Yogyakarta, 21 September 2025, Matalabiogama (Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada) mengadakan perjalanan susur gua menuju Gua Jlamprong, Desa Mojo, Ngeposari, Gunung Kidul. Kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian acara DIKLATSAR CAM XXVIII yang diadakan untuk menyediakan ruang praktik langsung setelah diadakannya sesi pematerian teoretis. Dengan harapan CAM dapat mengaplikasikan kemampuan lapangan dan merasakan langsung keseruan menjelajah.
Peserta yang hadir dalam ekspedisi kali ini berjumlah sekitar 14 orang dengan peserta merupakan AM XXVI, AM XXVII, dan CAM 28 XXVIII yang dipimpin oleh Faiq Mishbahul Aufa sebagai Ketua Pelaksana DIKLATSAR CAM XXVIII. Kegiatan susur gua dipandu oleh Mas Wawan, Mas Budi, dan Mas Arif selaku pemandu resmi dari tim pengelola Gua Jlamprong.
Sebelum memulai ekspedisi, peserta terlebih dahulu melakukan tahapan persiapan yang berorientasi pada Manajemen Risiko. Seluruh peserta perlu memastikan kesiapan fisiknya mumpuni dalam menunjang ekspedisi lapangan kali ini. Tidak luput dengan pemeriksaan kelengkapan peralatan yang mencakup helm caving, sepatu boots, headlamp, baterai cadangan, serta peralatan nonteknis seperti P3K dan logistik. Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengarahan teknis keberangkatan menuju Gua Jlamprong seperti halnya pemilihan rute, prosedur komunikasi, serta simulasi penanganan kondisi darurat.
Usai menyelesaikan seluruh rangkaian persiapan, peserta berangkat secara terkoordinasi dari Fakultas Biologi UGM pada pukul 08.00 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 10.30 WIB dengan durasi perjalanan sekitar 2,5 jam. Sesampainya di lokasi, peserta tiba di basecamp yang merupakan rumah salah seorang warga. Sambutan baik dari tuan rumah menghadirkan suasana ramah nan hangat. Kegiatan susur gua dimulai pada pukul 11.00 WIB.
Gua Jlamprong terletak di Desa Mojo, Ngeposari, Semanu, Gunung Kidul. Gua ini bertipe horizontal dan membutuhkan waktu penyusuran kurang lebih 2,5–3 jam. Jalur penelusuran gua didominasi oleh medan berlumpur yang membuat permukaan pijakan menjadi licin. Pada beberapa titik di dalam gua, terdapat genangan air yang kedalamannya dapat mencapai 1,5 meter. Lebih dalam memasuki lorong Gua Jlamprong, terdapat ornamen geologis berupa stalaktit dan stalagmit. Selain itu, gua ini juga menjadi habitat bagi beragam hewan penghuni gua seperti kelelawar dan serangga gua.
Penyusuran Gua Jlamprong terselesaikan pada pukul 14.00 WIB dengan seluruh peserta berhasil melalui rangkaian kegiatan tanpa kurang sesuatu apapun. Setelah beristirahat sejenak, peserta bersiap untuk perjalanan pulang meninggalkan lokasi pada pukul 15.00 WIB. Sebelum kembali, para peserta menyampaikan salam pamit kepada pengelola basecamp yang telah menyambut dengan ramah. Kehangatan tersebut menghadirkan perasaan diterima dengan baik selama singgah di basecamp. Setelah itu, peserta menempuh perjalanan pulang sekitar 3 jam menuju Fakultas Biologi UGM dan tiba pada pukul 18.00 WIB.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ekspedisi lapangan ke Gua Jlamprong kali ini dapat dikatakan terlaksana dengan baik. Setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan di lapangan terlaksana sesuai rencana. Meskipun demikian, sebagaimana kegiatan lapangan tetap membuka ruang lebar terhadap perbaikan, khususnya dalam aspek efisiensi waktu dan peningkatan manajemen logistik agar kegiatan dapat berjalan lebih optimal. Vivat et Floreat! [Penulis: Matalabiogama]




