kelautan Biologi, Universitas Gadjah Mada (KSK Biogama). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan Anggota Muda dalam melakukan sampling dan preservasi biota laut, serta untuk melakukan monitoring biodiversitas pantai di Gunungkidul, khususnya Pantai Porok. Selain itu, Eksplorasi dan SGD Lapangan ini juga sebagai momentum pertama bagi Anggota Muda dalam melakukan pengambilan data keanekaragaman biota laut, meliputi makroalga, krustasea, moluska, Echinodermata, dan berbagai jenis ikan.
Eksplorasi dan SGD Lapangan dilaksanakan pada Jumat hingga Minggu, 8-10 September 2023 dengan peserta berasal dari Anggota Muda, Anggota Madya, dan Anggota Ahli KSK Biogama. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pantai Porok sebagai pantai kajian, serta Pantai Nglolang, Gunungkidul. Kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari lima rangkaian kegiatan utama, meliputi sampling di Pantai Porok, pematerian dan praktik preservasi dan identifikasi biota laut, konsultasi hasil sampling berikut analisis datanya, malam pentas seni, serta presentasi hasil Eksplorasi dan SGD Lapangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberangkatan pada sore hari tanggal 8 September 2023 yang didampingi oleh pembina KSK Biogama, Bapak Abdul Razaq Chasani, Ph.D. Sampling di Pantai Porok dilakukan pada hari kedua, tanggal 9 September 2023. Anggota Muda dibagi ke dalam lima kelompok sesuai dengan jumlah Kelas Keilmuan yang ada di KSK, yaitu kelompok Algae, Mollusca, Crustacea, Echinodermata, dan Pisces. Pada saat pelaksanaan sampling, Anggota Muda dipandu oleh Anggota Ahli. Adapun biota laut yang didapatkan oleh Kelompok Algae terdiri dari makroalga Ulva lactuca, Caulerpa racemosa, Chaetomorpha crassa, Palmaria palmata, Gracilaria canaliculata, Sargassum crassifolium, Sargassum cristaefolium, dan lima spesies makroalga lainnya. Kelompok Mollusca memperoleh Dendrodoris sp., Thais tuberosa, Tylothais virgata, dan empat spesies moluska lainnya. Kelompok Crustacea berhasil mendapatkan Tiarinia cornigera, Calcinus hazletti, Portunus pubescens, dan spesies lainnya. Kelompok Echinodermata mendapatkan Stomopneustes variolaris, Echinometra mathaei, Heterocentrotus trigonarius, dan dua spesies lainnya, sedangkan Kelompok Pisces menemukan satu spesies ikan, yaitu Blenniella gibbifrons.
Kegiatan pasca sampling adalah Anggota Muda mengikuti pematerian terkait praktik identifikasi dan preservasi biota laut yang telah diperoleh saat sampling. Pematerian dilaksanakan di Pantai Nglolang dengan pemateri oleh Anggota Madya di masing-masing pos Kelas Keilmuan. Setelah selesai mengikuti pematerian tersebut, Anggota Muda juga mengikuti sesi konsultasi bersama Anggota Ahli membahas mengenai hasil sampling berikut dengan penyusunan output Eksplorasi dan SGD Lapangan. Hasil akhir dari sampling tersebut didokumentasikan dalam bentuk poster ilmiah dan dipresentasikan pada saat Upgrading Anggota Muda pada tanggal 16 September 2023. Selain itu, hasil sampling juga didokumentasikan dalam bentuk marine biodiversity checklist (MBC) sebagai data monitoring keanekaragaman biota laut di Pantai Porok. [Penulis: KSK]
Kopdar Alumni merupakan program kerja berupa acara kumpul-kumpul antara alumni dan anggota aktif KSK Biogama untuk sharing informasi maupun berbincang santai. Kopdar Alumni termasuk salah satu program kerja bagian Forum Komunikasi dan Alumni dari Divisi Eksternal KSK Biogama. Pelaksanaan program kerja Kopdar Alumni bertujuan untuk bertukar informasi sekaligus mempererat tali silaturahmi antara alumni dan anggota aktif KSK Biogama.
Kopdar Alumni 2023 terlaksana pada hari Sabtu, 23 September 2023 dengan durasi dua jam. Program kerja dilakukan secara hybrid dengan tempat pelaksanaan berada di Auditorium Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada untuk luring dan platform Zoom untuk daring. Pada kesempatan kali ini, Kopdar Alumni bertemakan “Lulus S1: Studi Lanjut atau Langsung Kerja?” yang diharapkan mampu memberikan insight dari narasumber maupun alumni kepada anggota aktif KSK Biogama mengenai apa yang ingin dilakukan setelah lulus jenjang S1. Narasumber pada Kopdar Alumni 2023 yaitu Citra Septiani, S.Si., M.Res. yang merupakan alumni KSK Biogama Angkatan DXV.
Program kerja dimulai pada pukul 13.30 WIB yang diawali dengan pembukaaan lalu dilanjutkan dengan dua sesi, yaitu sesi sharing serta sesi diskusi dan tanya jawab. Sesi pertama yaitu sesi sharing dikemas dalam bentuk talkshow di mana narasumber menyampaikan informasi terkait tema yang dipandu oleh MC. Sesi berikutnya yaitu sesi diskusi dan tanya jawab terlaksana dengan peserta, anggota aktif KSK Biogama, memberikan tanggapan atau pertanyaan terkait sesi sharing. Pada sesi ini juga terbuka bagi para alumni selain narasumber yang hadir baik secara luring maupun daring untuk menanggapi atau menambahkan wawasan baru kepada anggota aktif KSK Biogama. Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa plakat kepada narasumber lalu dokumentasi secara luring dan daring. [Penulis: KSK]
MicroSD (Micro Scientific Discussion) merupakan program kerja yang ditujukan kepada internal Kelompok Studi Kelautan Biologi, Universitas Gadjah Mada (KSK Biogama). Program kerja ini merupakan salah satu program yang dijalankan oleh bagian Kurikulum yang bertujuan untuk menambah wawasan anggota KSK mengenai kelautan dengan mempelajari software yang dapat mendukung penelitian.
MicroSD 2023 dikemas dalam bentuk webinar yang dilaksanakan pada hari Minggu, 27 Agustus 2023 melalui platform Zoom. Pelaksanaan secara daring bertujuan agar tutorial yang diberikan narasumber selama webinar dapat direkam sehingga dapat dipelajari berulang kali oleh anggota KSK Biogama. Topik penelitian yang diangkat pada MicroSD 2023 yaitu “Pemanfaatan Program Geographic Information System (GIS) pada Riset Kelautan di Indonesia” dengan pembicara Bondan Galih Dewanto, S.T. yang merupakan dosen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada. Beliau sudah banyak melakukan penelitian mengenai pemetaan suatu wilayah kajian dan sangat ahli dalam penggunaan aplikasi GIS. Tidak sendiri, beliau didampingi oleh asisten yang berperan teknis dalam acara ini yaitu Arinda Tasya Arianti.
Acara berlangsung selama dua jam berisi pengenalan secara umum aplikasi GIS, kemudian dilanjutkan dengan tutorial registrasi USGS Earth Explorer dan pembuatan komposit citra untuk dilakukan pembuatan peta lokasi kajian yang telah disesuaikan dengan titik koordinat yang sebenarnya. Pembuatan peta lokasi kajian penelitian bertujuan dalam estetika penulisan paper atau jurnal sehingga gambar lokasi penelitian yang dicantumkan terlihat lebih akurat dan dapat merepresentasikan lokasi lebih jelas dibanding dengan hanya mencantumkan foto Google Earth. Setelah pematerian oleh narasumber selesai, dibuka sesi diskusi agar anggota KSK Biogama dapat bertanya secara langsung materi yang belum dipahami maupun konsultasi hal yang masih berkaitan dengan topik MicroSD. Acara diakhiri dengan sesi penyerahan sertifikat untuk narasumber dan asistennya dilanjutkan dengan foto bersama. [Penulis: KSK]
Small Group Discussion (SGD) Anggota Madya merupakan serangkaian kelas pematerian yang harus diikuti oleh seluruh Anggota Madya KSK Biogama di masing-masing Kelas Keilmuan. Program kerja SGD berada di bawah pengawasan Pilar PSDM dan Pilar Keilmuan, khususnya bagian HRD dan Kurikulum. Program ini berjalan selama kurang lebih enam bulan dimulai pada bulan Maret hingga awal September 2023. Rangkaian SGD Anggota Madya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Anggota Madya berkaitan dengan Kelas Keilmuannya masing-masing.
Pelaksanaan SGD Madya bersifat tentatif dan fleksibel bergantung pada kesepakatan jadwal masing-masing Kelas Keilmuan. Rangkaian SGD Madya terbagi menjadi dua kegiatan utama, yaitu pematerian oleh Anggota Ahli dan diskusi jurnal tentang topik yang dibahas pada saat pematerian. Rata-rata jumlah topik pematerian yang disampaikan dan dibahas pada SGD Madya masing-masing Kelas Keilmuan terdiri dari 6-9 materi, meliputi penulisan karya ilmiah dan publikasi, teknik sampling dan preservasi, morfologi dan anatomi, fisiologi dan ekologi berbagai biota laut anggota Kelas Keilmuan terkait, serta beberapa materi pendukung lainnya.
Secara umum, pelaksanaan SGD Madya dilaksanakan secara luring penuh dan kegiatan ini merupakan rangkaian wajib yang harus diikuti oleh masing-masing Anggota Madya. Setelah Anggota Madya berhasil mengikuti dan menyelesaikan seluruh rangkaian SGD Madya tersebut, mereka diwajibkan mengerjakan ujian yang disebut sebagai Ujian Tengah Kelas Keilmuan (UTKK) untuk mengukur seberapa paham Anggota Madya tentang Kelas Keilmuannya masing-masing. Ujian tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 16 September 2023 secara daring yang terdiri dari dua sesi ujian, meliputi ujian tertulis dan ujian wawancara. Hasil penilaian pada rangkaian SGD tersebut beserta hasil UTKK akan dikembalikan dan dilaporkan kepada masing-masing Anggota Madya dalam bentuk Kartu Hasil Studi (KHS). Hasil studi tersebut selain menjadi bahan pelaporan, juga digunakan sebagai pertimbangan untuk kenaikan jenjang dari Anggota Madya menjadi Anggota Ahli KSK Biogama berikutnya. [Penulis: KSK]

Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) bekerja sama dengan Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengembangkan teknologi DNA forensik dalam upaya penegakan hukum yang lebih efektif dalam kasus perdagangan barang sitaan yang diduga berasal dari dugong. Dugong, yang sering dikenal sebagai “sapi laut,” merupakan mamalia laut yang terancam punah yang hidup di perairan sekitar Indonesia. Salah satu ancaman utama bagi spesies ini adalah perdagangan ilegal produk-produk yang berasal dari dugong, termasuk tulang, gading, dan dagingnya.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber produk dugong yang terlibat dalam perdagangan ilegal melalui analisis DNA forensik yang lebih canggih. Dr. Dwi Sendi Priyono, Dosen Fakultas Biologi UGM, yang memiliki keahlian dalam analisis DNA Forensik satwa liar bekerja sama dengan Pomal untuk mengimplementasikan teknik analisis DNA forensik.

“Melalui analisis DNA forensik, kita dapat menentukan spesies dan membedakan individu dugong dan mengonfirmasi asal-usul produk dugong. Ini akan membantu penyidik untuk melacak jejak perdagangan ilegal dan mengambil tindakan yang lebih tegas.” Upaya kolaborasi ini diharapkan akan meningkatkan penegakan hukum dan perlindungan terhadap dugong, serta mendukung konservasi spesies ini. Keberlanjutan ekosistem laut Indonesia dan perlindungan satwa-satwa langka adalah prioritas bersama yang diemban oleh Pomal dan Dosen Fakultas Biologi UGM.
Gali Informasi seputar Instansi (LIPUTAN) merupakan salah satu program kerja di bawah tanggung jawab Divisi Eksternal, Kelompok Studi Kelautan Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Pelaksanaan kegiatan ini berupa bincang-bincang antara narasumber dari instansi yang dikunjungi dengan audiens dari internal KSK Biogama. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperluas wawasan anggota KSK Biogama mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh organisasi eksternal yang berhubungan dengan kelautan maupun ilmu biologi yang lain. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk menjalin hubungan baik dengan organisasi lain di ranah eksternal.
LIPUTAN telah dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2023 dengan dihadiri oleh perwakilan anggota aktif KSK Biogama. Penyampaian materi diberikan seputar tugas dan perencanaan karir TNI AL, peran Mako Lanal Yogyakarta, serta informasi mengenai kegiatan bermasyarakat (volunteer). Penyampaian materi disampaikan oleh Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel Laut (KH/W) Dr. Devi Erlita, M.M., M.Tr.Hanla dan Paspotmar Lanal Yogyakarta Mayor Laut (K/W) Herlin Hestiyowati.
Terima kasih kepada instansi terkait, yaitu Lanal Yogyakarta karena telah menerima kunjungan dari Kelompok Studi Kelautan, Fakultas Biologi. Diadakannya kunjungan ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan baru bagi anggota aktif KSK Biogama, serta bisa menjadi jembatan bagi kegiatan kerja sama antara KSK Biogama dengan Lanal Yogyakarta yang berikutnya. [Penulis: KSK]
Tim Mahasiswa S1 Fakultas Biologi UGM angkatan 2022 yang diketuai oleh Nur Farah Susilowati bersama rekannya yaitu Kotimah berhasil memperoleh juara 1 pada lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan HIMA Pendidikan Biologi Universitas Tidar dengan mengangkat tema lomba “Optimizing the Ability to Conserve a Paradise of Biodiversity“. Lomba ini dilaksanakan secara daring dengan presentasi tahap final pada 18 Agustus 2023 dan pengumuman juara pada 22 Agustus 2023.
Pada kompetisi ini, Farah dan Kotimah berada dibawah bimbingan Dr. Siti Nurbaiti, S.Si. dengan membahas sub-tema “Upaya Mengatasi Kerusakan Biodiversitas”, serta menyusun karya tulis ilmiah berjudul “Biodiversitas Mikroalga sebagai Indikator Potensial Kualitas Ekosistem Pusat Konservasi Gajah”.
Penulisan karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh mikroalga yang dapat dijadikan suatu implementasi dalam mengatasi permasalahan biodiversitas pada ekosistem gajah. Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis peran mikroalga sebagai bioindikator dengan indeks keanekaragaman sebagai parameter stabilitas suatu komunitas dalam ekosistem atau gangguan yang terjadi pada faktor-faktor lingkungan maupun biotik. Karya Tulis Ilmiah ini disusun dengan pendekatan literasi jurnal ilmiah, dengan merujuk pada identifikasi perhitungan jumlah keanekaragaman jenis mikroalga dari sampel air dan sedimentasi di lokasi ekosistem gajah. Jenis keanekaragaman mikroalga digunakan sebagai indeks kualitas ekosistem dengan keterkaitan karakteristik mikroalga yang memiliki batas toleransi tertentu terhadap faktor fisika-kimia, sebagai bahan bioremediasi, sumber makanan, bahan bioaktif, serta kandungan hidrokarbon rantai panjang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Hasil dari penelitian ini menunjukan tingkatan keanekaragaman mikroalga yang bervariasi sebagai identifikasi kualitas perairan di Pusat Konservasi Gajah dalam kestabilan ekosistemnya. [Penulis: Kotimah & Nur Farah]

















































