BEM Biologi dan BEM Geografi Selenggarakan Kegiatan Donor Darah Bersama

Pada Sabtu, 11 November 2023 Departemen Sosial Masyarakat BEM Biologi UGM berkolaborasi dengan Departemen Sosial Masyarakat BEM Geografi UGM menyelenggarakan kegiatan Social Activity berupa Donor Darah. Social Activity merupakan salah satu program kerja Departemen Sosial Masyarakat BEM Biologi UGM berupa kegiatan positif yang dapat bermanfaat untuk masyarakat baik di lingkungan KMFB maupun luar KMFB, dan salah satunya adalah program Donor Darah.

Donor Darah 2023 mengusung Tema “You Live Because You Give” yang memiliki makna seseorang dapat terus melanjutkan kehidupan ketika seseorang tersebut dapat saling berbagi dan menyadari bahwa sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dengan mengikuti Donor Darah, telah mengimplementasikan bentuk saling membutuhkan dan memberi. Donor darah pada kesempatan ini bekerja sama dengan PMI Sleman. Peserta Donor Darah terbuka untuk seluruh mahasiswa/mahasiswi Universitas Gadjah Mada dan juga masyarakat umum. Proses pendaftaran peserta Donor Darah dilakukan dengan mengisi Google Form yang telah disediakan oleh panitia.

Donor Darah 2023 dibagi menjadi 3 sesi, yakni sesi 1 dimulai pukul 08.00-09.00 WIB, dilanjutkan sesi 2 pukul 09.00-10.00 WIB, dan sesi terakhir pukul 11.00-12.00 WIB. Adanya pembagian sesi tersebut bertujuan untuk menghindari kerumunan dan menjaga suasana tetap kondusif. Peserta yang hadir diarahkan untuk mengisi registrasi dan mengisi formulir kesehatan yang telah tersedia. Kemudian, peserta akan dipanggil untuk screening kesehatan dan golongan darah. Apabila peserta memenuhi kriteria, maka peserta akan diarahkan ke ruang donor darah. Setelah proses pengambilan darah, peserta mendapatkan konsumsi dari panitia dan PMI serta merchandise untuk kenang-kenangan. Namun, peserta yang belum memenuhi kriteria, diarahkan untuk mengambil merchandise dari panitia. Setelah diberikan merchandise peserta diarahkan menuju  photobooth sebagai media untuk berswafoto peserta.

Donor darah memiliki tujuan sebagai media pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk ikut serta dalam membantu mendonorkan darah yang didistribusikan kepada yang membutuhkan. Pelaksanaan Donor Darah 2023 berhasil mengantongi 25 kantong darah dari 70 peserta yang mendaftar. Dengan adanya kegiatan Donor Darah ini diharapkan dapat memberikan kebaikan, memberi inspirasi untuk melakukan kebaikan, dan membantu orang yang membutuhkan. [Penulis: BEM Biologi]

Diklat Pemantapan Senior Mahasiswa Pencinta Alam Biologi (MATALABIOGAMA)

Diklat Pemantapan Senior merupakan program kenaikan jenjang Anggota Muda MATALABIOGAMA untuk menjadi Anggota Senior, yaitu mereka yang memiliki kapabilitas untuk mendampingi Anggota Muda dalam kegiatan di lapangan karena dianggap memiliki kecakapan, skill, serta pemahaman lebih mengenai ilmu kepencintalaman dan pengetahuan mengambil data di Alam. Pada tahun 2023 ini, Diklat Pemantapan Senior Matalabiogama diselenggarakan dalam bentuk pembuatan mini research dengan gunung, hutan, dan gua sebagai orientasi dasar. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi pada Juli 2023 dan diakhiri dengan presentasi laporan akhir pada Desember 2023.

Sosialisasi kegiatan Diklat Pemantapan Senior dilakukan pada 9 Juli 2023 secara online via Zoom, lantas dilanjutkan dengan pembuatan proposal hingga 5 Agustus 2023. Dari proposal yang diajukan, dilakukan presentasi konsep penelitian pada 6 Agustus 2023 untuk review oleh Anggota Senior sebelumnya. Pengambilan data dilakukan sejak proposal dinyatakan lolos hingga November 2023 didampingi oleh Anggota Senior yang cakap di orientasi terkait. Dari data yang telah diambil, dibuat laporan akhir yang dikumpulkan dan dipresentasikan pada 17 Desember 2023 disaksikan oleh Anggota Senior dan alumni.

Dari kegiatan Diklat Pemantapan Senior MATALABIOGAMA 2023, 4 Anggota Muda dinyatakan lolos sebagai Anggota Senior. Anggota tersebut di antaranya adalah Tan Rendy, Hanan Zharifah Zahra, Nur Baehaki Romadhon, serta Achmad Naufal Yogastrio. Dengan diangkatnya keempat anggota tersebut sebagai Anggota Senior MATALABIOGAMA, diharapkan dapat membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik. Vivat et Floreat!! [Penulis: MATALABIOGAMA]

Pemaparan dan diskusi hasil penelitian bioprospekting tumbuhan di Balai Taman Nasional Gunung Merbabu.

Dalam rangka implementasi perjanjian kerja sama antara Fakultas Biologi UGM dengan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2023 adalah bioprospeksi tumbuhan obat. Salah satu spesies yang dipilih untuk dikaji potensinya adalah Centella asiatica (L.) Urb. yang dikenal dengan nama lokal pegagan. Tumbuhan ini merupakan herba perenial yang dapat tumbuh di berbagai tipe habitat, dan banyak dijumpai di kawasan Gunung Merbabu. Pada tahun ini kegiatan bioprospeksi diawali dengan penelitian profil metabolit sekunder, khususnya golongan terpene dan terpenoid. Penelitian ini menjadi langkah awal untuk menentukan tahapan selanjutnya dalam pemanfaatan pegagan, khususnya sebagai tumbuhan obat yang oleh masyarakat sekitar kawasan dikenal berfungsi dalam penyembuhan luka. Penelitian bioprospeksi ini berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya pada tujuan ketiga yaitu Good Health and Well-being. Tim Fakultas Biologi UGM yang terlibat dalam kegiatan tersebut dikoordinir oleh Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc yang telah memaparkan hasil penelitian awal bioprospeksi pegagan pada Kamis, 21 Desember 2023. Kegiatan yang berlangsung di kantor Balai Taman Nasional Gunung Merbabu dipimpin oleh Plt. Kepala Balai yaitu Dr. Nurpana Sulaksono, S.Hut., M.T., koordinator kerja sama Kristina Dewi, S.Si., M.Eng., M.Sc., dan segenap staf Pengendali Ekosistem Hutan. Dalam kegiatan tersebut dipaparkan kandungan sejumlah senyawa golongan terpenoid yang berhasil diidentifikasi menggunakan metode GC-MS. Diskusi mengenai tindak lanjut program bioprospeksi tumbuhan menghasilkan kesepakatan bahwa penelitian tahao selanjutnya untuk mengungkap lebih detil potensi dan prospek produk pegagan akan dilaksanakan tahun depan.


Pemaparan dan diskusi hasil penelitian bioprospekting tumbuhan di Balai Taman Nasional Gunung Merbabu.

Kontingen Biologi Raih 8 Medali dalam Ajang PORSENIGAMA 2023

Porsenigama atau Pekan Olahraga dan Seni Universitas Gadjah Mada merupakan sebuah ajang perlombaan di bidang olahraga dan seni bagi mahasiswa yang diselenggarakan secara tahunan. Dengan diadakannya Porsenigama ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat serta minatnya dalam bidang olahraga dan seni, serta dapat menjadi batu loncatan bagi atlet atau seniman yang unggul dari berbagai fakultas dan sekolah untuk mengharumkan nama baik almamater melalui berbagai prestasi. Porsenigama 2023 mengangkat tema “Kembara Jagaddhita” yang melambangkan bahwa Porsenigama 2023 akan menjadi kegiatan yang dapat membersamai perjalanan atlet dan seniman untuk menyalurkan ambisinya. Porsenigama tahun ini diselenggarakan secara offline pada tanggal 14 Oktober – 25 November 2023.

Pada Porsenigama tahun ini, Fakultas Biologi turut berpartisipasi pada 27 cabang lomba yang terdiri dari 14 cabang olahraga dan 13 tangkai seni. Keluarga Mahasiswa Fakultas Biologi memperoleh juara pada cabang olahraga Panahan, Pencak Silat, Judo dan Taekwondo, serta pada tangkai seni Lukis Tradisional dan Fotografi. Dalam cabang olahraga Panahan kategori Panahan Total Beregu Putra yang diwakili oleh Romualdus Marcel Prima Chrisandy (2022), Rafli Nur Muhammad Fahrezi (2022), dan Sulthon Fatih (2023) berhasil memperoleh medali perunggu. Dalam cabang olahraga Pencak Silat Putri Kategori D yang diwakili oleh Maidira Marsa Rabbani (2023) berhasil memperoleh medali emas. Dalam cabang olahraga Judo Putra yang diwakili oleh Adrian Pradipto Harmawan (2023) berhasil memperoleh medali perunggu. Dalam cabang olahraga Taekwondo kategori Taekwondo Putri Kyorugi yang diwakili oleh Naely Muna Camelia (2021) berhasil memperoleh medali perunggu. Selanjutnya, dalam tangkai seni Lukis Tradisional yang diwakili oleh Pradika Cikal Malika (2022) berhasil memperoleh medali perunggu. Terakhir, dalam tangkai seni Fotografi yang diwakili oleh Drea Akbar Nurfallah Muslim (2020) berhasil memperoleh medali perunggu.

Menurut Rizquita Brillianti, selaku Kepala Departemen Minat dan Bakat BEM Biologi periode 2022-2023, pelaksanaan Porsenigama tahun ini lebih terstruktur dibanding tahun sebelumnya. “Pihak panitia pusat dan panitia cabang pada tahun ini lebih open minded saat diberikan pertanyaan, kritik, dan juga saran. Perlombaan yang dilakukan secara offline ini sangat menarik perhatian para mahasiswa untuk berpartisipasi baik menjadi perwakilan atlet dan seniman, maupun berpartisipasi sebagai supporter. Persiapan yang dilakukan official dan kontingen dari Fakultas Biologi tahun ini sudah lebih matang dari sebelumnya sehingga dalam pelaksanaannya lebih santai. Dengan persiapan yang matang tersebut membuahkan hasil yang baik pula karena tahun ini banyak atlet dan seniman yang meraih medali mulai dari emas, perak, dan perunggu. Saya selaku Kepala Departemen Minat dan Bakat BEM Biologi mewakili staff lainnya ingin mengucapkan terima kasih dan selamat untuk seluruh atlet dan seniman yang sudah berhasil meraih medali sehingga Fakultas Biologi tidak dianggap remeh oleh fakultas lain. Terima kasih juga untuk seluruh perwakilan kontingen Biologi mulai dari atlet, seniman, official, tim supporteran Double Helix, hingga seluruh mahasiswa yang sudah mendukung dan memeriahkan Porsenigama 2023. Sampai bertemu di Porsenigama tahun depan” ujar Rizquita.

Melanjutkan Rizquita, Koordinator Kontingen Fakultas Biologi yakni Asy Syifa Paras Ceria dan Chandra Rifana Arifin mengungkapkan “Kami sangat senang dan bangga atas pencapaian atlet dan seniman teman-teman Biologi pada Porsenigama 2023, kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang sudah berpartisipasi dalam Porsenigama 2023. Kedepannya kami akan mengusahakan kritik, saran dan evaluasi yang kami dapat terkait dengan persiapan maupun pelaksanaan Porsenigama 2023 agar bisa menjadi lebih baik di tahun-tahun setelah ini. Kami juga berharap partisipasi teman-teman Biologi agar Porsenigama di tahun selanjutnya bisa berjalan lancar dan meriah”.

Seluruh prestasi gemilang yang telah didapatkan patut diapresiasi dan harapannya dapat dijadikan sebagai motivasi bagi seluruh mahasiswa Fakultas Biologi dalam menorehkan prestasi-prestasi di bidang olahraga dan seni. Adanya prestasi-prestasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi titik akhir dari sebuah perjuangan, tetapi juga dapat lebih membakar semangat dan sportivitas untuk kembali berkompetisi di Porsenigama tahun-tahun yang akan datang. [Penulis: BEM]

Mahasiswa UGM Inovasikan Cheese Stick dari Olahan Dada Ayam dan Wijen melalui Pemberdayaan Posyandu di Desa Selopamioro untuk Mencegah Stunting Berbasis Sosiopreneurship

Permasalahan stunting merupakan permasalahan yang tergolong menjadi permasalahan berjangka lama dalam proses penyelesaian akar permasalahannya, hal ini disebabkan oleh adanya keadaan malnutrisi pada balita. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bantul Tahun 2023, menyebutkan bahwa kasus stunting di Kabupaten Bantul tergolong tinggi dengan tingkat pemusat kasus dalam satu tempat yaitu di Kecamatan Imogiri dengan total anak 857 dengan 21% berada pada Desa Selopamioro pada kuartal data per Mei 2023. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut, Mahasiswa UGM menginovasikan Cheese Stick dari Olahan Dada Ayam dan Wijen melalui Pemberdayaan Posyandu di Desa Selopamioro untuk Mencegah Stunting Berbasis Sosiopreneurship. Inovasi ini diciptakan oleh Adam Satria Buana (Fakultas Geografi 2020) dan Sekar Alya Maharani (Fakultas Biologi 2021) dengan bimbingan Dr. Rika Harini., S.Si., MP.

Inovasi penelitian karya ilmiah ini diajukan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional PUBLIC HEALTH PROJECT (PHP) 2023 yang diselenggarakan oleh HMD Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang dengan tema “Driving Change with innovative ideas: Generation Z’s Impact on Global Equality and a Sustainable Future through SDGs”. Presentasi Grand Final dilaksanakan pada Sabtu, 14 Oktober 2023 melalui Zoom Meetings dengan mendapatkan Juara 2 dari total 10 tim Grand Finalis yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Penelitian ini dilakukan mulai dari Agustus hingga September 2023 di Desa Selopamioro dan Universitas Gadjah Mada yang dimulai dari perencanaan hingga pembuatan laporan. Sesuai dengan Permenkes Nomor 51 Tahun 2016, formulasi bahan cheese dibuat dengan fokus pada kandungan protein dan kalsium yaitu penambahan makanan pendamping pada anak stunting memiliki kandungan protein 8-12 gram dan kalsium 225-450mg. Berdasarkan hasil uji yang didapatkan dari Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada, dalam 100 gram sampel yang diujikan, kandungan protein sebagai makronutrien memiliki kadar 12,20% dari total jumlah kandungan gizi yang tersedia. Sedangkan pada kalsium yang tergolong dalam mikronutrien di mana nutrisi ini hanya dibutuhkan dalam skala kecil didapatkan sebesar 0,45%. Kandungan yang dimiliki cheese stick sehat memenuhi batas minimum snack tambahan untuk penderita stunting yaitu 9,38% dan sesuai dengan Permenkes Nomor 51 Tahun 2016 yang memerlukan protein 8-12 gram dan kalsium 225-450mg. Mayoritas masyarakat dalam presentase 80% belum paham mengenai urgensi penambahan makanan sampingan yang sehat untuk mencegah maraknya kasus stunting di Desa Selopamioro. Melalui adanya sosialisasi pelatihan sosiopreneurship cheese stick sehat, 90% masyarakat sadar akan pentingnya mencegah kasus stunting semakin marak terjadi salah satunya dengan memberikan snack tambahan yang sehat untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi balita per harinya.

Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukan tingkat keberhasilan pemberian chesee stick sebagai pembantu dalam pemenuhan protein dan kalsium harian balita dan anak yang mengalami stunting. Hal ini dibuktikan presentase keberhasilan kenaikan tinggi badan sebesar 89,01% atau total 81 balita dan anak yang mengalami kenaikan tinggi badan, dari 91 balita dan anak. Selain itu tingkat keberhasilan inovasi chesee stick juga mempengaruhi dalam kenaikan berat badan balita dan anak dengan presentase keberhasilan 93,41% atau total 85 balita dan anak mengalami kenaikan berat badan, dari total anak yang diberikan perlakukan 91 balita dan anak. [Penulis: Sekar Alya Maharani]

Mahasiswa UGM Inovasikan Platform Konsultasi Kesehatan Mental sebagai Solusi Self Diagnose pada Generasi Z dengan Pendekatan Group Mentoring

Kesehatan mental kini merupakan isu yang hangat dibicarakan oleh Generasi Z. Dengan maraknya isu yang beredar, banyak Generasi Z yang melakukan self-diagnose sesuai dengan  ciri-ciri ganggungan mental yang beredar. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut, Mahasiswa UGM menginovasikan Platform Konsultasi Kesehatan Mental dengan Pendekatan Group Mentoring. Platform ini diinovasikan oleh Adam Satria Buana (Fakultas Geografi 2020) dan Sekar Alya Maharani (Fakultas Biologi 2021).

Inovasi penelitian yang dimulai dari banyaknya kasus self-diagnose yang saat ini banyak dialami oleh kaum remaja hingga dewasa Generasi Z ini diajukan dalam Next Gen Entrepreuner Competition (NGEC) 2023 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan pada 22 Juli 2023 dan telah berhasil memperoleh Juara 3 dari total 10 tim Grand Finalis yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Tema yang diusung pada kompetisi ini yaitu “Stand Out With Your Inovative Bussines Plan as a Future Entrepenuer”, sehingga kedua mahasiswa menginovasi dan menyajikan ide kreatif berupa pembuatan aplikasi konsultasi kesehatan mental dengan pendekatan group mentoring.

Mental issues kini semakin marak dibicarakan oleh khalayak ramai terutama dikalangan remaja Generasi Z. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Annury, dkk, 2021 menunjukan bahwa 24,80% total dari 100 remaja generasi Z SMA di seluruh Indonesia melakukan self diagnose. Salah satu cirinya yaitu Generasi Z yang menyukai hal yang sedang trending, sehingga FOMO (Fear of Missing Out) dengan apa yang terjadi saat ini terkhususnya mengenai kesehata mental. Self diagnose merupakan keadaan dimana seseorang berasumsi tentang masalah kesehatan yang dialami dan mengdiagnosis diri sebagai pengidap gangguan mental tanpa bantuann professional (Kaligis, 2021). Hal tersebut dapat berdampak pada tingkat kecemasan yang terjadi di dalam diri semakin meningkat.

Platform yang diciptakan berupa Web-Aplikasi dengan nama TEMU GEN-Z. TEMU GEN-Z merupakan singkatan dari Teman CeritaMU Generasi Z. Nama ini dirumuskan karena penanganan dari masalah kesehatan mental dapat dimulai dengan konsultasi melalui cerita mengenai permasalahan yang dihadapinya. TEMU GEN-Z hadir dengan personal touch melalui monitoring yang dilakukan dalam grup diskusi. Web-aplikasi ini sebagai penunjang kesehatan mental dengan fitur konsultasi, tes psikologi, grup diskusi, pelayanan obat, dan konten #YukCerita. TEMU GEN-Z memiliki logo yang diartikan sebagai jiwa yang bebas tanpa adanya gangguan di dalamnya. [Penulis: Sekar Alya Maharani]