Arsip:
SDG 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera Pembanguan Berkelanjutan
Yogyakarta, 4 Maret 2026 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang 2nd International Student Summit Health Category yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Malaysia. Kompetisi ini diadakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia dan dilaksanakan secara luring (offline). Kompetisi ini diikuti oleh beberapa universitas dari enam negara, yaitu Malaysia, Somalia, Turkmenistan, Kenya, Indonesia, dan Filipina. Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa internasional untuk mempresentasikan inovasi dan gagasan ilmiah di bidang kesehatan di hadapan dewan juri internasional.
Tim UGM mengangkat karya berjudul “TAKOTELANG: A Synergistic Herbal Tea of Clitoria ternatea Flower and Solanum torvum Root as a Natural Chemopreventive Agent Against Breast Cancer.” Inovasi ini merupakan formulasi teh herbal berbasis bunga telang (Clitoria ternatea) dan akar takokak (Solanum torvum) yang dikembangkan sebagai kandidat agen kemopreventif alami terhadap kanker payudara.
Secara ilmiah, kedua tanaman tersebut diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, polifenol, dan triterpenoid yang berpotensi menghambat proliferasi sel kanker, menginduksi apoptosis, serta menekan stres oksidatif. Inovasi ini dikembangkan melalui pendekatan etnosains yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan kajian biologi molekuler modern.
Tim ini diketuai oleh Natasyabrina (S1 Biologi Angkatan 2024) dengan anggota Widyadhari Tara Jagaddhita (S1 Biologi Angkatan 2024), Olga Davina Felisha (S1 Biologi Angkatan 2024), Nabilla Raihana Vildha (S1 Farmasi Angkatan 2024), dan Madeline Manik (S1 Farmasi Angkatan 2024). Tim dibimbing oleh Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc.
Melalui inovasi TakoTelang, tim tidak hanya menawarkan solusi preventif berbasis biodiversitas lokal Indonesia, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan alternatif pencegahan kanker yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. Selain itu, inovasi ini juga berkontribusi pada SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya hayati lokal secara inovatif dan berkelanjutan.
Prestasi ini menjadi bukti komitmen mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam mengembangkan riset berbasis biodiversitas Indonesia serta berkontribusi pada solusi kesehatan global melalui kolaborasi lintas disiplin dan forum internasional. [Penulis: Natasyabrina]
Yogyakarta, 15-16 November 2025 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Karina Raihana Salsabila (23/513869/BI/11187), Khilda Aquilatin Nada (23/515256/BI/11220), dan Layly Salsabila (23/513771/BI/11185) berhasil meraih prestasi sebagai peraih medali perak dalam ajang Cipta Nusantara Fest (CNF) 2025 melalui kategori Esai Gizi dan Kesehatan. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Eduhub Incubator dan UKMF MCC FMIPA UNY dengan mengusung tema besar inovasi untuk pembangunan berkelanjutan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim UGM mengusung esai berjudul “PROBEAN: Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau Berbasis Fermentasi untuk Alternatif Susu Sapi serta Perbaikan Gizi dan Kesehatan di Indonesia.” Karya ini lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya prevalensi intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, rendahnya konsumsi serat, serta angka stunting di Indonesia yang masih berada di atas target global.
Dalam esainya, tim mengembangkan konsep PROBEAN yaitu susu nabati berbasis kacang hijau (Vigna radiata) yang difermentasi menggunakan probiotik seperti Lactobacillus plantarum dan Bifidobacterium bifidum. Kombinasi ini dirancang untuk menghasilkan minuman fungsional bebas laktosa dengan viabilitas bakteri minimal 10⁶ CFU/ml sesuai standar nasional minuman susu fermentasi. Produk ini tidak hanya menjadi alternatif bagi individu dengan intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesehatan usus, memperbaiki penyerapan nutrisi, serta mendukung sistem imun.
Kacang hijau dipilih sebagai bahan utama karena kandungan protein nabati yang tinggi, serat, vitamin, dan mineralnya. Selain itu, pemanfaatan komoditas lokal ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan impor susu sapi yang masih mendominasi kebutuhan nasional. Dengan pendekatan fermentasi, PROBEAN memiliki nilai tambah dibandingkan susu nabati konvensional karena mengandung probiotik aktif yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Proses pengembangan PROBEAN meliputi tahapan perendaman, ekstraksi susu kacang hijau, pasteurisasi metode HTST, inokulasi probiotik, fermentasi, hingga pengemasan. Skema ini dirancang untuk menjaga stabilitas produk sekaligus memastikan manfaat fungsional tetap optimal selama masa simpan.
Dari sisi dampak, inovasi ini dinilai memiliki potensi kontribusi di berbagai sektor. Pada aspek kesehatan, PROBEAN dapat mendukung program pencegahan stunting melalui penyediaan sumber protein nabati dan probiotik. Pada aspek ekonomi, inovasi ini membuka peluang hilirisasi produk berbasis kacang hijau bagi petani dan UMKM lokal. Sementara pada aspek ketahanan pangan, PROBEAN menjadi langkah strategis menuju diversifikasi sumber protein nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Prestasi ini menunjukkan komitmen mahasiswa Biologi UGM dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap permasalahan nyata di masyarakat. Ke depan, tim berharap PROBEAN dapat dikembangkan lebih lanjut melalui uji klinis, fortifikasi mikronutrien, serta kolaborasi dengan sektor industri dan pemerintah agar dapat diimplementasikan secara luas sebagai pangan fungsional di Indonesia. [Penulis: Layly Salsabila]
Kata kunci: Cipta Nusantara Fest, gizi masyarakat, intoleransi laktosa, kacang hijau, probiotik, stunting.
Malaysia, 13–16 Februari 2026 – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang International Student Summit 2026 yang diselenggarakan di Malaysia. Dalam kompetisi internasional tersebut, tim mahasiswa UGM berhasil meraih dua medali perak melalui karya Coaterra dan Heat Potato, serta satu medali perunggu melalui inovasi Astavita.

Tim yang berkontribusi dalam kompetisi ini terdiri atas Fahima Ellya Wulandari, Ayu Nawang Wulan, Sri Garcinia Lathifah, dan Tika Permatasari. Keikutsertaan mereka mencerminkan kolaborasi lintas bidang yang mengangkat solusi inovatif berbasis sains dan keberlanjutan.
Coaterra merupakan inovasi material pelapis pangan berbasis biopolimer yang dirancang untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura dengan menekan kehilangan bobot, mempertahankan kekerasan, serta menghambat pertumbuhan mikroba. Karya ini dibimbing oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. dan memperoleh medali perak.
Heat Potato adalah teknologi pemanfaatan bahan alami berbasis kentang sebagai sumber panas ramah lingkungan yang berpotensi digunakan sebagai alternatif pemanas portabel. Inovasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dan juga meraih medali perak.
Sementara itu, Astavita merupakan inovasi produk fungsional berbasis bahan alami yang diformulasikan untuk mendukung kesehatan. Karya ini berfokus pada pemanfaatan sumber hayati secara berkelanjutan dan memperoleh medali perunggu, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc.
Ketiga karya tersebut mengangkat tema besar keberlanjutan, pemanfaatan sumber daya hayati, serta pengembangan produk ramah lingkungan yang memiliki potensi aplikasi nyata di masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa UGM dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang berdampak global.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional melalui kreativitas, kolaborasi, dan pendampingan akademik yang kuat. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari ]
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali melepas para lulusan terbaiknya dalam upacara wisuda periode II tahun akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium Biologi Tropika pada Rabu, 25 Februari 2026. Acara yang dihadiri oleh 22 wisudawan-wisudawati beserta keluarga ini menjadi momen penuh haru sekaligus kebanggaan bagi seluruh civitas akademika.
Prosesi wisuda dimulai tepat pukul 13.00 WIB dengan pembukaan oleh Master of Ceremony, dilanjutkan dengan masuknya para wisudawan serta pimpinan fakultas ke ruang Auditorium. Suasana khidmat semakin terasa saat seluruh peserta menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, dan Mars Biologi yang dipandu oleh Biotimbre. Acara kemudian resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., diselingi dengan penampilan Tarian Golek Ayun Ayun oleh Nisa Zahra Aulia dan Nabilah Vida Rahmah yang menambah semarak jalannya upacara.
Dalam laporan akademik yang disampaikan oleh Ketua Program Studi S1, Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D., disebutkan bahwa seluruh wisudawan-wisudawati telah menyelesaikan masa studi dengan hasil memuaskan. Pembacaan hasil kelulusan disambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan, menandai kebahagiaan keluarga atas keberhasilan putra-putri mereka.
Momen istimewa turut hadir saat Nailah Aisyah Shafa, S.Si., yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, menyampaikan sambutan mewakili para wisudawan. Perasaan haru dan bangga juga tergambar dalam sambutan Ibu Rina Muldinawati Rahayu, orang tua dari Adifa Brahmantya Darudhita, yang mewakili para orang tua dalam menyampaikan ungkapan terima kasih atas bimbingan selama masa studi.
Puncak acara ditandai dengan penyematan pin Keluarga Alumni Biologi Gadjah Mada (KABIOGAMA) oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Penyematan ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan menandai resmi bergabungnya para lulusan ke dalam jaringan alumni yang akan senantiasa mendukung kontribusi akademik maupun sosial ke depannya.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Biologi menyampaikan apresiasi yang tulus atas dedikasi para mahasiswa selama menempuh pendidikan, sekaligus memberikan pesan agar para lulusan senantiasa menjunjung tinggi nama baik almamater di mana pun mereka berkarya. Sebagai ungkapan terima kasih, para wisudawan menyerahkan kenang-kenangan berupa buku kepada fakultas, yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Suasana hangat tercipta saat Fauza Bahtiar Alim dan Chelsy Ammara Septiani mempersembahkan lagu “Perahu Kertas” untuk para wisudawan, diikuti dengan doa bersama yang dipanjatkan demi kelancaran langkah mereka di masa depan. Acara ditutup secara resmi oleh Dekan Fakultas Biologi, dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang penuh kegembiraan antara para wisudawan, pimpinan fakultas, dan dosen, mengabadikan momen berharga yang menandai awal perjalanan baru para lulusan dalam mengabdi kepada masyarakat dan bangsa. [Penulis : Adryan Nathanael]
Inovasi pertanian cerdas berbasis sains dan teknologi digital kembali mengantarkan mahasiswa Magister Biologi UGM meraih prestasi di kancah internasional. Melalui ajang 2nd International Student Summit (2nd ISS) 2026, tim KARSIVA.ID berhasil memperoleh Silver Medal sekaligus penghargaan Favorite Poster pada Subtema Agriculture dalam kompetisi esai dan poster yang diselenggarakan pada 14-15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tim inovator terdiri atas Nur Aini (ketua tim), Indah Ayu Lestari, Anisa Handani Uno, Brenda Febrina, dan Inez Maylida. Pada babak final, tiga mahasiswa yaitu Nur Aini, Indah Ayu Lestari, dan Anisa Handani Uno bertindak sebagai delegasi yang hadir dan mempresentasikan karya secara langsung di Malaysia. Tim KARSTIVA.ID di bawah bimbingan Ibu Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si.
Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul “KARSTIVA.ID: Smart Eco-Farming Innovation for Karst Soil Revitalization in Gunungkidul, Yogyakarta” . Karya ini terlebih dahulu melalui proses seleksi dan dinyatakan lolos sebagai finalis oleh tim reviewer internasional sebelum berkompetisi pada babak final.
2nd International Student Summit (2nd ISS) merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari enam negara dalam rangkaian exhibition, penjurian, dan presentasi final sebelum awarding ceremony . Pada kategori yang diikuti, penilaian mencakup kualitas gagasan ilmiah dalam esai serta kemampuan visualisasi dan komunikasi ilmiah melalui poster.
KARSTIVA.ID dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan pengelolaan lahan karst di Gunungkidul yang didominasi kawasan karst hingga 53% . Kondisi tanah dengan retensi air rendah dan kerentanan degradasi menjadi latar belakang pengembangan solusi berbasis biochar–microbial synergy yang dikombinasikan dengan praktik regenerative agriculture serta integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) .
Platform digital KARSTIVA.ID menghadirkan prototype fitur seperti Smart Soil Dashboard, AI AgroPredict, Biochar Bank, TaniBot AI, dan Srawung Tani Forum . Sistem ini dirancang untuk membantu petani dalam memantau kondisi tanah secara real-time, merencanakan irigasi dan pemupukan berbasis prediksi, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pertanian.
Integrasi pendekatan ekologis, teknologi, dan pemberdayaan komunitas menjadi kekuatan utama inovasi ini. Capaian Silver Medal mencerminkan kualitas substansi ilmiah karya, sementara penghargaan Poster Favorit menunjukkan keberhasilan tim dalam mengkomunikasikan solusi secara efektif kepada audiens internasional.
Melalui semangat “Turning Dryland into Smartlands” , inovasi KARSTIVA.ID diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian cerdas berbasis riset yang aplikatif untuk kawasan karst di Indonesia.
Mahasiswa Program Magister Biologi, Universitas Gadjah Mada, Mifta Mardiah dan Mardian Isnawati berhasil meraih Silver Medal I (Subtema Kesehatan) dalam ajang LETIN 7 (Lomba Essay Tingkat Nasional 7) yang diselenggarakan oleh Nusantara Muda bekerja sama dengan Universitas Janabadra. Kompetisi bertema “Gagasan Generasi Muda Menuju Indonesia yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan” ini diikuti oleh siswa, mahasiswa, serta peserta kategori umum dari berbagai daerah di Indonesia.

Prestasi tersebut diraih melalui gagasan inovatif bertajuk iThalDetect, sebuah solusi berbasis artificial intelligence untuk skrining dini thalassemia. Inovasi ini berangkat dari peningkatan kasus thalassemia di Indonesia yang belum diimbangi dengan sistem skrining yang optimal, pemerataan fasilitas kesehatan, serta deteksi dini pada individu carrier.
Melalui iThalDetect, kami menghadirkan alat bantu skrining yang dikembangkan melalui pendekatan multidisiplin, mengintegrasikan ilmu biologi molekuler, hematologi klinis, dan machine learning. Model ini memanfaatkan algoritma Random Forest dan Support Vector Machine untuk menganalisis pola parameter hematologis sehingga dapat membantu proses skrining yang lebih efisien dan akurat. Sistem ini yang dirancang untuk mendukung deteksi dini, pemantauan risiko, sistem rujukan, serta edukasi pranikah sebagai langkah pencegahan jangka panjang. Inovasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan upaya pencegahan penyakit tidak menular sekaligus mendukung pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3.4 dan 3.8 terkait penurunan angka penyakit tidak menular dan perluasan akses layanan kesehatan yang merata. “Kami berharap iThalDetect dapat menjadi solusi skrining awal yang lebih mudah diakses masyarakat” ujar Mifta Mardiah dan Mardian Isnawati. [Penulis: Mifta Mardiah]
Pada hari Minggu, 15 Februari 2026 Biology Orchid Study Club telah melaksanakan dua rangkaian kegiatan yang mengawali langkah perjalanan kepengurusan baru. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Rapat kerja dan perayaan HUT BiOSC yang ke-20 sekaligus bertepatan dengan Lustrum ke-4. Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Nazwa Nur Sahara selaku ketua BiOSC tahun 2026 kemudian dilanjutkan sambutan oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. selaku Dosen Pembina BiOSC. Ucapan selamat ditujukan kepada BiOSC yang berdiri hingga saat ini dan menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk meningkatkan aspek keilmuan terutama keanggrekan baik dari segi penelitian, budidaya, dan konservasi. Tidak hanya ucapan selamat, tetapi diikuti juga dengan harapan agar BiOSC mampu berdiri teguh dan menjadi pelopor dalam menjawab tantangan keanggrekan sebagai upaya konservatif. Acara dilanjutkan dengan sesi pemotongan tumpeng sebagai simbolisasi menyambut usia baru untuk BiOSC diikuti dengan penayangan video ucapan selamat dan harapan baik dari anggota aktif BiOSC maupun anggota yang telah demisioner.
Rangkaian acara berikutnya adalah Rapat kerja yang secara resmi memperkenalkan kabinet Corybas pictus sebagai kabinet baru BiOSC tahun 2026 diikuti dengan pengenalan struktur kepengurusan, rencana strategis, arah gerak kabinet, serta pemaparan rencana program kerja untuk satu tahun ke depan oleh Nazwa Nur Sahara selaku Ketua BiOSC tahun 2026. Anggrek yang menjadi lambang struktur kepengurusan BiOSC tahun 2026 ini adalah Anggrek Corybas pictus yang merupakan anggrek terestrial dengan umbi kecil yang mekar setahun sekali untuk menandai momentum regenerasi kabinet yang tumbuh selaras dengan alam, memperkuat jaringan eksternal, dan menyebarkan pencerahan ilmu keanggrekan berlandaskan asas kekeluargaan.
Kegiatan selanjutnya pada rapat kerja yaitu pemaparan rencana program kerja pengurus harian dimulai dari sesi pertama yaitu Nazwa Nur Sahara selaku ketua BiOSC 2026, Satria Muqid Nurhidayat selaku Sekretaris, Daariin Farah Tsabita selaku Bendahara, Dary Saka Fitrady selaku Koordinator Keilmuan, Stanisius Ken Sidharta selaku Koordinator Divisi Penelitian, Alfonsus Fidel Pandu Ekanto selaku Koordinator Budidaya, Golda Theresia Simarmata selaku Koordinator Divisi Konservasi, Muhammad Rafi Al Farid selaku Koordinator Kewirausahaan, dan diikuti dengan sesi tanya jawab. Sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan rencana program kerja oleh Hira Nitya Subekti selaku Koordinator Keorganisasian, Lailatul Lidya Dwi Cahyani selaku Kepala Bidang PSDM, Muhammad Haykal Nur Arifin selaku Kepala Bidang Humas dan Jaringan, Gita Novi Fitriani selaku Kepala Bidang Kerumahtanggaan, dan Felicia Nagata Christina selaku Kepala Bidang Media dan Publikasi yang kemudian diikuti dengan sesi tanya jawab. Penyampaian harapan, kesan, pesan, dan doa untuk kepengurusan satu tahun ke depan oleh para peserta yang meliputi anggota Angkatan Diksar (AD) aktif menandai acara Rapat Kerja-HUT BiOSC 2026 ditutup. [Penulis: BiOSC]
Sebagai tahap awal pembentukan kader baru, Kelompok Studi Kelautan (KSK) Biogama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar). Pada tahun ini, Diklatsar ke-XXVI mengusung tema “Jelajahi Laut, Temukan Dirimu: Bersama KSK Menjadi Generasi Tangguh Penjaga Laut”. Tema tersebut merefleksikan semangat untuk melahirkan kader baru yang kompeten, terampil, dan berkomitmen tinggi dalam memajukan kelautan di Indonesia.
Diklatsar XXVI terdiri atas dua rangkaian besar. Rangkaian pertama telah terlaksana pada bulan September hingga November 2025 yang meliputi Diklat Ruang (Dikru), Wawancara, dan Forum Santai Berenang (Forsakerang). Sementara rangkaian kedua meliputi Outbound, Gelar Pasukan (Gerpas), dan Diklat Lapangan (Diklap).
Outbound telah terlaksana pada tanggal 5 Februari 2026 di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Dalam kegiatan ini, peserta yang disebut sebagai Baby Octopus mengunjungi beberapa pos untuk memperoleh pembekalan dasar mengenai cara penyusunan carrier, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pembuatan api unggun, serta pembangunan bivak. Selain pematerian, Baby Octopus juga diberikan kuis dan games sebagai sesi bonding antar sesama anggota.
Rangkaian selanjutnya, yaitu Gerpas yang dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2026 di lingkungan Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini berfokus pada pengecekan perlengkapan Baby Octopus yang akan digunakan pada Diklap. Selain pengecekan, dilakukan pula sesi evaluasi dan menjadi kesempatan bagi Baby Octopus dalam melengkapi perlengkapan yang belum tersedia.
Sebagai puncak kegiatan rangkaian Diklatsar XXVI, Diklat Lapangan (Diklap) dilaksanakan pada tanggal 13- 15 Februari 2026 di Pantai Krakal, Pantai Ngrumput, Pantai Watu Bolong, dan Pantai Drini, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum keberangkatan ke lokasi acara, kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bapak Abdul Razaq Chasani S.Si., M.Si., Ph.D. selaku pembina Kelompok Studi Kelautan.
Pada rangkaian Diklap, Baby Octopus melakukan pembangunan bivak di area pantai serta kegiatan susur pantai diikuti dengan pematerian mengenai Kelompok Studi Kelautan, medis, serta lima kelas keilmuan yang terdiri dari Algae, Crustacea, Echinodermata, Mollusca, dan Pisces. Sebagai bentuk evaluasi pemahaman materi, diadakan kuis yang dilaksanakan setelah rangkaian susur pantai. Kegiatan ini ditutup dengan prosesi pelantikan Anggota Muda ke- XXVI KSK Biogama yang dipimpin oleh saudara Andhika Edwin selaku Ketua KSK Biogama periode 2026.
Rangkaian Diklatsar XXVI diharapkan dapat melahirkan kader Anggota Muda yang kompeten secara akademik maupun keterampilan, serta memantik semangat untuk menjaga kelestarian laut Indonesia. [Penulis: KSK]
Yogyakarta, 10 Februari 2026 – Departemen Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM, menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Studi S3 Dosen Fakultas Biologi UGM pada Selasa (10/02) di Auditorium Biologi Tropika. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 – 12.00 WIB ini dihadiri oleh dosen serta mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi UGM.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Bapak Abdul Razaq Chasani, Ph.D. selaku Ketua Departemen Biologi Tropika dan dipandu oleh MC Asrindon, S.I.Kom. Kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk berbagi pengalaman studi doktoral, pemaparan hasil disertasi dosen, serta membuka peluang kolaborasi penelitian. Topik-topik yang dipresentasikan dalam kegiatan diseminasi ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada aspek kesehatan, lingkungan, dan keberlanjutan sumber daya hayati.
Diseminasi ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dipandu oleh Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. sebagai moderator, dengan narasumber Dr. Luthfi Nurhidayat, M.Sc., Dr.Eng. Atikah Fitria Muharromah, S.Si., M.Eng., dan Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. Pada sesi ini, para narasumber memaparkan pengalaman studi doktoral serta hasil-hasil penelitian disertasinya yang mencakup regenerasi dan studi evolusi tokek, pemanfaatan teknologi next-generation sequencing pada vektor penyakit, serta penelitian biosorpsi merkuri oleh tumbuhan air dan mikroalga.
Sesi kedua dipandu oleh Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai moderator, dengan menghadirkan narasumber Dr. Utaminingsih, S.Si., M.Sc., Dr. Dila Hening Windyaraini, S.Si., M.Sc., dan Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Sc. Penelitian yang disampaikan meliputi kajian anatomis, fitokimia dan molekuler tanaman ciplukan, kajian multidisiplin kasus dengue di Kabupaten Bantul, serta pemuliaan Cavia porcellus (Linnaeus, 1758) untuk mendukung penelitian di bidang dermatologi dan kedokteran estetika.
Melalui kegiatan diseminasi ini, Departemen Biologi Tropika berharap dapat memperkuat budaya riset, mendorong pertukaran ide-ide ilmiah, serta membuka peluang kolaborasi penelitian antara dosen dan mahasiswa guna mendukung inovasi dan pembangunan berkelanjutan.
Yogyakarta, 9 Februari 2026 — Persatuan Orang Tua Mahasiswa Biologi Gadjah Mada (POTMABIOGAMA) Angkatan 2025 secara resmi menyerahkan hibah berupa delapan unit laptop kepada Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Acara penyerahan berlangsung di ruang Senat Fakultas Biologi. Acara penyerahan hibah laptop ini turut disaksikan oleh jajaran pimpinan Fakultas Biologi UGM. Hadir Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan, bersama Prof. Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Turut serta Sukirno, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Sarjana Biologi; Amin Susiatmojo, S.Pt., M.Sc. sebagai Kepala Kantor Administrasi; serta Emi Dwi Suryanti, S.Si., M.Sc. selaku Ketua Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan. Dalam acara ini, hadir pula perwakilan mahasiswa melalui Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Laptop yang dihibahkan tersebut akan dipinjamkan kepada mahasiswa Angkatan 2025 sebagai bentuk dukungan nyata dalam menunjang kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan diri. Kehadiran hibah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa yang membutuhkan perangkat teknologi untuk menyelesaikan tugas perkuliahan maupun aktivitas akademik lainnya.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi POTMABIOGAMA 2025. Beliau menekankan bahwa dukungan dari orang tua mahasiswa melalui hibah laptop ini sangat berarti dalam membantu mahasiswa mengatasi keterbatasan fasilitas, khususnya kebutuhan perangkat teknologi yang menjadi penunjang utama dalam proses pembelajaran dan penelitian.
Sementara itu, Prof. Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. menambahkan pesan moral kepada mahasiswa penerima hibah. Beliau mengingatkan agar laptop yang dipinjamkan dapat dijaga dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan akademik, penelitian, maupun pengembangan diri. “Mahasiswa diharapkan mampu menjaga amanah ini dan menggunakan fasilitas yang diberikan sesuai dengan tujuan mulia, yakni mendukung kelancaran studi,” ungkapnya.
Penyerahan hibah ini juga menjadi momentum penting yang menunjukkan sinergi antara orang tua, mahasiswa, dan fakultas dalam mendukung kualitas pendidikan di Fakultas Biologi UGM. Kehadiran POTMABIOGAMA sebagai mitra strategis fakultas diharapkan terus berlanjut sehingga mampu memberikan dampak positif bagi keberlangsungan proses belajar mengajar dan pencapaian prestasi mahasiswa.
Dengan adanya hibah laptop ini, Fakultas Biologi UGM semakin menegaskan komitmennya untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan orang tua mahasiswa sebagai bagian dari komunitas akademik yang solid. Kegiatan ini mendukung SDG’s 4 untuk mewujudkan Pendidikan berkualitas.












































