Arsip:
SDG 5 : Kesetaraan Gender
Yogyakarta, [18 Oktober 2025] Kelompok Studi Entomologi (KSE) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melanjutkan rangkaian kegiatan Entoacademy 2025 melalui pelaksanaan Diklat Lapangan. Kegiatan ini bertempat di Lava Bantal, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berfokus pada penerapan teknik manajemen serangga serta pendalaman tujuh ordo besar serangga melalui pengamatan langsung di lingkungan alam. Diklat Lapangan ini ditujukan untuk calon anggota (Telur KSE XXVII).
Selama kegiatan berlangsung, seluruh Telur dibagi menjadi empat kelompok dengan masing-masing pembimbing. Setiap kelompok kemudian melaksanakan sampling di area yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah mendapatkan beberapa serangga dari berbagai ordo, seluruh Telur melakukan preservasi untuk kemudian mempresentasikan hasil sampling kelompok masing-masing. Melalui kegiatan yang dikemas dengan pendekatan praktik langsung (hands-on), Telur mendapatkan pengalaman nyata tentang metode sampling dan pemahaman mengenai peran penting serangga dalam ekosistem Lava Bantal. Diklat Lapangan menjadi salah satu momentum bagi KSE untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik lapangan sekaligus menjaga ikatan antaranggota. KSE Biologi UGM terus menumbuhkan generasi muda yang berwawasan, peduli, dan berjiwa peneliti dalam menyikapi keanekaragaman serangga di alam bebas. [Penulis: KSE]
Sabtu, 25 November 2025 – Biology Orchid Study Club (BiOSC) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali melaksanakan kegiatan kunjungan divisi ke Kebun Budidaya Anggrek dan Kopi Turgo milik Bapak Musimin, yang berlokasi di Dusun Turgo, Kelurahan Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan BiOSC sebagai bentuk pembelajaran lapangan bagi anggota dalam memahami teknik konservasi dan budidaya anggrek di lereng Merapi.
Kegiatan ini diadakan oleh tiga divisi Biology Orchid Study Club (BiOSC) sebagai bentuk kegiatan belajar anggota BiOSC langsung dengan pakar konservasi anggrek. Kegiatan ini diketuai oleh Sasi Dian Mutia dengan dukungan dari anggota divisi-divisi BiOSC lainnya.
Acara dimulai dengan sambutan dari ketua panitia, diikuti oleh sambutan dari Ketua BiOSC, Ramadhan Nur Khoiruddin, yang menyampaikan harapannya agar para peserta dapat memperdalam pengetahuan mengenai teknik konservasi anggrek khas Merapi serta menumbuhkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati Indonesia.
Sesi utama acara diisi dengan talkshow interaktif bersama Bapak Musimin, penggiat konservasi anggrek Merapi sekaligus pemilik kebun anggrek dan warung kopi Turgo. Melalui sesi bincang santai ini, beliau berbagi kisah inspiratif tentang bagaimana awal mula ketertarikannya dalam melestarikan anggrek spesies khas Merapi, terutama pasca-erupsi besar tahun 2010.. Beliau menceritakan bagaimana anggrek-anggrek yang tersisa pasca-erupsi diselamatkan, diperbanyak, dan sebagian dikembalikan ke habitat alaminya. Beragam tantangan dihadapi, mulai dari kondisi lingkungan yang ekstrem hingga kesadaran masyarakat yang masih terbatas terhadap pentingnya pelestarian anggrek. Meski begitu, semangat Bapak Musimin untuk menjaga kelangsungan hidup anggrek endemik Merapi tidak pernah padam.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi rekreasi dan eksplorasi hutan desa di Turgo, di mana peserta berkeliling bersama Bapak Musimin untuk melihat langsung berbagai koleksi anggrek khas Merapi seperti Vanda tricolor, Calanthe triplicata, dan Appendicula reflexa. Peserta juga belajar mengenali karakteristik habitat alami anggrek dan pentingnya menjaga ekosistem tempat tumbuhnya.
Acara diakhiri dengan penyerahan plakat dan kenang-kenangan kepada Bapak Musimin serta sesi dokumentasi bersama seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, BiOSC berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan para pegiat konservasi lokal, sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda dalam menjaga kelestarian flora endemik Indonesia, khususnya anggrek Merapi.
BiOSC Tumbuh, Berkembang, Lestari! [Penulis: BiOSC]
Yogyakarta, 24 Oktober 2025 — Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka – Pengabdian kepada Masyarakat (MBKM PKM) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada tahun 2025 kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Jasmine di Dusun Nologaten, Desa Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, DIY. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada bulan Juni 2025.
Kegiatan bertajuk “Implementasi OVOP (One Village One Product) sebagai Model Pengembangan Produk Pangan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat” ini bertujuan memperkenalkan inovasi produk pangan fungsional berbasis fermentasi serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal.
Acara dilaksanakan pada Jumat, 24 Oktober 2025, di kediaman Ibu Wahyu Hanani, salah satu anggota KWT Jasmine, di Jl. Nologaten No. 251, desa Caturtunggal, Depok, Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota KWT Jasmine yang sangat antusias dan partisipatif, serta tiga mahasiswa Fakultas Biologi UGM angkatan 2021 sebagai narasumber, yaitu Luthfia Kumala Dewi, Chandra Rifana Arifin, dan Safira Tira Devinta, di bawah bimbingan Ibu Sari Darmasiwi, S.Si., M.Biotech., Ph.D.
Pelatihan ini berangkat dari potensi lokal KWT Jasmine dalam budidaya bunga telang, yang selama ini baru dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan teh. Melihat peluang tersebut, tim MBKM PKM-OVOP memperkenalkan minuman fermentasi water kefir bunga telang sebagai produk pangan fungsional kaya probiotik, serta kombucha berbasis teh hitam yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.
Selain praktik pembuatan minuman fermentasi, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai pengemasan dan pelabelan produk agar lebih higienis, menarik, dan siap dipasarkan baik secara lokal maupun digital.
Sesi pertama dibawakan oleh Chandra Rifana Arifin, yang menjelaskan prinsip dasar fermentasi dan manfaat kesehatan kombucha, dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatannya. Selanjutnya, Luthfia Kumala Dewi memperkenalkan konsep fermentasi water kefir bunga telang dan mempraktikkan langsung proses produksinya. Sesi terakhir oleh Safira Tira Devinta berfokus pada strategi pengemasan (food packaging) dan branding produk agar mampu bersaing di pasar.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi produk melalui uji organoleptik terhadap minuman hasil pelatihan serta desain kemasan. Hasil uji menunjukkan respons positif dan antusiasme tinggi dari peserta terhadap cita rasa dan tampilan produk, menandakan potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan KWT Jasmine. Peserta juga menyampaikan harapan agar kegiatan pendampingan dapat dilanjutkan dalam aspek pemasaran, legalisasi unit usaha, dan sertifikasi produk untuk mendukung keberlanjutan produksi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antara universitas dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal berbasis bioteknologi, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan berwawasan lingkungan di Desa Caturtunggal, Kabupaten Sleman, DIY.
Kegiatan MBKM PKM Fakultas Biologi UGM 2025 bersama KWT Jasmine ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program ini mendukung upaya pengentasan kelaparan dan peningkatan ketahanan pangan (SDG 2: Zero Hunger) melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Inovasi produk fermentasi yang memperhatikan aspek kesehatan masyarakat selaras dengan SDG 3: Good Health and Well-Being. Di sisi lain, kegiatan ini mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui peningkatan kapasitas dan kemandirian KWT Jasmine, sejalan dengan SDG 5: Gender Equality. Pelatihan wirausaha dan pengemasan produk juga berkontribusi terhadap SDG 8: Decent Work and Economic Growth, sementara penerapan prinsip produksi bersih dan pengemasan ramah lingkungan mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production. Lebih jauh lagi, sinergi antara universitas dan masyarakat mencerminkan semangat kolaborasi dalam SDG 17: Partnerships for the Goals. (Fia)
Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat dalam rangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan tema besar “Pengelolaan Sampah Anorganik”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak negatif sampah anorganik dan pentingnya pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan untuk mendukung SDGs 11 (Kota berkelanjutan), 12 (Konsumsi dan produksi bertanggung jawab), dan 13 (Aksi terhadap perubahan iklim).
TPA Piyungan yang ditutup permanen pada 1 Mei 2024 karena melebihi kapasitas merupakan merupakan salah satu bukti masalah pengelolaan sampah di Yogyakarta dan sekitarnya. Sebelum penutupan, TPA ini menerima sekitar 742 ton sampah per hari, jauh melebihi kapasitas idealnya yang hanya 650 ton per hari. Akibatnya, sampah menumpuk di depo-depo dan ruas jalan, menciptakan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dalam menghadapi situasi darurat sampah ini, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan lingkungan. Tim PkM-MBKM Fakultas Biologi, Anissah Qurrotu Aini, Alma Puska Falasyifa, dan Hafifah Nur Ainiyah yang dibimbing oleh Ibu Novita Yustinadiar, S.Si., M.Si. menghadirkan edukasi dan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengelola sampah, sehingga mereka dapat mengurangi ketergantungan pada TPA dan mengelola sampah secara mandiri.
Program pengabdian masyarakat ini diikuti oleh ibu-ibu anggota Koperasi GEMI di Dusun Grojokan, Witokerto, Bangungapan, Bantul. Kegiatan ini dimulai dengan penyuluhan mengenai jenis-jenis sampah anorganik, kesalahan dalam pengelolaan sampah anorganik, dan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. Salah satu materi yang disampaikan adalah mengenai mikroplastik, partikel kecil yang berasal dari sampah plastik dan dapat mencemari lingkungan serta masuk ke dalam rantai makanan.
Masyarakat juga mengikuti pelatihan praktis berupa pembuatan bantal sofa dari sampah plastik dan hiasan bunga dari botol plastik bekas. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi produk bernilai guna dan berpotensi bernilai ekonomis, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas udara, peserta juga menerima tanaman penyerap polusi udara. Tanaman ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak negatif dari polusi udara, termasuk yang dihasilkan dari pembakaran sampah yang tidak dikelola dengan baik.
Melalui program ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Yogyakarta, [6 September 2025] Kelompok Studi Entomologi (KSE) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan First Gathering KSE 2025 di Ruang 1 Gedung B Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini merupakan pertemuan awal bagi calon anggota baru KSE XXVII sekaligus ajang pengenalan antaranggota lintas generasi.
Dibuka dengan sambutan dari Regina Nilamsari (KSE XXIV) selaku Ketua KSE 2025, kegiatan ini diisi dengan sesi perkenalan antaranggota, presentasi poster, dan games interaktif untuk membangun suasana kebersamaan. Setiap peserta berkesempatan mengenal divisi-divisi dalam KSE, berbagi pengalaman, serta menampilkan kreativitas melalui yel-yel kelompok.
Melalui kegiatan ini, calon anggota (Telur) diperkenalkan pada nilai-nilai dasar organisasi, semangat kekeluargaan, dan pentingnya kolaborasi dalam wadah ilmiah. “First Gathering menjadi langkah awal membentuk rasa memiliki terhadap KSE. Kami ingin setiap anggota baru merasa diterima dan siap tumbuh bersama,” ujar Regina Nilamsari (KSE XXIV), selaku Ketua KSE 2025.
Kegiatan diakhiri dengan penjelasan penugasan logbook yang menjadi tahap awal proses pembinaan anggota. Melalui First Gathering, KSE Biologi UGM menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan semangat belajar, kebersamaan, dan eksplorasi dunia serangga. [Penulis: KSE]
Kelompok Studi Herpetologi (KSH) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Herpetrip pada Jum’at, 17 Oktober 2025 hingga Minggu, 19 Oktober 2025, yang bertempat di Bumi Perkemahan Girikaton. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pelantikan Calon Anggota Muda (CAM) XXXVI menjadi Anggota Muda KSH. Acara Diklat Lapangan ini dilakukan dengan tujuan untuk regenerasi anggota dan merekrut anggota dengan angkatan yang ke-36.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan keberangkatan peserta ke Bumi Perkemahan Girikaton. Pada hari pertama, diadakan presentasi poster dengan tema Konservasi Herpetofauna. Hari kedua diawali dengan kegiatan tracking, yaitu perjalanan menyusuri pos-pos di sepanjang rute sekitar Bumi Perkemahan Girikaton. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta. Selanjutnya, CAM XXXVI mendirikan bivak dan dilanjut dengan menampilkan pentas seni. Kemudian, hari kedua ditutup dengan adanya sampling dan identifikasi spesimen. Pada hari ketiga, diadakan pengesahan Calon Anggota Muda XXXVI menjadi Anggota Muda XXXVI dan juga Sharing Alumni. Kegiatan Diklat Lapangan ditutup dengan Apel Penutupan di Fakultas Biologi UGM yang dihadiri oleh Pembina KSH, yakni Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc.
Secara keseluruhan, Herpetrip berjalan lancar dan penuh antusiasme. Peserta kegiatan meliputi Calon Anggota Muda (CAM) XXXVI, Anggota Muda (AM), dan Dewan Senior (DS) KSH, dengan jumlah CAM XXXVI yang hadir sebanyak 15 orang. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta memperoleh pengetahuan, pengalaman, serta motivasi untuk lebih mendalami dunia herpetologi bersama KSH. [Penulis: KSH]
Kelompok Studi Herpetologi (KSH) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Diklat Ruang (Dikru) I pada Sabtu, 20 September 2025, bertempat di Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini menjadi agenda perdana bagi Calon Anggota Muda (CAM) XXXVI dalam rangkaian proses perekrutan anggota KSH. Melalui Dikru I, para CAM diperkenalkan dengan struktur organisasi serta berbagai divisi yang ada di KSH. Selain itu, mereka juga mendapatkan materi pengantar herpetologi umum yang disampaikan langsung oleh dosen pembina KSH, Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc. Materi ini menjadi bekal awal bagi CAM untuk memahami dasar-dasar herpetologi serta ruang lingkup kajian reptil dan amfibi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars KSH dan pembacaan kode etik organisasi. Setelah sesi pematerian, para CAM dibagi ke dalam empat kelompok untuk melakukan moving ke setiap pos divisi, yang meliputi pos Amphibia, pos Testudinata, pos Crocodylia, pos Serpentes, dan pos Lacertilia. Pada setiap pos, CAM mendapatkan penjelasan mendalam mengenai masing-masing divisi. Setelah menyelesaikan seluruh pos, peserta mengikuti kuis herpetologi sebagai evaluasi dan penguatan materi. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara panitia, CAM, dan jajaran KSH.
Secara keseluruhan, Dikru I berjalan lancar dan penuh antusiasme. Peserta kegiatan meliputi CAM XXXVI, Anggota Muda (AM), dan Dewan Senior (DS) KSH, dengan jumlah CAM XXXVI yang hadir sebanyak 17 orang. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta memperoleh pengetahuan, pengalaman, serta motivasi untuk lebih mendalami dunia herpetologi bersama KSH. [Penulis: KSH]
Kelompok Studi Herpetologi (KSH) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Diklat Ruang (Dikru) II pada Sabtu, 27 September 2025, bertempat di Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini menjadi agenda perdana bagi Calon Anggota Muda (CAM) XXXVI dalam rangkaian proses perekrutan anggota KSH. Melalui Dikru II, para CAM diperkenalkan dengan Departemen Keorganisasian di KSH beserta teknik handling herpetofauna pada tiap divisi keilmuan (Divisi Amphibia, Testudinata, Crocodilia, Serpentes, dan Lacertilia).
Acara dibuka oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan pematerian Departemen KO KSH, review Dikru 1, dan pematerian handling herpetofauna oleh tiap divisi keilmuan KSH. Acara kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama serta pembacaan penugasan Dikru II untuk CAM. Peserta kegiatan meliputi CAM XXXVI, Anggota Muda (AM), dan Dewan Senior (DS) KSH, dengan jumlah CAM XXXVI yang hadir sebanyak 18 orang. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta memperoleh pengetahuan, pengalaman, serta motivasi untuk lebih mendalami dunia herpetologi bersama KSH. [Penulis: KSH]
Kelompok Studi Herpetologi (KSH) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Diklat Ruang (Dikru) II pada Sabtu, 27 September 2025, bertempat di Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini menjadi agenda perdana bagi Calon Anggota Muda (CAM) XXXVI dalam rangkaian proses perekrutan anggota KSH. Melalui Dikru II, para CAM diperkenalkan dengan Departemen Keorganisasian di KSH beserta teknik handling herpetofauna pada tiap divisi keilmuan (Divisi Amphibia, Testudinata, Crocodilia, Serpentes, dan Lacertilia).
Acara dibuka oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan pematerian Departemen KO KSH, review Dikru 1, dan pematerian handling herpetofauna oleh tiap divisi keilmuan KSH. Acara kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama serta pembacaan penugasan Dikru II untuk CAM. Peserta kegiatan meliputi CAM XXXVI, Anggota Muda (AM), dan Dewan Senior (DS) KSH, dengan jumlah CAM XXXVI yang hadir sebanyak 18 orang. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta memperoleh pengetahuan, pengalaman, serta motivasi untuk lebih mendalami dunia herpetologi bersama KSH. [Penulis: KSH]
Kelompok Studi Herpetologi (KSH) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Diklat Ruang (Dikru) III pada Sabtu, 4 Oktober 2025, bertempat di Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini menjadi agenda perdana bagi Calon Anggota Muda (CAM) XXXVI dalam rangkaian proses perekrutan anggota KSH. Melalui Dikru III, para CAM diberikan wawasan dan diperkenalkan terkait Pembebatan & Pembidaian, KGD Medis & DAGURILA, dan Teknik Hidup di Alam Bebas (THAB) yang akan diisi oleh UKESMA dan MATALA BIOGAMA.
Acara dibuka oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan pematerian dan praktik Pembebatan & Pembidaian serta KGD Medis & DAGURILA oleh UKESMA. Setelahnya dilakukan pematerian teknik hidup alam bebas oleh MATALA BIOGAMA, demonstrasi mountaineering, dan praktik mendirikan bivak bersama CAM XXXVI. Acara kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama. Peserta kegiatan meliputi CAM XXXVI, Anggota Muda (AM), dan Dewan Senior (DS) KSH, dengan jumlah CAM XXXVI yang hadir sebanyak 17 orang. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta memperoleh pengetahuan, pengalaman, serta motivasi untuk mendukung dan lebih mendalami herpetologi bersama KSH. [Penulis: KSH]





































