Yogyakarta, 12 Agustus 2025 – Sebagai bagian dari rangkaian Lustrum ke XIV, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan “Workshop Tari Klasik Gagrak Jogja” yang penuh makna pada Selasa, 12 Agustus 2025, mulai pukul 08.00 WIB. Acara ini merupakan wujud komitmen fakultas dalam menjaga keseimbangan hidup civitas akademika di tengah kesibukan riset dan aktivitas akademik.
Workshop yang mengusung tema “Wiraga, Wirama, Wirasa” ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi seluruh keluarga besar Fakultas Biologi, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa (sarjana dan pascasarjana), hingga alumni, untuk melepaskan penat dan menyeimbangkan kehidupan akademik dan non-akademik. Kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan, termasuk mereka yang belum memiliki pengalaman menari.
Tari klasik Jawa, khususnya gaya Yogyakarta, tidak hanya mengajarkan gerakan indah, tetapi juga mengandung filosofi mendalam yang bermanfaat bagi penarinya. Latihan tari ini melatih ketenangan, kesabaran, dan kedisiplinan. Peserta diajak menghayati nilai-nilai luhur seperti sawiji (konsentrasi penuh), greget (semangat), sengguh (percaya diri tanpa sombong), dan ora mingkuh (tidak mudah menyerah). Secara fisik, menari juga terbukti efektif meningkatkan keseimbangan, kekuatan tubuh, dan kesehatan jantung.
Workshop ini dipandu langsung oleh penari dan pelatih profesional, Mas Tunggul Pujangkoro. Dengan pendekatan yang sabar dan ramah, beliau berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memicu antusiasme tinggi dari para peserta. Momen kebersamaan ini juga diperkuat dengan komitmen fakultas terhadap isu lingkungan, di mana peserta dianjurkan membawa botol minum sendiri sebagai langkah nyata mengurangi sampah plastik.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, workshop tari ini berkontribusi pada pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menyediakan wadah untuk kesehatan mental dan fisik. Selain itu, kegiatan ini juga menguatkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan menyatukan berbagai elemen civitas akademika dalam satu kegiatan yang positif dan kolaboratif.
Melalui acara ini, Fakultas Biologi UGM tidak hanya menunjukkan perannya sebagai pusat keunggulan akademik, tetapi juga sebagai komunitas yang peduli terhadap kesejahteraan anggotanya dan pelestarian warisan budaya. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas hidup seluruh keluarga besar Fakultas Biologi UGM.
Workshop yang mengusung tema “Wiraga, Wirama, Wirasa” ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi seluruh keluarga besar Fakultas Biologi, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa (sarjana dan pascasarjana), hingga alumni, untuk melepaskan penat dan menyeimbangkan kehidupan akademik dan non-akademik. Kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan, termasuk mereka yang belum memiliki pengalaman menari.
Tari klasik Jawa, khususnya gaya Yogyakarta, tidak hanya mengajarkan gerakan indah, tetapi juga mengandung filosofi mendalam yang bermanfaat bagi penarinya. Latihan tari ini melatih ketenangan, kesabaran, dan kedisiplinan. Peserta diajak menghayati nilai-nilai luhur seperti sawiji (konsentrasi penuh), greget (semangat), sengguh (percaya diri tanpa sombong), dan ora mingkuh (tidak mudah menyerah). Secara fisik, menari juga terbukti efektif meningkatkan keseimbangan, kekuatan tubuh, dan kesehatan jantung.
Workshop ini dipandu langsung oleh penari dan pelatih profesional, Mas Tunggul Pujangkoro. Dengan pendekatan yang sabar dan ramah, beliau berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memicu antusiasme tinggi dari para peserta. Momen kebersamaan ini juga diperkuat dengan komitmen fakultas terhadap isu lingkungan, di mana peserta dianjurkan membawa botol minum sendiri sebagai langkah nyata mengurangi sampah plastik.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, workshop tari ini berkontribusi pada pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menyediakan wadah untuk kesehatan mental dan fisik. Selain itu, kegiatan ini juga menguatkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan menyatukan berbagai elemen civitas akademika dalam satu kegiatan yang positif dan kolaboratif.
Melalui acara ini, Fakultas Biologi UGM tidak hanya menunjukkan perannya sebagai pusat keunggulan akademik, tetapi juga sebagai komunitas yang peduli terhadap kesejahteraan anggotanya dan pelestarian warisan budaya. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas hidup seluruh keluarga besar Fakultas Biologi UGM.



