SDG 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera Pembanguan Berkelanjutan
Pada hari Sabtu, 8 November 2023, telah dilaksanakan kegiatan lanjutan dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)-Desa Binaan Fakultas Biologi UGM yang diketuai oleh diketuai oleh Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. dengan dosen anggota Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dari Fakultas Biologi UGM dan Tri Joko, S.P., M.Sc., Ph.D. dari Fakultas Pertanian. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini mengangkat judul “Budidaya Kelengkeng Lokal Unggul Dengan Polinator Lebah Berbasis Integrated Farm Guna Meningkatkan Produktivitas Masyarakat di Desa Sinduadi”. Agenda yang dilaksanakan diantaranya sosialisasi terkait Zero Waste Life sebagai Wujud Circular Economy untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa Sinduadi, Mlati, Sleman yang dipaparkan oleh tim MBKM Dr. Ign. Sudaryadi, M.Kes., serah terima bibit kelengkeng sejumlah 10 bibit, serta pematerian sosialisasi terkait hama penyakit tanaman pada cabai dan kelengkeng oleh Tri Joko, S.P., M.Sc., Ph.D.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi oleh mahasiswa tim PkM-MBKM Dr. Ign. Sudaryadi, M.Kes. terkait Zero Waste Life sebagai Wujud Circular Economy untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa Sinduadi, Mlati, Sleman. Dalam pemaparan materi tersebut, disampaikan terkait pengertian zero waste, konsep zero waste, langkah-langkah untuk memulai gaya hidup zero waste, dan korelasi antara zero waste dengan circular economy. Zero waste merupakan konsep yang berfokus pada kebijakan penggunaan produk sekali pakai. Implementasi hal tersebut dapat dilakukan dengan 5 konsep zero waste yaitu refuse, reduce, reuse, recycle, dan rot. Dalam pelaksanaannya, zero waste dapat dilakukan dengan berbelanja dengan wadah pribadi, menghindari produk sekali pakai, memisahkan sampah organik dan anorganik, serta mengonsumsi makanan sesuai dengan plan menu yang telah direncanakan. Penerapan zero waste dapat sejalan dengan circular economy yang menitikberatkan pada pengolahan kembali barang yang telah digunakan.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan pupuk serta bibit tanaman kelengkeng sebanyak 10 bibit. Penyerahan pupuk dilaksanakan oleh Dr. Ign. Sudaryadi, M.Kes dari perwakilan Fakultas Biologi UGM kepada ketua Kelompok Tani, Sinduadi, Mlati. Penyerahan bibit kelengkeng kepada Kelompok Tani Desa Sinduadi dilaksanakan oleh Bapak Yusuf Sulaiman, S.I.P., praktisi budidaya Kelengkeng Sleman dari Stasiun Penelitian Sawitsari, Fakultas Biologi UGM. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait hama penyakit pada tanaman khususnya cabai dan kelengkeng. Pemaparan materi disampaikan oleh Tri Joko, S.P., M.Sc., Ph.D. Dalam materi tersebut, disampaikan macam-macam penyakit yang umum dijumpai pada tanaman cabai, diantaranya layu bakteri, layu Fusarium, antraknosa, virus kuning, serta bercak daun. Sementara itu, penyakit-penyakit yang dapat menyerang tanaman kelengkeng diantaranya bercak gloesporium, akar hitam, layu Fusarium, serta bercak pestalotia. Acara diakhiri dengan penyerahan booklet hama penyakit tanaman oleh Tri Joko, S.P., M.Sc., Ph.D. kepada ketua Kelompok Tani Wanita (KWT) Sinduadi, Mlati.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh Kelompok Tani Desa Sinduadi. Dilaksanakannya kegiatan PkM-Desa Binaan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan serta mengenalkan teknik budidaya tepat guna dalam produksi tanaman kelengkeng sebagai salah satu langkah penguatan ekonomi masyarakat di Desa Sinduadi.
PENGEMBANGAN DIRI STAF KONTRAK JASA PERSEORANGAN : KEBERSAMAAN UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIFITAS KERJA
Kelompok Studi Entomologi (KSE) telah menyelenggarakan acara Seminar Kewirausahaan dengan tema “Potensi Bisnis Lebah Klanceng di Era Digital: Studi Kasus Peternak Lokal” pada Sabtu, 11 November 2023. Seminar Kewirausahaan ini dilaksanakan pada pukul 15.00 s.d 17.00 WIB di Wisma Merbabu, Kaliurang seiring dengan dilaksanakannya kegiatan Diklat Penetasan Telur KSE XXV dan Entotalk #2. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai kewirausahaan, serta mengidentifikasi peluang bisnis yang potensial berkaitan dengan Entomologi.
Kegiatan dihadiri oleh Telur KSE dan anggota aktif KSE, serta dipandu oleh Novia Noor (KSE XXII) dan Adzkiya Aqmaliza (KSE XXIII). Dalam Seminar Kewirausahaan kali ini menghadirkan pembicara yaitu Bapak Setyo Adi Winarno, S.Si. sebagai seorang pembudidaya dan pebisnis lebah klanceng yang sukses dan memiliki relasi yang sangat luas. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan lebah klanceng, penjelasan produk turunan madu seperti beeswax dan propolis, pencarian bibit dan pembiakan lebah klanceng, manfaat-manfaat yang diperoleh dari madu lebah klanceng, tips dan trik sebagai pebisnis, dan lain-lain. Dalam penyampaian materi tersebut seluruh peserta antusias memperhatikan dan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menarik. Setelah dilakukan tanya-jawab, acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan dokumentasi bersama. [Penulis: KSE]
Kelompok Studi Entomologi (KSE) menyelenggarakan kegiatan Entotalk dengan mengusung tema “Peluang Kerja, Penelitian & Studi Lanjut Mengenai Entomologi”. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota KSE serta mengasah kemampuan tentang keseranggaan. Kegiatan dengan narasumber R. Hanindyo Adi, S.Si., M.Si. ini dilaksanakan di Wisma Merbabu, Kaliurang bersamaan dengan rangkaian acara diklat penetasan. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 12.45 WIB ini dipandu oleh Sheva Rimma Dhanty (KSE XXIII) sebagai moderator. Selama kegiatan, seluruh anggota yang hadir aktif menyimak dan memahami penyampaian materi dari narasumber.
Rangkaian kegiatan Entotalk diawali pada pukul 12.45 dengan pembukaan dari moderator. Setelah dibuka oleh moderator, sesi pematerian berlangsung secara interaktif mengenai peluang kerja apa saja yang terbuka bagi seorang entomolog, ide-ide penelitian tentang entomologi, hingga studi yang lebih komprehensif mengenai entomologi. Setelah sesi pematerian selesai, beberapa audiens aktif memberikan pertanyaan kepada narasumber ketika sesi tanya jawab. Agenda Entotalk berakhir pada pukul 14.15 dan ditutup oleh moderator serta penyerahan kenang-kenangan kepada narasumber. [Penulis: KSE]
Pada Sabtu, 28 Oktober 2023 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Departemen Sosial Masyarakat BEM Biologi UGM beserta Biology Orchid Study Club (BiOSC) melakukan peringatan Hari Sumpah Pemuda melalui kegiatan Project Kebaikan. Kegiatan Project kebaikan merupakan program kerja Departemen Sosial Masyarakat dalam bentuk berbagi kebaikan terhadap yang membutuhkan. Acara kali ini dilaksanakan dengan berbagi makanan, sesi sharing tentang Hari Sumpah Pemuda, dan ditutup dengan pemberian stiker pada poster yang dibagikan. Acara Project Kebaikan dilaksanakan di beberapa titik yang ada di sekitar UGM yaitu di Bundaran Hutan Biologi, Selokan Mataram, Sekolah Vokasi, dan Gejayan. Acara ini dilaksanakan oleh 21 orang panitia, diantaranya 14 orang panitia dari BEM Biologi dan 10 orang dari BiOSC. Selain itu, partisipasi dalam acara ini terdapat 40 orang dengan berbagai usia, mulai dari usia dewasa hingga lanjut usia.
Acara Project Kebaikan 2023 dilaksanakan pada pukul 17.20-20.00 WIB. Pembukaan dimulai pada pukul 18.00 WIB yang dipandu oleh Aulia Robiatul sebagai Koordinator Lapangan. Acara ini diawali dengan salam dan sapa, serta doa pembuka. Acara dilanjutkan dengan Moving dari fakultas ke lokasi target masing-masing kelompok, dengan membagi 3 kelompok dengan masing-masing akan dibersamai oleh panitia dari BEM Biologi dan BiOSC untuk memberikan makanan kepada yang membutuhkan di sekitar UGM. Kemudian dilanjutkan sesi sharing untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan bertanya harapan untuk anak muda generasi bangsa untuk Indonesia. Setelah itu, acara ini ditutup dengan dokumentasi bersama partisipan dan panitia. Dengan berakhirnya acara ini diharapkan dapat memberikan kebaikan bagi yang membutuhkan dan juga sebagai aksi sosial BEM Biologi bersama BiOSC dalam memperingati Sumpah Pemuda. [Penulis: BEM]
Empat mahasiswi dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan 2021 yaitu Salfa Athallah Agtari N, Salma Nur Majidah, Saffanah, dan Safira Pramesti Wibowo telah melakukan Kerja Praktik di Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cibinong-Bogor. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3 Juli s.d 3 Agustus 2023 yang lalu.
Kerja Praktik ini dipandu oleh Emma Sri Kuncari, M.Si. sebagai Pembimbing Lapangan, yang merupakan peneliti di Kelompok Riset Etnobotani, Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi. Keempat mahasiswi bimbingan dosen Fakultas Biologi UGM Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. ini selama di Cibinong diperkenalkan dengan beberapa aktivitas penelitian, staf, dan fasilitas penunjang terkait kegiatan penelitian seperti Herbarium Bogoriense, Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia, dan Kebun Raya Bogor pada Ex. Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini.
Selama satu bulan melakukan kegiatan Kerja Praktik, keempat mahasiswi ini dibimbing untuk melakukan kegiatan penelitian ilmiah dengan metode deskriptif berupa survei. Salfa dan Salma melakukan studi etnobotani herbal dalam produk kosmetika yang beredar di Kota Bogor, sedangkan Saffanah dan Safira melakukan penelitian serupa terkait dengan suplemen makanan.
Tema penelitian Kerja Praktik ini berkaitan dengan studi etnobotani, yaitu ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan secara kompleks, termasuk kepercayaan dan kebudayaan terkait pemanfaatan tumbuhan. Pada kesempatan ini para mahasiswi diperkenalkan tentang herbal (tumbuhan) yang digunakan oleh masyarakat Bogor, berupa produk kosmetik dan suplemen makanan.
Pengalaman selama perjalanan, penelitian, dan kehidupan selama Kerja Praktik di Bogor ini, diharapkan dapat memberikan gambaran dan dijadikan bekal para mahasiswi dalam melakukan penelitian tugas akhir dan kehidupan mereka selanjutnya.
Selaku pembimbing lapangan, Emma berharap Kerja Praktik ini dapat membuka wawasan para mahasiswi bahwa penelitian tidak harus dilakukan di laboratorium melalui metode eksperimental, namun dapat juga dilakukan dengan mengambil data dari lapangan melalui metode deskriptif seperti survei, studi kasus, dan studi literatur.
Harapan bagi masyarakat luas agar lebih sadar memilih dan menggunakan produk kosmetik dan suplemen makanan berbahan alam yang lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan sintetis, sekaligus melestarikan pengetahuan tradisional Indonesia terkait tumbuhan, untuk pemanfaatan yang berkelanjutan (Emma Sri Kuncari, Mahasiswa Program Doktoral Fakultas Biologi UGM).
Merck Young Scientist Award (MYSA) 2023 telah memilih para peneliti muda yang lolos 12 besar semifinalis pada tanggal 25 Oktober 2023. Program MYSA bertujuan untuk mengajak para ilmuwan muda untuk berdiskusi bersama, berbagi ide, mengembangkan penelitian ilmiah, dan berkolaborasi untuk menciptakan terobosan baru sekaligus juga untuk menghargai dedikasi para ilmuwan dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia. Selain itu, MYSA juga bertujuan untuk menginspirasi dan mendorong ilmuwan muda untuk menciptakan inovasi life science dan menghadirkan solusi untuk mengatasi berbagai tantangan di bidang kesehatan. Program ini telah dimulai sejak tahun 2018, sehingga tahun 2023 ini merupakan penyelenggaraaan yang ke lima. Tahun ini, Merck berkolaborasi dengan Organisasi Riset Ilmu Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (“BRIN”) dan Universitas Gadjah Mada yang juga berperan selaku dewan juri untuk memberikan penilaian yang optimal terhadap para peserta.
12 besar semifinalis Merck Young Scientist Award (MYSA) 2023 berasal dari berbagai institusi diantaranya Institut Teknologi Sumatera, Sumbawa University of Technology, Universitas Gadjah Mada, Indonesia International Institute for Life Sciences, Universitas Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), IMERI FKUI, dan PT Bio Farma. Peserta diseleksi oleh dewan juri yang dipimpin oleh Prof. Dr. apt. Edy Meiyanto M.Si dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, beranggotakan Iman Hidayat., Ph.D dan Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman., M.Eng., Ph.D dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ilma Equilibrina., Ph.D dari Merck, dan Dr. Riza Arief Putranto., D.E.A dari The Indonesian Society for Bioinformatics & Biodiversity.
Melalui hasil penjurian yang sangat ketat, Sigit Dwi Maryanto., S.Si., M.Sc dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada berhasil menjadi salah satu peserta yang masuk ke dalam 12 besar semifinalis. Tema yang diangkat mengenai efisiensi penyerapan nutrisi di kelapa sawit. Secara umum, Sigit Dwi Maryanto., S.Si., M.Sc menjelaskan bahwa penelitiannya akan menghasilkan produk hilirisasi jangka pendek berupa target marka molekular terkait efisiensi nutrisi di kelapa sawit, sedangkan target jangka panjangnya adalah progeni kelapa sawit efisiensi nutrisi. Penelitian ini tentu saja memberikan kontribusi yang baik bagi produksi kelapa sawit.
Acara puncak kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 23 November 2023 di Jakarta. Pada acara puncak nanti ke-12 finalis akan mempresentasikan terkait risetnya dan akan diumumkan pemenangnya. Oleh karena itu, Sigit Dwi Maryanto., S.Si., M.Sc berharap semoga pada saat presentasi nanti dapat memberikan performa terbaik sehingga dapat pulang dengan membawa kemenangan, yang tentunya membawa harum Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.(Vita Meylani, Mahasiswa Program Doktor Semester Gasal 2023, Fakultas Biologi)
Pada Rabu, 15 November 2023 telah berlangsung sosialisasi tentang “TOGA: Khususnya Jahe dan Kunyit, Pemanfaatan, Penyimpanan, Penanaman, dan Hama serta Pengendaliannya” yang merupakan hasil kolaborasi staf pengajar di 3 laboratorium di Fakultas Biologi UGM, yaitu Laboratorium Fisiologi Hewan, Entomologi dan Sistematika Hewan. Pada kegiatan ini dihadiri oleh 34 ibu-ibu anggota PKK Rt 22 RW 05 Prengan Kotagede Yogyakarta, dengan ketua Ibu Yunizar.
Materi Pertama disampaikan oleh Ibu Dra. Mulyati, M.Si., terkait materi kunyit dan jahe, pemilihan bahan, cara pencucian, penyimpanan dalam jangka pendek maupun jangka panjang agar tetap berkualitas (tidak keriput, terserang jamur/serangga) dapat dimanfaatkan secara baik dan tetap menyehatkan. Materi selanjutnya tentang penanaman TOGA, yang diawali dengan penyiapan media tanam (tanah liat, pupuk daun, pupuk hewan /kendang, atau dengan pupuk cair). Disampaikan pula oleh Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti W. Astuti, DAP&E, M.Biomed, bahwa apabila lahan terbatas, penanaman dapat dilakukan di teras rumah dengan menggunakan polybag, juga untuk bibit tanaman agar dipilih yang bagus, yang telah bertunas, dan ditambahkan air secukupnya, agar perakaran yang terbentuk tidak membusuk.
Materi terakhir disampaikan oleh Ibu Dr. Siti Sumarmi, yang menyampaikan tentang hama pada tanaman kunyit dan Jahe, terutama adalah kutu daun dan kutu kebul. Disampaikan pula bahwa untuk mengendalikan hama secara terpadu diperlukan pemilihan bibit yang berkualitas, memanfaatkan musuh alami, pengendalian secara fisik, menggunakan insektisida dengan bahan yang ramah lingkungan (ekstrak tanaman), atau dengan cara tanam tumpangsari. Penggunaan insektisida sintetis hanya dilakukan apabila dalam kondisi darurat, karena bahan ini toksik, sehingga akan mencemari lingkungan. Pada kegiatan ini juga diberikan waktu untuk diskusi, dan diakhiri dengan foto bersama.
Selalu ada jalan untuk belajar….
Salam Lestari dari Fakultas Biologi…..
































