Tim SABA yang terdiri dari mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 sekaligus penghargaan Best Presentation dalam ajang Research Plan Competition AGRIFASCO yang diselenggarakan oleh Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (ITB). Kompetisi ini berlangsung selama kurang lebih lima bulan tahap perancangan, sebelum mencapai babak final yang digelar pada 19 Desember 2025. Tim SABA beranggotakan Birrul Qisty Mutmainnah Nazara (ketua), Kaka Pria Ananta, dan Natasyabrina, di bawah bimbingan Mukhlish Jamal Musa Holle, M.Env.Sc., D.Phil. Prestasi ini menunjukkan kapasitas mahasiswa sarjana biologi dalam mengembangkan solusi riset inovatif yang relevan dengan tantangan lingkungan masa kini.
Dalam kompetisi tersebut, Tim SABA mengangkat isu degradasi biodiversitas di zona riparian perkebunan kelapa sawit, kawasan penyangga ekosistem yang memiliki peran penting namun kerap terabaikan dalam pengelolaan lanskap perkebunan. Penurunan kualitas habitat di area ini berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati, terganggunya fungsi ekologis, serta menurunnya peran zona riparian sebagai koridor satwa dan penyangga mikroiklim. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim merancang solusi berbasis teknologi yang tidak hanya berfokus pada pemantauan, tetapi juga mampu memberikan sistem peringatan dini terhadap perubahan kondisi ekosistem.
Solusi yang ditawarkan adalah BIOVOX, sebuah sistem cerdas berbasis bioakustik untuk pemantauan restorasi biodiversitas di zona riparian perkebunan sawit di Riau. BIOVOX mengintegrasikan perangkat keras perekam suara lingkungan dengan perangkat lunak berupa aplikasi gawai yang didukung kecerdasan buatan (AI) serta sistem early warning. Melalui analisis suara satwa secara otomatis, sistem ini mampu mendeteksi perubahan komunitas hayati secara cepat dan berbasis data. Inovasi ini diharapkan dapat membantu pengelola lanskap dalam mengevaluasi keberhasilan restorasi, mencegah degradasi lebih lanjut, serta mendorong praktik pengelolaan perkebunan yang lebih berkelanjutan dan ramah biodiversitas. [Penulis: Birrul Qisty Mutmainnah Nazara]


