SDG 4 : Pendidikan Berkualitas
Small Group Discussion (SGD) Anggota Madya merupakan serangkaian kelas pematerian yang harus diikuti oleh seluruh Anggota Madya KSK Biogama di masing-masing Kelas Keilmuan. Program kerja SGD berada di bawah pengawasan Pilar PSDM dan Pilar Keilmuan, khususnya bagian HRD dan Kurikulum. Program ini berjalan selama kurang lebih enam bulan dimulai pada bulan Maret hingga awal September 2023. Rangkaian SGD Anggota Madya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Anggota Madya berkaitan dengan Kelas Keilmuannya masing-masing.
Pelaksanaan SGD Madya bersifat tentatif dan fleksibel bergantung pada kesepakatan jadwal masing-masing Kelas Keilmuan. Rangkaian SGD Madya terbagi menjadi dua kegiatan utama, yaitu pematerian oleh Anggota Ahli dan diskusi jurnal tentang topik yang dibahas pada saat pematerian. Rata-rata jumlah topik pematerian yang disampaikan dan dibahas pada SGD Madya masing-masing Kelas Keilmuan terdiri dari 6-9 materi, meliputi penulisan karya ilmiah dan publikasi, teknik sampling dan preservasi, morfologi dan anatomi, fisiologi dan ekologi berbagai biota laut anggota Kelas Keilmuan terkait, serta beberapa materi pendukung lainnya.
Secara umum, pelaksanaan SGD Madya dilaksanakan secara luring penuh dan kegiatan ini merupakan rangkaian wajib yang harus diikuti oleh masing-masing Anggota Madya. Setelah Anggota Madya berhasil mengikuti dan menyelesaikan seluruh rangkaian SGD Madya tersebut, mereka diwajibkan mengerjakan ujian yang disebut sebagai Ujian Tengah Kelas Keilmuan (UTKK) untuk mengukur seberapa paham Anggota Madya tentang Kelas Keilmuannya masing-masing. Ujian tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 16 September 2023 secara daring yang terdiri dari dua sesi ujian, meliputi ujian tertulis dan ujian wawancara. Hasil penilaian pada rangkaian SGD tersebut beserta hasil UTKK akan dikembalikan dan dilaporkan kepada masing-masing Anggota Madya dalam bentuk Kartu Hasil Studi (KHS). Hasil studi tersebut selain menjadi bahan pelaporan, juga digunakan sebagai pertimbangan untuk kenaikan jenjang dari Anggota Madya menjadi Anggota Ahli KSK Biogama berikutnya. [Penulis: KSK]

Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) bekerja sama dengan Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengembangkan teknologi DNA forensik dalam upaya penegakan hukum yang lebih efektif dalam kasus perdagangan barang sitaan yang diduga berasal dari dugong. Dugong, yang sering dikenal sebagai “sapi laut,” merupakan mamalia laut yang terancam punah yang hidup di perairan sekitar Indonesia. Salah satu ancaman utama bagi spesies ini adalah perdagangan ilegal produk-produk yang berasal dari dugong, termasuk tulang, gading, dan dagingnya.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber produk dugong yang terlibat dalam perdagangan ilegal melalui analisis DNA forensik yang lebih canggih. Dr. Dwi Sendi Priyono, Dosen Fakultas Biologi UGM, yang memiliki keahlian dalam analisis DNA Forensik satwa liar bekerja sama dengan Pomal untuk mengimplementasikan teknik analisis DNA forensik.

“Melalui analisis DNA forensik, kita dapat menentukan spesies dan membedakan individu dugong dan mengonfirmasi asal-usul produk dugong. Ini akan membantu penyidik untuk melacak jejak perdagangan ilegal dan mengambil tindakan yang lebih tegas.” Upaya kolaborasi ini diharapkan akan meningkatkan penegakan hukum dan perlindungan terhadap dugong, serta mendukung konservasi spesies ini. Keberlanjutan ekosistem laut Indonesia dan perlindungan satwa-satwa langka adalah prioritas bersama yang diemban oleh Pomal dan Dosen Fakultas Biologi UGM.
Forum Mahasiswa Peneliti Genetika (FORMASIGEN) telah mengadakan GenTalk yang merupakan wadah untuk mendiskusikan hasil penelitian skripsi di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi UGM. GenTalk kali ini dilaksanakan pada Rabu, 13 September 2023 dan menghadirkan Syallom Gita Maharani, S.Si. sebagai narasumber dengan topik “Deteksi Polimorfisme rs249954 dan rs16940342 Gen PALB2 pada Wanita dengan Kanker Payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta”. Kegiatan ini diadakan melalui Zoom meeting dan bersifat terbuka untuk umum sehingga dihadiri oleh 32 partisipan yang terdiri atas anggota FORMASIGEN dan beberapa mahasiswa Fakultas Biologi UGM lainnya.
Kegiatan ini dimulai pada 19.30 WIB dan dibuka oleh Muhammad Helmi Fauzan selaku Ketua FORMASIGEN 2023. Dalam Gentalk ini, narasumber memulai pemaparan dengan menjelaskan latar belakang penelitian ini yakni >80% kasus kanker payudara dapat terdeteksi pada stadium lanjut sehingga upaya pengobatan semakin sulit dilakukan. Hal ini pun mendorong adanya deteksi dini kanker payudara, khususnya di tingkat genetik dan molekuler. Gen PALB2 merupakan gen yang berpotensi menimbulkan kanker payudara dengan risiko sedang. PALB2 sendiri memiliki varian berupa SNP rs249954 dan rs16940342 yang meningkatkan risiko kanker payudara di populasi wanita Asia. Hasil penelitian ini menunjukan adanya SNP rs249954 (C>T) pada pasien dengan diagnosa patologi anatomi subtipe Triple Negative dan genotip homozigot TT, sedangkan SNPrs16940342 (A>G) dijumpai pada pasien subtipe Luminal B dan genotip homozigot GG.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan dari partisipan yang hadir sehingga muncul diskusi yang menarik. GenTalk pun diakhiri dengan sesi foto bersama. Melalui GenTalk ini, diharapkan informasi terkait pentingnya deteksi kanker payudara dengan menargetkan gen-gen yang berpotensi sebagai pemicu dapat dipahami dan menjadi salah satu acuan dalam meningkatkan ide dalam melakukan penelitian di bidang Genetika. [Penulis: Formasigen]
Upgrading Madya KSK Biogama telah dilaksanakn pada 17 September 2023 di Ruang 1 Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini berfokus untuk mempererat hubungan antar Anggota Madya, mempererat hubungan antara Anggota Madya dengan Anggota Ahli, mengevaluasi kompetensi Anggota Madya sesuai spesialisasi keilmuan masing-masing, serta kegiatan evaluasi diri untuk mempersiapkan Anggota Madya menuju ke jenjang Anggota Ahli (Pengenalan SMK Anggota Ahli). Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini yakni untuk meningkatkan softskill antara Anggota Madya dan sebagai tempat untuk saling bertukar pikiran, sharing, evaluasi, dan brainstorming antara sesama Anggota Madya dan juga dengan Anggota Ahli.
Kegiatan Upgrading Madya dimulai pada pukul 16.00 WIB yang dibuka dengan menyanyikan lagu Mars KSK. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan SMK (Standar Mutu Kader) Anggota Madya oleh perwakilan dari PSDM. Selanjutnya, anggota Madya dan Anggota Ahli Kelas Keilmuan masing-masing dipersilahkan berkumpul dan melaksanakan forum untuk sarana evaluasi dan menyampaikan pendapat terkait kegiatan yang telah dilaksanakan Kelas Keilmuan masing-masing. Selain itu, forum Kelas Keilmuan ini juga bertujuan untuk tempat berdiskusi antara Anggota Madya dan Anggota ahli terkait Kelas Keilmuannya masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan forum angkatan oleh Anggota Madya, di mana melalui forum ini Angkatan DXXII akan berdiskusi dan melakukan evaluasi terkait masalah angkatan dan juga evaluasi kegiatan KSK secara keseluruhan.
Melalui forum yang telah dilaksanakan, baik forum Kelas Keilmuan maupun forum Angkatan, anggota Madya KSK Biogama angkatan Diklat XXII dapat menyampaikan segala keluh kesah maupun evaluasinya secara terbuka, sehingga harapannya kualitas dan kinerja Kelas Keilmuan dan KSK secara umumnya dapat berjalan dengan lebih baik. Selain itu, diharapkan pula hubungan antara Anggota Madya dan Anggota Ahli dapat terjalin dengan lebih erat. Kegiatan Upgrading Madya ditutup dengan penyampaian kegiatan Diklat Lanjut XIII oleh Koordinator Panitia. Acara lalu ditutup dengan doa dan dokumentasi bersama. [Penulis: KSK]
Kelompok mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi berupa medali perak pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Universitas Brawijaya Tingkat Nasional 2023. Kelompok ini dibimbing oleh Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. selaku dosen pembimbing dan diketuai oleh Johs Carlo Edison Abon (Biologi 2022) dengan beranggotakan Adi Citra Prima Pranata (Biologi 2022), Agnetta Danastri Dardjito (Biologi 2022), Chandra Rifana Arifin (Biologi 2022), dan Muhammad Fathin Setya Daffa (Biologi 2022). Lomba ini adalah lomba penulisan karya ilmiah yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya pada 1 Juni – 13 September 2023 dengan tema “Bersinergi Membangun Negeri dengan Inovasi Terapan Teknologi Menuju Indonesia Mandiri”.
Karya ilmiah yang diajukan mengusung sub tema “Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup” berjudul “Implementasi Tanaman Bioluminescent Trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr) sebagai Penerangan dan Bioakumulator Polusi di Lingkungan Urban Indonesia”. Karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh permasalahan polusi udara dan polusi cahaya pada daerah urban di Indonesia. Polusi udara ini disebabkan oleh peningkatan mobilitas penduduk yang mengakibatkan peningkatan penggunaan kendaraan bermotor. Pada tahun 2019, sebanyak 232,974 kematian di Indonesia disebabkan oleh polusi udara. Selain itu, jalanan di perkotaan memerlukan penerangan yang merata yang menghasilkan polusi cahaya dan peningkatan kebutuhan energi fosil.
Solusi yang diangkat pada karya tulis ilmiah ini berupa pohon trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr) yang direkayasa secara genetik menjadi tanaman bioluminescent yang dapat memancarkan cahaya tanpa memerlukan daya listrik. Hal ini dilakukan dengan penyisipan kluster gen penghasil kompleks enzim luciferin-luciferase berupa Luz, HispS, H3H, dan CPH ke dalam pohon trembesi melalui metode kloning DNA dan penginjeksian melalui stomata daun pohon trembesi. Kluster gen tersebut diperoleh dari jamur bioluminescent berupa Neonothopanus nambi yang mampu memancarkan cahaya dengan sendirinya serta dapat ditemukan di Indonesia, tepatnya di Sumatera Barat. Dengan kata lain, proses yang menghasilkan cahaya di N. nambi yang telah dijelaskan sebelumnya dipindahkan ke pohon trembesi melalui rekayasa genetika.
Dibalik pemilihan pohon trembesi, terdapat suatu alasan ekologis. Pohon trembesi memiliki kemampuan untuk menyerap polutan logam berat dan karbon dengan efektif dan efisien. Setiap tahunnya, satu pohon trembesi dapat menyerap gas CO2 sebanyak 28,5 ton. Oleh karena itu, pohon trembesi yang bioluminescent diharapkan mampu men-tackle permasalahan polusi cahaya dan polusi udara di jalanan urban. Selain itu, penanaman pohon trembesi bioluminescent akan melejitkan nilai estetika di daerah urban Indonesia. [Penulis: Johs Carlo Edison Abon]


































