Sampai Jumpa di acara Open House Fakultas Biologi UGM berikutnya !!, See you Sobat Biologi
Kegiatan MahasiswaRilis BeritaTajuk Jumat, 26 April 2024












Sampai Jumpa di acara Open House Fakultas Biologi UGM berikutnya !!, See you Sobat Biologi
AkademikKegiatan MahasiswaPenelitianRilis Berita Senin, 22 April 2024





Biologi Open House dan Pengenalan Topik Riset 2024 (BIOENTRI) adalah acara pengenalan topik riset yang diselenggarakan oleh Fakultas Biologi UGM. Bioentri ini bertujuan untuk mengenalkan topik – topik riset yang diampu oleh para Fakultas Biologi kepada para mahasiswa. Harapannya, melalui pengenalan topik ini mahasiswa mendapatkan inspirasi untuk skripsi dan thesis mereka, dapat bertemu langsung dengan dosen pembimbing yang linear dengan topiknya, dan mendapatkan pemahaman tentang topik riset.
Acara ini dihadiri oleh para mahasiswa fakultas biologi dan dosen dari berbagai peminatan biologi sebagai narasumber. Acara ini diadakan pada hari Senin, 22 April 2024 s/d Kamis, 25 April 2024 pukul 13.00 – 15.00 di Ruang 1, 2, dan 3 (sesuai pembagian jadwal) Lobby 1 Gedung B Sinarmas Fakultas Biologi UGM. Kegiatan BIOENTRI 2024 ini dipandu oleh MC yaitu Alifiansyah Sutama. Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan dan doa, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, serta Mars Fakultas Biologi secara bersama-sama. Kegiatan dilanjutkan merupakan sambutan dari Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama. Acara selanjutnya yaitu kegiatan presentasi masing-masing dosen pembimbing skripsi ataupun tesis.
Open House Fakultas Biologi UGM tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan beragam topik penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya poin nomor 4 tentang Pendidikan Bermutu (Quality Education). Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga dapat memahami bagaimana penelitian yang dilakukan oleh para dosen fakultas ini memberikan dampak positif dalam mencapai berbagai target SDGs lainnya, seperti perlindungan biodiversitas, pemulihan ekosistem (13,14,15), dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi di bidang bioteknologi dan pengelolaan sumber daya alam (9, 11, 13).
Kegiatan MahasiswaRilis BeritaTajuk Senin, 1 April 2024
Pada tanggal 30 Maret 2024, sebanyak 30 peserta dari anggota aktif BiOSC melakukan Kegiatan Pelatihan Budidaya x Labskill BiOSC. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari Divisi Penelitian dan Divisi Budidaya dari BiOSC yang terdiri dari tiga rangkaian kegiatan utama. Kegiatan pertama yaitu sterilisasi alat dan destruksi botol yang dilakukan panitia pada tanggal 26 Maret 2024, sedangkan kegiatan pembuatan medium dilakukan pada tanggal 27 Maret 2024. Rangkaian terakhir dari kegiatan Pelatihan Budidaya x Labskill BiOSC yaitu pelatihan teknik subkultur dan tabur biji yang dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2024 pukul 08.00-12.00 di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM.





Rangkaian terakhir kegiatan Pelatihan Budidaya x Labskill BiOSC terdiri dari 3 sesi yaitu sesi pematerian oleh mahasiswa pascasarjana Bioteknologi, Febri Yuda Kurniawan, sesi kedua yaitu pelatihan teknik subkultur, dan sesi terakhir berupa pelatihan teknik tabur biji. Sebelum kegiatan ini dimulai, para peserta diberikan pretest untuk menguji tingkat pemahaman terkait kegiatan yang akan dilakukan. Setelah itu, para peserta mendapatkan materi berupa sterilisasi, teknik kultur secara in vitro, kontaminan, maupun media kultur. Mereka secara aktif mendengarkan dan mencatat materi yang diberikan.
Beranjak ke kegiatan selanjutnya, peserta akan dikelompokkan menjadi 4 kelompok besar. Dua kelompok pertama melakukan teknik tabur biji menggunakan Laminar Air Flow (LAF) dengan buah yang disemai yaitu Eulophia javanica dan Coelogyne trinervis. Di sisi lain, dua kelompok lainnya melakukan teknik subkultur di Enkas. Selama pelatihan ini, peserta didampingi oleh mahasiswa bimbingan Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S.,M.Sc., Shiddharta Arya Anggoro Cen dan Nurul Istiqomah Pada kegiatan ini, teknik aseptis menjadi bagian penting yang akan menentukan keberhasilan baik dari tabur biji maupun subkultur anggrek.
“Berhubung saya masih semester dua, jadi belum terlalu tahu banyak informasi terkait budidaya anggrek. Dengan pelatihan teknik budidaya ini menjadi lebih tahu dan seperti cosplay menjadi peneliti,” kata Golda, anggota aktif AD 18 yang menjadi peserta pelatihan Kegiatan Pelatihan Budidaya x Labskill BiOSC.
Diharapkan melalui kegiatan Pelatihan Budidaya x Labskill BiOSC, peserta dapat meningkatkan pengetahuan terkait teknik dasar budidaya anggrek secara in vitro serta dapat diaplikasikan di kemudian hari. Kami segenap panitia Pelatihan Budidaya x Labskill BiOSC, mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S.,M.Sc., mahasiswa bimbingan beliau, dan Eka Mega Sampurna, A. Md selaku teknisi Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang telah mendukung kelancaran berjalannya kegiatan ini. Sampai jumpa di kegiatan selanjutnya! [Penulis: BiOSC]
Rilis BeritaTajuk Jumat, 8 Maret 2024



Rilis Berita Kamis, 29 Februari 2024
Yogyakarta, Rabu 28 Februari 2024 bertempat di Ruang Seminar Perpustakaan dan Arsip UGM lantai 2 telah dilaksanakan kegiatan yang dikemas dalam format pelatihan membahas tentang penulisan press release dan konten media online. Acara telah dilaksanakan secara daring dan luring, peserta yang hadir secara langsung ada sekitar 75 orang dari berbagai fakultas, unit kerja dan pusat studi yang ada dilingkungan UGM. Pada kesempatan kali ini 3 orang staf Perpustakaan Fakultas Biologi Ekowati, Rusna & Suharsono telah mengikuti pelatihan tersebut, yang diselenggarakan oleh Forum Pustakawan UGM. Acara telah dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Februari berlangsung sekitar 5 jam dimulai dari pukul 08.15 sampai dengan 13.00 Wib. Acara diawali dengan penyampaian laporan kegiatan Forum Pustakawan UGM yang telah berhasil dilaksanakan selama 1 tahun ini disampaikan oleh ketua forum Maryatun SIP,MA.
Selanjutnya acara dibuka secara langsung oleh Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM Arif Surachman, SIP., MBA, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini agar para pustakawan yang mengikuti kegiatan ini dapat memperoleh pengetahuan, tambahan wawasan dan skill khususnya dalam pemanfaatan media online dan penulisan berita, serta mampu berkontribusi nyata dalam rangka mendukung program SDGs seperti yang terus digaungkan diseluruh dunia dan khususnya Universitas Gadjah Mada.




Pelatihan kali ini menghadirkan 2 orang narasumber yang ke 1 Megaputra Zulfikar Whana Aji Kesdu (Chief Streaming Officer, Support IT) dan narasumber yang ke 2 Teguh Supriyadi, S.Sos. (Produser Lapangan CNN Indonesia TV) dipandu oleh Moderator Maniso Mustar (Pustakawan Fakultas Kedokteran UGM) dan Pembawa Acara Wasilatul Baroroh, S.S.I. (Pustakawan UGM). Sebelum pemaparan materi pembawa acara menyampaikan susunan acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Selanjutnya acara diambil alih oleh moderator mas coco sapaan akrab dalam sehari harinya, para peserta sangat antusias dalam mengikuti acara dari awal hingga akhir sesi peserta tetap mengikuti tanpa ada yang beranjak meninggalkan ruangan.
Pada materi yang pertama pustakawan mendapat ilmu tentang bagaimana memanfaatkan konten media online, menurut penuturan narasumber pertama Megaputra Zulfikar menyampaikan bahwa tidak semua media online harus diikuti, namun bagaimana mengelola media online tersebut agar bermanfaat dan berguna dalam meningkatkan visibilitas institusi dan dapat memperluas jangkauan informasi yang tanpa batas, persaingan dengan institusi lain, serta dalam mendukung kinerja universitas khususnya dalam menjalankan program SDGs, membangun komunitas, serta promosi dan edukasi. Masih menurut penuturan Megaputra prinsip dasar dalam membuat media online adalah konten yang berkualitas, mampu melibatkan audience, konsisten, SEO & user friendly agar mudah dicari pengguna saat browsing informasi yang dibutuhkan pada media online tersebut.
Selanjutnya pada pemaparan materi yang kedua disampaikan oleh Teguh Supriyanto, S.Sos, menurut Teguh pada prinsipnya dalam menulis sebuah berita harus mengandung unsur 5W+1H. Masih menurut Teguh, usahakan membuat judul yang menarik dan unik serta terdiri dari 5 paragraf dengan minimal 5 foto agar berita yang kita sampaikan mendapat respon yang positip dari pembaca. Sangat menarik diskusi dalam pelatihan kali ini, ada beberapa penanya yang mengajukan pertanyaan terkait dengan kiat kiat dalam menembus media nasional seperti pertanyaan yang dilontarkan oleh Lilik salah satu peserta pelatihan yang hadir secara langsung. Semoga pelatihan seperti ini dapat terus diadakan oleh forum pustakawan UGM agar mampu menjadi wadah pustakawan dalam meningkatkan kompetensi diri dan kemampuan menulis menjadi kontribusi nyata dalam mendukung program SDGs yang dicanangkan oleh UGM. Pada akhir sesi peserta diberikan tugas untuk menulis press release diunggah melalui link ugm.id/presensiprkm. Salam literasi dan apresiasi untuk forum pustakawan UGM!!!(Rusna)
PrestasiRilis BeritaTajuk Kamis, 29 Februari 2024
Adhelia Intan Sabhira, Sofyan Maulana, dan Ulfah Nur Azizah yang merupakan mahasiswa Fakultas Biologi UGM tergabung dalam Tim iGEM UGM kembali meraih prestasi berupa Gold Medal, Best Computational Project, dan Best Human Centered Design pada ajang Global Open Genetic Engineering Competition (GOGEC) 2024, yang berlangsung secara daring pada tanggal 23-25 Februari 2024. Kali ini merupakan pertama kalinya tim dari UGM berpartisipasi dalam kompetisi yang sudah diadakan sejak tahun 2021 silam.




Tim iGEM UGM merupakan tim mahasiswa multidisiplin yang terdiri 16 anggota dari berbagai fakultas di Universitas Gadjah Mada. Pada kompetisi ini, tim iGEM UGM diwakili oleh sembilan dari enam belas mahasiswa, yakni Adhelia Intan Sabhira, Sofyan Maulana, Ulfah Nur Azizah (Fakultas Biologi); Farrel Alfaza Marsetyo, Nayaka Bagus Wahyu Agung Hertanto (Fakultas KKMK); Afra Majida Hariono, Kayla Queenazima Santoso, (Fakultas Teknik); Melodia Rezadhini (Alumni Fakultas Pertanian); Muhammad Bagus Sajiwo (Fakultas Teknologi Pertanian).
Global Open Genetic Engineering Competition (GOGEC) 2024 adalah ajang lomba internasional bergengsi di bidang Rekayasa Genetika yang tahun ini diikuti oleh 15 tim dari 11 negara yang terdiri atas mahasiswa S1 dari seluruh dunia. GOGEC Competition berusaha mewujudkan gagasan kompetisi internasional yang mudah diakses dan terjangkau sehingga tim yang berkompetisi dapat sepenuhnya fokus ke proyek yang mereka kerjakan. GOGEC juga mengadakan seri kuliah tentang rekayasa genetika dan biologi sintetik yang mengundang ahli dari seluruh dunia.
Dalam GOGEC 2024, Tim iGEM UGM turut berpartisipasi dan membawakan projek komputasional dengan judul “Novel Biodevice for Colorectal Cancer Screening using Escherichia coli Nissle 1917 (EcN) with miRNAs as Biomarker“. Tim berhasil mengembangkan lebih lanjut proyek sebelumnya di ajang iGEM 2023, dimana tim merekayasa bakteri EcN untuk mendeteksi miR-92a dan miR-21 sebagai biomarker sel kanker kolorektal dan meningkatkan sensitivitas Loop-Initiated RNA Activator (LIRA) melalui pemodelan matematis dan simulasi komputer. Dalam mengembangkan proyek penelitian, tim iGEM melakukan diskusi dengan peneliti, stakeholders, dan instansi pemerintah, serta melakukan komunikasi dengan masyarakat pedesaan dan pasien kanker kolorektal. Pada ajang ini tim mengembangkan lebih lanjut sekuens LIRA yang digunakan menggunakan dataset yang tersedia secara daring dan mengembangkan kill switch sebagai upaya biocontainment. Dari penelitian dan pemberdayaan masyarakat inilah tim meraih Gold Medal serta penghargaan Best Computational Project dan Best Human Centered Design. Informasi mengenai project tim iGEM UGM dapat diakses di laman: https://www.gogecconference.org/projects2024.
Prestasi yang ditorehkan Tim UGM-Indonesia tidak terlepas dari dukungan Universitas Gadjah Mada, Fakultas Farmasi, Fakultas Biologi, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, pembimbing yang terdiri atas Dr. Yekti Asih Purwestri (Fak. Biologi) sebagai pembimbing utama, bersama Widhi Dyah Sawitri, Ph.D (Fak. Pertanian) dan M. Saifur Rohman, Ph.D (Fak. Pertanian) sebagai pembimbing pendamping, Setyowati Triastuti Utami, Ph.D (Fak. Farmasi) sebagai instruktur, dan didukung oleh dosen dari Fakultas Biologi: Dr. Niken Satuti Nur Handayani, Aries Bagus Sasongko, M.Biotech, Lisna Hidayati, M.Biotech, Indra Lesmana, M.Sc., dan Matin Nuhamunada, M.Sc; Fakultas KKMK: dr. Mohamad Saifudin Hakim, M.Sc. Ph.D. dan Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D.; Fakultas Teknik: Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D dan Himawan Tri Bayu Murti Petrus, ST., M.E., D.Eng; Fakultas Teknologi Pertanian: Imam Bagus Nugroho, S.Si., M.Sc.; PAU Bioteknologi: Afif Pranaya Jati, S.P., M.Sc.; dan alumni: dr. Azzahra Asysyifa, Farhan Wali Bachtier, S.Si., Waffiq Maaroja, S.Kom, dan Yustika Sari, S.Si., M.Res.; serta berbagai donatur dan sponsor yang turut mendukung kebutuhan tim. [Penulis: Tim iGEM UGM]
Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Selasa, 20 Februari 2024
YOGYAKARTA, INDONESIA — February 19, 2024 — Tim Dosen yang diketuai oleh Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang menarik dengan para petani milenial Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Acara ini merupakan bagian dari inisiatif Fakultas Biologi untuk mendorong dialog dan kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi di lapangan guna meningkatkan pertanian berkelanjutan.
FGD tersebut diadakan pada tanggal 18 Februari 2024, di ruang rapat Balai Penyuluhan Pertanian
Kapanewon Karangmojo. Para petani milenial yang hadir mewakili berbagai latar belakang dan pengalaman dalam bidang pertanian, mulai dari petani organik hingga petani teknologi terdepan. Mereka bersama-sama berbagi ide, pengalaman, serta tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha pertanian di era modern. Tim Dosen yang mengawal FGD ini merupakan tim interdipliner interfakultas, yang meliputi Fakultas Biologi (Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. Eng. dan Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si.), Fakultas MIPA (Umi Mahnuna Hanung, S.Si., M.Si.) dan Fakultas Farmasi (Dr. Cintya Nurul Apsari, S.T.P., M.Si.).
Diskusi yang digelar selama FGD dan kunjungan lapangan mencakup berbagai topik, termasuk penggunaan teknologi dalam pertanian, praktek pertanian organik, manajemen sumber daya alam, serta strategi pemasaran produk pertanian. Hasil dari diskusi ini akan menjadi dasar untuk pengembangan program-program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang lebih relevan dan responsif terhadap
kebutuhan petani milenial.
Fakultas Biologi UGM berharap bahwa FGD ini akan menjadi awal yang berkelanjutan dari kemitraan yang erat antara universitas dan para petani milenial, serta membawa dampak positif yang nyata bagi kemajuan sektor pertanian di Indonesia. Kegiatan ini memiliki kaitan erat dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dialog dan kolaborasi yang dilakukan oleh Fakultas Biologi UGM dengan petani milenial
dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani (SDG 1: Tanpa Kemiskinan) serta mendukung pertanian berkelanjutan yang meningkatkan ketahanan pangan dan nutrisi (SDG 2: Tanpa Kelaparan). Inisiatif ini juga mengembangkan program pendidikan yang lebih relevan bagi petani milenial (SDG 4: Pendidikan Berkualitas), mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di sektor pertanian (SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta mendorong inovasi dan modernisasi praktik pertanian (SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Fokus pada praktik pertanian organik dan manajemen sumber daya alam mendukung produksi dan konsumsi yang berkelanjutan (SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan pertanian berkelanjutan yang dibahas dalam FGD berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim (SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim). Selain itu, kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dan petani milenial merupakan contoh nyata dari kemitraan yang mendukung pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Pengelolaan SampahRilis BeritaTajuk Senin, 12 Februari 2024
Rabu (7/2), Satgas Pengelola Sampah Organik Fakultas Biologi memenuhi undangan PT PLN UP3 Yogyakarta untuk memberikan pelatihan yang diberi tajuk “Sosialisai, Edukasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Kantor Terpadu-Zero Waste”. Satgas diwakili oleh Soenarwan Hery Poerwanto, S.Si.,M.Kes., Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc., Suharjita dan Danang Sudarmadi diterima oleh Manager PT PLN UP3 Yogyakarta, Adi Dwi Laksono beserta jajaran pimpinan, perwakilan koordinator wilayah dan dharma Wanita PT PLN UP3 Yogyakarta.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan secara informal yang disampaikan oleh Adi Dwi Laksono, ketika bertemu dengan Satgas Pengelola Sampah di Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul bulan lalu. “PT PLN UP3 Yogyakarta diharapkan mampu secara mandiri mengelola sampah kantor maupun rumah tangga sebagai bentuk partisipasi pada upaya Yogyakarta bebas darurat sampah”, ungkap Adi dalam sambutannya. Pada pelaksanaannya nanti Adi juga berharap PT PLN UP3 Yogyakarta dan Fakultas Biologi UGM dapat memiliki MoU atau PKS sehingga pengelolaan sampah ini akan berjalan secara sustain.





Pelatihan diawali dengan pemaparan Hery, ketua satgas dengan materi berjudul “Pengelolaan Sampah”. Hery menjelaskan bahwa semua sampah dapat dimanfaatkan dengan reduce, reuse dan recycle termasuk sampah residu yang saat ini dapat dikelola oleh sebuah perusahaan pengelola sampah residu di Klaten. Hery juga memaparkan sejarah terbentuknya Satgas Pengelola Sampah Fakultas Biologi serta beberapa skema pengelolaan sampah organik yang telah dilakukan di fakultas ini.
Dwi Umi Siswanti sebagai pemateri kedua menyampaikan, “Pengelolaan Sampah Mandiri sebagai Upaya Mewujudkan Zero Waste Household”. Dwi mejelaskan peran pupuk organik cair atau POC dalam pertumbuhan dan produktivitas tanaman serta perannya pada media tanam. “Pemanfaatan POC untuk tanaman kita bukan hanya meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas namun juga menekan biaya produksi dan sebagai salah satu upaya mengelola sampah organik di lingkungan” tutur Dwi.
Pelatihan dilanjutkan dengan praktik pengolahan sampah berupa serasah menjadi kompos plus, yaitu kompos dengan penambahan Bioferti 2023, salah satu produk Satgas Pengelola Sampah Organik Fakultas Biologi UGM. Praktik pembuatan kompos dipandu oleh Suharjita dan Danang.
Kegiatan pelatihan ini merupakan perwujudan Sustainable Development Goals nomor 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta nomor 17 yaitu Kemitraan untuk mencapai Tujuan. “Semoga pelatihan ini mejadi langah awal PT PLN UP3 Yogyakarta sebagai pioneer sekaligus pilot project instansi yang mampu mengelola sampah secara mandiri sehingga menjadi patron bagi BUMN dan instansi lain di Yogya”, ungkap Adi menutup acara pelatihan di Ruang Malioboro Lantai V Gedung PLN UP3 Yogyakarta. (DUS).
PrestasiRilis BeritaTajuk Kamis, 14 Desember 2023
Permasalahan stunting merupakan permasalahan yang tergolong menjadi permasalahan berjangka lama dalam proses penyelesaian akar permasalahannya, hal ini disebabkan oleh adanya keadaan malnutrisi pada balita. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bantul Tahun 2023, menyebutkan bahwa kasus stunting di Kabupaten Bantul tergolong tinggi dengan tingkat pemusat kasus dalam satu tempat yaitu di Kecamatan Imogiri dengan total anak 857 dengan 21% berada pada Desa Selopamioro pada kuartal data per Mei 2023. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut, Mahasiswa UGM menginovasikan Cheese Stick dari Olahan Dada Ayam dan Wijen melalui Pemberdayaan Posyandu di Desa Selopamioro untuk Mencegah Stunting Berbasis Sosiopreneurship. Inovasi ini diciptakan oleh Adam Satria Buana (Fakultas Geografi 2020) dan Sekar Alya Maharani (Fakultas Biologi 2021) dengan bimbingan Dr. Rika Harini., S.Si., MP.




Inovasi penelitian karya ilmiah ini diajukan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional PUBLIC HEALTH PROJECT (PHP) 2023 yang diselenggarakan oleh HMD Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang dengan tema “Driving Change with innovative ideas: Generation Z’s Impact on Global Equality and a Sustainable Future through SDGs”. Presentasi Grand Final dilaksanakan pada Sabtu, 14 Oktober 2023 melalui Zoom Meetings dengan mendapatkan Juara 2 dari total 10 tim Grand Finalis yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.
Penelitian ini dilakukan mulai dari Agustus hingga September 2023 di Desa Selopamioro dan Universitas Gadjah Mada yang dimulai dari perencanaan hingga pembuatan laporan. Sesuai dengan Permenkes Nomor 51 Tahun 2016, formulasi bahan cheese dibuat dengan fokus pada kandungan protein dan kalsium yaitu penambahan makanan pendamping pada anak stunting memiliki kandungan protein 8-12 gram dan kalsium 225-450mg. Berdasarkan hasil uji yang didapatkan dari Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada, dalam 100 gram sampel yang diujikan, kandungan protein sebagai makronutrien memiliki kadar 12,20% dari total jumlah kandungan gizi yang tersedia. Sedangkan pada kalsium yang tergolong dalam mikronutrien di mana nutrisi ini hanya dibutuhkan dalam skala kecil didapatkan sebesar 0,45%. Kandungan yang dimiliki cheese stick sehat memenuhi batas minimum snack tambahan untuk penderita stunting yaitu 9,38% dan sesuai dengan Permenkes Nomor 51 Tahun 2016 yang memerlukan protein 8-12 gram dan kalsium 225-450mg. Mayoritas masyarakat dalam presentase 80% belum paham mengenai urgensi penambahan makanan sampingan yang sehat untuk mencegah maraknya kasus stunting di Desa Selopamioro. Melalui adanya sosialisasi pelatihan sosiopreneurship cheese stick sehat, 90% masyarakat sadar akan pentingnya mencegah kasus stunting semakin marak terjadi salah satunya dengan memberikan snack tambahan yang sehat untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi balita per harinya.
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukan tingkat keberhasilan pemberian chesee stick sebagai pembantu dalam pemenuhan protein dan kalsium harian balita dan anak yang mengalami stunting. Hal ini dibuktikan presentase keberhasilan kenaikan tinggi badan sebesar 89,01% atau total 81 balita dan anak yang mengalami kenaikan tinggi badan, dari 91 balita dan anak. Selain itu tingkat keberhasilan inovasi chesee stick juga mempengaruhi dalam kenaikan berat badan balita dan anak dengan presentase keberhasilan 93,41% atau total 85 balita dan anak mengalami kenaikan berat badan, dari total anak yang diberikan perlakukan 91 balita dan anak. [Penulis: Sekar Alya Maharani]
Kegiatan MahasiswaRilis BeritaTajuk Senin, 4 Desember 2023


