Yogyakarta — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada melalui inovasi bioteknologi pertanian bertajuk “HEAT-POTATO (HSP70-Enhanced Adaptive Tolerance in Potato)” yang berhasil meraih Gold Medal dalam ajang internasional Global Competition for Life Science (GloCoLis) 2026.
Inovasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Sri Garcinia Lathifah, Fahima Ellya Wulandari, Tika Permatasari, dan Ayu Nawang Wulan di bawah bimbingan akademik Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. Proyek tersebut mengangkat solusi inovatif terhadap ancaman perubahan iklim terhadap ketahanan pangan global, khususnya pada tanaman kentang (Solanum tuberosum).
“HEAT-POTATO” merupakan pengembangan kentang toleran panas berbasis rekayasa genetika melalui overekspresi gen HSP70 (Heat Shock Protein 70). Teknologi ini dikembangkan menggunakan pendekatan in vitro dan transformasi berbantuan Agrobacterium tumefaciens untuk meningkatkan kemampuan tanaman bertahan terhadap stres suhu tinggi akibat pemanasan global.
Melalui penelitian ini, tim berhasil menghasilkan lini kentang transgenik yang menunjukkan peningkatan ekspresi HSP70, gen yang berperan penting sebagai molecular chaperone dalam menjaga stabilitas protein sel saat tanaman mengalami cekaman panas. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempertahankan produktivitas kentang di tengah meningkatnya suhu global yang selama ini menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian.
Menurut tim peneliti, perubahan iklim telah menyebabkan penurunan produktivitas kentang secara signifikan akibat terganggunya proses fotosintesis, pembentukan umbi, serta stabilitas membran sel tanaman. Oleh karena itu, pengembangan varietas kentang tahan panas menjadi langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di masa depan.
Keberhasilan meraih Gold Medal pada kompetisi internasional ini menjadi bukti bahwa inovasi riset mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan teknologi pertanian modern berbasis bioteknologi.
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendorong lahirnya inovasi-inovasi sains yang berdampak bagi masyarakat dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin Zero Hunger dan Climate Action.
Dengan capaian tersebut, “HEAT-POTATO” diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan varietas kentang unggul yang lebih tangguh, produktif, dan adaptif terhadap tantangan lingkungan global di masa mendatang. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari]


